Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mulai mengadu domba


__ADS_3

Andre sudah pulang kerumahnya, dia melihat sang istri yang sedang memangku Nabil dengan cepat Andre masuk kedalam kamar dan berjongkok sambil memegang kaki istrinya.


"Sayangg maafkan paman, paman tak akan seperti itu lagi, tolong maafkan paman, tak akan paman seperti itu lagi, tolong mengertilah posisi paman sayang, jangan seperti ini, paman sungguh menyesal sayangg, maafkan paman "


"Isstt shuttt paman bisa diem gak Nabil lagi tidur diem napa "


Andre segera membungkam mulutnya namun kini dia duduk disamping sang istri dan mengoyang goyangkan tangan istrinya"paman nanti Nabil bangun "


Andre segera mengambil alih Nabil dan menyimpannya didalam box bayi, lalu kembali duduk disamping sang istri.


"Jangan marah lagi sayang aku tak bisa kalau begini terus, paman minta maaf Paman tidak sengaja, Paman tidak akan melakukannya lagi, paman akan menolak setiap apa yang Milla lakukan sama paman tolong sayang jangan seperti ini"


"Apa sih paman udah deh yang udah udah aja, ya udah aku gak masalah kok tentang masalah itu gimana Paman aja deh terserah, aku juga gak mau ingetin terus Paman capek tahu gak sih, gak peka banget sih jadi cowok bisa gak sih sedikit peka dan tahu gimana perasaan istrinya sendiri peka dong jadi cowo jangan maunya diingetin aja "


"Iya Iya paman ngaku salah sayang, tapi untuk hari ini maafin dong jangan marah terus sama paman, paman gak mau didiemin terus-menerus sama kamu, emang kamu mau gitu gini terus rumah tangga kita diam-diaman aja, jangan gitu dong sayang maafin paman ya, sekali lagi Paman gak akan lakuin ini beneran deh Paman janji sama kamu, Paman gak akan pernah ketemu lagi sama Mila. Apapun yang terjadi Paman udah minta maaf sama dia dan udah gak ada urusan lagi. Paman tidak akan merasa bersalah lagi pada Mila udah sampai sini aja Paman gak akan lakuin apa-apa lagi. Beneran deh aku gak akan bohong"


"Nanti tiba-tiba pak Tedi nelfon kamu dan nyuruh kamu ke sana lagi, terus bohong sama aku. Aku gak mau ya dalam rumah tangga kita ada kebohongan sedikit pun ataupun ada sesuatu yang di rahasiain. Aku kan gak pernah tahu kamu lakuin apa di luar sana"

__ADS_1


"Kamu percaya sama aku, aku gak mungkin lakuin itu, jadi kamu tenang aja aku gak akan mungkin khianatin kamu atau bohongin kamu, emang kamu gak lihat aku ini cinta banget sama kamu Syifa, aku enggak mungkin lah aku ngelakuin hal yang tadi kamu sebutin aku janji tak akan menggubris Pak Tedi selain kerjaan aku akan mengubrisnya, jadi sudah maafkan aku ya "


Syifa melihat wajah suaminya yang memelas, lucu sekali, Syifa mencubut pipi sang suami yang tembem lalu tersenyum "iya aku maafin, tapi aku gak mau paman kaya gitu lagi, peka lah jadi laki jangan maunya dikasih tau terus sama perempuan "


"Beneran sayang " dengan wajah yang sembriwingan


"Iya beneran, kamu pengen aku berubah fikiran "


"Engga jangan sayang, iya kau percaya kamu gak bohong makasih sayang aku gak akan lakuin itu lagi, aku cinta kamu "


**


"Udah lepasin aku bisa jalan sendiri Airin jangan dipegangin " marah Tora.


Dirinya tak mau dianggap lemah oleh seorang perempuan, Tora sudah melepaksan kursi rodanya dan belajar berjalan dengan meraba raba tembok.


"Aku hanya takut kamu jatuh saja Tora aku tak mau terjadi apa apa dengan mu, itu saja aku hanya memegang sedikit tangan mu tidak banyak "

__ADS_1


Tora segera mengalihkan pandangannya pada istrinya dan melihat kearah perut sang istri "apakah kau tak pernah sadar, kau ini sedang mengandung tiba-tiba kalau aku jatuh bagaimana, apakah kau akan menangkapmu dengan perutmu yang besar itu, yang ada kau akan membahayakan anak kita, lebih baik kau diam saja dan lihat aku yang sedang belajar berjalan Aku bukan laki-laki lemah. Aku sedang belajar berjalan Jadi kau jangan sok-sokan memegang tanganku. Aku tahu kau tidak peduli sama sekali padaku, ini hanyalah kedokmu saja supaya aku tidak terus mengurungnya iya kan jujur saja padaku "


"Kenapa kau tak pernah percaya kalau aku akan berubah kenapa , aku berubah untukmu dan anakku juga kenapa kau sama sekali tidak mau menerima aku, aku seperti ini karena ingin mengurus anak kita sama-sama aku sudah sadar seharusnya aku tidak usah mengejar mimpiku, aku sudah mempunyai suami jadi gerakku akan terhambat dan aku tidak mau sampai anakku kekurangan kasih sayang, apakah kau tidak bisa menerima aku yang sedang berubah ini, kenapa sangat sulit menyakinkan mu "


"Kau ingat sampai kapan pun aku tak akan percaya dengan perubahan mu yang pura pura saja, lebih baik kau enyah dari hadapan ku, aku sedang tak mau melihat wajah mu yang selalu memelas, pergilah dari hadapan ku Airin, aku tak mau melihat wajahmu, sana, atau kau pindahlah kamar aku tak mau sekamar lagi dengan mu, enyahlah dari hadapan ku " bentak Tora.


Airin yang sakit hati sampai mengeluarkan air mata, dia langsung keluar dari dalam kamar dan duduk diruang tamu, tiba tiba saja ada ibunya yang mengusap bahunya, lalu duduk disamping anaknya.


"Kamu Kenapa Airin kenapa ada apa "


"Sepertinya sampai kapanpun Tora tak akan pernah menerima perubahan ku bu, dia sama sekali tidak menghargai apa yang aku lakukan. Bahkan dia malah seperti itu padaku memarahiku tanpa alasan yang jelas, hanya karena aku ingin membantunya saja. Apakah aku salah melakukan itu Bu. Aku hanya ingin membantunya saja"


"Ini pasti gara-gara tuannya itu, yang waktu itu istrinya ulang tahun, pasti itu tuannya itu bilang sesuatu sama suami kamu, makanya kan Tora jadi kayak gini, jadi suka marah-marah sama kamu, waktu di rumah sakit aja kan tuannya itu suruh kalian berdua untuk cerai dan Tora mau kan dia malah dengerin apa yang dikatakan bosnya, kamu harus lebih hati-hati sama bosnya jangan sampai nanti Otak Tora dicuci olehnya, kamu harus selalu awasi suami kamu, apa lagi saat mereka lagi telfonan"


"Kenapa ibu malah menyalahkan orang lain, yang pasti ini bukan salah bosnya Tora. Mungkin memang Tora sudah tidak mau denganku. Ibu Jangan menyalahkan orang lain ya karena dalam Rumah tanggaku pun tidak ada sangkut pautnya dengan tuannya itu, jadi jangan melibatkan orang lain. Aku tidak suka ibu dengan apa yang Ibu katakan tadi "


"Ya sudah kalau kau tidak percaya Tidak apa-apa, ibu tidak memaksa yang pasti ibu tahu semua ini gara-gara tuannya itu"setelah mengatakan itu Ibu Airin bangkit dan pergi meninggalkan anaknya sendirian.

__ADS_1


__ADS_2