
Asa segera mematikan telfonya pas juga dengan mereka sampai didepan rumah Zeline. Asa tanpa kata segera turun tanpa menghiraukan Andre yang cengo melihatnya. Asa segera mengikuti paman dan bibinya masuk kedalam rumah.
Andre segera membalikan badannya dan melihat Syifa yang juga menatapnya "kenapa sama kak Asa paman, dia marah-marah terus pergi gitu aja. Apa dia punya masalah yang besar banget paman"
"Gak tau aku juga anak kecil Asa punya masalah apa. Apa mungkin itu pacarnya ya anak kecil. Kok paman jadi gak enak hati ya "
"Yaelah gak enak hati segala. paman tuh udah tua sadar diri lah, biarlah berarti aku tenang kalau kak Asa sudah mempunyai pacar "
"Iya kamu tenang sedangkan aku galau patah hati, udah-udah sana pulang. Udah malem harusnya anak kecil kaya kamu jam segini udah tidur sambil peluk guling"
"Dasar paman tua bisannya cuman marah-marah aja, cepet mati nanti. Rasain gak bisa ngerasain gimana punya istri" setelah mengatakan itu segera Syifa keluar dan membanting pintunya cukup keras.
Sampai-sampai Andre mengusap dadanya"sabar sabar Andre dia anak kecil yang kurang ajar sabar saja " setelah menyabari dirinya sendiri segera Andre melajukan mobilnya untuk masuk kedalam garasi rumahnya.
Sudah terparkir sempurna segera Andre masuk untuk segera bersiap menyambut hari esok yang pastinya akan menyenangkan karena sudah ada pujaan hatinya disini.
__ADS_1
**
Sedangkan dirumah Yuda. Ayah Yuda sedang membujuk anaknya untuk membuka pintunya.
"Yuda cepat buka jangan seperti ini ayah tak mau terjadi sesuatu kembali padamu. Ayo nak jangan membuat ayah khawatir"
"Tidak ayah, biarkan aku sendiri aku akan membuka pintu jika Asa pulang "
"Jangan lakukan itu nak, ayo buka jangan membuat ayah khawatir seperti ini "
"Jangan seperti ini nak, kamu ini laki-laki harus bangkit, apa masalah mu dengan Asa "
"Dia adalah kakaknya Zeline, dia ingin balas dendam pada ku yah, aku tau itu pantas Asa lakukan padaku karena aku telah melukai adiknya. Seharusnya aku dipenjara tak berkeliaran seperti ini "
"Jagan berbicara seperti itu, tuan Liam sudah baik memafkanmu jadi sekarang kamu harus berjuang buat diri kamu dan langsung memohon maaf pada Zeline dan Asa. Kamu jangan menyerah. Jika memang kamu mencintai Asa dan tak mau kehilangan sosok Asa yang selama ini merawatmu baik pula pada ayah kejarlah cintanya. Hilangkan rasa benci itu menjadi rasa cinta padamu. Kamu jangan menyerah ini adalah salah satu ujian untukmu. Jika Asa jodohmu pasti allah akan mempermudah semuanya "
__ADS_1
"Lalu sekarang harus bagaimana ayah, dengan kondisiku yang lumpuh seperti ini "
"Sekarang kau fokus untuk menyembuhkan dahulu sakit mu ini, setelah kau benar-benar sehat susulah Asa dimana pun dia berada. Ayah akan selalu mendukungmu. Tapi kau jangan sampai melakukan hal yang sama seperti kepada Zeline, ayah gak mau sampai hal itu terulang lagi. Berjuanglah secara sehat jangan gegabah "
"Baik ayah, aku sekarang akan berjuang lebih keras untuk sembuh, untuk mengejar cinta ku Asa dan membangakan ayah juga nantinya "
"Baikalah sekarang jangan sedih, kembalilah ceria seperti dulu, ayah akan antar kamu besok berobat, kita cek lagi kenapa kakimu sampai lama sembuhnya ya nak "
"Baik ayah, terimakasih yah sudah mau ada dalam hidup Yuda, mau menerima Yuda yanh seperti ini yang sering mengecewakan ayah dan membuat ulah namun ayah masih menerima Yuda dengan tangan yang terbuka "
"Itu adalah tugas ayah sebagai orang tuamu, sesalah salahnya dirimu ayah akan selalu menerimamu nak "
Yuda segera memeluk ayahnya dengan sangat erat, beruntung sekali dirinya menjadi anak ayahnya. Sangat beerterimakasih atas semua dukungan yang ayahnya berikan pada dirinya.
Jika tidak ada ayahnya mungkin saja dirinya sudah hancur berkeping-keping, luntang lantung dijalanan. Tak tau arah harus berjalan kemana.
__ADS_1