Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Akhirnya terlaksana juga


__ADS_3

" Kamu mau ke mana, Kenapa kamu lari-lari kayak gitu Jo" tanya Andre yang tadi mengikut mengejar Jo.


"Aku mau pulang Kak, aku mau ketemu sama Riyan Aku sadar aku disini juga salah, ini terjadi karena aku yang enggak bisa mengesampingkan trauma aku dan akhirnya Riyan malah sama perempuan lain salah aku juga Kak, "


"Kamu yakin Jo, tapi kalau ada apa-apa kamu harus bilang Kakak, ayo sekarang kakak anter kamu ke sana, Kakak nggak mau kamu nyetir sendirian "


"Ya udah ayo Kak, tapi tadi kata Lala dan Chiko katanya Riyan mau pergi ke Jepang Kak, terus kita harus ke mana dulu ke bandara atau ke rumah "


"Kiita ke rumah aja dulu Jo , jangan dulu ke bandara siapa tahu dia masih ada di sana kan ayo kita pergi sekarang "


" Ya udah Kak Ayo"


Mereka berdua bergegas masuk ke dalam mobil dan Andre segera menyetir mobil itu. Selama perjalanan Jo Sudah gelisah takut takut Riyan akan meninggalkannya. Dulu dirinya yang meninggalkan Riyan sekarang dirinya takut di tinggalkan Riyan.


Dan Akhirnya sampai juga, Jo segera keluar diikuti oleh Andre dari belakang dan saat akan buka pintu, Riyan pun sama akan membuka pintu.


"Riyan Kamu mau ke mana, kamu mau pergi ke Jepang kenapa kamu nggak bilang sama aku"


"Ke Jepang, Kapan aku mau ke Jepang malahan aku sekarang mau nyusul kamu ke rumah Zeline, aku mau jemput kamu pulang , aku nggak bisa jauh-jauh dari kamu Jo . Aku sungguh minta maaf semua ini hanya kesalah pahaman aja, aku dijebak Jo aku dijebak sama mereka, "


"Dan juga Andre udah jelasin semuanya tentang kamu tentang trauma kamu, maafin aku aku seharusnya ngerti dan seharusnya aku tanya kamu kenapa. Dan aku malah kayak gini aku tuh sebagai suami kayak yang enggak gak peduli banget sama kamu, seharusnya di saat-saat kamu kayak gitu tuh aku ada buat kamu"


" Bukannya aku malah pergi-pergi sama cewek lain, aku minta maaf ya aku nggak bisa ditinggalin sama kamu lagi. Aku nggak mau itu sampai terjadi lagi aku mohon kamu jangan tinggalin aku lagi ya Jo" jelas Riyan panjang lebar.


Andre yang melihat mereka sudah baik baik saja, memundurkan dirinya dan pergi dari tempat itu tak mau menganggu kedua suami istri itu.


"Aku yang seharusnya minta maaf sama kamu Yan, aku nggak jujur sama kamu aku takut kalau jujur kamu makal ninggalin aku, aku punya trauma yang mungkin kata orang lain itu nggak seberapa . Tapi menurut aku itu sangat menakutkan melihat seorang ibu meninggal dengan anaknya yang masih belum keluar dan aku ,aku yang ngebantuin Yan aku di situ ada di sana . Aku merasa bersalah dan aku nggak mau sampai itu terjadi sama aku pula makanya aku takut buat lakuin apa-apa sama kamu dan seharusnya aku nggak lakuin itu kan Yan "


" Iya sayang aku tahu itu trauma yang enggak mungkin bisa kamu lupain aku akan selalu tunggu kamu aku akan tunggu sampai kamu bisa lakuin apa yang perlu kamu lakukan sebagai istri sayang"


"Nggak perlu Yan, Ayo kita coba sekarang yuk siapa tahu setelah Zeline bilang sama aku dan nasehatin aku , aku jadi bisa Ayu coba yuk"


" Beneran kamu sayang kamu nggak akan tendang burung aku lagi kan kamu nggak akan tonjok muka aku lagi kan kamu enggak akan kabur lagi ke kamar mandi kan sayang"


" Iya Sayang enggak akan Ayo kita malam pertama Cepetan Sayang"


"Ciie udah ngebet nih"


"Kamu nyebelin ya, ya udah kalau kamu nggak mau nggak usah deh"


" Jangan dong sayang jangan ayo ayo ayo kita ke kamar sekarang ya ayo kita malam pertama, kita kita belah semangka Sayang Ayo sekarang "


Riyan langsung memangku istrinya dan menutup pintunya dengan segera, dirinya sangat senang akhirnya mereka berdua bisa bersama lagi dan istrinya ingin mencoba apa yang selama ini Riyan inginkan hanya untuk istrinya tak untuk yang lain.


**


"Akhirnya Jo sama Riyan bisa balik lagi, bisa baik-baik lagi aku seneng deh. Tapi kapan ya aku bisa kaya mereka "gumam Andre sambil melamun di bawah pohon besar.

__ADS_1


"Andre kamu ngapain di sini, apa kamu mau ke sambet diam di pohon gede kayak gini ngelamun gitu"


"Eh kok ada di sini sih Milla. Kok kita sering ketemu ya "


"Mungkin kita jodoh Andre, kita kan sering ketemu terus "


"Masa sih kita jodoh Mila. Kamu ini kalau bicara"


"Kamu emang gak mau ya sama aku Andre"


"Kamu kan tahu Mil kalau aku lagi nunggu seseorang"


"Iya iya maaf, aku nggak tahu diri. Seharusnya aku sadar kalau aku tuh bukan pilihan kamu bukan tipe kamu aku tahu kamu lagi tunggu Syifa yang lagi sekolah di sana, maaf ya aku kalau bicara tuh suka kayak gitu. Tapi aku nggak ada maksud apa-apa kok. Aku cuman mau bikin suasana cair aja. Aku tuh nggak suka lihat kamu yang ngelamun kayak gini kalau ada apa-apa coba kamu cerita sama aku pasti akan dengerin kok"


"Kok kamu malah bawa-bawa tipe, Enggak kok kamu perempuan baik kamu perempuan yang hebat kamu perempuan Mandiri. Bukannya aku nggak tertarik sama kamu, kamu itu kan temen aku temen lama aku, masa iya aku sama kamu. Aku memang lagi nunggu dia, nunggu dia buat kembali sama aku kamu doain aja semoga aku bisa bahagia kayak yang lainnya dan aku akan doakan kamu juga semoga kamu bahagia nanti sama pasangan kamu sama pilihan kamu"


"Iya aku akan selalu doakan yang terbaik buat kamu Dre, Kayaknya aku enggak kan nikah lagi deh kalau nggak sama laki-laki yang bener-bener aku cintai, karena aku nggak mau sampai terulang kembali kisah aku yang udah gagal. Aku mau cari laki-laki yang cinta sama aku dan aku yang mencintainya juga"


"Emang siapa laki-laki yang kamu cintai apa dia orang terdekat kamu. Itu pun kalau aku boleh tahu sih "


"Iya dia orang terdekat aku, teman lama aku juga tapi sayangnya dia nggak suka sama aku dia suka sama orang lain dan sekarang lagi tunggu orang itu buat balik lagi "


"Kok sama ya kayak aku gitu apa orang itu aku Oma apa aku Mila"


"Kamu geer banget sih bukan bukan kamu ada deh temen aku pokoknya temen dulu banget"


"Syifa itu bodoh udah ninggalin kamu dia tuh bener-bener nggak bersyukur dicintai sama orang sebaik kamu, semapan kamu, setampan kamu dan pokoknya kamu tuh the best banget deh udah paket lengkap "


"Kamu bisa aja deh kalau hibur aku"


"Enggak kok aku nggak semata-mata buat hibur kamu aja, aku emang berkata Jujur emang kamu tampan, mapan bener kan nggak ada yang salah dari ucapan aku ini "


" Iya deh iya kamu mah bener Apapun yang kamu katakan selalu benar"


**


"Sayang apa yang kamu katain sama Jo, sampai-sampai dia mau pulang dan temuin lagi Riyan "


"Ya aku bicara sama dia, kalau kita berpaku sama trauma itu gak kan bener mas, makanya aku nasehatin dia baik-baik dan aku bilang sama dia, yang salah tuh bukan kak Ya aja tapi Jo juga salah karena tak memberitahu yang sebenarnya"


"Apa itu saja sayang yang kamu ucapkan sama Jo "


"Enggak mas banyak banget tapi masa iya aku ceritain satu satu, capek tahu Mas kalau aku harus ceritanya semuanya panjang banget tahu aku tuh kayak pidato"


"Iya Iya Mas juga ngerti kok kamu ceritain segitu, pokoknya Mas bangga kamu bisa membuat sahabat kamu itu kembali berbaikan dengan suaminya. Kamu makin kesini makin the best deh sayang "


"Iya dong siapa lagi suaminya Liam gitu"

__ADS_1


"Kamu ini Sayang bisa aja deh "


"Bentar Mas sebentar ya Jo nelpon kamu diam ya jangan berisik "


Liam segera mengangguk dan memeluk istrinya dan sales segera mengangkat telepon.


" Halo Jo, gimana sukses malam pertamanya enak nggak"


"Ih kamu Line tau aja aku mau cerita itu, awalnya sih sakit tapi kok enak ya bener ya kata kamu enak Aku bodoh nggak dari awal aku lakuin itu sama Riyan"


" Tuh kan apa kata aku enakan, kamu nih nggak percayaan sama aku dari awal aku udah bilang nggak kan apa-apa nggak akan terjadi apa-apa lawan trauma kamu jangan kamu biarkan trauma itu menggerogoti diri kamu, sampai kamu nggak bisa bahagiakan suami kamu"


"Iya bener Line, Makasih ya kamu udah bantu aku kamu udah nasehatin Aku . Dan Kamu udah mau bantu aku buat nonton nonton film yang sering kamu Liatin sama aku itu , aku kalau nggak ada kamu udah nggak tahu deh pokoknya ancur"


"Iya sama-sama Jo aku kan sahabat kamu kenapa kamu harus bilang makasih, aku tuh mau yang terbaik buat kamu sama Kak Yaan. Aku tuh nggak mau kalian berantem terus"


"Iya Line, mulai sekarang aku akan selalu jujur sama Riyan aku nggak akan simpen apapun lagi dari Riyan , aku akan bilang semuanya karena aku nggak mau Ini kerjaan jadian lagi dan aku nggak mau sampai rumah tangga aku tuh udahan, cuman gara-gara hal yang nggak seberapa gitu"


"Iya benar Jo kamu harus selalu berjuang buat kalian, tapi kak Yan juga sama harus berjuang buat kamu jadi harus seimbang gitu nggak boleh salah satu yang memperjuangkan dan yang satu lagi malah melancong ke mana-mana kan itu nggak adil "


"Iya bener Line Aku akan berjuang buat Rumah tanggaku dan aku juga nggak mau gagal dalam rumah tangga"


"Iya Jo gih sana terusin lagi kasihan loh dianggurin kayak gitu kak Yannya "


"Ih kamu ini godain aku aja, Riya lagi tidur dia tadi udah gituan ya gitu langsung tidur enggak tahu kenapa, kayanya dia cape deh Line "


"Aku nggak godain kamu Jo, kan kasian kak Yannya nunggu nanti jamuran loh kak Yannya "


"Iya bener tuh Jo ayo gas lagi lah buat temen buat Lucas biar dia Semangat nantu mainnya "


"Loh loh loh kok ada pak dosen sih, dari tadi berarti waktu aku bicara sama kamu ada yang dengerin, Ih kamu jahat banget deh aku kira tuh nggak ada pak dosen aku malu"


"Tenang aja Jo kamu juga kan cerita gak aneh-aneh jadi tenang aja , saya enggak berfikir ke mana-mana juga tenang aja ada istri saya di sisi saya yang siapa 24 jam "


" Ih mas emang aku apa 24 jam emang aku ini satpam apa"


"Tetep aja pak dosen aku malu ah, matiin dulu aja udah kalian Sana berdua berduaan aja, aku mau apa gitu udah ah Pokoknya aku kesel deh, Aku pokoknya besok kerja akan pakai topeng gak mau ketemu pak dosen pokoknya malu banget"


"Yaelah Jangan malu-malu gitu dong Joo" ledek Zeline


Sambungan terputus dan Zeline menatap suaminya dan tersenyum terbahak bahak berdu, lucu sekali sahabatnya ini bisa-bisanya menceritakan malam pertamanya di saat sudah melakukannya, dasar kadang-kadang Dia itu suka aneh tapi lucu.


" Sayang kok jadi mau ya"


" Mau apa sih mas kita kan udah malam pertamanya"


" Ya udah jangan Malam Pertama Malam Sekarang aja ayo sayang"

__ADS_1


"Akhh mas kamuuu " teriak Zeline yang tiba-tiba saja suaminya mendekap dirinya dan menciumi seluruh wajahnya.


__ADS_2