
Sekarang para orang tua akan pulang, beserta Asa, Syifa dan juga Andre. Memang Liam yang menyuruhnya agar mereka semua istirahat, biarkan dirinya saja yang mengurus istri tersayangnya.
Selama perjalanan ke parkiran Andre mepet ke Asa sedangkan Syifa mengandeng tangan Andre dengan erat.
Sudah sampai di parkiran Andre melepaskan tangan Syifa dan membuka pintu mobil depan
"Ayo Sa duduknya didepan ya biar nyaman dan lebih deket"
Asa hanya tersenyum, saat akan masuk Syifa mencoba menyerobot namun Andre memegang belakang baju Syifa seperti memegang tikus.
"Ayo masuk Sa "
setelah Asa masuk Andre segera melepaskan pegangannya.
"Paman ini kenapa sih, aku kan mau duduk didepan. Biasanya kan aku yang duduk didepan. Aku gak mau duduk belakang "
"Jangan manja duduk dibelakang saja lah, kau ini pamanmu ini sedang pdkt cepat-cepat jangan menganggu. Jadilah anak yang baik saat pamanmu akan mengejar seorang perempuan "
"Ist paman nyebelin tau, aku sakit hati ya" "Udah udah masuk, atau mau ditinggal nih "
"Iya iya " dengan marah Syifa masuk kebangku belakang bahkan menutup pintunya dengan keras.
Andre pun segera masuk sambil memelototi Syifa untuk tak seperti itu
."Kenalan dong kalian jangan diem-diem terus. Biar lebih akrab kan enak" ucap Andre mencairkan suasana.
Asa segera membalikan badannya "Hai Asa, kamu siapa " ucap Asa memulai memperkenalkan dirinya sambil mengasongkan tangannya.
Syifa segera menyalaminya juga "Syifa calon istrinya paman Andre"
Andre segera menatap Syifa "tidak, tidak aku belum punya calon Sa, biasa dia suka seperti itu maklum ya Sa, anak kecil kalau bicara suka kemana aja gak pernah disaring"
"Iya gapapa Andre, tapi kalian cocok loh. Syifa juga baik kan "
__ADS_1
"Tuhkan kata kak Asa aja kita cocok , paman itu harusnya menerimaku bukannya seperti ini "
Saat Andre akan menjawab lagi, dia tak sengaja melihat ponsel Asa berdering dan ada telfon dari Yuda.Namun Asa langsung menolaknya
"Kenapa Sa kok gak diangkat. Itu pacar kamu ya " tanya Andre
"Gak papa kok, gak bukan siapa-siapa gak penting juga " bohong Asa.
"Paman itu biarin dong, mungkin itu gebetan kak Asa. Kakak kan udah ada aku jangan maruk " timpal Syifa yang tak mau diam.
"Hey anak kecil diam kau. Terus saja ikut bicara kamu itu gak diajak bicara ya. Jadi diam lah. atau mau paman bungkan dengan koskai paman yang wangi ini "
Syifa yang kesal lalu melipat tangannya dan membuang muka untuk tak menatap paman Andre. Sengaja dirinya selalu menyela agar tak menjadi nyamuk.
Pokoknya jangan sampai terjadi paman Andre dan kak Asa jadian. Paman Andre itu miliknya gak boleh sama yang lain harus dengan dirinya.
"Oh iya Sa, kamu gimana masih kerja dirumah sakit yang sama" Andre mencoba untuk membuka pembicaraan supaya nanti tak kaku. Apalagi kalau nanti sudah menikah.
"Hemm, terus waktu itu kan kita pernah telfonan terus ada suara laki-laki itu siapa pasien kamu ? Maaf aku banyak tanya hehehe "
"Iya gapapa Andre, iya nih itu pasien aku. Kebutulan waktu kamy telfon aku lagi ngobrol sama dia. Biasalah biar lebih akrab aja. " "Udah deket banget ya sama dia"
"Ya lumayan deket sih, tapi gak deket-deket banget "
"Kenapa sih paman kepo banget, mau tau aja urusan kak Asa. Kapan coba paman nelfon kak Asa. Paman itu gak setia tau . Harusnya paman bilang" marah Syifa
"Oh jadi kalian pacaran " tanya Asa sambil menatap Syifa dan juga Andre.
"Iya kak Asa kita pacaran, gimana cocok kan sepert ucapan kakak tadi "
"Engga kok Sa, aku sama Syifa gak pacaran anak kecil ini aja yang ngaku-ngaku masa iya aku sama anak kecil sih Sa. Aku ini pria dewasa mana mungkin sama anak kecil "
"Ya gapapa Dre, kan kalau udah cinta gak mandang umur. Kamu jangan kaya gitu sama Syifa. Gimana kalau kalian jodoh. Jangan sia-siain orang yang udah sayang sama kamu Andre."
__ADS_1
"Tuh denger apa kata kak Asa. Paman itu jangan gelak terus deh "
"Diem kamu ank kecil " marah Andre.
Akhirnya tak ada lagi pembicaraan hanya suara deru mobil saja. Andre sudah sangat kesal. Gara-gara anak kecil itu pendekatannya kepada Asa menjadi gagal total. Kalau saja tak ada anak kecil itu pasti sudah sukses.
Reputasinya kan jadi hancur dihadapan Asa. Sedangkan dibelakang Syifa, diam-diam mengusap air matanya. Apakah dirinya jelek sampai-sampai paman Andre tak mau dengannya. Sampai dirinya di tolak mentah-mentah seperti ini.
Sedih rasanya dari tadi dirinya ditolak terus bahkan ini dihadapan kak Asa langsung. Terus dirinya harus berjuang sampai kapan lagi. Apakah nanti akan kuat dirinya menghadapi semuanya. Sekarang saja sudah banyak penolak-penolakan yang dilakukan paman Andre.
Semoga saja kak Asa tak menyukai paman Andre agar nanti paman Andre kembali kepelukannya.
Kembali ponsel Asa berdering. Asa yang kesal segera mematikan telfonnya. Namun entah kenapa tiba-tiba jadi khawatir. Asa kembali menyalankan ponselnya.
Langsung saja masuk panggilan dari Yuda. Dengan ragu Asa mengangkatnya.
"Hallo "
"Akhirnya kamu angkat juga telfon aku Sa. Kamu dimana Sa, pulang Sa aku gak mau kamu tinggalin, jangan seperti ini ayo kita bicarakan baik-baik semuanya , kamu jangan lari seperti ini Sa. Kita udah dewasa, jangan kabur dari masalah ayo kita perbaiki bersama sama. Aku gak marah sama kamu kok Sa " ucap Yuda disebrang sana dengan tergesa-gesa.
"Gak bisa, udah gak ada yang perlu kita bicarain lagi. Udah yah aku lagi pengen tenangin hati aku. Kamu gak usah fikirin aku lagi dimana aku, lagi apa, aku mau lakuin apa, sekarang kita masing-masing aja ya. Aku udah gak mau urusan sama kamu. Tenang aku gak akan ganggu hidup kamu lagi dan kamu jangan ganggu hidup aku juga, "
"Gak bisa gitu Sa, aku ini masih suami kamu. Seharusnya kamu nurut sama aku bukannya malah ngebantah kaya gini. Sebenernya kamu itu hargain aku gak sebagai suami kamu "
"Tapi aku enggak, aku gak anggap kamu Ada. udah yah aku cape, aku mau istirahat jangan maksa kaya gini. Emang kamu gak cape. Sekarang jalanin hidup masih-masing seperti yang aku katakan pada kamu "
"Sampai kapan pun aku gak akan melepaskan kamu. Aku akan mengejarmu walau sampai keujung dunia. Lihat saja aku tak akan pernah menggingkari janjiku. Aku akan ada didepan mu nanti"
"Terserah kamu aja, mau kamu ngejar aku sampai ke ujung dunia aku gak akan pernah peduli. Uruslah hidupmu itu. "
Andre sama sekali tak menimpali Asa yang sedang menelfon itu, sepertinya masalah serius sampai-sampai Asa marah-marah seperti ini. Apakah benar perkataan Liam tadi bahwa Asa sudah mempunyai pasangan.
Andre hanya bisa menatap dan mendengarkan setiap kemarahan yang dilontarkan Asa kepada orang itu. Ya benar sepertinya Asa sudah mempunyai kekasih, dan mungkin saja yang waktu itu ada ditelfon adalah kekasihnya. Berarti tadi Asa berbohong padanya. Tak mengatakan yang sejujurnya pada dirinya ini.
__ADS_1