
Jauh di depan mereka, kultivator Aliran Putih, Netral, dan Hitam saling bertarung memperebutkan sebuah pusaka tingkat bumi berwujud Tombak Roh Qilin.
Hanya Pusaka Tingkat Langit yang memiliki Roh dan sangat jarang pusaka Tingkat Bumi mempunyai Roh di dalamnya.
Tombak yang mereka perebutkan ini masih belum sempurna tetapi sudah memiliki roh, itu berarti pusaka bumi tersebut mampu menembus Tingkat Langit bila berhasil disempurnakan.
"Tuan.."
Hu Li menatap Xiao Shuxiang, dia bertanya apakah Tuannya ingin mengambil tombak tersebut selagi para kultivator ini bertarung. Dia yakin Tuannya bisa mendapatkan pusaka tersebut hanya dalam beberapa gerakan.
"Tidak Hu Li, aku lebih menyukai pedang. Kita ke tempat lain saja.."
"Saudara Xiao.."
Xiao Shuxiang bukanlah orang yang serakah, harta di makam ini bukanlah miliknya, jadi tak seharusnya dia memonopoli semuanya seorang diri.
Jika ingin dipikirkan, Xiao Shuxiang tidak perlu menjelajahi makam bila ingin kekayaan. Dia bisa menjadi kultivator terkaya di Benua ini dengan mengandalkan tiga keahliannya, bahkan tanpa membuka identitasnya yang seorang cucu Kaisar Benua Utara.
?!
Hu Li tiba-tiba saja berhenti berjalan, ada perasaan familiar yang seketika menghampirinya. Xiao Shuxiang dan Nie Shang hendak bertanya, namun Hu Li langsung meminta keduanya untuk mengikuti dirinya.
"Sebenarnya ada apa, Hu Li..?" Xiao Shuxiang berlari mengikuti Hu Li dari belakang, ketiganya semakin menjauh dari pertarungan para kultivator tiga aliran.
"Perasaan ini sama seperti waktu itu, tidak salah lagi. Lewat sini..!"
Xiao Shuxiang tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya barusan, namun saat melihat wajah serius Hu Li.. Dia tak mempermasalahkannya.
!!
Nie Shang baru pertama kali berlari secepat ini, dia begitu terengah-engah dan merasakan kakinya melemas. Namun wajahnya memperlihatkan keterkejutan saat Hu Li membawa dirinya dan Xiao Shuxiang ke sebuah tempat terdalam gua.
Di bawah mereka, berkobar lautan api yang menyala-nyala. Ada sebuah pintu besar berwarna kuning emas di seberang lautan api ini. Semakin lama berdiri, panas dari kobaran api tersebut semakin terasa.
"Di dalam sana, Tuan..!" Hu Li menunjuk ke arah pintu emas, perasaan aneh ini mirip saat dirinya menemukan Pedang Bintang Malam.
Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang terkejut. Mungkinkah salah satu Pusaka Langit ada di balik pintu itu?! Tapi bagaimana cara melewati kobaran api di depan mereka?!
"Hmm.." Xiao Shuxiang berpikir sejenak sebelum mengeluarkan tiga api biru kecilnya.
Api tersebut mulai melesat dan membaur dengan kobaran api makam kuno ini, mereka mencari jalan yang bisa dilewati oleh Xiao Shuxiang dan teman-temannya.
Rupanya ada api yang sama sekali tidak panas, inilah jalan masuk menuju pintu emas tersebut. Masalahnya, saat ketiga api biru Xiao Shuxiang hendak kembali.. Tiba-tiba saja muncul ekor binatang yang ternyata adalah Demonic Beast berwujud Kadal Api.
!!
Ketiga api biru Xiao Shuxiang menghilang dan muncul di samping Tuan mereka. Nie Shang dan Hu Li terkejut, apalagi keduanya bisa melihat kadal api ini menatap marah ke arah mereka.
Usia Demonic Beast ini terlalu mengerikan, hampir mendekati sepuluh ribu tahun. Xiao Shuxiang bahkan hampir lupa bernapas karena mata hewan ini berkilat ketika menatapnya.
"A-Aku ingat dengan hewan pertama yang kubunuh. Dia.. Sepertinya sudah perjaka cukup lama, a ha ha ha.. Ya Tuhan, kenapa kadal ini menatapku seperti dia punya dendam kesumat..?"
Xiao Shuxiang tertawa canggung, dia bahkan tidak menyadari dirinya berlindung di belakang Hu Li.
Xiao Shuxiang mengintip kadal yang terus menatapnya dengan tubuh diselimuti api. Detik berikutnya, kadal tersebut menggeram dan menyerang mereka.
__ADS_1
!!
Hu Li merangkul Nie Shang dan melompat menghindari serangan kadal tersebut. Sementara Xiao Shuxiang dilindungi oleh roh Phoenix miliknya.
"Hu Li..! Aku ini 'Tuanmu', kenapa malah Nie Shang yang kau lindungi?!"
Xiao Shuxiang menatap Hu Li dengan rasa tak percaya. Kalau bukan karena roh Phoenix-nya, dia pasti sudah menjadi daging bakar sekarang.
"Maaf Tuan, kupikir Nie Shang lebih membutuhkanku daripada Tuan Muda.."
Nie Shang terlihat diam, jelas dirinya masih belum sadar bahwa dia hampir saja terbakar. Jantungnya seperti berhenti berdetak sejenak, sebelum akhirnya berpacu lebih kencang.
"Sudahlah, kalian pergi ke tempat yang aman. Aku akan masuk ke pintu itu, jika dalam tiga puluh menit aku tidak kembali.. Segera pergi dari sini dan cari Saudara Jing. Tunggu aku di tempat yang sudah kita sepakati sebelumnya.."
Xiao Shuxiang mengeluarlan sebuah pedang dari Cincin Spasialnya dan segera melesat menggunakan Pernapasan Air melawan Kadal Api ini.
Hu Li berniat membantu, namun dia memperhatikan gerakan bertarung Tuannya tidak untuk mengalahkan Demonic Beast tersebut, melainkan mencari celah agar dapat lewat.
Xiao Shuxiang sudah ingat jalurnya, dibantu dengan tiga api biru kecilnya.. Dia mulai menyerang secara membabi buta ke arah Kadal Api ini.
"Aliran Ketujuh.. Ombak Penyerang..!"
!!
Serangan dari Teknik Pernapasan Air milik Xiao Shuxiang berbenturan dengan api lawannnya menghasilkan uap asap berwarna putih kebiruan karena tercampur dengan api biru kecil Xiao Shuxiang.
Peluang ini tidak disia-siakan, Xiao Shuxiang langsung melesat pergi dengan dituntun oleh salah satu api miliknya.
!!
Xiao Shuxiang bisa melihat ruangan ini begitu luas, bernuansa warna kuning emas dengan langit-langitnya dipenuhi bebatuan bercahaya.
Dia juga dapat melihat sebuah pilar berukir naga setinggi pinggang di depannya. Ada peti kayu yang memiliki aura aneh di atas pilar tersebut.
Tap
Tap
Xiao Shuxiang mulai berjalan menuju peti kayu yang terletak tak jauh di depannya tanpa menurunkan kewaspadaan.
Api biru kecil Xiao Shuxiang melesat lebih dulu, dia melayang-layang di atas peti ini dan lalu membuka peti kayu berukir bunga teratai untuk 'Tuannya'.
!!
Qi murni langsung menyeruak keluar dari dalam peti, mengisi ruangan bahkan sebagian masuk ke dalam Dantian Berakar Xiao Shuxiang.
"Apa isi kotak itu?"
Api birunya melayang-layang naik turun sebagai jawaban atas pertanyaan Xiao Shuxiang barusan. Dia segera menghampiri api biru kecilnya dan menatap isi kotak yang telah terbuka.
"Ini.."
Xiao Shuxiang mengambil benda di dalam kotak tersebut, sebuah seruling yang terbuat dari giok putih. Warna yang berbanding terbalik dengan Pedang Bintang Malamnya.
"Apa ini Pusaka Langit..?" Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia heran karena Pusaka Langit adalah sebuah seruling, bagaimana bisa benda ini dipakai membunuh?!"
__ADS_1
!!
Kepala Xiao Shuxiang tiba-tiba sakit, seketika ingatan tentang kultivator pemilik seruling ini mengisi kepalanya.
Kultivator yang pernah memakai seruling ini semuanya berasal dari Aliran Putih dan Netral. Mereka adalah kultivator terbaik dan hampir mencapai tingkat keabadian.
"Mati..?"
Dengan mata yang tertutup, Xiao Shuxiang bisa melihat tragedi setiap kultivator yang pernah memiliki Seruling Giok Putih ini.
Mereka semua mati karena mengorbankan nyawa sendiri demi mengeluarkan kekuatan asli seruling ini. Setiap kultivator melawan musuh yang berbeda dan sangat kuat, dan bayaran dari mengalahkan musuh tersebut adalah kehilangan nyawa.
Sampai salah satu kultivator di akhir hayatnya mewariskan Seruling Giok Putih pada seorang pendekar pengelana yang menolongnya. Pendekar tersebutlah yang memiliki makam kuno ini.
!!
Xiao Shuxiang membuka matanya, dia mengusap keringat dingin di keningnya dan mulai memperhatikan dengan seksama Pusaka Langit di tangannya.
"Ini sudah banyak dipakai.." Xiao Shuxiang menggosok-gosokkan Seruling Giok Putih di pakaiannya, setelah yakin bersih.. Dirinya lalu mencoba meniup seruling tersebut.
!!
Tidak ada suara apapun yang keluar, Xiao Shuxiang bahkan mengeluarkan banyak tenaganya namun tetap saja seruling ini tak menghasilkan bunyi.
"Apa rusak..?"
Pandangan Xiao Shuxiang mengarah pada kertas tua di dalam kota kayu. Dia membaca tulisan tersebut yang mengatakan pemilik selanjutnya dari Seruling Giok Putih harus tetap berada di jalan kebenaran, membawa kedamaian, dan kemakmuran dimanapun dirinya melangkah.
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, Pusaka Langit ini berada di tangannya. Dia yang notabenenya adalah kultivator yang pernah membuat kekacauan dan ketakutan dimanapun dirinya melangkah. Sudah jelas Seruling Giok Putih berada di tangan yang salah.
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar suara keributan di luar, apalagi dia bisa merasakan ada kultivator yang seperti akan masuk ke tempat ini.
"Kalau kuambil, orang itu akan curiga.." Xiao Shuxiang berpikir sejenak sebelum mengeluarkan tiga butir Pil Napas Naga miliknya.
Dia memasukkan ketiga pil tersebut ke dalam peti sebagai pengganti Seruling Giok Putih dan menuliskan khasiat pil itu di balik penutup peti kayu.
Sebuah pengganti Pusaka Langit yang setimpal. Xiao Shuxiang menutup peti tersebut dan mulai akan menggunakan segel Cermin Pemindah saat perasaannya mulai tidak enak.
!!
Pintu terbuka pelan, Xiao Shuxiang melihat kesekitaran untuk mencari tempat bersembunyi.
Dia melihat sebuah dipan yang diatasnya terdapat peti mayat yang terbuat dari giok hitam, Xiao Shuxiang dan api biru kecilnya langsung melesat lalu bersembunyi di belakang peti tersebut bersamaan dengan terbukanya pintu ruangan.
Xiao Shuxiang hanya bisa menghilangkan hawa keberadaannya untuk sementara, namun dia tidak yakin kultivator yang datang bisa tertipu dengan tekniknya.
Tap
Tap
Seorang kultivator berambut panjang dan berpakaian putih bercorak naga emas melangkah ke arah peti kayu, tempat dimana Xiao Shuxiang meletakkan pil miliknya.
Kultivator ini terlihat berusia 39 Tahun, praktiknya berada di GrandMaster Tahap Fana yang sedikit lagi berada di Tahap Bumi, jelas Xiao Shuxiang akan ketahuan bila hawa keberadaannya kembali.
__ADS_1
***