XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
216 - Menuju Kekaisaran Matahari Terbit [Revisi]


__ADS_3

Catatan Penulis :


Jangan lupa, karya ini mengandung unsur BROMANCE. Bukan gay apalagi YAOI. Tolong untuk bisa membedakannya dan Xiao Shuxiang ini punya teman-teman yang seru untuk diajak bercanda gila. Kalian yang risih mungkin mainnya kurang jauh. Sankyuu atas pengertiannya,^^


*


*


*


Qi Xuan, Hou Yong, dan Yi Wen baru akan menaiki pedang terbang saat sebuah cermin muncul di depan mereka.


Ketiganya melihat seorang pemuda berpakaian putih berjalan keluar dari cermin tersebut, mereka segera mengenalinya.


"Saudara Xiao,"


Yi Wen, Qi Xuan, dan Hou Yong menghampiri Xiao Shuxiang. Melihat raut wajah saudaranya itu, mereka sadar bahwa pemuda ini telah mengetahuinya.


"Yi Wen, panggil enam saudaramu yang lain,"


"Hm? Tapi kami saja sudah cukup, kenapa-"


"Ada sesuatu yang harus kusampaikan," Xiao Shuxiang menyela, "Informasi ini bahkan lebih buruk dari berita penculikan Huan Mei."


Yi Wen mengangguk, dia segera melaksanakan permintaan Xiao Shuxiang. Butuh waktu sekitar 5 menit untuk mengumpulkan keenam saudaranya yang terdiri dari Ro Wei, Jing Mi, Bao Yu, Feng Ying, Zhi Shu, dan Hai Feng.


Zhi Shu, "Aku baru saja akan pergi ke Asosiasi, kenapa mengumpulkan kami seperti ini, Saudara Xiao?"


Xiao Shuxiang menatap Zhi Shu tanpa menjawab pertanyaan dari gadis cantik dengan seragam bercorak sayap kupu-kupu berwarna merah muda itu.


Dia memperhatikan satu persatu wajah saudara seperguruannya. Mereka semua kini telah tumbuh dewasa, baik secara fisik maupun cara berpikir mereka.


Xiao Shuxiang, "Aku akan menjelaskannya dengan singkat. Sebelumnya ada tiga kultivator yang terluka dan sedang dirawat di Balai Peristirahatan, Sekte Pedang Langit. Salah satu dari mereka baru-baru saja sadar dan memberi tahu berita yang mengejutkan,"


Xiao Shuxiang berkata, "Saat ini terjadi kekacauan di Kekaisaran Matahari Terbit, ketiga kultivator yang ditolong oleh murid Sekte Pedang Langit merupakan Wen Tian dan kedua temannya. Merekalah yang membawa berita ini,"


Yi Wen tidak terlalu kenal dengan Wen Tian, namun nama itu seakan pernah dia dengar. Dirinya baru tahu saat Xiao Shuxiang menjelaskan mereka pernah bertemu bahkan bertarung bersama dengan Wen Tian saat menjalankan misi di Desa Batu Hijau.


"Kau ternyata punya ingatan yang bagus, Saudaraku.."


"Tentu saja, itu karena aku luar biasa. Baiklah, sekarang kalian sudah mengerti keadaannya. Jadi, segeralah bersiap dan kita akan pergi ke wilayah Kekaisaran Matahari Terbit secepatnya,"


Yi Wen dan teman-temannya mengangguk, mereka segera pergi untuk mengambil perbekalan yang lebih banyak. Memenuhi kantong penyimpanan mereka dengan pil, air, pakaian dan makanan.


Mereka belum tahu sebesar apa kekacauan di Kekaisaran Matahari Terbit, namun bukan tidak mungkin mereka akan menemui orang-orang yang kelaparan serta terluka parah. Jauh lebih baik mempersiapkan semuanya sekarang.


"Saudara Xiao, aku sebaiknya pergi lebih dulu. Kalian bisa menyusul nanti,"


"Tidak Qi Xuan, kita pergi bersama-sama. Menggunakan Cermin Pemindah akan membuat kita lebih cepat sampai,"


Xiao Shuxiang meminta Qi Xuan menunggunya sebentar, dia berkata harus mengganti pakaiannya.


Seragam warna putih akan terlihat sangat mengerikan bila terkena banyak darah, Xiao Shuxiang tidak pandai membunuh secara rapi tanpa mengotori pakaiannya sedikit pun, dia bukanlah Lan Guan Zhi.


Tidak butuh waktu lama sampai Xiao Shuxiang dan teman-temannya kembali berkumpul.


Alasan mengapa hanya mereka yang pergi adalah adanya kekhawatiran akan jebakan dari musuh. Lagipula mereka belum tahu sekacau apa keadaan di Kekaisaran Matahari Terbit sekarang ini.


Xiao Shuxiang memang lebih nyaman dengan pakaian berwarna hitam, dia mengencangkan ikat rambutnya dan lalu membentuk segel tangan.


Titik-titik air mulai berkumpul, memadat, dan membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa. Hu Li yang mendengar tuannya kembali juga ingin ikut, namun Xiao Shuxiang melarangnya.


Tuannya tersebut memberinya tugas menjaga Sekte Kupu-Kupu, sekaligus memberi tahu Grand Elder Sekte Bambu Perak dan menunggu Yang Shu pulang. Harus ada yang memberi tahu mereka tentang berita kekacauan ini.


Sebagai gantinya, Xiao Shuxiang meninggalkan api biru kecilnya untuk menemani Hu Li. Dengan ini Hu Li dapat mengabarinya bila terjadi sesuatu.


Yang pertama kali melangkah masuk ke dalam cermin adalah Hou Yong, disusul oleh Jing Mi, Qi Xuan, Xiao Shuxiang dan teman mereka yang lain.


Ke-sepuluh kultivator ini muncul di halaman belakang Balai Peristirahatan. Mereka lalu diajak Xiao Shuxiang untuk menemui Patriarch Lan sekaligus memberitahukan kepergian mereka.


Lan Xu Jian juga telah mempersiapkannya, dia mengumpulkan delapan kultivator senior yang dianggap mampu membantu Xiao Shuxiang dan teman-temannya, kedelapan orang ini adalah para pewaris pedang.


Jing Mi menyapa salah satu kultivator senior Sekte Pedang Langit. Karena pernah bertarung bersama mereka, maka tidak sulit lagi membangun komunikasi dan strategi pertarungan nanti.


Lan Xu Jian mengatakan belum bisa mendapat informasi lebih rinci dari ketiga kultivator Sekte Awan Merah yang masih terbaring, Tou Li yang sebelumnya siuman kembali tak sadarkan diri.


Mereka tidak boleh gegabah dalam menyikapi masalah ini, karenanya sebelum semuanya jelas.. Lan Xu Jian hanya akan mempersiapkan bala bantuan dan akan mengirim mereka bila Xiao Shuxiang serta teman-temannya butuh.


Qi Xuan dan yang lainnya mengucapkan terima kasih, memberi mereka bantuan delapan orang kultivator Sekte Pedang Langit juga sudah cukup. Mereka pun segera berpamitan.


"Kalian berhati-hatilah,"


"Apa kau mengkhawatirkanku, Lan Zhi? Manisnya~"


!!


Xiao Shuxiang segera mendapat jitakan keras dari Qi Xuan, Hou Yong, dan Yi Wen. Dia juga mendapat tatapan tidak percaya dari teman-temannya yang lain. Masih sempat-sempatnya Saudara Xiao mereka bercanda disaat seperti ini?! Dasar memalukan!


"Saudara Xiao, apa kau dengar yang dikatakan Tuan Muda Lan? Dia berkata 'Kalian..' jadi bukan hanya dirimu, kau terlalu percaya diri.."


"Hou Yong, itu hanya kedok munafiknya. Iya kan, Lan Zhi?"


Xiao Shuxiang mendapat cubitan keras dari Zhi Shu dan Yi Wen saat melihat dirinya mengedipkan sebelah matanya pada Lan Guan Zhi.


Wajah Hai Feng, Bao Yu, Hou Yong, dan Qi Xuan berubah pucat, sementara Ro Wei dan Feng Ying entah mengapa merasa malu sendiri.

__ADS_1


Jing Mi sendiri menahan senyumnya, dia memperhatikan raut wajah setiap orang termasuk Lan Guan Zhi. Pemuda yang baru saja menjadi korban masih berwajah tenang, hanya saja kedua tangannya sedikit mengepal.


"Kalau begitu kami pergi dulu, sampai nanti.."


Xiao Shuxiang merangkul Yi Wen dan Zhi Shu, dia mengapit kedua gadis tersebut di ketiaknya dan menyeret mereka keluar. Dia mengomeli kedua gadis cantik ini karena telah berani memberinya cubitan yang keras.


"Itu karena kau terlalu genit, bahkan pada batangan..! Kau tidak mau kami memiliki pemikiran aneh tentang hubunganmu dengan Tuan Muda Lan, tapi sikapmu yang barusan bisa membuat siapapun salah paham. Ukh! Napasku sesak,"


Yi Wen mencoba melepaskan diri, namun tetap tidak bisa. Lehernya hangat karena diapit oleh ketiak Xiao Shuxiang, beruntung baunya seperti susu dan aroma bunga teratai, rasanya menenangkan namun lehernya pegal disaat yang bersamaan.


Qi Xuan menggeleng melihat tindakan Xiao Shuxiang, dia lalu mengikuti temannya tersebut dari belakang. Tentu Jing Mi, saudara seperguruannya, dan kedelapan murid senior Sekte Pedang Langit menyusul mereka.


Patriarch Ketiga baru dapat berkedip setelah Xiao Shuxiang dan teman-temannya pergi. Dia tidak percaya Sang Bintang Penghancur ternyata memiliki sifat yang seperti itu.


Ling Lang Tian dan Ling Qing Zhu walau tetap berwajah tenang juga sebenarnya tak percaya. Pemuda berpakaian hitam dengan corak sayap kupu-kupu tadi adalah orang yang menarik.


"LanLan, kau tidak apa-apa?"


Patriarch Lan baru tersadar Lan Guan Zhi masih terdiam, dia bisa melihat tatapan mata adiknya tidak setenang biasanya.


"LanLan.."


"Aku.. Ingin sekali menampar bokongnya,"


Lan Xu Jian mengusap-usap pelan punggung adiknya. Dia sebenarnya juga punya sifat yang seperti Xiao Shuxiang, namun yang dia goda adalah Huan Fei, GrandElder Sekte Bunga Lotus. Itupun hanya akan dia lakukan bila dilihat oleh orang lain.


Di luar ruangan, Xiao Shuxiang berkata tidak akan melepaskan Yi Wen dan Zhi Shu bila kedua gadis yang diapitnya ini tidak memberinya penjelasan masuk akal.


".. Aku hanya menggoda Lan Zhi, tapi malah kalian yang kesal. Ada apa, huh? Saudara Jing saja tidak cemburu melihatku,"


"Saudaraku, Jing Mi ini sebenarnya cemburu loh. Kau menganggap hubungan kita apa..? Hatiku perih melihatmu selingkuh tepat di depan mataku,"


Hou Yong dan Bao Yu menatap Jing Mi dalam, keduanya lalu memalingkan pandangan ke arah Xiao Shuxiang.


Tidak ada perasaan apapun yang mereka rasakan saat melihat Saudara Jing dan Saudara Xiao mereka saling menggoda satu sama lain. Berbeda jauh ketika melihat Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi.


".. Ini benar-benar aneh,"


"Apa Shuxiang selalu seperti itu saat di sekte kalian?"


Feng Ying mengangguk membenarkan saat salah satu murid Senior Sekte Pedang Langit bertanya padanya, dia berkata tingkah Xiao Shuxiang dan Jing Mi ini sudah biasa mereka lihat.


".. Kami tidak pernah merasakan ada hubungan aneh antara Saudara Xiao dan Saudara Jing meski keduanya saling mengoda satu sama lain. Tapi saat melihatnya dengan Tuan Muda Lan, ceritanya akan berbeda.."


Xiao Shuxiang sama sekali tidak sadar dibicarakan oleh Feng Ying dan murid-murid Sekte Pedang Langit di belakangnya, dia terlalu fokus dengan Zhi Shu dan Yi Wen.


"Saudara Xiao, kau ini sudah memiliki diriku. Aku pernah mengatakan akan memberikan tubuh dan hatiku padamu, jadi hentikan hubungan terlarangmu dengan Tuan Muda Lan, aku jauh lebih baik.."


"Zhi Shu, kau gadis tidak tahu malu. Apa maksudmu memberikan tubuhmu pada Saudara Xiao, hah? Dia ini tidak seperti binatang liar di luar sana.."


"Saudara Wen, aku sudah pernah mengatakannya. Sejak Saudara Xiao memberiku pusaka yang kuinginkan, detik itu juga kuputuskan akan memberikan diriku padanya. Kau sendiri kenapa ingin sekali menikah dengan Saudara Xiao?"


"Tentu saja untuk menginjak kepalanya dan membuatnya berlutut menyembahku. Sekaligus memberinya kematian yang paling menyakitkan,"


Xiao Shuxiang menggelengkan kepala pelan saat mendengar kedua gadis ini. Ucapan Yi Wen yang paling berani, dia mengingatkan saudara seperguruannya itu bahwa dirinya ada di sini, target yang ingin dibunuhnya.


".. Kalian berdua ini apa tidak pernah menyukaiku dari lubuk hati terdalam, huh? Sama seperti gadis-gadis cantik nan pemalu di luar sana,"


"Saudara Xiao, aku suka denganmu dari lubuk hati terdalam. Kau tenang saja, 'cinta itu bisa terjalin seiring berjalannya waktu,'"


Xiao Shuxiang merasa pernah mendengar kata yang dilontarkan Zhi Shu. Dia lalu melepaskan kedua gadis yang diapitnya ini dan menggaruk pipinya pelan.


"Terserahlah, tapi perlu kalian ingat, aku pantang menikah dengan saudara seperguruan, jadi lupakan saja.."


"Saudara Xiao, apa kurangnya aku bagimu? Wajahku cantik, tubuhku juga bagus, dan aku punya banyak keahlian. Kau tidak akan pernah menyesal menikah denganku, Yi Wen ini pasti akan membuatmu bahagia,"


"Kau jangan dengarkan gadis liar ini. Jika kau menikah dengannya, keturunanmu nanti bisa menjadi manusia yang haus darah, kalian berdua sangat tidak cocok. Untuk pemuda sepertimu, yang paling sesuai menjadi istrimu adalah gadis lemah lembut dan anggun sepertiku.."


Xiao Shuxiang jadi tidak fokus mengeluarkan segel Cermin Pemindah miliknya. Dia menghembuskan napas pelan dan lalu menatap kedua saudara seperguruannya yang cantik ini dengan pemikiran bahwa bila ditatap.. Mereka bisa berhenti bicara.


Masalahnya, Yi Wen dan Zhi Shu tidak mengerti arti dari tatapan Xiao Shuxiang. Keduanya bahkan tidak mendengar Hou Yong, Qi Xuan, dan Ro Wei yang meminta mereka berhenti berbicara sebentar saja.


"Kalian berdua memang cantik dan punya tubuh yang bagus, serta memiliki keahlian berpedang masing-masing. Tapi asal kalian tahu, aku suka gadis yang pandai memasak, pemberani, tidak menjadi beban dan tidak membuatku mengkhawatirkannya. Dan yang paling penting, dia tidak pernah takut bila kutinggal pergi,"


!!


Yi Wen dan Zhi Shu jelas terkejut. Mana ada gadis yang seperti itu?! Apalagi dengan ucapan terakhir Xiao Shuxiang. Itu tidak masuk akal..!


".. Aku ini suka bertualang, jadi aku tidak menyukai gadis yang merepotkan dan selalu membuatku mencemaskannya. Daripada memiliki pasangan seperti itu, lebih baik aku memilih yang batangan. Saudara Jing, kau mau kan?"


"Saudaraku, aku ini masih normal. Hati dan jiwaku hanya dipersembahkan untuk Bibi WeiWei. Bukannya kau punya Tuan Muda Lan? Lamar saja dia, akan kuberikan restuku walau hati ini akan kembali perih,"


Hai Feng dan Qi Xuan meminjat pelan kening mereka, keduanya tidak habis pikir memiliki teman seperti Xiao Shuxiang dan Jing Mi. Cara bercanda mereka berada di aliran yang menyimpang.


Xiao Shuxiang sendiri merasa senang mempunyai teman seperti Jing Mi. Pemuda berotot ini tidak sekaku dan seserius seperti teman-teman yang lain.


Setelah Zhi Shu dan Yi Wen berhenti berbicara.. Akhirnya dia bisa fokus kembali dengan segel Cermin Pemindahnya.


Xiao Shuxiang mengeluarkan Yīng xióng dari Gelang Semestanya, dia lalu melangkah lebih dulu memasuki Cermin Pemindah dan disusul oleh teman-temannya yang lain.


Lokasi mereka berada di Sekte Serigala Iblis. Aroma menusuk seperti bangkai langsung memenuhi indra penciuman Yi Wen, saudara seperguruannya, dan kedelapan murid Senior Sekte Pedang Langit.


Terdapat banyak bekas pertarungan di tempat ini, gedung besar milik Sekte Serigala Iblis nampak kosong, tidak diterangi satu lampion pun dan terasa mencekam.


Banyak potongan tubuh dan mayat utuh namun membusuk serta dipenuhi belatung, kejadian ini jelas mengejutkan mereka.

__ADS_1


"A-apa yang sebenarnya terjadi di sini..?"


"Mengerikan sekali, aku sepertinya akan muntah,"


Yi Wen memegangi perutnya, dia memang sudah biasa melihat potongan tubuh, namun bila ada hewan kecil bergerak-gerak di dalam daging busuk tersebut.. Dirinya tentu tidak bisa tahan.


Ro Wei bahkan tidak ingin melihatnya, dia bersembunyi di belakang Jing Mi dan mengajak teman-temannya untuk segera pergi.


"Ya ampun, ini salahku. Aku lupa membereskannya,"


!!


Qi Xuan dan yang lainnya tersentak, segera mereka memandangi Xiao Shuxiang. Dari ucapan pemuda berpakaian hitam tersebut sudah bisa dipastikan pelaku dari pemandangan mengerikan yang mereka lihat ini.


Xiao Shuxiang mengeluarkan empat api biru kecilnya, segera api tersebut melesat dan membakar setiap potongan daging mayat yang berserakan.


"Kupikir murid Sekte Bunga Lotus yang akan membersihkan semuanya, namun sepertinya mereka tidak datang.."


"Saudaraku, kau mau kemana?"


Jing Mi memanggil Xiao Shuxiang saat melihat temannya tersebut melangkah menuju gedung Sekte Serigala Iblis.


Dia dan yang lainnya tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang mengatakan akan memeriksa penyimpanan harta Sekte Serigala Iblis.


".. Belum ada kultivator Sekte Bunga Lotus yang datang kemari, aku mencium bau-bau keberuntungan. Ayo kemari,"


"Saudara Xiao, kita tidak datang menjarah harta. Apa kau lupa alasan kita kemari?"


Xiao Shuxiang tersenyum ke arah salah satu murid Sekte Pedang Langit, dia berkata tidak lupa sama sekali, namun saat ini lebih baik mengesampingkan misi mereka terlebih dahulu.


".. Anggap saja ini bayaran awal sebelum memberi bantuan pada banyak orang,"


Xiao Shuxiang mengusap-usap tangannya, dia menjadi sangat bersemangat bila berhubungan dengan harta. Feng Ying malah ikut-ikutan, dirinya berlomba dengan Saudara Xiao-nya untuk masuk lebih dalam ke gedung paling besar Sekte Serigala Iblis.


Saat Xiao Shuxiang dan teman-temannya menjelajahi setiap ruangan dan mengambil harta berharga Sekte Serigala Iblis.. Kekacauan masih terjadi bahkan tak terbendung di setiap sekte yang ada di Kekaisaran Matahari Terbit.


Salah satunya adalah Sekte Bunga Lotus. Entah bagaimana, segel pelindung sekte mereka hancur begitu saja. Huan Fei beserta murid-muridnya telah kewalahan melawan para orang-orang mereka sendiri.


Traang!


Huan Fei melihat salah satu muridnya menahan serangan saudara seperguruannya, dia berusaha menyadarkan saudaranya namun tetap saja usahanya sia-sia.


TRAANG!


"Sadarlah, Nak..!"


Huan Fei menangkis serangan salah satu muridnya. Dia orang pertama yang menyadari ada keanehan pada aroma rempah yang tiba-tiba tercium dari halaman depan sektenya.


Dirinya segera menggunakan Qi untuk membantunya menahan napas meskipun sulit. Huan Fei juga memberitahukan pada muridnya yang lain, sayang hanya sebagian yang mampu dia beritahu.


"Akan sangat buruk bila ini terus berlangsung,"


TRAANG!


Cabang Asosiasi Bangau Merak yang berada di Kekaisaran Matahari Terbit juga tidak luput dari serangan. Kultivator dari tempat tersebut berusaha memberitahu adanya serangan dengan menggunakan bola yang dilesatkan ke langit, namun bola tersebut sama sekali tidak meledak, ini semakin mengkhawatirkan.


TRAANG!


"Kenapa orang yang pergi mencari bantuan belum juga kembali?! Apa mereka tewas?!"


"Jangan Bicara Begitu..! Kau membuatku semakin takut,"


TRAANG!


TRAANG!


Serangan bahkan ada di istana kaisar Matahari Terbit, tidak ada satu pengawal pun yang dapat keluar dari istana dan meminta bantuan.


Traang!


Di Sekte Serigala Iblis, setelah menguras semua harta yang ditemukannya.. Xiao Shuxiang dan teman-temannya mulai membentuk dua kelompok.


Yi Wen, Qi Xuan, Hou Yong, Zhi Shu, dan empat kultivator senior Sekte Pedang Langit melesat menggunakan pedang terbang mereka menuju ke Sekte Bunga Lotus.


Sementara rekan mereka yang lain mengikuti Xiao Shuxiang untuk menolong sekte terdekat dari tempat ini.


Sebelumnya, mereka semua mendapatkan masing-masing lima belas butir Pil Napas Naga dan Pil Embun Malam dari Xiao Shuxiang sebagai perbekalan. Kelompok Qi Xuan juga ditemani oleh dua api biru kecil saudaranya tersebut.


Setelah kelompok Qi Xuan pergi, Xiao Shuxiang juga mulai melesat. Dia berkata tidak akan menahan kecepatannya, jadi sebisa mungkin teman sekelompoknya harus berusaha mengimbangi dirinya.


!!


Xiao Shuxiang tersentak kala melihat banyak manusia biasa yang memegang senjata dan saling menyerang satu sama lain. Dia juga melihat kultivator Aliran Hitam dan Putih melakukan hal yang sama.


Tanpa rasa ragu sedikit pun, Xiao Shuxiang memegang kuat Yīng xióng dan dengan kecepatan tinggi dirinya menebas tujuh orang kultivator hanya dengan sekali ayunan.


Tubuh mereka tertebas dari pinggul kanan dan terus naik ke bagian dada, bahkan korban terakhir Xiao Shuxiang mendapat luka tebasan di wajah hingga membelah kepalanya.


"Nak?! Apa Yang Kau Lakukan?! Mereka Semua Itu Dikendalikan, Kenapa Kau Membunuh Mereka!! Lihat Dengan Baik!"


!!


Xiao Shuxiang terkejut saat mendapat teguran dari seorang kultivator senior yang sudah penuh luka di sekujur tubuhnya.


***

__ADS_1


__ADS_2