Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Masih diam disana ingin masuk


__ADS_3

Ibu Liam langsung mendorongnya keluar rumah mengambil tas dari Tora dan melemparkan kewajahnya. Tanpa ada belas kasian sama sekali.


"Pergi kau jangan pernah kembali lagi ke rumah ini, aku tidak akan pernah menampung lagi, pergi jauh-jauh dari sini dan kau jangan pernah sentuh keluargaku satu pun , jangan harap aku akan memaafkanmu jadi lebih baik kau pergi dari sini aku tak sudi melihat mu "


"Tolong nyonya tolong jangan seperti ini jangan usir saya anak saya aja di sini di harus ikut saya, apakah nyonya tega memisahkan anak dan ibu anak saya akan melahirkan dia butuh saya Nyonya jangan seperti ini"


"Ibu macam apa kamu menghasut anakmu dan melukai anak kecil, cucu mu pun tidak akan sudi diurus olehmu. Dia perempuan itu sudah istri Tora nikahi jadi dia harus ikut suaminya bukan ikut denganmu. Jadi kau pergi saja tidak usah menghiraukan anakmu, dia di sini bersama suaminya bukan dengan orang asing. Jadi kau jangan membuat alasan karena ingin masuk lagi ke rumah ini sampai kapanpun aku tidak akan pernah memasukkanmu lagi ke rumah ini"


"Tidak nyonya tidak jangan nyonya tidak aku tidak mau tolong kasihani aku, aku orang tidak berpunya tolong nyonya tolong"


"Ternyata kau sadar kau bukan orang ber punya kenapa kau selalu ingin mencelakai keluargaku, kau baru sadar saat aku usir sudah tidak ada kesempatan kedua ketiga keempat untukmu, apapun yang kau katakan aku tidak akan pernah menerima mu lagi jadi lebih baik pergi dari sini , jangan menghalangi jalan tutup gerbangnya jangan biarkan dia masuk ke sini"


Ibu Liam langsung masuk dan ibu Airin dari tadi berteriak-teriak ingin masuk lagi dan memanggil Tora namun mereka hanya pergi tak mendengarkan apa kata-kata dari ibunya Airin.

__ADS_1


"Buka pintunya aku ingin masuk anakku ada di dalam dan menantuku juga ada di dalam, maka buka pintunya jangan biarkan aku di luar seperti ini, buka aku tidak mau di sini buka pintunya sialan buka, aku ingin masuk lagi aku di sini kepanasan"


"Baik lebih baik anda pergi dari sini, dari pada kami mengusir anda dengan sangat kasar, lebih baik anda pergi dan jangan membuat ulah seperti ini, nanti kalau tuan tahu dia akan sangat marah, jadi lebih baik anda pergi saja dari sini nyonya besar sudah mengusir anda, maka anda tidak akan pernah bisa masuk lagi ke rumah ini, pulanglah ke rumahmu jangan mengganggu ketentraman keluarga ini, lebih baik anda pergi dari pada nyawa anda nanti yang melayang. Saya hanya memberitahu saja"


"Hei hei berani berani nya kau ya mengusir saya, saya tidak akan pernah pergi ke mana mana, saya akan ada disini menanti anak dan menantu saya yang ada di sini. Jadi sampai kapan pun saya tidak akan pergi saya akan menunggu di sini, sampai saya bisa masuk lagi kerumah itu, awas sja kalian, saya akan meminta pada tuan kalian itu untuk memasukan saya lagi kedalam rumah, awas saja kalian pasti akan di usir oleh nya "


Mereka hanya mengangkat bahunya lalu kembali berjaga lagi tak menghiraukan mertua Tora yang terus saja berteriak dan ingin dimasukkan lagi ke dalam. Biarkan saja dia di sana kan tadi sudah diusir suruh pergi tapi malah diam saja, dia malah kekeh pengen masuk ke rumah"


**


"Mau ke mana kamu mau kabur ke mana. Saya tidak akan membiarkan kamu pergi bersama ibu kamu kamu di sini, jangan kemana mana dia bukan ibu yang baik


"Dia Ibuku Tora, dia ibuku ibu kandung ku mana mungkin aku tega melihat dia diusir seperti itu, lebih baik aku pergi bersamanya kau jangan seperti ini. Apa kau tidak sayang pada ibuku"

__ADS_1


"Kau sudah menjadi istriku jadi kau harus menuruti apa kata-kataku, aku menyayanginy dari awal aku sudah menyayangi ibumu tapi ibumu tidak mau disayangi olehku, malahan dia kan mau membuat dirimu menjadi istri kedua, silakan kalau kau ingin jadi istri kedua tuanku. Tapi itu tidak akan pernah mungkin karena Tuanku bukanlah laki-laki buaya yang akan tergoda olehmu, lihat saja istrinya cantik kau jangan berharap dan terlalu berharap tinggi dan ibumu juga jangan terlalu berharap. Karena semua itu tidak akan pernah terjadi"


Airin yang mendengar itu kaget, Tora mengetahui semuanya, berarti selama ini rencana rencana ibunya gagal dong, ternyata ditempat ini kita tak akan bisa menyimpan rahasia.


"Iya aku tidak berharap aku tidak akan pernah berharap untuk menjadi istrinya. Karena aku tahu aku hanya orang kampung dan tak sebanding dengan nyonya itu. Jadi kau tidak usah menghinaku aku tahu derajatku aku tahu bandinganku dengan nyonyamu. Jadi kau tidak usah membanding-bandingkan aku dengannya, aku tahu aku tidak ada apa-apanya dengannya. Jadi kau tidak usah memberitahu aku dengan begitu jelas aku mengerti dan aku sangat sangat tahu diri aku tidak akan pernah mau menjadi istri kedua atau pun akan merebut suami orang lain"


"Baguslah kalau begitu lebih baik kau cepat masuk ke dalam kamarmu dan jangan pernah maju ke sana ke tempat Ibumu itu jika kau melangkah satu langkah saja ke sana, aku tidak akan segan-segan mengeluarkan anakmu dari perutmu sekarang juga"


Airin langsung memeluk perutnya dan menggelengkan kepalanya dia dengan patuh masuk ke dalam kamar menguncinya dengan cepat lalu kembali lagi melihat sang ibu yang masih di luar sana, diam terduduk sambil membawa tas besar.


"Maafkan aku bu maafkan aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku sungguh minta maaf kalau saja aku tidak mengandung mungkin ini semua tidak akan pernah terjad. Bu Maafkan aku mungkin kalau saja aku tidak bertemu Tora dan kepo ingin melihat mobil siapa yang dimasukkan ke dalam danau itu ini semua tidak akan terjadi. Maafkan aku Bu yang sudah teledor dan membuatmu diusir seperti ini dan malu seperti ini"


Airin mengusap air matanya dan diam saja di jendela itu melihat keadaan sang ibu yang sangat memprihatinkan sekali, duduk dibawah teriknya matahari, sambil berteriak teriak ingin dimasukan.

__ADS_1


Dia tak tau jalan pulang kenapa tak diantarkan saja pulang kalau begitu, mereka kan mengusir ibunya makan antarkan dia kerumahnya bukannya didiamkan begitu saja, apakah mereka menganggap ibunya ada seorang gelandangan kenapa begitu tega mereka ini, sangat tega sekali.


__ADS_2