XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
309 - Tawaran II


__ADS_3

Hutan Hujan Bunga jauh lebih indah saat terkena sinar matahari pagi. Warna jingga dari bunga flamboyan seperti penyemangat bagi burung-burung kecil dan binatang di tempat ini.


Suara pertempuran semalam seakan hanyalah bunga tidur bagi mereka. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, toh tempat tinggal mereka tak terkena dampak pertempuran tersebut.


Bagi sebagian binatang memang bernasib baik, tetapi tidak untuk sebagian yang lain. Apalagi mereka yang sarangnya berada di pohon tumbang karena terkena serangan dari Xiao Shuxiang, teman-temannya, serta para pendekar.



Di salah satu pohon, nampak Xiao Shuxiang yang sedang memapah dan membantu Lan Guan Zhi bersandar. Sementara itu, Xiao Qing Yan dan O Zhan dirawat oleh Lan Xiao.


Hu Li dengan langkah tertatih berusaha ke tempat Tuannya berada. Dia menyerahkan tugas menyembuhkan teman-temannya kepada Lan Xiao, Sang Harimau Bulan.


!!


Saat tiba di tempat Xiao Shuxiang berada.. Hu Li begitu terkejut. Lan Guan Zhi beberapa kali memuntahkan darah kental, wajah pemuda itu juga sangat pucat.


"Tuan Muda Xiao, apa yang terjadi dengan Tuan Muda Lan?!"


Hu Li tidak mempedulikan rasa sakit di tubuhnya. Dia jelas lebih khawatir dengan Lan Guan Zhi, kultivator dari Sekte Pedang Langit tersebut seperti berada dalam kondisi memprihatinkan.


"Lan Zhi terkena serangan," Xiao Shuxiang menoleh sebentar ke arah Hu Li dan lalu menghembuskan napas lega, syukurlah Hu Li masih hidup.


!!


Lan Guan Zhi kembali memuntahkan darah, dia membuat kedua pemuda di dekatnya terkejut. Dadanya terasa sakit, dan yang terburuk adalah.. Setiap tulangnya seperti ditusuk oleh ribuan jarum.


Dirinya memejamkan mata erat sambil berusaha menahan sakit di dalam tubuhnya. Lan Guan Zhi tidak boleh memperlihatkan kelemahannya pada kedua temannya ini.


Xiao Shuxiang baru akan mengeluarkan sebutir pil dalam Gelang Semestanya saat dia melihat sebuah bekas telapak tangan di dada Lan Guan Zhi.


?!


Pakaian temannya yang terkena serangan telapak tangan itu nampak seperti habis terbakar, dan kemungkinan hal tersebut menembus sampai ke kulit.


Xiao Shuxiang mengulurkan tangan untuk menyentuh bekas telapak tangan itu, namun Lan Guan Zhi segera menghentikan dirinya.


?!


"Lan Zhi, biarkan aku memeriksa lukamu,"


Xiao Shuxiang jelas tersentak saat tiba-tiba Lan Guan Zhi memegang tangannya. Padahal dia hanya ingin melepas pakaian dan memeriksa luka di dada temannya ini.


"Lan Zhi, aku hanya ingin memeriksamu saja,"


"Jangan sentuh aku,"


!!


Xiao Shuxiang tak percaya Lan Guan Zhi memberinya tatapan menusuk disertai dengan suara ketus. Hu Li yang berada di sampingnya bahkan tersentak saat mendengar ucapan Lan Guan Zhi.


"LanLan, aku mengkhawatirkan dirimu, kawan. Tidak mungkin kuberikan kau pil tanpa diperiksa lebih dulu. Aku juga penasaran dengan lukamu itu, ayo buka pakaianmu.."


"Tidak,"


Jelas saja Lan Guan Zhi tidak akan pernah mau membuka pakaiannya di tempat seperti ini. Dia bukanlah orang tak tahu malu yang bisa telanjang dada di mana saja, dan Xiao Shuxiang benar-benar tidak waras karena berani memaksanya.


?!


Lan Guan Zhi lagi-lagi memuntahkan darah, dia mendapat rutukan dari Xiao Shuxiang dan terus dipaksa untuk membuka pakaian. Hu Li sendiri juga ikut, namun dengan cara membujuknya baik-baik.


"Tuan Muda Lan, tidak ada orang lain selain kita di tempat ini.. Lihatlah kondisi Anda, tolong jangan menolak.."


Lan Guan Zhi tidak mengindahkan perkataan Hu Li. Dia mencoba berdiri namun dirinya kembali muntah. Tindakannya ini membuat Xiao Shuxiang mengerutkan kening.


Sesuatu tiba-tiba terlintas di benak Xiao Shuxiang saat melihat penolakan dari Lan Guan Zhi yang tidak mau membuka pakaian. Dia lalu meminta Hu Li berbalik dan menutup mata.


Hu Li menurut, berikutnya Xiao Shuxiang kembali meminta Lan Guan Zhi membuka pakaian secara baik-baik, tetapi tetap saja temannya itu menolak.


"Lan Zhi, aku tidak akan melakukan apapun padamu, hanya memeriksa. Apa kau tidak percaya pada temanmu ini?"


"Kau memalukan,"


!!


Xiao Shuxiang tidak percaya ini. Dia tanpa berucap langsung membuka pakaian bagian atasnya. Lan Guan Zhi yang melihat ini nampak tersentak.


"Apa yang kau lakukan?"


"Kalau kau malu telanjang di tempat ini, aku akan menemanimu. Kita berdua akan sama-sama telanjang, jadi kau tidak perlu malu lagi,"


Xiao Shuxiang benar-benar membuka pakaian bagian atasnya. Kulitnya begitu mulus tanpa cacat, di punggungnya terlukis seekor burung Phoenix Api yang seperti bergerak.


!!


Di balik wajahnya yang pucat, Lan Guan Zhi jelas tak percaya dengan tindakan gila temannya ini. Luka dalamnya jadi semakin sakit.


"Lan Zhi, cepat lepas pakaianmu. Kau pikir aku tidak malu buka baju di tempat seperti ini? Ayo lepaskan,"


"Tidak akan pernah,"


Xiao Shuxiang menghirup napas pelan, "Lan'Er.. Apa kau baru saja menantangku? Baiklah, kau yang meminta ini,"


!!


Hu Li terkejut saat mendengar suara keributan yang dekat dengannya. Dia ingin menoleh, tetapi tuannya telah meminta dirinya menutup mata.


"Shuxiang..!"


Lan Guan Zhi memberontak ketika Xiao Shuxiang tiba-tiba saja menerjangnya. Dia ditindih dan pakaiannya berusaha dilepas secara paksa. Bukannya sembuh.. Rasa sakit di dalam tulangnya malah semakin menjadi.

__ADS_1


"Lan Zhi, kau jangan memberontak. Aku bukannya mau melecehkanmu, ini karena kau keras kepala dan tak mau mendengar,"


"Shuxiang, menjauhlah,"


Lan Guan Zhi ingin mengumpat, tetapi dia tak tahu caranya. Temannya ini benar-benar kasar, bahkan entah sengaja atau tidak.. Xiao Shuxiang meninggalkan bekas kuku di kulit tubuhnya.


Butuh waktu sekitar dua menit sampai Xiao Shuxiang berhasil melepaskan pakaian bagian atas temannya. Hu Li yang masih setia menutup mata tidak mengetahui apa yang terjadi saat ini.


"Tidak perlu memberiku tatapan menusuk itu. Kalau sejak awal kau menurut.. Aku tidak mungkin bertindak sejauh ini,"


Xiao Shuxiang menyentuh dada Lan Guan Zhi yang terdapat bekas tangan manusia. Dia merasa kasihan karena kulit seputih giok milik temannya telah dinodai oleh bekas kemerahan tersebut.


Perlahan Xiao Shuxiang menutup matanya dan mulai mengalirkan Qi untuk memeriksa organ dalam sekaligus mengobati bekas luka pada dada temannya.


Aliran darah Lan Guan Zhi mengalir terlalu cepat, begitu pun dengan detak jantungnya. Xiao Shuxiang membuka mata dan mengeluarkan sebutir Pil Mata Dewa dalam Gelang Semestanya.


"Kenapa kau tidak memakai itu dari tadi?"


?!


Pertanyaan Lan Guan Zhi begitu tiba-tiba, tatapan matanya seakan menuntut bahwa Xiao Shuxiang harusnya menggunakan Pil Mata Dewa untuk memeriksanya sehingga dia tidak perlu didesak melepaskan pakaian.


"Mmn.. Karena menyenangkan menggodamu,"


Jawaban Xiao Shuxiang begitu enteng dan seperti tidak ada beban. Dia membuat Lan Guan Zhi mengepalkan tangan kanannya dan untuk sesaat kehilangan ketenangan.


Xiao Shuxiang mulai melihat setiap urat dari tubuh Lan Guan Zhi, termasuk isi dari dalam tulang-tulang temannya. Ekspresi wajahnya berubah ketika dia tahu jenis serangan yang dialamatkan pada temannya ini.


?!


"Serbuk Malaikat.. Racun yang menjalar di setiap tulang dan membuat korbannya seperti ditusuk ribuan jarum. Kenapa racun ini ada di Benua Tengah?"


Sebenarnya Racun Serbuk Malaikat merupakan racun langka yang bukan berasal dari Dunia Manusia. Racun ini muncul pertama kali di Benua Timur, dan karenanya membuat Xiao Shuxiang terganggu.


"Serbuk Malaikat.. Apa salah satu dari pendekar itu adalah anggota tersembunyi Scarlet Bayangan?"


!!


Xiao Shuxiang tidak sengaja menekan tangannya, dia membuat Lan Guan Zhi memuntahkan darah. Dirinya segera menarik tangannya kembali dan meminta maaf pada temannya tersebut.


"Apa.. Yang sedang kau pikirkan..?"


"Kau sangat hebat Lan'Er. Kau masih bisa berwajah papan datar saat terluka parah begini.. Aku benar-benar kagum padamu,"


Xiao Shuxiang mengusap pundak kiri Lan Guan Zhi dan menepuknya pelan. Tindakannya ini membuat Lan Guan Zhi menepuk wajahnya dengan telapak tangan kanan.


?!


"Memalukan. Jangan menyentuhku,"


Xiao Shuxiang memegang tangan temannya yang masih menempel di wajahnya, dia tidak menyangka Lan Guan Zhi akan bertindak seperti ini.


Dia memberikan pil tersebut pada Lan Guan Zhi dan menjelaskan bahwa dirinya masih menyukai perempuan. Perjaka selama lebih seratus tahun tidak akan membuatnya tertarik pada laki-laki, meskipun orang tersebut adalah sosok Lan Guan Zhi.


Pil semerah darah yang diberikan Xiao Shuxiang merupakan pil penawar dari Racun Serbuk Malaikat. Terbuat dari bunga langka bernama Kaisar Neraka yang benihnya dia dapatkan dari Lai Kuan Ye, Grand Elder Sekte Tengkorak Darah, Benua Timur.


Sebelumnya, saudara-saudara seperguruannya ada yang terkena racun ini. Xiao Shuxiang lalu menumbuhkan benih yang dia ambil di tempat Lai Kuan Ye dengan cairan hitam kental miliknya.


Cairan bernama Wèizhī tersebut mampu menumbuhkan benih tanaman lebih cepat hanya dengan beberapa tetesan saja. Benih yang sebelumnya hanya ada dua, kini sudah menjadi hamparan Bunga Kaisar Neraka di dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang.


Itu memang benar. Selama ini, ketika berada di Dunia Para Elf dan Hu Li disembunyikan dalam Gelang Semesta.. Rekannya tersebut telah memperbaiki dan menyusun benda-benda yang tersimpan di dunia Gelang Semesta.


Hu Li membangun rumah memakai tanaman herbal yang ditumbuhkan hingga setinggi pohon, dia dibantu oleh api biru kecil Xiao Shuxiang.


Mereka lalu menyusun tanaman-tanaman herbal, membuat kebun baru, sekaligus danau kecil dengan memakai Rumput Air milik Xiao Shuxiang.


Rumah yang dibangun cukup besar, semua senjata, pil, mutiara roh, kepingan emas, perak, spirit stone, dan demonic core ditempatkan dalam ruangan masing-masing.


Buku-buku kuno yang sebagian besarnya belum pernah Xiao Shuxiang baca juga demikian, bahkan terdapat ruangan untuk peti mayat Penatua Da Lin. Kantong Penyimpanan yang adalah milik Xiao Qing Yan berada di sisi kanan mayat Penatua itu.


Selama kurang lebih dua tahun di dalam Gelang Semesta.. Hu Li sudah membuat banyak perubahan. Dia tidak merasa bosan karena ditemani oleh api biru Tuannya.


Perlu diketahui, selama ini api biru kecil Xiao Shuxiang tinggal di dalam tubuhnya, tepat di sekitar kedua dantiannya berada.


Namun semenjak dia mendapatkan Gelang Semesta, api biru kecil tersebut mulai tinggal di dalam sana. Mereka yang memelihara dunia tersebut, namun Yīng xióng-lah yang menguasainya.


Pedang pusaka itu terkadang tidak akur dengan sembilan dari sepuluh api biru milik Xiao Shuxiang. Yīng xióng sering menyerang api biru kecilnya dan membuat keributan di dunia dalam Gelang Semesta.


Meski demikian, Hu Li menganggap Yīng xióng hanya ingin teman bermain dan tidak ada siapa pun yang diajak bermain selain api biru kecil Xiao Shuxiang di tempat ini.


Sekarang, hanya ada tujuh api biru Xiao Shuxiang yang menghuni Gelang Semesta. Satu-satunya api yang berwarna kuning keemasan miliknya kini berada dalam diri seorang bayi laki-laki, dan dua lainnya ada di bangau kertas buatannya.


Racun Serbuk Malaikat sebenarnya sangat mematikan. Awal terkena racun.. seluruh tubuh akan merasa seperti tulangnya ditusuk ribuan jarum.


Menit kelima, rasanya seperti tulang dibakar dalam api yang panas. Menit berikutnya, kulit akan melepuh seperti habis terkena air panas. Rasa sakitnya akan terus bertambah sampai korban kehilangan nyawa.


Menariknya, Serbuk Malaikat jika diolah dengan baik.. dia akan bisa menjadikan korbannya sebagai makhluk pemakan manusia. Kejadian yang menimpa Xue Meng, anak gadis dari seorang pedagang di Desa Batu Hijau, Benua Timur adalah salah satu contohnya.


“Sepertinya misiku dalam menyegel sembilan gerbang dunia tidak akan berjalan baik..”


Xiao shuxiang terlihat memikirkan sesuatu, dia memang tahu lokasi di mana Serbuk Malaikat berada, tetapi tempat tersebut jauh lebih buruk dari Dunia Demon.


“.. Kita istiharat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan kembali,” dia bersandar di batang pohon, tepat di samping Lan Guan Zhi.


Hu Li sendiri tidak berani menoleh ke belakang karena Tuan Muda Xiao-nya dan Lan Guan Zhi masih dalam keadaan tubuh bertelanjang dada.


Jauh di tempat lain dalam Hutan Hujan Bunga, sebuah tempat di pinggiran sungai.. Nampak Gong Zitao, Ge Yu Han, Sri Anyar, Karasu, Papat Yada, dan Wisesa berdiri dengan tatapan mata mengarah pada sesosok berpakaian dan bertudung hitam di depan mereka.


Orang itu memiliki tubuh yang seperti masih berusia 19 Tahun, wajahnya tidak terlihat sebab tertutup oleh topeng berbentuk rubah berwarna merah darah. Baik Gong Zitao maupun para pendekar di sampingnya tidak mengenali orang ini.

__ADS_1


"Ka-Kau.. Siapa kau? Dan kenapa kau menolong kami?"


Gong Zitao yang pertama kali bersuara, dia membuka penutup wajahnya dan lalu menekan dadanya dengan cukup kuat. Bisa dibilang, luka-luka ditubuhnya terlalu banyak hingga beberapa kali dia memuntahkan darah.


Ge Yu Han, Sri Anyar dan ketiga adiknya juga melepaskan penutup wajah mereka. Tidak ada yang terlihat baik, dari atas sampai bawah penuh dengan luka. Cukup beruntung karena mereka masih dapat mempertahankan nyawa.


["Kisanak, kau ini sebenarnya siapa? Kami sama sekali tidak mengenal dirimu,"]


Sri Anyar menahan rasa sakit saat bicara, dia tidak ingin suaranya bergetar apalagi sampai menunjukkan kelemahan. Yang dia ketahui, orang di depannya ini memiliki aura misterius.


Sebelumnya, Sri Anyar menggunakan bahasa dari Benua Tengah. Dia merasa orang di depannya ini tidak mengerti apa yang diucapkan Gon Zitao, karenanya pertanyaan dari kultivator tersebut dia ulangi kembali.


["Aku.. Adalah orang yang mengincar sesuatu yang sama dengan kalian.."]


Suara orang itu terdengar seperti milik pemuda, namun sedikit menggema. Sri Anyar dan ketiga saudaranya nampak mengerutkan kening. Salah satu dari mereka kembali bertanya,


Wisesa, ["Apa maksudmu..?"]


["Kau pasti sangat membenci orang yang telah membunuh saudaramu. Kau ingin membalaskan dendamnya agar roh kedua saudaramu bisa tenang. Jadi kau memiliki target yang sama dengan diriku,"]


Pemuda tersebut menoleh ke arah Gong Zitao dan lalu menanyakan bagaimana rasanya 'Kekalahan' itu?


".. Aku tahu kau sangat tidak menyukainya. Tetapi jujur saja, sampai kapan pun, kau tidak akan pernah bisa menjadi bagian dari keluarga 'Ling'. Impianmu memiliki gadis itu tidak akan pernah terwujud sebelum kau berhasil mengalahkan Xiao Shuxiang,"


?!


Gong Zitao tersentak saat pemuda bertopeng di depannya tahu apa yang selama ini dia inginkan. Dirinya mengerutkan kening karena tidak bisa membaca praktik pemuda tersebut.


"Keluarga 'Ling' selama ini terlalu angkuh, dan kebanyakan adalah orang yang suka memandang rendah orang lain. Mereka sudah lama menjadi sekte besar yang diunggulkan, apa kau tidak tertarik menghancurkannya?"


Suara pemuda tersebut masih terdengar menggema, seakan bukan milik manusia. Gong Zitao dan yang lainnya terus mendengarkan ucapan pemuda ini sambil menahan sakit pada tubuh mereka.


".. Aku mau menawari kalian sebuah 'Kerja Sama'. Kerja sama yang akan membuat kalian mendapatkan apa yang selama ini kalian inginkan,"


Pemuda bertopeng itu mengangkat tangan kanannya, sejajar dengan dada. Sebuah cahaya keemasan muncul di telapak tangannya dan lalu melayang ke arah Gong Zitao, Ge Yu Han, Sri Anyar, serta ketiga saudaranya.


!!


Gong Zitao dan yang lainnya terkejut saat cahaya keemasan tersebut menyelimuti tubuh mereka. Dan dalam satu tarikan napas, semua luka-luka mereka sembuh tak berbekas.


"I-ini..?! Benar-benar tidak bisa dipercaya.. Tu-tubuhku..?!"


Papat Yada jelas terkejut, dia menderita luka lama di bagian dadanya. Sebuah bekas tinjuan hingga tulang dadanya tertekuk ke dalam, tetapi kini lukanya sudah sembuh.


!!


Bukan hanya Papat Yada, Sri Anyar juga demikian. Dia memiliki luka bakar pada bagian punggung, setengah leher, dan wajahnya. Namun saat cahaya keemasan yang entah apa itu menyelimuti dirinya.. Wajahnya kembali bersih dan tampan.


Bagi Pendekar seperti Sri Anyar dan ketiga saudaranya.. Luka sayatan pedang tidak bisa dihilangkan. Mereka bukan kultivator yang bisa menyembuhkan bekas luka memakai Qi, dan pil yang dikonsumsi para kultivator tidak cocok untuk mereka.


"Kakak Pertama, wajahmu..?!"


Wisesa tidak menyangka bisa melihat wajah bersih dari Sri Anyar. Dia tak bisa menyembunyikan kesenangannya karena wajah Kakak Pertamanya tersebut tidak lagi cacat.


Gong Zitao, Ge Yu Han, dan Karasu juga merasakan luka lama serta luka baru yang ketiganya dapatkan kini telah menghilang. Bahkan tubuh mereka begitu sehat dan bertenaga, seakan ketiganya bisa bertarung kembali.


"Tuan Muda Gong, kau selama ini sangat menyukai Nona Ling. Tetapi bahkan memandangimu saja dia tidak pernah melakukannya. Jika kau ikut denganku.. Maka akan kupastikan hidupmu akan mulai berubah. Gadis yang kau inginkan itu.. Kau bisa menghancurkan keangkuhannya,"


Gong Zitao memang cukup kagum karena pemuda bertopeng ini memiliki kemampuan menyembuhkan luka yang hebat. Tetapi dia tidak mengenal orang ini dan tujuannya menjalin kerja sama dengannya masih belum jelas.


Pemuda Bertopeng rubah itu mulai menjelaskan bahwa dirinya memang kuat dan sebenarnya dia dapat membunuh Xiao Shuxiang.


Tetapi dampak bertarung dengan pemuda tersebut juga bisa membunuhnya, dan itu bukanlah keinginannya. Apalagi Xiao Shuxiang memiliki teman-teman di sampingnya, dan jelas itu merupakan penghambat.


".. Kalian sudah merasakannya sendiri, bukan? Orang-orang di sekelilingnya tidak bisa dianggap remeh. Kalau hanya aku seorang.. Ini sama saja aku menyerahkan diri pada kematian,"


Ge Yu Han memang setuju mengenai pendapat pria bertopeng rubah di depannya. Tetapi yang tidak dia mengerti adalah kenapa pria ini juga mengincar Xiao Shuxiang.


"Ini masalah pribadi, sama seperti kalian. Bisa dibilang, masalahku dengannya sudah ada sejak dulu.. Sebelum dia bertemu kalian,"


Sri Anyar, "Aku akui kau hebat. Tetapi bagaimana mungkin kami membangun kerja sama dengan orang yang tak kami ketahui nama dan wajahnya. Setidaknya kau sebutkan namamu dan buka topengmu,"


Pria bertopeng rubah tersebut mengatakan dia hanya akan membuka topengnya pada orang yang pantas. Dan saat ini, tidak ada satu orang pun dari pendekar di depannya yang menurutnya pantas untuk mendapat kehormatan itu.


".. Begini saja, kuberi kalian satu kesempatan. Malam nanti, temui aku di tempat ini dan bawa mayat kedua saudaramu."


!!


Sri Anyar, Karasu, Papat Yada, dan Wisesa terkejut saat pria bertopeng rubah tersebut langsung menghilang begitu.


Gong Zitao dan Ge Yu Han juga sama kagetnya, mereka jadi yakin bahwa pria bertopeng itu memiliki tingkat kultivasi yang tinggi.


Gong Zitao, "Dia ingin menjalin kerja sama tetapi tidak mau menyebutkan namanya.. Apa yang orang itu inginkan?"


"Saya pun tidak tahu Tuan Muda, tapi seperti yang dikatakannya tadi.. Dia memiliki tujuan yang sama dengan kita," Ge Yu Han memberikan pendapatnya.


Sri Anyar dan ketiga saudaranya masih menyimpan pertanyaan dalam hati mereka, tetapi setelah menyaksikan sendiri kehebatan pemuda bertopeng barusan.. Membuat keempatnya yakin dengan sesuatu. Pemuda bertopeng rubah tersebut berada dipihak mereka.


"Kakak Pertama, bagaimana menurutmu tentang orang itu?"


"Wisesa, dia menyelamatkan kita dari kematian, menyembuhkan luka-luka kita, dan masih memberi kita bantuan yang lain. Dan keinginannya hanya satu.. 'Menjalin kerja sama dengan kita untuk membunuh Xiao Shuxiang'.."


Sri Anyar tidak peduli dengan misinya, dia kini akan membalaskan kematian saudaranya pada Xiao Shuxiang. Kebenciannya lebih dalam dan ini bukan lagi sekadar misi.


"Gong Zitao, aku tidak akan membunuhmu karena kami gagal dalam misi yang kau berikan. Anggap saja, kau masih kubutuhkan.."


Gong Zitao tidak merasa takut saat mendengar ucapan dingin dari Sri Anyar, berbeda dengan Ge Yu Han yang secara tak sadar menahan napasnya.


***

__ADS_1


__ADS_2