Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Makin menjadi jadi


__ADS_3

"Mamah ayo antarkan Naura sekolah lagi "


"Coba kau bilang sekali lagi, sana pergi saja sendiri jangan minta mamah mengantarkan mu sekolah, mintalah ayahmu yang mengantarkan mu, karena mulai sekarang mamah tak akan pernah mengantarmu sekolah lagi "


Mata Naura sudah berkaca kaca dipegangnya tangan mamahnya "kenapa begitu mah, bukannya mamah sudah berjanji ya akan selalu ada disampingku dan mengantarkan ku sekolah dan menjemputku, aku minta maaf kalau kemarin mamah jadi dimari sama ayah karena gak jemput aku, aku janji gak akan bilanh bilanh ayah lagi kalau mamah gak jemput aku janji mah"


"Kamu ini anak nakal ya untung aja mamah mau nganterin kamu waktu kemarin, tapi kamu malah ngelunjak kayak gitu mamah jadi males, kamu sama ayah aja, kamu tanya ke ayah kamu kenapa mamah gak mau anterin kamu sana gih "


"Iya mah "


Naura segera berlari kearah ayahnya yang sedang memasangakan dasi


"Ayah "


"Iya kenapa Naura "


"Ayah kenapa mamah tak mau mengantar Naura sekolah, kenapa ayah kenapa "


"Hari ini ayah yang antar Naura ya "


"Gak mau pengen dianter sama mamah "


"Huff baiklah "


Segera Ibrahim menghampiri Milla dan melemparkan kartu atm Milla " Aku melakukan ini karena Naura kekeh ingin diantar oleh mu, kalau kau sekali lagi membuat kesalahan dan tidak menjemput anakmu sendiri kau akan tau akibatnya akan lebih dari ini"


"Hemm baiklah aku akan siap siap dulu, kau pergilah terlebih dahulu tak usah menunggu kami "


Ibrahim tanpa banyak bicara langsung pergi dan masuk kedalam mobil "kenapa dengan pria itu, tiba tiba saja begitu "


"Tapi biarlah bagus kalau dia mulai marah padaku dan tak suka padaku, sebentar lagi pasti dia akan menceraikan ku "


"Mamah kenapa bicara sendiri "


"Tidak, sebentar aku akan bersiap "


Milla masuk dan Naura hanya bisa menunggu sambil sesekali melihat jam yang sebentar lagi sekolahnya akan masuk.


**


Syifa sedang anteng antengnya duduk dengan anaknya Nabil, diluar rumah agar anaknya terkena sinar matahari pagi. Andre yang baru bangun segera memeluk istrinya dari belakang sambil menatap anaknya yang mengeliat.


"Anak papah yang ganteng lagi apa ini. lagi apa "


"Paman kenapa langsung kesini harusnya paman mandi dulu dan bersiap siap bekerja "


"Paman akan cuti saja, paman ingin bermain dengan Nabil "


"Tapi nanti pekerjaan paman makin banyak bagaimana, kan nanti masih ada waktunya sore hari "


"Tapi kamu gak apa apa kan ditinggalkan oleh paman "

__ADS_1


"Iya kan ada bibi paman, jadi paman bisa tenang, ayo masuk paman akan aku bantu bersiap "


Andre dengan senang segera melepaskan pelukannya dan mengambil alih Nabil lalu masuk kedalam rumah, saat bertemu dengan bi Nia, Andre langsung memberikannya "saya titip dulu sebentar ya bi "


"Iya tuan siap, untuk sarapan sudah saya hidangkan "


"Terimakasih bi " ucap Syifa dengan ramah.


Andre yang sudah masuk kedalam kamar mandi segera melaksanakan rutiniatasnya, sedangkan Syifa menyiapkan pakaian kerja suaminya.


Tak lama kemudian Andre keluar dan menghampiri istrinya, Syifa segera memberikan pakaian dalam suaminya, memakaikan kemeja, jas dan terakhir memakaikan dasi, dan tentu tak lupa sudah memakai celana tadi sendiri.


"Sudah sekarang paman sarapan dulu ya "


"Iya sayang ayo "


**


Milla keluar dari dalam kamar dan langsung berjalan kearah mobil diikuti oleh Naura yang wajahnya sudah sangat khawatir, "kenapa dengan mu "


"Mah sepertinya Naura telat "


"Terus "


"Nanti Naura dihukum mah "


"Gak akan kamu masih tk, udah gak usah takut, jalan pak "


"Baik nyonya "


"Apakah mamah mau membantuku untuk berbicara "


"Tidak kau masuk saja sendiri, mamah ada urusan "


"Tapi mah Naura takut. takut nanti dimarahi "


"Cepat jangan manja Naura, ayo cepat turun "


Naura akhirnya pasrah saja dia turun dan pergi begitu, saja, gimana nanti saja semoga saja tak dimarahi kan.


"Sekarang mau kemana nyonya "


"Rumah Andre, kau tau kan rumah itu"


"Ya saya tau nyonya "


"Antarkan aku kesana "


"Baik nyonya "


**

__ADS_1


"Kamu hati-hati ya di rumah kalau ada apa-apa telepon paman, jaga Nabil dengan benar kalau masih ada yang belum bisa tanya sama bi Nia "


"Iya paman, pasti aku akan melakukannya, paman hati hati ya "


"Iya sayang paman pergi ya "


Syifa mengangguk dan melambaikan tangannya setelah melihat sang suami pergi, Syifa masuk dan menutup pintu, baru juga mau melangkah masuk kedalam kamar Nabil ada yang mengetuk pintu.


Namun bi Nia memberhentikan langkah Syifa "sudah nyonya biar saya saja "


"Baik lah bi"


Bi Nia segera membuka pintu "anda mencari siapa bu "


Orang itu berbalik dan membuka kacamatanya "Aku mencari Syifa, "


Perempuan itu langsung masuk dan duduk begitu saja "buatkan aku minum, jus apel tanpa gula "


"Saya panggilkan dulu nyonya Syifa "


Bi Nia masuk kedalam kamar dan membuat Syifa kaget "kenapa bi "


"Ada tamu diluar yang pengen ketemu sama nyonya "


"Siapa bi "


"Gak tau nyonya perempuan main nyelonong aja masuk "


"Yaudah makasih bi "


"Iya nyonya, saya permisi dulu mau buat minum "


Syifa keluar dan melihat siapa yang datang ternyata Milla lagi Milla lagi.


"Ada perlu apa kau kemari "


"Tenang Syifa duduk dulu jangan marah-marah dong, aku ini tamu kamu harusnya sopan sama aku "


"Aku rasa aku tidak perlu sopan denganmu Ada perlu apa kau ke rumahku. Apakah ada sesuatu yang penting sampai-sampai kau harus datang kemari saat suamiku tidak ada"


"Benar ada sesuatu yang harus aku katakan denganmu maka duduklah jangan takut aku tidak akan mencakar mu atau melukaimu kok jangan takut"


Syifa masih berdiri dan tak mau mendengar perintah dari Milla "Sudah bicara saja aku tidak mau duduk denganmu jadi lebih baik segeralah bicara"


" Aku hanya ingin tahu saja keadaan dirimu dan juga anak orang lain itu, apakah sudah baik-baik saja, yang aku tahu anakmu kan lahir prematur apakah masih hidup atau sekarat"


"Apa perlu aku berbicara padamu , kau bisa lihat sendiri kan aku sehat dan aku tidak sama sekali sedang kehilangan. Jadi kalau bicara jangan asal bicara saja kalau kau kemari hanya untuk menghina ku atau berbicara yang tidak penting lebih baik kau pergi saja"


"Kau tau itu penting sekali, aku berdoa semoga anak mu bersama orang lain itu lekas mati ya " sambil tersenyum senang.


Bi Nia yang akan menyimpan minumannya direbut oleh Syifa, Syifa menyiramkan jus itu kewajah Milla "aww Syifa kau gila "

__ADS_1


"Kau yang gila karena telah berani menyumpahi anaku, semoga saja apa yang kau bicarakan terjadi padamu, tapi bukan anak mu yang mati kelak tapi dirimu "


__ADS_2