XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
336 - Pendekar Partai Pasak Bumi


__ADS_3

Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang berjalan begitu hati-hati, mereka menghindari kerumunan orang dan memilih berjalan di tempat yang minim cahaya. Aroma bunga serta arak benar-benar pekat dan ini mengganggu penciuman Xiao Shuxiang.


"Kau yakin.. Kita tidak akan ketahuan..?" Bocah Pengemis Gila merasa penyamaran ini terlalu mencolok, dan kemungkinan akan membawa mereka ke dalam masalah.


"Aku tidak pernah bilang menyamar menjadi perempuan tidak akan membuat kita ketahuan.."


Bukan tanpa alasan Xiao Shuxiang menyamar, dia tidak boleh membiarkan wajahnya dikenali banyak orang, memakai riasan dan bersuara mirip gadis akan membuat siapa pun tidak tahu bahwa dirinya adalah pria.


".. Yi Wen dan Xiao Lu yang harusnya melakukan ini, tapi jika dipikirkan lagi.. Memang harus kita yang melakukannya,"


"Kenapa kita tidak memakai topeng saja?"


"Kalau kau mau tambah dicurigai, maka lakukan saja. Aku tahu apa yang kulakukan, sudahlah. Ayo pergi dan selesaikan ini segera,"


Xiao Shuxiang mempercepat langkahnya, pakaiannya kali ini membuat jalannya sama seperti biasa. Bila dilihat dari jauh maupun dekat.. Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila nampak seperti pendekar wanita.


"Ini jauh lebih baik daripada ketika aku menyamar menjadi perempuan di istana Kaisar. Harga diriku sepertinya tidak terlalu turun.."


Xiao Shuxiang yakin dapat bertarung leluasa walau dengan pakaian ini, dia juga bisa menggunakan kain lengannya yang panjang sebagai senjata.


Xiao Lu ternyata tidak hanya sekadar mendandaninya, tetapi juga membuat penyamarannya ini tidak mengganggu bila nanti dia harus bertarung.


Xiao Shuxiang mengeluarkan dua butir Pil Mata Dewa lalu memakannya. Pandangan matanya seketika meluas dan banyak tubuh telanjang yang dirinya lihat.


Pil Mata Dewa memang adalah pil yang dapat menembus pakaian serta kulit seseorang, bahkan Xiao Shuxiang bisa melihat setiap urat di dalam tubuh manusia serta apa yang ada di dalam tulang-tulangnya.


Bagi orang yang tidak biasa, mereka pasti akan ketakutan melihat ini, tetapi tidak untuk Xiao Shuxiang. Dia menggunakan pil Mata Dewa agar bisa menembus setiap tempat di bangunan yang berpotensi dihuni oleh Gerbang Keenam.


"Tuan.. Kita sekarang mau ke mana?"


"Ke mana pun asalkan bersamamu sayang~"


Bocah Pengemis Gila mendengar suara wanita dan pria, dia menarik Xiao Shuxiang dan lalu mengajaknya bersembunyi. Aroma darah yang sebelumnya dia cium membuatnya yakin ada yang salah dengan tempat ini.


Hanya saja, terburu-buru bersembunyi membuat punggung Bocah Pengemis Gila bertabrakan dengan punggung orang lain. Keadaan ini membuat Bocah Pengemis Gila dan orang yang ditabraknya terkejut serta nyaris berteriak.


!!


Saat berbalik ke belakang, orang yang ditabrak Bocah Pengemis Gila rupanya juga adalah perempuan jadi-jadian. Penyamaran orang tersebut tidak terlalu sempurna sebab dandanannya sangat berlebihan.


Ada tiga orang yang dilihat Xiao Shuxiang dan ketiga-tiganya merupakan laki-laki yang menyamar. Namun hanya dengan saling bertatapan mata saja.. Mereka sama-sama mengerti bahwa orang di hadapan mereka adalah orang luar dan tidak terikat dengan Rumah Besar Dewi Surgawi.


["Nona, aku minta maaf karena sudah menabrakmu..]


!


[Harusnya aku yang meminta maaf karena sudah menabrakmu.. Ehm..] Bocah Pengemis Gila tidak yakin ingin memanggil orang di depannya 'Nona', sebab penyamaran pemuda ini jauh dari kata sempurna.


Bagi ketiga pemuda tersebut, Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang benar-benar adalah wanita. Aura yang mereka rasakan membuat mereka yakin bahwa kedua orang ini bukanlah wanita biasa.


Satu persatu pemuda yang berdandan seperti wanita memperkenalkan diri, dua di antaranya memiliki nama khas penduduk Benua Tengah, dan satu lagi bernama Jian Guang.


[.. Aku merasa kalian mempunyai misi yang sama dengan kami. Harap kedua Nona juga memperkenalkan diri,]


Jian Guang begitu sopan bicara dengan Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang. Suaranya jantan dan penuh wibawa, kemungkinan Jian Guang dipaksa teman-temannya berpakaian seperti ini.


[Namaku Shu Su dan ini Shu Xiang, dia kurang mengerti bahasa penduduk Benua Tengah, jadi maaf kalau aku yang menjawabmu..]


"Aah.. Kalian bersaudara? Terlihat sangat cantik," satu dari rekan Jian Guang tersenyum ramah, dia awalnya menolak mentah-mentah misi dari Tetuanya, tetapi setelah bertemu dua wanita cantik tersebut.. Dirinya merasa sangat beruntung.


"Benar, aku adalah Kakaknya dan ini adikku.."


?


Xiao Shuxiang tersenyum canggung, dia memberi hormat seperti biasa, ini membuktikan bahwa dirinya juga adalah seorang pendekar.


Jian Guang dan kedua rekannya menjawab hormat Xiao Shuxiang, mereka kembali berbicara dan kali ini mamakai bahasa penduduk Benua Timur.


"Kami berasal dari Partai Pasak Bumi, datang kemari untuk membongkar wajah asli Rumah Besar Dewi Surgawi. Nona Su dan Nona Xiang.. Apa melakukan misi yang sama?"


Jian Guang tidak menaruh curiga sama sekali pada kedua wanita cantik tersebut, kedua temannya pun demikian. Bukan berarti mereka naif, tetapi Jian Guang dan teman-temannya bisa merasakan kedua gadis ini bukanlah orang yang berbahaya.


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak mengerti apa yang awalnya dibahas Bocah Pengemis Gila dengan ketiga pemuda ini, dia hanya menebak bahwa Bocah Pengemis Gila memperkenalkan dirinya sebagai Shu Xiang dan ternyata benar.


"Kami hanya para pengelana, tapi karena penasaran dengan tempat ini.. Makanya kami berani masuk,"


Hanya Bocah Pengemis Gila yang menjawab setiap pertanyaan dari Jian Guang dan kedua temannya, sementara itu Xiao Shuxiang lebih memilih diam sebab dirinya menghindari berkata bohong.


Efek pil Mata Dewa Xiao Shuxiang masih ada, dia dapat melihat tubuh dari balik pakaian Jian Guang dan kedua rekannya serta organ-organ dalam mereka.


Ketiganya memiliki Dantian sebesar mata ikan, jelas ini belum dibentuk. Tetapi otot tubuh, aliran darah, dan tulang yang ketiganya miliki tidak seperti manusia biasa. Xiao Shuxiang yakin Jian Guang dan kedua temannya adalah pendekar ahli Tenaga Dalam.


Bocah Pengemis Gila, ".. Saat pertama kali menginjakkan kaki kemari, aroma bunga dan arak di tempat ini benar-benar pekat. Tapi aku masih bisa mencium samar-samar aroma darah, dan ini adalah milik manusia,"


!


"Kau tidak memberi tahuku sebelumnya,"


Untuk pertama kalinya Xiao Shuxiang bersuara. Dia membuat kedua teman Jian Guang tidak sadar menahan napas, mereka sebenarnya sudah biasa bertemu gadis-gadis cantik, tapi tidak ada yang seperti Nona Xiang ini.


Jian Guang tidak seperti kedua temannya, dia lebih tersentak dengan ucapan Nona Shu Su yang mengatakan mencium aroma darah manusia, ini berarti firasatnya benar. Ada yang salah dengan bordil ini.

__ADS_1


"Nona Su sepertinya ahli satu dari enam jenis Tenaga Dalam. Kalau boleh, kami menawarkan diri untuk membantu.."


"Sebaiknya Nona Su dan Nona Xiang ikut dalam rombongan kami. Kita bisa bekerja sama dan saling membantu. Kita tidak tahu bahaya di tempat ini, karenanya jauh lebih baik bila bekerja sama,"


Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang sejenak seakan meminta pendapat temannya. Dia lalu setuju untuk bekerja sama setelah mendapat anggukan dari Xiao Shuxiang.


Partai Pasak Bumi sebenarnya adalah salah satu partai besar Aliran Netral. Misi-misi pendekar di partai tersebut yakni menjaga keseimbangan dua aliran dan sangat menentang Aliran Sesat yang mempelajari Teknik Terlarang.


Selain itu, pendekar dari Partai Pasak Bumi sangat membenci Demonic Beast jenis apa pun. Karena bagi mereka, hewan tersebut merupakan jelmaan iblis Benua Selatan dan layak dimusnahkan. Harimau Bulan seperti Lan Xiao dan Rubah Putih seperti Hu Li serta O Zhan bisa dalam bahaya bila bertemu dengan pendekar Partai Pasak Bumi.


"Kami sudah mengawasi bordil ini cukup lama, mungkin sekitar tiga bulan belakangan dan saat ini masih dalam tahap pemantauan.."


Jian Guang, wanita jadi-jadian yang berpakaian merah muda tersebut menjelaskan bahwa ada tiga bangunan besar di tempat ini.


Tidak ada yang mencurigakan di bangunan Dewi Pesona dan sekarang rekan-rekan Jian Guang yang lain menyelidiki di bangunan Dewi Muda.


"Kalian.. Tidak hanya bertiga?" Xiao Shuxiang terlihat penasaran, dia merasa persiapan para pendekar ini lebih matang dari pada persiapan yang dilakukannya.


"Kami berjumlah 50 orang, saudara seperguruanku yang lain menyamar menjadi pelayan dan wanita penghibur di sini. Hanya saja, tidak ada dari kami yang bisa seahli Nona Su. Kemampuan penciuman Anda yang tajam dapat memudahkan kami,"


Ada tiga sampai empat orang Pendekar Pasak Bumi yang ahli Tenaga Dalam Suhu, mereka bisa membedakan bau-bauan seperti bunga, darah, rempah, atau pun racun. Namun kemampuan tersebut memiliki batasan berupa jarak.


Semakin hebat mereka mempelajari Tenaga Dalam Suhu, maka semakin luas juga jarak mereka mencium dan membedakan aroma. Namun perlu diketahui bahwa pendekar yang ahli Tenaga Dalam Suhu lebih lemah dari pendekar ahli Tenaga Dalam yang lain.


".. Kalau boleh saya meminta tolong, apakah Nona Su bersedia menggunakan kemampuannya lagi untuk merasakan aroma darah yang pernah Anda cium..?"


Bocah Pengemis Gila mengangguk, dia mulai fokus mencium aroma di tempat ini, hidungnya nampak sedikit bergerak.


..


Aroma kamelia, kayu cendana, kayu manis, bambu, persik, rumput, dan embun menjelang malam dapat dicium oleh Bocah Pengemis Gila dalam jarak 50 meter bahkan kalau dirinya menghendaki.. Lebih dari 50 meter bisa dia lakukan.


Xiao Shuxiang selama ini penasaran dengan siapa sebenarnya Bocah Pengemis Gila. Walau orang ini selalu berisik, menempeli Lan Guan Zhi, dan merupakan pemuda homo.. Namun rasaya ada yang aneh dengan Bocah Pengemis Gila.


Xiao Shuxiang menatap wanita jadi-jadian di sampingnya, efek dari Pil Mata Dewa masih ada.. Jadi dirinya bisa melihat menembus pakaian Bocah Pengemis Gila termasuk dapat melihat setiap organ dalam pemuda tersebut.


?


Bocah Pengemis Gila memiliki Dantian berdiameter 4 cm, lebih rendah dari ukuran Dantian para kultivator yang umumnya berdiameter 5 cm.


Ada sedikit Qi pada Dantian tersebut, jadi bisa dipastikan Bocah Pengemis Gila mempelajari kultivasi tetapi masih termasuk amatir.


Aliran darahnya mengalir normal dan setiap organnya berfungsi dengan baik. Namun ada sesuatu yang membuat Xiao Shuxiang terkejut bukan main. Itu adalah saat dirinya melihat kualitas tulang Bocah Pengemis Gila yang sangat tidak manusiawi.


".. 100.. 1000.. 10.. 50.. 100 ribu..?!" mata Xiao Shuxiang terbelalak dan bahkan dirinya tidak sadar menahan napas, ".. Tidak mungkin.. Nilainya bahkan masih bertambah.."


!!


!!


"Gila.. Orang ini benar-benar Gila..! Kalau itu aku.. Satu benua bisa hancur hanya dengan memakai telunjuk saja. Ya Tuhan.. Ini benar-benar mustahil." Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, dia merasa Pil Mata Dewanya tidak menunjukkan yang sebenarnya.


".. Apa mungkin efek pil milikku rusak? Tapi itu bahkan jauh lebih mustahil lagi.."


Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya, dia bernapas pelan-pelan dan berusaha untuk tidak memperlihatkan ekspresi terkejut, namun jujur saja.. Tatapan matanya tidak bisa menyembunyikan apa pun.


"Aku menemukannya,"


!!


Jian Guang dan kedua rekannya sadar dengan tatapan terkejut Nona Xiang, tetapi mereka menganggap ini hal yang wajar sebab Nona Su baru saja mengatakan dia menemukan sumber aroma darah tersebut.


Sebenarnya, tidak hanya aroma darah yang dicium Bocah Pengemis Gila--tapi dia juga mampu mendengar berbagai macam suara dan membedakannya.


Dia bisa mendengar suara alunan beberapa jenis alat musik, suara tawa, desahan, bahkan teriakan pilu. Semua itu sangat jelas di telinganya dan ini merupakan satu dari enam unsur Tenaga Dalam.


"Nona Su menemukannya?! Kalau begitu ayo ke sana,"


Rekan Jian Guang mengajak Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang pergi bersama, mereka masih dengan cara sembunyi-sembunyi dan menghindari tempat yang ramai nan terang.


Saat merasa sekeliling mereka aman.. Jian Guang dan yang lainnya melesat cepat. Jarak perjalanan mereka adalah 15 meter dari satu bangunan ke bangunan yang lain, entah ada yang menyadari atau tidak.. Tetapi cahaya senja matahari telah digantikan dengan cahaya bulan dan ribuan bintang.


Bangunan Dewi Pesona sebelumnya dihuni oleh para wanita penghibur usia 25-39 Tahun, kebanyakan mereka berpakaian merah mencolok dan beraroma bunga kamelia.


Sementara di bangunan Dewi Muda--pada wanita penghibur di sini berusia rata-rata 18-24 Tahun, mereka kebanyakan berpakaian merah muda bercampur putih, namun para senior memiliki warna dan jenis pakaian yang lain.


Aroma kayu manis dan bunga wisteria cukup pekat di bangunan Dewi Muda, apalagi bila dicium lebih seksama--seseorang akan menyadari bahwa banyak aroma rempah-rempah khas di bangunan ini.


".. Karena termasuk luas, tempat ini juga mempunyai hutan bambu serta danau buatan. Melakukan pemantauan di tempat ini selama lebih dari tiga bulan membuatku sadar bahwa Rumah Besar Dewi Surgawi tidak layak ada di Kota Matahari Emas,"


"Kenapa kau mengatakan itu?"


Jian Guang menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang bahwa tempat ini sudah benar-benar kotor. Tidak ada lagi urat malu di tempat ini, bahkan dirinya pernah tak sengaja memergoki dua orang yang bersanggama di pinggir danau.


".. Aku tidak mau membayangkan itu.."


"Tapi kurasa kau baru saja melakukannya.." Xiao Shuxiang bisa melihat Jian Guang memijat-mijat pelan dahinya, wanita jadi-jadian itu nampak jelas menolak adanya Rumah Besar Dewi Surgawi, dan untuk Xiao Shuxiang sendiri.. Dia juga setuju soal ini.


?!


Suara musik di sekitar mereka terlalu keras dan berisik, ada beberapa pelanggan yang melihat mereka berlari, namun pelanggan tersebut nampak tidak peduli dan lebih memilih menghabiskan arak serta menggoda wanita cantik di sampingnya.

__ADS_1


Tap


Tap


"Nona Su, aku baru terpikirkan menanyakan ini.. Tapi untuk apa Nona Su membawa tongkat bambu itu?" salah satu rekan Jian Guan bertanya pada Bocah Pengemis Gila karena merasa penasaran.


"Aku orang yang sering gugup, ini selalu kubawa untuk membantuku mengatasi kegugupanku. Ehm.. Ini juga bisa digunakan membela diri,"


Jian Guang tersenyum, ini pertama kalinya dia bertemu perempuan yang semenarik Nona Su. Dan jika dipikirkan lagi.. Nona Su serta Nona Xiang bahkan tidak membawa pedang, padahal dirinya yakin kedua gadis ini adalah pendekar.


BAAAAM!


!!


Suara keras terdengar kala Jian Guang dan yang lainnya semakin dekat dengan bangunan Dewi Merak.


"Gawat, sepertinya ada saudara seperguruan kita yang ketahuan. Ayo cepat!"


Mereka mempercepat langkah, raut wajag Jian Guan dan kedua rekannya begitu cepat. Ini jelas saja sebab suara keras tersebut seakan memberi tanda betapa hebatnya pertarungan yang sedang berlangsung itu.


"Kubilang juga apa.. Mengerahkan 50 orang untuk menyamar berisiko tinggi kita akan ketahuan, dan sekarang itu terbukti,"


"Ini memang akan menjadi yang terakhir.."


!!


Sudah lama Jian Guang melakukan pemantauan dan kini sudah saatnya membongkar wujud asli dari Rumah Besar Dewi Surgawi.


Xiao Shuxiang sendiri tidak punya urusan dengan bordil ini, yang dia pikirkan hanyalah menemukan Gerbang Keenam, menyegelnya, dan kemudian pulang. Mau tempat ini menjadi medan pertempuaran atau tidak--itu bukanlah urusannya.


Sambil berlari, dirinya kembali mengeluarkan Pil Mata Dewa dan memakannya. Semakin dekat dirinya dengan bangunan Dewi Merak.. Semakin dia merasa bangunan inilah yang paling beraura aneh.


BAAAAM..!


Suara keras terdengar lagi, kali ini Xiao Shuxiang dan yang lainnya dapat melihat ada sekitar sepuluh pendekar yang sedang melawan dua orang wanita penghibur berpakaian ungu dengan corak bunga kamelia.


[".. Sudah kuduga, ternyata kalian memang bukan orang biasa."]


TRAANG!


["Salah kami karena lambat menyadari kebusukan kalian dan tempat terkutuk ini."]


Dua pendekar dari Partai Pasak Bumi masih nampak melawan, luka-luka yang mereka alami membuktikan bahwa keduanya sudah lama bertarung.


["Hmph, kalian pikir kami tidak menyadarinya?"] salah satu wanita penghibur tersenyum meledek, [".. Sejak awal kami sudah tahu dan memang sengaja tidak mengambil tindakan. Tapi sekarang, jangan pernah berharap bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini,"]


Wanita cantik dengan pakaian yang terbuka itu melesat, dia menggunakan kain panjang pada pakaiannya sebagai senjata.


Percaya atau tidak.. Tetapi wanita penghibur yang menghuni bangunan Dewi Merak adalah pendekar dan kultivator yang sebagiannya berwujud Demonic Beast.


TRANG!


Rumah Besar Dewi Surgawi sebenarnya memiliki segel penghalang yang bila diaktifkan--pengunjung bisa masuk tetapi tidak dapat keluar.


Hanya bangunan Dewi Merak-lah yang mempunyai dua lapis segel penghalang, fungsinya juga sama dengan segel yang menyelimuti wilayah Rumah Besar Dewi Surgawi, namun satu segel lagi berfungsi meredam suara.


Xiao Shuxiang, Bocah Pengemis Gila, Jian Guang, dan teman-temannya sebelumnya telah menyadari bahwa mereka sudah melewati segel penghalang di Bangunan Dewi Merak. Namun sepertinya mereka tidak tahu bahwa mereka tidak bisa lagi keluar untuk meminta bantuan.


!!


Ketajaman mata Xiao Shuxiang setelah mengkonsumsi Pil Mata Dewa semakin baik, dia bisa melihat tidak hanya menembus bangunan, dan tubuh setiap makhluk hidup di tempat ini.. Tetapi juga mampu menembus tanah sejauh 30 meter.


?!


"Gerbangnya.. Ada di bawah."


Xiao Shuxiang menemukan yang dicarinya. Gerbang tersebut berada di kedalaman 20 meter di bawah bangunan Dewi Merak.


Ada banyak tulang-belulang di sekitar gerbang itu, dan sebuah kuali besar yang di dalamnya terdapat banyak potongan tubuh manusia.


Ada sekitar sepuluh orang di bawah sana yang nampak melakukan kegiatan memasak, dan yang paling mengejutkan.. Terdapat hewan besar yang menggeliat mengelilingi gerbang tersebut.


Xiao Shuxiang menelan ludah, misinya ini akan menjadi yang paling sulit. Tidak ingin memikirkan bahaya besar yang kemungkinan menghampirinya--Dirinya segera menerjang salah satu wanita penghibur yang hampir menebas leher pendekar Partai Pasak Bumi.


!!


Kain pakaian pada bagian lengan kanan Xiao Shuxiang membentang dan berbenturan dengan selendang milik wanita penghibur tersebut.


Kedatangannya mengejutkan semua orang bahkan Bocah Pengemis Gila sendiri terkejut sebab temannya itu tiba-tiba saja menghilang di depannya.


!!


["Cih, berani sekali kau menjadi pengganggu!"]


Wanita penghibur itu terlihat kesal, dia kesulitan melihat wajah gadis yang menangkis serangannya sebab selendang putih dan biru muda di depannya menghalangi pandangan.


Angin berhembus cukup kencang dari arah yang berlawanan, rambut panjang dan pakaian orang yang menangkis serangannya nampak dilambai-lambaikan oleh angin.


Perlahan.. Lambaian selendang putih sedikit melemah hingga membuat wanita penghibur yang cantik tersebut melihat sepasang mata cokelat berkilap milik lawannya.


***

__ADS_1


__ADS_2