
Liam setelah pergi mengantarkan anak dan istrinya, dia pergi ketempat dimana Gavin di sekap, dirinya harus selalu mengecek setiap hari karena apa, banyak orang yang berkemah sekitar sana dan pastinya akan membahayakan untuknya.
Liam setelah sampai segera turun dari mobil dereknya dan saat dirinya akan masuk kedalam gedung benar saja ada 2 orang laki laki yang ingin masuk kedalam sana.
"Siapa kalian "
Mereka berdua segera berbalik dan melihat kearah Liam dengan sidis "kau siapa datang datang mengagetkan ku " ucap salah satu laki laki itu.
"Aku siapa, aku pemilih dari gedung ini, ada apa kalian ingin membobol kuncinya gerbang ini, ada apa emangnya ada yang mengizinkan kalian untuk membobolnya"
"Ya karena kamu tidak tau, kalau ini punya mu, kami hanya ingin mencari tempat berteduh begitu tuan "
"Ohh begitu ya, kenapa kalian tak membangun tenda saja, kalian kesini akan berkemahkan "
"Iya "
"Baiklah pergi dari tempat ku "
"Sombong sekali hanya karena mempunyai gedung seperti ini"
Mereka langsung saja pergi berbeda dengan Liam dia menatap kedua laki laki itu, lalu tersenyum misterius dan langsung membuka kuncinya.
Setelah masuk Liam langsung menguncinya kembali dan masuk kedalam gedung itu berjalan kearah ruangan Gavin dan saat Liam masuk dia melihat Gavin yang masih setia memeluk perempuan itu.
Dengan senang Liam tertawa terbahak bahak, " akhirnya tanpa melukaimu aku bisa membuatmu seperti ini , bagaimana kabar mu Gavin "
Gavin langsung merangsut menjauh dan menatap Liam dengan ketakutan tiba tiba saja dia berbicara pada perempuan yag ada di pangkuannya "itu orangnya, itu orangnya, laki laki itu "
Liam kembali tertawa dan berjongkok menatap Gavin "ternyata kau sekarang mulai berbicara dengan mayat bagaimana apakah menyenangkan ada temannya "
"Ya menyenangkan "
"Baguslah kalau menyenangkan, apakah kau mau aku carikan teman lagi "
__ADS_1
Gavin mengerutkan dahinya, lalu melihat kearah perempuan itu dan kembali menatap Liam "jadi bagaimana " tanya Liam
"Baiklah "
"Ok tunggu aku disini "
Liam langsung masuk keruangan sebelah, dia membuka pakaian kantornya dan mengantinya dengan kaos warna hitan dan celana hitam tak lupa memakai masker hitam juga, membewa palu besar dan juga pisau.
Liam langsung keluar kembali tanpa menghiraukan Gavin yang sedang berbicara dengan perempuan itu, perempuan mati itu, biarkan sajalah.
"Lihatkan kau , itulah dia kita harus kabur dari laki-laki itu tapi bagaimana caranya. Apakah kau tahu caranya jangan diam saja jawab aku , aku butuh jawaban darimu aku butuh jawaban bukan hanya kau melotot saja padaku "
Namun lagi lagi tak ada jawaban, Gavin memeluk kembali perempuan itu dan mencium keningnya, dirinya kembali tak memikirkan lagi apa pun itu.
**
Sedangkan Liam dia berjalan mencari dimana 2 anak tadi berkemah dirinya ingin tau dimana itu, namun saat Liam melihat kesebuah danau ada yang sedang berenang, berdua laki laki dan perempuan.
Liam mengintipnya dan melihat mereka bermesraan disana "ternyata ada perempuannya, baik lah akan lebih mudah "
"Ayo kita pergi saja keperkemahan sepertinya ada yang mengawasi kita, ayo kita pergi, cepat aku takut "
Namun sang lelaki malah memeluknya dan membuat perempun itu jatuh dipelukan laki laki itu.
Mereka malah kembali bermeseraan Liam yang mempunyai kesempatan segera menghampiri mereka berdua dengan sang perlahan, lalu menusuk punggung perempuan itu dan darahnya langsung mengucur pada sang lelaki, dia sampai berteriak dan kaget.
Namun sebelum laki laki itu membuat ulah, Liam langsung meremukan kepala laki laki itu mengunakan palu yang dia bawa, sampai hancur tak tersisa.
Sedangkan sang perempuan masih sadar dan ingin melarikan diri dengan larinya yang sangat pelan, Liam langsung mengejarnya dan tertangkap juga, lalu setelah perempuan itu terjatuh Liam langsung mematahkan kakiknya "akhhh apa salah ku, kenapa kau tiba tiba ingin membunuh kami "
"Memangnya harus ada alasan ya "
"Kamu tak punya salah dengan mu, apa salah kami "
__ADS_1
"Shuttt berisik aku tak suka suaramu "
Liam langsung mengambil pisau yang masih menacap dan menancapkannya kembali keperutnya dan juga kearah jantungnya.
Setelah melihat perempuan itu sekarat Liam langsung membawannya, membopongnya dan menarik kaki laki laki yang sudah mati tadi.
"Kalian ini ya hanya merepotkan saja ya "
Liam kembali menarik mereka dan masuk kedalam gedung, dengan susah payah Liam menarik mereka kelantai dua dan setelah sampai langsung melemparkan perempuan yang dirinya bopong, dan Gavin langsung mengalihkan pandangannya pada Liam.
"Kau masih hidup ya "
Perempuan itu ternyata kuat sekali ya, sudah Liam tusuk beberapa kali namun masih bernafas namun lemah sekali.
Liam menyobekan celanya lalu menyisit paha perempuan itu dengan sangat tipis dan menyimpannya disebuah daun besar, sedangkan perempuan itu hanya menangis saja tak bisa melakukan apa apa.
Liam membawa daging itu dan memberikannya pada Gavin dan Gavin langsung menerimanya dan memakannya dengan lahap "bagus anak yang baik, bagus aku suka dengan mu yang seperti ini, aku suka pertahankan ya Gavin jangan berubah kembali seperti dulu ya "
Namun Gavin tak menjawab dia hanya lahap memakan daging itu dan sesekali menyuapi perempuan yang ada dipangkuannya.
Setelah itu Liam kembali lagi dan memotong motong bagian tubuh yang lainnya dan menyimpannya kembali didalam daun besar yang baru, bahkan sangat banyak dirinya mengambil daging perempuan itu.
Setelah yakin ini cukup, Liam langsung memberikannya lagi pada Gavin, "apakah kau masih mau, dan masih ingin lebih banyak lagi aku memberi mu makan "
Gavin mengangguk saja dan kembali memakan , makanannya, tak menghiraukan Liam yang menatapnya.
Liam langsuny saja membunub perempuan itu mengunakan pedannya, Liam membuat kepala perempuan itu mengelinding dan membiarkannya begitu saja.
Lalu Liam kembali keluar dia akan mencari lebih banyak lagi, bahkan sangat banyak sekali sampai sampai dirinya puas dengan apa yang dirinya lakukan.
Ternyata tak sia sia membeli gudang ini, membeli tempat itu, ternyata sangat menguntungkan sekali untuknya, ini sangat menyenangkan sekali dan dirinya setelah membunuh selau meminta maaf pada sang istri, karena telah mengingkari janjinya
Namun bagaimana makin lama dia menahan ini semua makin lama juga dirinya tak bisa menahannya, makanya dirinya melakukan ini lagi saat ada Gavin yang mengganggu istrinya itu adalah sebuah kesempatannya untuk membunuh lebih banyak lagi orang dan memuaskan hasrat membunuhnya.
__ADS_1
Namun dirinya tak akan membunuh Gavin dirinya akan menyiksa Gavin secara mental dan membuat dirinya yang akan melakukannya sendiri, melakukan bunuh diri dan lelah dengan kehidupan yang dirinya jalani.