
Ini untuk visualnya
Zeline
Liam
Jovanka
Riyan
Andre
__ADS_1
Abimanyu
"Kau Zeline bukannya kau ingin tau siapa aku, ini aku, sekarang kau sudah tau, mau kutambah lagi lukanya" ucap Liam dengan tatapan yang menakutkan.
Zeline tak bisa berkata apa-apa hanya bisa mengeleng saja ditanya seperti itu oleh lelaki itu.
Liam pun yang sudah puas melakukan hal itu kepada Zeline keluar dari kamarnya menuju ruang tamu, tapi hatinya tidak tenang fikiranya pun hanya tertuju pada perempuan itu saja. Apa ini, Liam merasa kwatir dengam perempuan itu, Liam pun kembali kekamarnya untuk mengobati perempuan itu.
Diobatu luka itu secara perlahan lahan oleh Liam takut-takut Zeline kesakitan, Zeline yang diperlakukan seperti itu oleh Liam sangat takut.
Akhirnya selesai juga, tiba tiba Liam berkata " kalau kau ingin tetap hidup menurut lah kepadaku, aku pasti tidak akan menyakitu mu, namaku Liam" Zeline hanya bisa mengangguk saja takur jika Liam akan menyakitinya, tidurlah aku akan menemanimu, Liam tidur di sebelah Zeline sambil memeluk Zeline, takut-takut perempuan itu akan kabur lagi, dan tali-tali itu sudah dilepaskan oleh Liam, entah lah dia melihat perempuan ini merasa kasihan padalah semasa dia membunuh perempuan-perempuan yang sudah menjadi korbanya tidak pernah dia merasa kasihan sedikit pun malahan dia sangat senang melakunyanya.
Sudah hampir seminggu Zeline belum ditemukan oleh orang tuanya, sudah melaporkan perihal anak mereka yang hilang kepada polisi tapi belum ada satupun polisi yang menemukan keberadaan Zeline.
Saat ini Liam sedang menonton tv dan melihat ada berita kehilangan anak, ya ,itu berita kehilangan Zeline. Liam acuh tak acuh karna sampai kapan pun mereka tak akan menemukan Zeline.
Karna bosan Liam hari ini akan mencari korban lagi, tapi sebelum pergi Liam melihat terlebih dahulu kekamarnya untuk melihat Zeline dan Zeline sedang tidur dengan nyenyaknya, selama 1 minggu ini Zeline sangat penurut kepadanya dikuncinya pintu utama dan pergi melajukan mobilnya.
Tak butuh lama Liam sudah menemukan korbanya hanya dengan iming iming uang saja langsung saja mau. Sama seperti bibinya yang mata duitan itu. Saat sampai dirumah Liam, perempuan itu mengira akan melakukan hal yang menyenangkan dengan Liam tapi naas itu hanya ada dalam fikirannya saja.
__ADS_1
Dibawanya perempuan itu keruang bawah tanah didukanya dikursi pencabut nyawanya dan saat perempuan itu lengah diikatnya tangan beserta kakinya. " Apa yang kau lakukan tuan" tanya perempuan itu dengan takutnya . Liam meletakan jari telunjuknya di bibir perempuan itu agar diam tidak banyak berbicara.
Liam rasanya ingin membuat wajah perempuan ini melepuh saja diambilnya air keras di lemari senjatanya dan tampa aba-aba disiramkanny air keras itu kewajah perempuan itu, wanita itu berteriak dengan sekencang-kencangnya tiba-tiba disiram seperti itu karna suaranya mengganggu gendang telingangga disiramkan kembali air keras itu kedalam mulut wanita itu yang sedang berteriak makin parah saja penderitaan perempuan itu. Langsung saja perempuan itu memuntahkan darah segar dari mulutnya dan tak bisa berteriak kembali, Liam belum puas kalau hanya melakukan itu saja.
Zeline yang sedang tidur sampai kaget dengan teriakan seorang perempuan, Zeline ikuti suara perempuan itu dan sampailah Zeline keruangan bawah tanah, ada sebuah pintu yang terbuka tapi hanya sedikit di intipnya ruangan itu oleh Zeline dan Zeline terkejut melihat seorang perempuan dengan muka yang rusak dan mulut berceceran darah cepat-cepat Zeline menutup mulutnya itu agar Liam tidak tau bahwa Zeline sedang mengintip.
Liam mengabil palu lalu dia pukul-pukulkan kejari-jari kaki perempuan itu sampai benar-benar tak berbentuk, perempuan itu sudah tak berdaya diperlakikan seperti ini. Ini sangat sakit sekali tak pernah terbayang bahwa hidupnya akan berakhir seperti ini. Karna dia yakin dia tidak akan selamat. Setelah puas dengan kuku itu Liam beralih ke kepala perempuan itu dipukul dengan sekencang-kencangnya oleh Liam dan tiba-tiba ada yang berteriak
"Akhhh " Zeline berteriak cukup keras dia merutuki dirinya yang cerobah buru-buru Zeline kembali kemarnya.
Liam yang mendengan teriakan itu langsung saja melihat kearah suara itu, dan Liam mendengan langkah kali. Liam kejar langkah kaki itu dan benar saja itu Zeline, saat sudah dekat dibopongnya perempuan itu kekamarnya.
Zeline yang diperlakukan seperti itu kaget karna tubunya tiba-tiba melayang,Zeline memukul-mukul punggung Liam tapi Liam tidak merasakan sakit sama sekali, percuma kan Zeline melakunya yasudah lah dia diam saja percuma kan.
Didukannya Zeline di tempat tidurnya, "siapa yang menyuruhmu keluar dari kamar ini " teriak Liam kepada Zeline, Zeline hanya bisa diam sambil menundukan kepalanya." jawab aku Zeline kirania dan tatap mataku jangan seperti pengecut" marah Liam.
Zeline pun mendongakkan kepalanya dan menatap mata Liam dengam berani dan menjawab pertanyaan itu " aku hanya penasaran saat ada suara perempuan yang berteriak makanya aku mencari asal suara itu" jawab Zeline dengan muka memelasnya, Liam yang melihat itu tak jadi memarahinya lagi.
Perlahan lahan Liam mendekatkan bibirnya itu kearah bibirnya Zeline dan ya liam me***** bibir itu dengan kasar dan dimasukannya lidahnya keronggo mulut Zeline. Zeline yang diperlakukan seperti itu hanya diam. Liam sangat menikmati kegiatan itu, ditidurkannya Zeline dan Liam tiba-tiba berhenti saat nafasnya sudah tidak kuat lagi, secara tiba-tiba Liam melukai leher Zeline dan menjilat darah itu serta menghisapnya secara kasar dipegangangnya tangan Zeline agar tidak memberontak.
Zeline yang diperlakukan seperti itu merasa sakit bercampur rasa enak tapi entah lah ada ada saja Zeline.
__ADS_1
Setelah puas Liam melepaskannya dan menatap mata Zeline dengan seksama "dengar kan aku jika kau melakukan hal seperti tadi lagi aku akan melakukan lebih dari ini ingat itu Zeline " ancam Liam.
Liam langsung meninggalkan Zeline sendirian dikamarnya, Zeline menjadi takut lagi kepada Liam, sekarang Liam sudah berani melakukan hal-hal aneh kepadanya, tapi tadi Liam melakukan apa ya kepadanya rasanya nikmat sekali campur perih-perih gitu dari luka yang liam goreskan tadi. Sudah lah dari pada memikirkan itu Zeline tidur saja takut-takut nanti Liam melukainya lagi, tapi kalau sambil melakukan yang tadi Zeline mau, hehehe.