Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Terlalu marah


__ADS_3

Andre sudah ada didepan rumah Milla dia mengetuk pintunya dan tak lama kemudian pintu terbuka dan menampakan Milla "siapa " saat Milla mendongak alangkah kagetnya dirinya saat melihat Andre ada dihadapannya.


"Andreeee kamu kesini "


Saat Milla akan memeluknya Andre langsung menghindar dan membuat Milla terjatuh "isss Andre kamu nyebelin banget sih kenapa gak tangkap aku sih, kenapa kamu malah biarin aku jatuh gitu aja, gak suka deh sama kamu yang kaya gini "


"Suka sukain aja "


Milla langsung berdiri dan menatap Andre "kau yang telah menyuruh seseorang untuk melemparkan batu pada anak dan istrku kan, aku pasti yang sudah melakukannya, aku tau kau begitu membenci istriku tapi jangan gitu juga dong Mill, kamu udah sangat keterlaluan banget tau, aku gak bisa maafin kamu untuk yang satu ini "


"Tunggu dulu, kamu ini sebenernya kenapa sih, ada apa sih sama kamu tiba tiba nuduh aku kaya gitu, aku jelas jelas dari tadi ada dirumah "


"Kamu kan yang udah celakain Syifa dan buat dia terluka, kamu kan yang menyuruh orang untuk nenyerang Syifa, iya kau ada dirumah tapi kau menyuruh seseorang untuk menghabisi istriku, benar begitu "


"Apaan sih kamu, aku gak tau ya tentang istri kamu yang diserang atau apalah, aku gak tau, aku kira kamu kesini mau jemput aku buat jalan jalan, ternyata malah nanya hal yang gak penting sama aku "


"Kamu bilang gak penting itu tentu saja penting untuk ku, Syifa adalah istriku, jadi dia sangat pentiny sekali untuk ku, jujurlah kau kan yang sebenarnya melakukan itu, ayo cepat jujur "


"Aku sudah jujur aku tak melakukan apa apa, jadi apa lagi yang harus aku katakan padamu, aku jujur tak menyuruh orang untuk melukai Syifa dan juga anak orang lain itu, kalau aku mau aku akan melukainnya sendiri aku yang akan membunuh Syifa kalau perlu tapi aku tak ada niatan kesana jadi untuk apa "


"Jaga ucapan mu ya Milla, kau berani sekali menyebut anak ku anak orang lain, kenapa kau begitu tak percaya kalau aku adalah ayahnya, kau akan menyebarkan rumor pada orang lain dan menjelek jelekan istriku, sekali lagi kau mengatakan anak yang dikandung istriku bukan anak ku, akan aku hancurkan hidup mu itu "


"Memang kenyataannya begitu kan, memang benar kalau anak yang dikandung Syifa itu bukan anak kamu Andre, kamu hanya mengantikan saja kan, aku tau cerita yang sebenarnya jadi jangan membohongi ku, aku tau semuanya kau camkan itu "


"Oh ya kau tau semuanya, maka jangan ganggu aku lagi, aku tak sudi mempunyai teman seperti mu, lebih baik kau enyah pergi dari hidupku dan jangan ganggu rumah tanggaku lagi, awas saja sampai aku melihat batang hidung mu lagi aku akan mengusir mu, kau jangan sampai berani menginkan kembali kakimu dirumah ku "


"Ada apa ini bising bising didepan rumah ku, ada masalah apa, dan kenapa kau memarahi istriku, eh aku seperti mengenal mu bukannya kau adalah Andre yang selalu istriku kejar-kejar kan ada apa kau kemari .Apakah kau selingkuh sekarang dengan dia dan tergoda olehnya makannya datang kemari "


"Tolong bapak jaga ucapan Bapak, saya sama sekali tidak sedang berselingkuh dengan Mila, malahan saya ke sini sedang menegurnya. Karena dia sudah berani-beraninya meneror istri saya makanya saya kemari dan ingin mempertanyakan apa alasannya dia melakukan itu terus-menerus pada istri saya, seharusnya Bapak bisa menjaga istri bapak dengan benar dan jangan membiarkan dia berkeluyuran seperti ini. Saya tidak suka dengan tindakan yang seperti itu "


"Apa yang istri saya lakukan tidak mungkin kan kau datang ke sini karena hanya ingin membahas itu saja, kamu pasti sudah berhubungan kan dengan istriku ini kalian sudah selingkuh kan di belakangku dan kau juga sudah selingkuh dari istrimu jangan membohongiku, aku tidak suka "


"Aku tidak akan pernah menghianati istriku .Jadi kau bicara jangan kemana saja aku ke sini hanya ingin berbicara denganmu baik-baik tapi ternyata tanggapannya seperti ini , kau malah menyangka aku selingkuh dengan istrimu, tanya pada istrimu siapa yang sebenarnya mengejar-ngejar itu, kau tahu sendiri kan kalau istrimu yang ngebet pada ku bukan aku, aku sampai kapanpun tidak akan tergoda oleh Milla maka kau tenang saja dan aku ingin kau selalu jaga dia dan jangan membuat ulah terus-menerus. Didik dia menjadi istri yang baik bukannya membiarkan dia mengejar laki-laki lain, apakah kau punya otak jaga diam, kalau kau memang mencintai dia maka kau akan melarangnya mengejarku"


"Aku melakukan itu karena aku cinta padanya makanya aku membiarkan dia mengejarmu demi anakku supaya dia perhatian pada Naura, kalau tidak seperti itu dia tidak akan sama sekali perhatian pada anaknya ,aku melakukan itu pun karena terpaksa karena aku ingin Naura merasakan kasih sayang ibunya, jadi apakah kamu mengerti tuan, Lebih baik kau masuk terlebih dahulu malu jika dilihat oleh tetangga berkelahi di depan seperti ini "

__ADS_1


" Baiklah aku akan masuk ke dalam rumahmu, tapi kau jaga istrimu jangan sampai dia mendekatiku"


Milla langsung memegang tangan Andre namun Andre langsung menolaknya dan masuk terlebih dahulu meninggalkan Mila, Andre segera duduk dan berhadap-hadapan dengan Ibrahim suaminya Mila.


"Mila cepatlah buatkan minum untuk tamu kita jangan lama "


"Baiklah dengan senang hati aku akan membuatkannya karena ini untuk Andre " setelah Mila pergi Andre langsung menatap ke arah Ibrahim


"Apakah selama ini Milla selalu bersikap seperti ini padamu, apakah dia tak memikirkan perasaan mu"


"Ya dari awal kami menikah dia memang seperti itu, tak pernah menganggap aku ada bahkan untuk menganggap anaknya sendiri sulit, aku harus membuat perjanjian dulu dengannya kalau aku mau anakku diperhatikan olehnya maka aku harus membebaskan dia untuk mengejarmu, padahal Naura adalah anak kandungnya sendiri anak yang dilahirkan olehnya sendiri. Tapi dia bisa seperti itu, dia tak menganggap Naura anaknya dan membiarkan Naura sendirian kemana-mana dan hanya akulah yang selalu mengantar anakku. Sebenarnya aku sudah lelah dengan hubungan ini tapi aku tidak mungkin melepaskannya begitu saja karena ada Naura yang membutuhkannya "


"Baiklah aku hanya ingin mengatakan itu untuk kau selalu menjaga dia agar tak keluyuran terus dan mengganggu Rumah tanggaku, sungguh itu sangat mengganggu sekali aku lelah jika harus diganggu setiap hari di kantor dengan dia yang datang terus-menerus dan nanti orang kantor pasti akan membicarakan kami dan berpikiran yang tidak tidak, dan istriku nanti akan terpengaruh dan marah padaku, aku tidak mau sampai ada pertengkaran diantara kami, karena masalah sepele ini, jadi tolong aku minta kau lebih memperhatikan dia, lebih mengontrol sikapnya agar tak seperti ini terus-menerus aku yang lelah dikejar-kejar oleh dia sungguh aku merasa terganggu sekali pak"


"Baiklah aku akan mencoba untuk merubah sikapnya mohon maaf atas kelakuan Istriku yang begitu agresif padamu. Aku sungguh tak menyangka kalau dia setiap hari selalu mendatangimu, karena aku memang terlalu fokus bekerja dan aku pun kalau di rumah selalu bertengkar dengannya. Jadi untuk apa aku ada di rumah kalau pada akhirnya hanya bertengkar saja "


"Baiklah aku pulang terlebih dahulu ya, aku rasa sudah cukup pembicaraan kita, karena aku tak mau membuat Milla lebih agresif lagi dihadapan mu, saat kau melihatnya pasti kau akan sangat sakit hati, jadi lebih baik aku pulang, aku tak mau kalian bertengkar"


"Baiklah apakah kau tidak akan minum dulu, atau melakukan apa gitu"


Setelah berpamitan Andre langsung pergi keluar dari rumah ini, rasanya sudah cukup semuanya, dan Milla juga sudah datang dan langsung celingak celinguk mencari keberadaan Andre namun tak ada.


"Di mana Andre kenapa Andre tidak ada ke mana dia, aku sudah membuatkan kopi spesial untuknya tapi kenapa dia tak ada. Apakah kamu mengusirnya Ibrahim. Apakah kau setega itu mengusir dia, ini kunjungan pertamanya kenapa kau lakukan itu, kenapa kau sungguh jahat Ibrahim aku tak suka ya kau berbuat seperti itu"


"Aku sama sekali tidak mengusirnya dia ingin pulang karena istrinya sudah menunggu di rumah, kau sudahi semuanya kau jangan mengganggu rumah tangga dia, kau juga sudah punya rumah tangga sendiri jadi jalani yang ada, jangan mengganggu rumah tangga orang lain, aku malu mendengar dia berkata seperti itu kalau kau selalu mendatanginya ke kantor setiap hari , lalu denganku kau sama sekali tak pernah mengunjungiku atau memberikanku makanan hanya untuk sekedar menengoku saja tak ada , tapi kau begitu perhatian dengan laki-laki lain apakah kau tak malu melakukan itu, dimana urat malu mu dimana hah "


"Aku sama sekali tidak malu sebelum orang yang aku targetkan menjadi milikku, aku tidak akan menyerah. Jadi kau kan sudah menyetujui semuanya tentang aku yang akan selalu perhatian pada Naura dan aku akan tetap bebas mengejar Andre sampai kapanpun, kau jangan mengingkarinya atau aku tidak akan pernah menyayangi anakmu lagi, aku tidak akan mau mengantar dia ke sekolah ataupun melakukan hal-hal lainnya hal-hal konyol yang dilakukan oleh anakmu "


"Baiklah jika itu tidak membuatmu jera dan tak mau diam di rumah dan ingin terus-menerus mengejar Andre kau jangan sedih jika wajahmu aku rusak"


Tanpa diduga-duga Ibrahim langsung mengambil kopi itu dan menyiramkannya ke wajah Mila" Apa yang kau lakukan ini panas sekali ya ampun wajahku Ibrahim apakah kau gila sudah menyiramkan kopi ini pada wajahku panas panas sekali, ahhh panasnnya "


Mila langsung berlari ke arah kamar mandi dan membasuh wajahnya dengan air dingin saat dia mengaca wajahnya ada yang melepuh dengan kesal Mila langsung menghampiri suaminya dan memukul-mukul dadanya.


"Kau jahat kau merusak wajahku apakah kau gila ini bagaimana dengan wajahku "

__ADS_1


"Ini jalan satu-satunya agar kau diam di rumah dan tak mengejar suami orang lain .Diamlah di sini dan aku tidak akan memberikan uang sepeser pun untuk kau membenarkan wajahmu ini jadi diamlah di sini dan jangan banyak bicara"


Namun bukannya Milla kalau tak melawan dia menarik pakaian suaminya yang akan pergi, lalu mencekik leher suaminya "kau sudah sangat keterlaluan kau gila "


Dengan sekali dorong Milla langsung tersungku, Ibrahim yang sudah terlanjur marah menarik tangan istrinya dan memukulnya mengunakan tangan kosong.


Menamparnya bahkan sampai menendangnya "kau sudah sangat keterlaluan dan kau sudah sangat menbuatku marah, aku sudah muah bug ," Ibarahim menonjok Milla.


Kembali dia menendangnya, Milla sudah berdarah darah karena tonjokan suaminya yang mengenai pipinya dan membuat giginya copot, wajahnya yang pelepuh juga sudah mengeluarkan darah karena sudah di tampar beberapa kali.


"Aku muak dengan mu Milla lebih baik kau mati saja, dari pada kau hidup tapi menyusahkan ku, "


Saat Ibrahim akan memukul Milla dengan kursi tiba tiba saja "ayahhh apa yang ayah lakukan pada mamah "


Naura segera memeluk mamahnya sambil menangis Ibrahim menyimpan kursinya dan duduk disana menatap istrinya yang sudah tak berdaya, dan juga darah yang mengucur banyak.


"Ayahh tolong mamah, ayahh jangan diam saja, jangan seperti ini, ayah jangan jahat pada mamah, bawa mamah kerumah sakit"


"Naura biarkan dia mati jangan menghiraukan perempuan itu, dia tidak baik dia sama sekali tak menyayangimu dan dia tidak mengurusmu sama sekali. Lebih baik kau menjauh dan biarkan Ayah membunuhnya jangan kau membelanya terus-menerus, dia bukan perempuan yang pantas dijadikan ibu dan kau tak pantas memanggilnya mamah. Awas jangan halangi ayah"


"Tidak Ayah jangan lakukan itu jangan ayah jangan memukul Mamah lagi Kasihan mamah lihat ayah sadarlah jangan gegabah ayah "


Namun lagi lagi Ibrahim tak mendengarkan ucapan anaknya dia langsung pergi begitu saja meninggalkan Milla dan anaknya begitu saja "ayahhh ayahhh jangan pergi"


Naura segera bangkit dan menelfon kakeknya untung saja ayahnya sudah mengajarkannya " Halo Kakek apakah Kakek bisa ke rumah tolong Mamah. Mamah di sini berdarah-darah tolong bawa Mamah ke rumah sakit tolong kakek tolong"


"Kenapa dengan ibumu mana ayahmu apa yang terjadi di rumah"


"Ayah pergi dan meninggalkan mamah begitu saja, mamah sudah sangat tidak kuat, tolong kami kakek tolong lah, jangan seperti ayah yang pergi begitu saja tolong kakek "


"Baiklah kakek akan kesana kakek akan membawa ibumu kerumah sakit tunggu sebentar ya "


"Iya kakek iya aku tunggu kakek "


Kembali lagi Naura kembali lari ke arah Ibunya dan mengguncang-guncang tubuh Milla dengan keras "Ibu jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan mamah jangan pergi, Naura tidak mau ditinggalkan oleh Mama ,Mama bangun jangan begini aku tak bisa hidup tanpa mamah, mamah bangun mamah jangan tinggalkan aku mamah, "

__ADS_1


Naura kecil mengusur tubuh mamahnya keluar rumah untuk meminta tolong mengusurnya dengan perlahan, namun tak sampai sampai juga kedepan pintu


__ADS_2