Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Curhat curhatan deh


__ADS_3

Setelah tapi beres memandikan sang anak Zeline langsung kekebun bunganya yang dirusak oleh Airin, dia melihat bunga hampir semuanya rusak.


"Aku harus membereskan dari yang mana dulu ya semuanya hancur, tak ada yang bisa aku selamatkan, "


"Sudahlah aku rapihkan saja "


Zeline segera membenarkan kerusakan itu dan terus saja fokus namun dirinya teralihkan dengan mobil yang baru datang, ternyata itu adalah istrinya Tora yang baru pulang, dia membawa dede bayi.


Zeline kembali fokus kembali mengunting tanamannya dan tak menghiraukan Airin yang terus saja menatapnya, Tora segera membawa Airin masuk dengan barang barang yang dia bawa.


Tora menyimpan dede bayinya dn membantu Airin duduk dan menyimpan semua barang barangnya.


"Tora "


"Hemm "


"Nyonya marah banget ya sama aku , terus aku harus gimana cara minta maaf sama dia gimana"


"Aku juga gak tahu pikiran aja sama kamu, siapa yang buat ulah ya itu yang harus bertanggung jawab, kamu sendiri kan yang salah kenapa tiba-tiba gunting-gunting semua bunga-bunganya, itu tuh mahal kamu tuh gimana sih sampai bisa gunting-gunting aja, boleh marah sama orang tapi gak usah dong rusak barang orang lain dan kamu juga gak boleh saat dia ngasih makanan tapi kamu tumpahin ke tubuhnya. Apa itu sopan itu ajaran dari ibu kamu ya"


Airin menghembuskan nafasnya " aku tuh minta solusi sama kamu. Bukannya kamu malah marah-marah lagi sama aku, aku tahu aku salah aku terlalu emosi karena aku kesal aku marah Ibu aku diusir dari rumah ini"


"Kan yang usirnya nyonya besar keenapa jadi marah sama Nyonya. Kenapa jadi marah sama istrinya tuan kenapa. Harusnya kamu marah sama nyonya besar dong bukannya milih rontokin semua tanaman nyonya dan tumpahin makanan yang dia kasih, dia itu capek-capek lho masak buat kamu hanya buat kamu ngasih tapi kamu enggak harganya sedikit pun, apa yang dia beri untung kamu bisa dapat orang yang baik sama kamu perhatian kayak gitu sekarang tuh susah cari temen cari orang yang baik"

__ADS_1


"Ya aku tau salah, aku memang salah "


"Kenapa baru merasa bersalah sekarang semuanya kenapa baru sekarang kamu merasa bersalah, kenapa gak dari awal kamu pikir-pikir dulu itu kedepannya akan seperti apa, apa kah akan baik apakan buruk, kamu diciptakan punya otak untuk dipakai bukannya disimpan dan malah jadi berdebu, bukannya mau jadi orang sukses ya, tapi dipegaruhi sedikit aja udah langsung kebawa bawa "


Airin sama sekali tidak menjawab, percuma menjawab apa yang dikatakan suaminya, karena pada akhirnya dirinya saja yang akan disalahkan.


Tak akan ada solusi yang diberikan oleh suaminya, hanya membuat suasana makin panas dan makin menyalah nyalahkan dirinya.


Memang dirinya salah tapi setidaknya bisa tidak memberikan solusi agar dirinya bisa meminta maaf dengannya, agar semuanya clear dan tidak ada permusuhan seperti ini.


Memang dirinya salah setelah mengikuti apa kata-kata ibunya, tapi kan dia juga kesal. Bagaimana kalau kalian melihat ibu kalian diusir seperti itu, apa kalian akan diam saja atau melakukan apa yang seperti aku lakukan pada nyonya.


**


"Apakah aku terlihat seperti anak kecil ya marah pada Airin. seperti itu tapi bagaimana lagi kalau aku tidak seperti ini yang ada Airin akan semena-mena pada orang lain juga, bukan padaku saja nantinya dia pasti akan lebih parah lagi kalau dibiarkan"


"Tapi aku kasihan juga sama dia, karena gak ada yang bantuin dia kan, baru aja lahiran masa didiemin aja dan Tora juga kan gak akan pernah bisa mungkin urus dia 24 jam, dia juga harus kerjakan di sini , gimana sih aku jadi pusing sendiri deh aku harus bantu atau diam aja biarin dia kerja sendiri urus anaknya sendiri "


Zeline yang pusing menyenderkan tubuhnya, dirunya harus memikirkan semuanya dengan matang, takutnya dirinya malah ditolak lagi kayak tadi, engga deh malu kan makan yang dirinya buat di buang kearah dirinya, itu sakit hati dan mengesalkan sekali.


"Kak, kakak kenapa "


"Ehh Syifa "

__ADS_1


"Kakak kenapaa "


"Gak kakak lagi pusing aja, ini kakak mau cerita sama kamu, dan menurut kamu kakak harus gimana, kamu tahu kan isterinya Tora , dia sudah melahirkan sekarang sedangakan kita lagi ada konflik, ya konflik nya kecil cuman gara-gara hal sepele, tapi itu tuh buat aku sakit hati banget tau gak sih Syif , aku masak buat dia aku tahu dia lagi hamil dan gak mungkin dia akan masak, makanya aku kasih sama dia aku datang dia malah marah-marah maki-maki aku dan tumpahin makanan itu ke baju aku, terus harus gimana tuh "


"Kok berani banget ya dia Kak, sampai lakuin itu sama kakak dia itu kenapa sih , dia itu ikut suaminya kok gitu sih sifatnya jelek. Kalau menurut aku sih ya kak Kakak jangan terlalu baik dan maafin apa kesalahan dia, kalau kakak terlalu gampang maafin kesalahan dia yang ada dia akan makin semena mena dan kembali melakukan apa yang telah dia lakukan "


"Mending kakak coba diemin aja dulu dia sampai benar-benar Kakak gak marah lagi sama dia, biarin aja dia berusaha buat minta maaf sama kakak emang kakak boleh maafin dia tapi kan kalau segampang itu maafin ya yang ada malah keenakan dan akan lakuin kesalahan yang sama lagi " jelas Syifa dengan panjang lebar.


Zeline menganggukan kepalanya dan langsung menatap kembali kearah Syifa.


"Hemm bener juga yah sebenarnya sih kakak emang udah maafin, tapi kakak masih kesel aja dengan kelakuan dia emang memaafkan itu gampang, tapi melupakannya itu loh yang susah baru seumur-umur kakak digituin loh sama orang Kakak gk pernah lo di kayak gituin sama temen kakak atau sama orang tua kakak gak pernah"


"Nah itu kak, bener banget lupainnya yang susah, jadi udahlah kak diamin dilu aja dia biar mikir, enak aja dia lakuin kayak gitu, harusnya kan gak boleh kayak gitu "


"Iya bener, Ini nambil makin ganteng aja sih, ganteng banget sih "


"Hehehe iya nih kak "


"Ehh ada dede Nabil "


Lucas langsunf berlari kearah mamihnya dan bermain dengan Nabil, yang masih belum bisa apa apa, hanya baru bisa duduk.


Akhrinya para ibu ibu menjaga anaknya dan tak jadi ngerumpi lagi, hanya membahas tentang perkembangan anak masing masing saja.

__ADS_1


__ADS_2