
Liam masih diperjalanan menuju arah yang diberikan oleh ayahnya Yuda, awas saja dia sampai ketempat itu akan dia habisi Yuda.
Anak itu tak kapok-kapok selalu melakukan hal yang membuat dirinya celaka, tadi mertuanya sampai syok mendengar anaknya diculik.
Tadinya Liam tak akan memberitahunya namun kalau ditutup-tutupi pasti nanti akan ketahuan juga jadi lebih baik jujur saja.
Anak buahnya pun sama belum sampai kesana katanya sampai nyasar karena tempatnya dipegunungan dan banyak cabang jalannya serta sinyal yang lup lep, tak ada penerangan sama sekali.
**
Yuda sudah selesai memasaknya dan menghidangkannya diatas meja ditata dengan rapi agar nanti Zeline terkesan melihatnya semua makanan kesukaan Zeline sudah terhidang dengan mengiurkan.
Dia sudah lama menyiapkan rumah ini untuknya serta Zeline untuk ditempati bersama-sama bahkan semua kebutuhan rumah tangga sudah Yuda siapkan.
Dia akan pergi ke atas untuk mengecek apa kah Zeline sudah bangun.
***
Zeline terbangun dari pingsannya kenapa kaki dan tangannya di ikat seperti ini, dia ingat saat dikampus ada yang membekapnya Zeline sangat ketakutan ini yang kedua kalinya dia diculik.
Zeline mendengar ada langkah kaki yang menuju kamar ini buru-buru dia memejamkan kembali matanya itu.
Yuda membuka pintunya dengan perlahan dan menghampiri Zeline duduk disisi ranjang Zeline perlahan diusapnya pipi Zeline dengan sangat lembut.
"Kamu kenapa ga bisa pilih aku Line, padahal kita udah sahabatan lama masa kamu ga ada rasa sama sekali sama aku " ucap Yuda berbicara sendiri.
Zeline yang mendengar suara penculik sudah tau kalau itu Yuda, ya tuhan kenapa sahabatnya ini sampai melakukan hal seperti ini tak habis fikir dia dengan akal sehatnya Yuda.
__ADS_1
Karena Zeline belum bangun juga Yuda memutuskan untuk pergi keluar kamar lagi.
Perlahan Yuda bangkit dan pergi untuk melihat sekitar dan melihat orang suruhannya apa bekerja dengan baik.
Dengan perlahan dibukanya kembali matanya itu dan dengan segala cara Zeline membuka pengikat tangan dan kakinya.
Namun sangat susah sekali, Zeline menundukan kepalanya dan mengigit tali yang ada dikakinya untung saja tak terlalu kuat dan hanya di ikat oleh kain
Tinggal tangannya perlahan Zeline bangkit dan mencari benda tajam di daerah kamar ini namun tak ada, kebutulan sekali ada sebuah kaca di dorongnya kaca itu dan diambil serpihannya perlahan Zeline mengikis tali itu tanganya sudah berdarah terkena kaca itu namun Zeline tak menghiraukannya yang penting dia bisa kabur.
Yuda yang mendengar ada suara barang pecah bergegas untuk pergi ke kamar Zeline pasti ada sesuatu yang terjadi, dengan langkah lebarnya dibuka pintu itu kosong tak ada siapa-siapa dimana Zeline kemana dia.
Dicarinya kesetiap sudut ruangan namun tak ketemu sama sekali, sudah mengecek kamar mandi namun sama tak ada segera Yuda pergi keluar dan mengerahkan orang suruhannya itu untuk mencari Zeline.
Zeline sangat lega dia tak ketahuan sama sekali oleh Yuda saat tadi dia mendengar ada orang yang berjalan, cepat-cepat Zeline mencari tempat persembunyianya dia bersembunyi di bawah risbang dan dia sangat beruntung Yuda tak mengecek kebawah sana.
Perlahan Zeline membuka pintu dan mengecek kedaan sekitar tak ada siapa pun dengan mengendap-endap Zeline keluar perlahan menuruni tangga, namun kenapa rumah ini sangat gelap apa Yuda tak membayar listrik sampai tak ada satupun pencahayaan.
Saat Zeline sampai dianak tangga terakhir tiba-tiba lampu menyala dan ada suara orang bertepuk tangan.
"Hebat sekali kamu Line ingin mengelabuiku ya, mau kemana kamu hah"teriak Yuda dengan muka yang menahan amarah.
Yuda sudah menebak pasti Zeline tak akan bisa kabur secepat itu dan dia berinisiatif untuk mematikan semua lampu dan menunggu Zeline di bawah tangga.
Zeline mendengar ada yang berbicara sambil berteriak langsung memutur tubuhnya ke arah suara itu, benar itu Yuda sedang berdiri disana dengan memegang sebuah pistol.
"Maksudnya apa Yud kamu menyulik ku, kamu gila ya Yud sampai-sampai ngelakuin hal kaya gini " teriak Zeline dengan mencoba tenang agar terlihat berani saja padahal mah takut.
__ADS_1
"Calon suami kamu yang gila bukan aku Line, kalau aja kamu mau sama aku terima pernyataan cinta aku dan jadi pacar aku semua ini ga akan terjadi Line, aku ga akan melakukan hal yang nekad seperti ini " jawab Yuda sambil menundukan kepalanya.
"Perasaan gabisa dipaksain Yud"
"Iya aku tau tapi kamu ga kasih aku kesempatan sama sekali buat memperjuangin kamu, kamu malah milih dia dosen gila itu " teriak Yuda.
"Kamu tau dalang dari semua penyerangan yang aku alami, calon suami kamu yang mau bunuh aku tau ga, apa kamu masih mau mempertahankan laki-laki gila itu gimana kalau suatu saat kamu dibunuh sama dia Line " lanjut Yuda.
Zeline kaget kenapa Yuda bisa tau kalau yang nyerang dia waktu itu kak Liam.
"Ya aku akan tetap ada disisi kak Liam aku ga peduli mau bagaimana pun dia, aku udah terima semua kekurangan dan kelebihannya Yud, dia baik sama aku terima semua kekurangan aku dan aku cinta sama dia, ga akan mungkin kak Liam sampai tega bunuh aku Yud "
"Emang aku gabisa gitu menerima kekurangan kamu. Aku bisa Line bisa, kalau kamu mau belajar untuk mencintai aku pasti bisa "
"Tetep aja aku gabisa Yud, dengan cara apa pun aku ga akan bisa, kamu udah aku anggap sebagai sahabat dan kakak buat aku ga lebih Yud "
"Aku kira semua hal yang sering kita lakuin bersama akan membuat kamu membuka hati kamu buat aku ternyata engga, emang kamu ga ada perasaan sedikit pun buat aku Line, kalau aja dosen itu ga nyerang aku saat itu pasti kamu udah jadi milik aku Line " ucap Yuda dengan suara pelannya
"Maaf ga ada Yud aku udah bilang sama kamu aku ga ada perasaan sedikit pun sama kamu semua mutlak kalau aku hanya anggap kamu seperti yang aku bilang tadi " ucap Zeline menyakinkan Yuda.
"Ya udah kalau itu pilihan kamu, aku ga akan biarin siapa pun miliki kamu termasuk dosen itu, lebih baik kamu mati aja Line"sambil tersenyum dengan lebar.
Dengan cepat Yuda mengangkat pistolnya itu kearah jantung Zeline dan door peluru itu meluncur kearah Zeline.
***
Liam sebentar lagi akan sampai namun dia sama kesasar sama seperti anak buahnya bahkan dia tadi sampai akan masuk kedalam sawah mobilnya itu dan masuk kejalan buntu juga, arah jalan yang tadi diberikan oleh ayahnya Yuda pun saat di daerah sini menjadi ngaco tak tentu arah.
__ADS_1
Tinggal satu belokan lagi yang belum Liam cek, dia akan kesana sekarang siapa tau itu jalan yang benar.