
Rencana pernikahan Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu memang sedang dibahas oleh anggota inti keluarga keduanya, di mana terdapat perbedaan pendapat tentang penempatan lokasi dari acara pernikahan ini.
Yang Shu menginginkan pernikahan cucu kesayangannya dilangsungkan di Benua Utara, tepatnya di istana Kaisar Salju Putih. Ini sebenarnya bukan keinginannya sendiri, tetapi juga permintaan dari Sang Kaisar yang sekaligus merupakan ayahnya.
Di sisi lain, penting bagi Yang Shu, Yang Hao, dan Xiao WeiWei mendengar pendapat dari keluarga mereka yang ada di Benua Timur, utamanya orang-orang yang memiliki hubungan dengan Xiao Shuxiang seperti Alkemis Zhou Yan.
Patriarch dari Sekte Pedang Langit itu merupakan sosok yang dekat dengan Xiao'Er mereka. Kemudian ada Duan De dan para murid Sekte Kupu-Kupu yang tak seharusnya diabaikan.
Di sisi lain, keluarga inti dari Ling Qing Zhu menginginkan acara pernikahan itu berlangsung di Sekte Pagoda Langit, tentu saja benua mereka sendiri. Masalahnya, jarak antara Benua Tengah dengan Benua Utara bukanlah jarak yang bisa ditempuh dalam waktu singkat.
"..."
Ling Lang Tian lebih banyak diam dan mendengarkan perbincangan yang ada. Namun tidak jarang dia ikut menjadi penengah saat keadaan menjadi tegang.
Perasaan Ling Lang Tian mengatakan bahwa pernikahan adiknya tidak akan berlangsung secara sederhana. Ini bisa dilihat dari latar belakang calon adik iparnya yang tidak biasa.
"Aku yakin bukan hanya Benua Utara dan Benua Tengah yang terlibat. Shuxiang adalah pahlawan di Benua Timur, masyarakat di sana juga ingin terlibat dalam pernikahan sosok yang mereka kagumi. Mustahil mereka tidak akan protes bila lokasi pernikahan Shuxiang dan Qing Zhu'Er hanya berlangsung di Benua Utara dan tempat ini.."
Ucapan Ling Lang Tian dibenarkan oleh Xiao WeiWei. Dia ikut mengatakan bahwa pernikahan putranya juga akan melibatkan Ketiga Aliran, ini jelas sebab Xiao Shuxiang berhubungan baik dengan Grand Elder Sekte Tengkorak Iblis dan akibat perang dahulu--banyak kultivator Aliran Hitam yang mengagumi putranya itu.
".. Ada kemungkinan ini akan menjadi pernikahan yang paling besar. Aku jadi tidak yakin tentang penentuan tanggalnya,"
"Wei'Er, di hari purnama kedua merupakan tanggal terbaik. Bila menunda lagi, aku khawatir kita tidak akan menemukan kesempatan sebaik ini lagi.." Yang Shu mengusap-usap janggutnya sebelum kembali bicara.
".. Yang jadi masalah sekarang adalah--bagaimana cara melangsungkan pernikahan di tiga tempat yang jarak setiap tempatnya memakan waktu berbulan-bulan? Apa mungkin Cermin Pemindah Xiao'Er bisa digunakan?"
!
Yang Hao dan Xiao WeiWei tersentak, itu pasti sesuatu yang hebat andai Xiao Shuxiang benar-benar bisa menghubungkan ketiga benua dengan memakai teknik Cermin Pemindah.
Berbeda dengan keduanya, GrandElder Sekte Pagoda Langit, ibu, dan nenek dari Ling Lang Tian nampak mengerutkan kening sebab kurang tahu maksud dari ucapan Yang Shu. Mereka sepertinya belum mengetahui salah satu bakat terbaik yang dimiliki Xiao Shuxiang.
Untuk Ling Lang Tian sendiri, dia malah tersenyum mendengar ucapan Yang Shu. Cermin Pemindah akan sangat berguna selama masa persiapan pernikahan hingga hari yang disepakati bersama.
*
*
Xiao Shuxiang beberapa kali menggeleng dan berdecak tidak menyangka. Dia saat ini duduk bersandar di salah satu dahan pohon sambil menyaksikan anggota keluarganya yang sedang berbincang dengan keluarga Ling Qing Zhu.
Jarak dirinya berada dengan lokasi keluarganya cukup jauh, dia menggunakan Pil Mata Dewa untuk melihat dan memfokuskan pendengarannya agar bisa mencuri dengar perbincangan kedua keluarga tersebut.
"Saudara Xiao, mau sampai kapan kau di atas sana?" Jing Mi yang berada di bawah pohon mendongak saat memanggil Xiao Shuxiang. Dia bersama dengan Hou Yong, Yi Wen, dan teman-temannya yang lain.
"Sejak tadi kau terlihat memikirkan sesuatu, ada apa?" Bocah Pengemis Gila melompat dan mendarat tepat di samping Xiao Shuxiang.
"Kau salah. Aku tidak memikirkan apa-apa, hanya fokus melihat dan mendengar sesuatu yang cukup menarik perhatianku."
Bocah Pengemis Gila menaikkan sebelah alisnya, dia heran mendengar jawaban dari teman baik Lan'Er Gege-nya ini.
"Memang apa yang kau lihat? Aku juga tidak mendengar apa pun."
"Makanya pasang telingamu baik-baik. Bukannya kau ini ahli tenaga dalam? Di mana bakatmu?"
Bocah Pengemis Gila menampar gemas lengan Xiao Shuxiang dan merutuki pemuda tersebut karena berani meledeknya. Dia memang ahli tenaga dalam, tapi bukan berarti dia bisa menggunakan bakatnya selama 24 jam penuh, itu hanya menguras energi.
"Saudara Xiao..!" Jing Mi memanggil Xiao Shuxiang, ".. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Jika kau tetap di sana, perbaikan sekte ini akan semakin lama."
"Shuxiang," Lan Guan Zhi juga ikut memanggil dan ini membuat Xiao Shuxiang segera melompat turun.
Sebelumnya, dia dan teman-temannya sudah mengatur rencana untuk membantu perbaikan Sekte Pagoda Langit sekaligus menikmati hari yang cerah ini bersama-sama.
__ADS_1
Xiao Shuxiang tidak mau memikirkan tentang Scarlet Darah atau apa pun yang sedang dilakukan kelompok itu. Dia lebih peduli pada hari tenang menjelang pernikahannya dengan Ling Qing Zhu.
Di tempat lain, Ling Qing Zhu terlihat berada di dapur umun sektenya. Dia bersama dengan para murid perempuan dan beberapa juru masak terbaik di keluarganya.
Mereka menyiapkan berbagai hidangan untuk para pekerja dan para murid yang turut mengambil bagian dalam perbaikan di Sekte Pagoda Langit.
"Nona, biar saya saja. Anda tidak perlu terlalu banyak bekerja," seorang pelayan wanita nampak khawatir ketika melihat Ling Qing Zhu sedang memasukkan ikan dalam kuali, dia takut bila tangan Nona-nya terluka.
"Nonaku, Anda tidak perlu melakukan ini. Biarkan kami saja.." pelayan wanita lainnya terlihat membujuk Ling Qing Zhu. Jika gadis ini sampai terluka, maka kepala saja tidak cukup untuk meredakan amarah Grand Elder.
Ling Qing Zhu adalah seorang pendekar, tentu luka karena mengayunkan pedang dan luka karena memasak merupakan hal berbeda. Buruknya, Grand Elder Sekte Pagoda Langit akan lebih murka ketika tahu putrinya terluka karena memasak.
"Nona..!!" seruan dengan nada cemas lima orang pelayan selalu mengiringi Ling Qing Zhu saat dirinya memotong-motong bahan masakan seperti wortel dan lobak.
"Aku tidak apa-apa. Lanjutkan pekerjaan kalian,"
"Nona, kami takut Anda terluka. Kumohon hentikan sekarang.."
"Nona Ling, sudah menjadi tugas kami untuk menyiapkan makanan bagi para pekerja dan ini bukanlah kewajiban bagi Anda.."
"Nona, lebih baik Anda pergi bersiap dan temui Tuan Muda Xiao. Bukankah sebentar lagi Anda menikah dengannya? Beliau pasti sedang mencari Anda saat ini.."
Pelayan lainnya mengangguk setuju saat nama Xiao Shuxiang ikut diungkit dalam hal menghentikan Ling Qing Zhu dengan kegiatannya memotong-motong sayuran.
Mereka semua membujuk gadis berambut putih dan bercadar tipis ini agar segera meninggalkan dapur. Jika Ling Chu Zhen sampai tahu putrinya datang kemari, maka hidup mereka semua berada dalam bahaya.
"Nona.. Tidak baik bagi seorang calon pengantin menginjakkan kaki di dapur. Kudengar pernikahan Anda akan segera dilangsungkan di malam purnama kedua, jadi-!!"
!!
"Nona Ling..!"
Para pelayan seketika ribut saat jari Ling Qing Zhu tidak sengaja terkena pisau. Mereka semua panik dan berlarian ke sana kemari untuk mencari sesuatu yang bisa mengobati luka Ling Qing Zhu.
Ling Qing Zhu baru tahu tentang kabar pernikahannya dengan Xiao Shuxiang, di tidak menyangka bahwa waktunya telah ditetapkan.
?!
Dia tersentak saat merasakan sentuhan salah satu pelayan yang rupanya tengah mengobati luka di jarinya. Pelayan tersebut nampak berwajah pucat dengan rasa khawatir yang begitu jelas, beberapa teman pelayan ini juga memiliki ekspresi wajah yang sama.
"Aku tidak apa-apa. Ini hanya luka yang kecil,"
"Jangan mengatakan itu, Nona. Anda tidak tahu betapa takutnya kami jika sampai Tuan Muda Ling tahu Anda terluka karena kelalaian kami,"
"Ini bukan salah kalian, aku-"
"Kucing Putih..!"
?!
Ling Qing Zhu spontan menoleh saat mendengar suara yang cukup akrab di telinganya. Siapa lagi yang berani memberinya julukan seperti itu jika bukan Xiao Shuxiang.
Dia mendengus pelan saat melihat pemuda yang baru saja ada di benaknya. Xiao Shuxiang tengah berjalan ke arahnya dengan senyuman yang begitu menawan, nyaris membuatnya ingin menceburkan wajah pemuda itu ke dalam danau.
"Kucing Putih, aku sejak tadi mencarimu. Apa kau dengar berita terbaru hari ini?"
Ling Qing Zhu berkedip, dia menggumam singkat sebagai jawaban atas pertanyaan Xiao Shuxiang. Luka pada jarinya telah sembuh sebab dirinya secara diam-diam menggunakan Qi.
Xiao Shuxiang sendiri merasa heran sebab Kucing Putihnya dikerumuni oleh beberapa pelayan. Dengan wajah bersahabat dan senyuman ramahnya, dia menyapa para pelayan itu dan menanyakan apa yang sedang terjadi di sini.
Para pelayan tersebut canggung dan dengan gugup melangkah mundur menjauhi Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu. Mereka seakan tidak ingin mengganggu kedua insan itu.
__ADS_1
"Dilihat dari tingkah mereka, kurasa kalian sedang membahas tentang berita yang akan kusampaikan padamu.." Xiao Shuxiang berujar sambil tangannya meraih sebuah wortel dan kemudian memakannya.
"Tidak juga." Ling Qing Zhu merebut wortel yang baru digigit dua kali oleh Wali Pelindungnya, dia lalu memotong-motong wortel tersebut dengan sangat tekun.
".. Jika hanya datang dan menjadi penganggu di tempat ini, sebaiknya kau pergi." Ling Qing Zhu kembali bicara.
Xiao Shuxiang merebut kembali wortel miliknya, "Kau ini ketus sekali.. Apa kau tidak rindu padaku? Kau bahkan tidak datang menjenguk dan menanyakan bagaimana kabarku, calon istri macam apa kau ini..?"
Telinga Ling Qing Zhu baru saja mendengar rutukan paling menyebalkan dari Wali Pelindungnya, namun tetap saja tatapan matanya masih mengandung ketenangan.
Dia menoleh dan menatap Xiao Shuxiang yang sedang memasang ekspresi cemberut. Wali Pelindungnya memakan wortel dengan tingkah layaknya orang yang sedang merajuk.
"Bukannya aku mengantarkan pakaian untukmu? Kau terlihat baik-baik saja waktu itu,"
"Tapi kan sekarang beda lagi. Kau ini sebenarnya tipe gadis yang seperti apa? Tingkahmu seakan kau memang tidak benar-benar suka padaku,"
"..."
Ling Qing Zhu tidak menjawab pertanyaan Wali Pelindungnya dan lebih fokus memotong-motong sayuran. Dia beberapa kali diganggu oleh pemuda tampan nan mempesona ini.
"Kucing Putih.. Kalau kau terus bersikap seperti ini, maka tidak ada kemajuan dalam hubungan kita. Aku berusaha meluangkan sedikit waktu berhargaku untukmu, Lan Zhi dan yang lainnya pasti sedang menungguku sekarang,"
"Pergilah, mereka teman-temanmu,"
"Hei, Nona. Lan Zhi, Saudara Jing, dan yang lainnya juga temanmu. Aku kemari untuk mengajakmu menemui mereka, banyak hal yang harus kita bahas dan kurasa kau tahu topik apa itu,"
"Mn, kau tidak suka penetapan tanggalnya?"
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali saat mendengar pertanyaan Ling Qing Zhu barusan. Raut wajahnya terlihat sedikit berubah dan kali ini, dia nampak serius.
"Bukan begitu. Hanya.. Anggota keluargaku dan keluargamu harus berusaha lebih keras dari biasanya bila mereka menginginkan pernikahan ini disegerakan,"
Xiao Shuxiang mengambil wortel yang baru dan kemudian memakannya. Dia bisa membayangkan bagaimana sibuknya mereka yang mempersiapkan acara pernikahannya ini.
"Kucing Putih, hentikan melakukan itu dan ayo pergi. Yang lainnya sudah lama menunggu," Xiao Shuxiang merebut pisau di tangan Ling Qing Zhu dan menarik gadis itu untuk ikut bersamanya.
!?
"Aku bisa jalan sendiri.." Ling Qing Zhu meminta pegangan pada tangannya dilepaskan, dia bukanlah anak kecil yang harus dituntun berjalan.
"Jalanmu lambat, jadi tidak perlu protes. Lagipula kau harusnya senang sebab tanganmu dipegang oleh pemuda tampan dan penuh pesona sepertiku. Tidak ada yang seluar-biasa Xiao Shuxiang di tempat manapun,"
"Hmph. Memalukan."
"Memalukan begini tapi kau tetap tidak menolak," Xiao Shuxiang tersenyum menggoda, dia seketika tertawa ringan saat melihat ekspresi wajah Ling Qing Zhu yang baginya amat lucu.
"Tidak tahu malu." Ling Qing Zhu menatap Wali Pelindungnya dengan mata yang memerah lantaran marah dan malu karena digoda.
Inilah yang tidak dia sukai, Xiao Shuxiang menjadi pemuda menyebalkan saat telah pulih kembali. Padahal sebelumnya, Wali Pelindungnya ini masih terbaring lemah di tempat tidur.
Lan Guan Zhi, Bocah Pengemis Gila, dan yang lainnya ternyata sudah menunggu keduanya. Mereka sudah merencanakan banyak kegiatan bersama hari ini. Tentu saja, berjalan-jalan di Kota Bintang Biduk tidak luput dari kegiatan Xiao Shuxiang serta teman-temannya hari ini.
Tidak ada dari mereka yang mengingat apalagi sampai dibayang-bayangi oleh penyerangan yang dilakukan anggota Scarlet Darah. Dan Xiao Shuxiang juga tidak membahas kejadian yang menimpa Lan Guan Zhi hari ini.
Koki Alkemis itu memang merasa teman baiknya agak sedikit berbeda. Dia merasakan keakraban yang aneh pada Lan Guan Zhi, seolah pemuda dengan pita dahi itu adalah teman yang sudah lama tidak dirinya temui.
Xiao Shuxiang tidak tahu bahwa aura yang keluar dari kewibawaan Lan Guan Zhi merupakan aura alami dari tubuh barunya. Itu adalah sebagian dari kekuatan tiga Roh Pusaka Langit dan merupakan sedikit energi dari Alkemis Zhou Yuan.
Karena itulah, ada perasaan asing, penuh keakraban, dan kerinduan yang bercampur aduk di hati Xiao Shuxiang saat bersama teman baiknya. Ini pertama kalinya dia canggung berjalan di dekat Lan Guan Zhi walau dirinya ditemani oleh teman-temannya yang lain.
Perasaan semacam ini tidak dirasakan oleh Jing Mi, Bocah Pengemis Gila, Hai Feng, Hou Yong, maupun Yi Wen. Namun tidak demikian dengan Ling Qing Zhu.
__ADS_1
Gadis berambut putih itu tahu ada yang berbeda dari sosok Tuan Muda Lan, tetapi untuk sekarang dia tidak ingin bicara banyak hal. Fokusnya sekarang sudah tertuju pada tangannya yang sejak tadi terus digenggam oleh Wali Pelindungnya.
***