
Sudah tiga hari sejak misi pertama Xiao Shuxiang, kali ini dia beserta murid lainnya mengunjungi salah satu bukit 4 Tetua, yaitu Bukit Salju Tanpa Musim.
Patriarch Pertama, Yu Changhai menyambut murid-murid sekte luar dan murid junior Sekte Pedang Langit di kaki bukit.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya terlihat mematung saat beberapa kali melihat Patriarch Pertama mengigil dan bersin-bersin.
Sungguh keanehan yang nyata, padahal seorang kultivator harusnya memiliki fisik yang lebih kuat dan tidak mudah jatuh sakit. Melihat Yu Changhai seperti ini, rasanya..
Xiao Shuxiang, "Apa dia benar-benar seorang kultivator?"
"Entahlah Saudara Xiao, Patriarch Pertama memang sedikit aneh." Jing Mi setengah berbisik, "Aku pernah mendengar salah satu murid senior membicarakan tentang keanehan kultivator yang sudah hidup lebih dari seratus tahun..."
"Aah~ Aku tahu itu, kau tidak akan mengerti jalan pikiran kultivator yang sudah berumur.."
Xiao Shuxiang kemudian mendengarkan penjelasan dari Patriarch Pertama.
"Hachiu... Ah," Yu Changhai mengusap-usap hidungnya dengan sapu tangan, suaranya agak sengau. "Tugas kalian adalah mendaki bukit sampai menemukan kediamanku dan kalian tidak boleh menggunakan Qi untuk menghangatkan tubuh."
Suhu di bukit Salju Tanpa Musim sering berubah-ubah. Mulai dari dingin sedang sampai yang terekstrim. Meski matahari bersinar terang, namun tidak akan bisa menghangatkan apa pun di Bukit Salju Tanpa Musim tersebut.
Patriarch Pertama, hanya dengan satu ayunan tangan... seluruh murid kini mendapat segel bergaris di dahinya, termasuk Xiao Shuxiang.
Fungsi dari segel tersebut selain untuk mencegah seluruh murid menggunakan Qi, juga agar Yu Changhai bisa mengetahui letak keberadaan mereka.
Setelah mendengarkan penjelasan Patriarch Pertama, seluruh murid pun mulai berjalan mendaki bukit. Ini bermanfaat untuk melatih ketahanan tubuh mereka dalam menghadapi cuaca dingin dengan hanya mengandalkan tenaga sendiri.
Bagi murid yang berlatih Teknik Pernapasan seperti Xiao Shuxiang, semua ini bukanlah masalah. Tetapi tidak bagi murid yang lain, mereka hanya tahu satu teknik pernapasan saja, itu pun tanpa bisa mereka kembangkan.
Sejauh mata memandang, yang dilihat Jing Mi dan teman-temannya adalah selimut salju berwarna hijau muda. Smakin lama berjalan, salju yang awalnya berwarna hijau berubah menjadi putih.
Cuaca mulai berubah, angin tiba-tiba berhembus kencang. Jing Mi baru menyadari bahwa beberapa murid sekte luar tidak lagi ikut berjalan bersama dengannya. Ini belum seharian dan mereka sudah mulai kedinginan.
Bukit Salju Tanpa Musim memang tidak terlalu tinggi, hanya butuh sekitar satu hari penuh untuk mendaki hingga ke puncak. Tentu saja, jika yang mendakinya berada ditingkat Master Foundation atau di atasnya, meskipun mereka tidak menggunakan Qi.
Namun akan sangat berbeda jika anak-anak ini yang melakukannya. Xiao Shuxiang tidak ingin menunggu teman-temannya, dia berjalan cepat meninggalkan Jing Mi dan murid sekte yang lain.
Saat mulai tak ada yang melihat, Xiao Shuxiang mulai berlari. Tebalnya salju serta angin dingin yang kencang, nyatanya tidak menjadi penghalang baginya.
Xiao Shuxiang, "Saudara Jing. Aku akan menunggumu di atas."
"Eh?"
__ADS_1
!!
Jing Mi saat mendengar Xiao Shuxiang akan menunggu dirinya di atas, menjadi terkejut. Apalagi setelah mengatakan itu, Xiao Shuxiang langsung pergi meninggalkan dirinya begitu saja.
Jing Mi dan saudara seperguruannya begitu tercengang. Mereka berpikir bagaimana bisa Xiao Shuxiang berjalan secepat itu di suasana yang dingin dan seakan mampu membekukan helaian rambut ini?
Jing Mi, "Saudara Xiao pasti diajari oleh Patriarch Ketiga,"
Hou Yong, "Kau benar, Saudara Jing. Segel Patriarch Pertama seperti tidak mempan padanya.."
"Kenapa diam saja? Ayo, jangan mau kalah dengan Saudara Xiao," Yi Wen menepuk lengan Jing Mi dan Hou Yong, mengajak kedua temannya untuk mempercepat langkah agar bisa menyusul Xiao Shuxiang.
Hou Yong, "Itu mustahil, jalan pelan saja.."
Semakin lama, angin yang berhembus semakin dingin. Murid yang tidak tahan berjalan, mulai mencari kayu yang bisa dibakar. Sayangnya, bahkan pepohonan yang ada terlihat membeku.
Xiao Shuxiang sudah ada di pertengahan hamparan salju yang berwarna putih , dia menoleh ke belakang dan tidak melihat satu pun orang dari teman-temannya maupun murid sekte yang lain.
Hanya saja, tidak lama seseorang melesat dengan cepat di samping dan mendahului Xiao Shuxiang. Itu rupanya adalah Lan Guan Zhi.
?!
Tidak jauh di belakang Lan Guan Zhi, seorang gadis yang ternyata adalah Sian Ru terlihat berlari cepat. Sian Ru sendiri tersentak ketika melihat Xiao Shuxiang. Dia segera mempercepat larinya dan menyusul Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang mulai menyusul dan melewati satu persatu murid Sekte Pedang Langit yang ada di depannya. Sian Ru berdecak kesal ketika Xiao Shuxiang berhasil mendahuluinya.
Sian Ru dan murid Sekte Pedang Langit lainnya tersentak ketika Xiao Shuxiang mendahului Lan Guan Zhi. Padahal selama ini, belum pernah ada seorang pun yang bisa mendahului Lan Guan Zhi saat mendaki bukit.
Sedikit jahil, Xiao Shuxiang dengan Pernapasan Api miliknya sengaja menginjak salju lebih dalam dan membuatnya longsor untuk menyulitkan Lan Guan Zhi termasuk murid-murid Sekte Pedang Langit.
!!
Sian Ru dan rekan-rekannya begitu kaget. Mereka berusaha menghindar, namun terlambat. Longsoran salju menghantam dan menimbun mereka. Untunglah, longsoran salju tidak terlalu banyak, sehingga mereka masih bisa mempertahankan nyawa.
Hanya Lan Guan Zhi yang berhasil lolos dari longsor tersebut. Dia pun mulai membantu teman-temannya yang sedikit kesulitan.
Awalnya, mereka mengira longsoran ini hanyalah kebetulan. Tetapi setelah melihat Xiao Shuxiang berdiri agak jauh dari mereka dan mengangkat kaki kanannya kembali sambil tersenyum lembut.. mereka akhirnya yakin.
Bersamaan dengan Xiao Shuxiang mengangkat kakinya, longsoran salju mulai terjadi lagi. Dan kali ini, jauh lebih besar dari yang tadi.
"APA KAU BERNIAT MEMBUNUH KAMI?!" Sian Ru berteriak lantang, dia begitu marah kepada Xiao Shuxiang. Bagaimana sekarang?! Longsorannya semakin cepat dan seperti tertuju padanya.
__ADS_1
"Tidak juga. Anggap saja ini balas dendam kecil atas perlakuan kalian pada orang-orangku."
Meskipun tidak ada yang mendengar suara Xiao Shuxiang, namun Sian Ru dan rekan-rekannya seperti mengetahui bahwa Xiao Shuxiang sedang membalaskan dendam teman-temannya.
Longsoran salju terlihat seperti gulungan ombak setinggi tiga meter dan dengan cepat semakin meninggi. Sian Ru menghindar sejauh mungkin, beberapa dari temannya mulai tertelan longsoran salju. Lan Guan Zhi dengan teknik pernapasannya mulai melompat naik ke salah satu pohon beku.
Dia melihat Xiao Shuxiang melangkah pergi dan terlihat membuat beberapa longsoran lagi. Menurutnya, Xiao Shuxiang benar-benar ingin mengubur mereka hidup-hidup.
Saat longsoran salju menyentuh pohon tempat Lan Guan Zhi berada, dia bisa merasakan pohonnya bergetar.
Jing Mi dan saudara-saudaranya mendengar suara gemuruh yang perlahan-lahan semakin keras. Salah satu murid sekte luar berseru lantang dan itu membuat Jing Mi dan yang lainnya terkejut.
Dengan segera mereka mencari tempat perlindungan. Hanya ada pohon beku di Bukit Salju Tanpa Musim, menyentuhnya sedikit akan membuat tangan kedinginan sampai mati rasa.
"Ibuu!!" Feng Ying memeluk Jing Mi, dia sudah terlalu kedinginan dan sekarang bertemu dengan gulungan ombak putih dan dingin.
Jing Mi langsung menggendong Feng Ying dan berseru agar teman-temannya berpegangan erat pada pepohonan atau memanjatnya.
"Keterlaluan..! Aku tidak mau mati karena tertimbun salju!"
"Memang hanya kau yang tidak mau? Kami juga sama..! Lebih baik mati di tangan kultivator kuat daripada tertimbun itu..!"
Murid-murid sekte luar yang kurang pemahaman terhadap teknik pernapasan, terlihat begitu erat memeluk pohon beku, mereka harus menahan rasa dingin dari pohon tersebut sampai longsoran salju mereda.
Gulungan salju mulai menghantam apapun yang dilewatinya. Sangat beruntung sebab pepohonan beku ini meski bergoyang, namun tidak mudah roboh. Jing Mi dan teman-temannya berusaha bertahan sebisa mungkin.
Di tempat lain, Patriarch Pertama terlihat tertawa saat menyaksikan murid-murid Sekte Pedang Langit yang tertimbun salju. Apalagi salah satu anak terdengar mengatakan dia tidak mau tertimbun salju sebelum melihat cucu dari cucu-cucunya.
Xiao Shuxiang yang pertama sampai di kediaman Patriarch Pertama. Salju di kakinya berwarna biru langit dan terdapat satu pohon wisteria dengan bunga berwarna merah. Jenis wisteria yang sangat jarang ada.
Xiao Shuxiang berjalan-jalan di sekitaran kediaman Patriarch, dia bisa melihat tanaman ginseng es yang memiliki khasiat menetralisir racun dan meningkatkan praktik.
Tanpa meminta izin, Xiao Shuxiang mengambilnya dan langsung membawanya memasuki kediaman Patriarch.
?!
Patriarch Pertama yang sedang duduk di ruangan utama nampak menaikkan sebelah alisnya saat seorang anak memasuki ruangannya dan berjalan begitu santai.
"Tetua, aku pinjam dapurmu sebentar.." Xiao Shuxiang lalu berjalan terburu-buru tanpa memperhatikan wajah tercengang Patriarch Pertama.
"Dia itu… anaknya siapa..? Berani menganggap kediamanku seperti rumahnya sendiri.." Patriarch Pertama menggeleng pelan.
__ADS_1
***