Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Tak biasannya


__ADS_3

Jo akhirnya memafkan kembali suaminya, entahlah dirinya akan sangat sulit sekali marah lama lama pada suaminya dan juga Syifa sama dia juga sufah saling memaafkan dengan sang suami Andre, karena mau bagaimana lagi itu pun kesalahannya.


Zeline juga sudah ada kembali dirumahnya, sudah kembali pada rutinitas awal lagi, diam dirumah dan mengurus anak, namun suaminya sekarang selalu saja pulang malam entah ada apa.


Dan Tora juga sama, entah apa yang mereka lakukan, dan sekarang Tora bersama sang suami selalu berbicara sembunyi sembunyi sudah hampir 8 bulanan lah mereka seperti itu.


Zeline tiba tiba terfikirkan untuk menyelidi sang suami dan apa yang disembunyikan olehnya dan juga Tora, sama dirinya juga ingin menyelidiki mereka, pasti ada yang disembunyikan oleh mereka berdua, dirinya sangat yakin.


Bahkan suaminya Liam, sampai lupa ulang tahun anaknya, sampai harus dirinya yang memberitahu ada apa sebenarnya ini, kenapa seperti ada sesuatu yang tak boleh dirinya tau, apa ini harus satu satu dirinya selidiki.


Dan untungnya aku sudah bisa menjalankan mobil sendiri, aku sudah belajar dan sudah berani juga melajukannya kejalan raya. Zeline tiba tiba saja teringat sesuatu kalau dirinya harus bertemu dengan Jovanka.


Dengan cepat Zeline mengambil tasnya dan pergi menaiki mobilnya untuk menemui sahabat tercintanya, untuk sang anak dia bersama bi Sari berdua dirumah, tapi tidak berdua juga ada kok penjaga yang lainnya.


Zeline akhirnya sampai ditempat dirinya dan Jo janjian, tapi sepertinya Jo tidak duduk sendirian "Jo "


"Eh Line sini duduk duduk "


Dengan ragu Zeline duduk dan berhadapan dengan seorang laki laki yang terus saja menatapnya.


"Eh iya kenalin ini Gavin, dia pengen banget kenalan sama kamu, tenang dia temen aku "


Gavin langsung menjabat tangan Zeline , saat tangan Zeline masih diatas meja, sungguh kaget kan dirinya.


"Kenalkan aku Gavin temannya Yuda dan juga Jovanka, dulu aku sangat ingin berkenalan dengan mu tapi aku ragu karena waktu itu Yuda sedang mengejarmu"


Zeline dengan lembut melepaskan tangannya dari gengaman Gavin, "Oh ya aku Zeline sahabatnya Jovanka "


"Iya baiklah bisakah kita berteman "


"Berteman ? "


"Ya berteman "


"Aku akan berbicara pada suamiku dulu "


"Apakah perlu berbicara pada suami mu kalau kita berteman "


"Ya tentu, karena aku tidak mau ada kesalah pahaman antara aku dan suamiku, dan kami juga sudah berjanji kalau ada apa apa harus saling memberitahu"


"Oh begitu ya, ternyata rumit ya jika ingin berteman dengan perempuan yang sudah bersuami, tapi tak apa aku tak akan mempermasalahkan itu "


"Ya baiklah, lalu apakah kau mengenal Syifa yang dulu berpacaran dengan Nabil, "


"Syifa istrinya kak Andre "


"Ya itu, kalian berteman baik "


"Tentu, memangnya ada apa dengan Syifa, apakah kau mengenalnya "


"Tidak aku hanya kenal saja dengan kakak nya Nabil, sungguh kasian sekali kakaknya ditinggalkan oleh semua keluarganya "


"Begitu ya, aku kurang tau, tapi yang pasti Syifa dan kak Andre sudah bahagia "


"Lalu bagaimana dengan anaknya Nabil apakah dia sudah besar" deg tiba tiba saja Zeline kaget, dia tau tentang Syifa yang hamil oleh Nabil, apa ada sangkut pautnya Gavin dengan peneroran itu.


"Anak Nabil ? yang aku tau itu anak kak Andre, "


"Begitu ya, baiklah baiklah aku mengerti, yasudah ayo makan kita makan makan, aku pesankan ya "


Gavin pergi memesan makanan dan Zeline langsung memegang tangan Jovanka "mencurigakan kenapa dia seperti itu, apakah ada sesuatu yang Gavin tau tentang Syifa dan Nabil dan juga tentang peneroran itu "

__ADS_1


"Aku juga tak menyangka Line kalau dia akan membahas itu, akan menanyakan tentang Syifa, dia dia kenapa bisa tau "


"Entahlah, oh ya Jo, bagaimana apakah Bulan dan juga Lia sudah ketemu "


"Belum sama sekali, sampai sekarang polisi tak menemukan mereka berdua, mereka hilang begitu saja, bahkan mobil Bulan juga tidak ketemu, dan Gavin yang mengantikan Bulan, sudahlah biarkan tak penting "


"Ya juga sih, aku sering melihat beritanya di tv, dan penasaran sebenarnya mereka berdua kemana, menghilang tanpa jejak sedikit pun, namun aku merasa mereka berdua di bunuh "


"Bisa jadi sih dibunuh, tapi dibunuh oleh siapa Line, siapa dalangnya "


"Hemm aku pun tak tau siapa dia, tapi yang pasti aku sangat menyayangkannya, kenapa harus dibunuh "


"Mungkin Bulan dibunu oleh istri istri suami yang dia goda deh "


"Dia pelakor "


"Gavi bilang gitu karena Bulan mantap pacar Gavin,dan Gavin bilang ternyata Bulan lebih tertarik sama suami orang, makanya dia tertarik banget sama pak dosen dan pingin merebutnya dari kamu, tapi syukur lah dia udah menghilang dari dunia ini"


"Iya bener juga ya gak ada gunannya, aku mau tanya sesuatu sama kamu "


"Apa "


"Kamu lihat yang aneh gak dari suami aku, maksud aku tuh gerak geriknya gitu "


"Emm pak dosen ya, aku rasa engga deh dia biasa biasa aja, emang kenapa "


"Dia sering banget pulang malem bahkan sampai jam 10, 11 malem baru pulang, dan kalau ditanya pastu lembur "


"Beneran setau aku, aku dan pak dosen selalu pulang sama kok, dia selalu pulang jam 5 sore gak pernah telat atau lebih kok, tapi ada yang aneh dia selalu gak jalan kearah rumah "


"Terus jalan mana, "


"Jalan kedaerah hutan gitu, kalau gak salah ya jalan kehutan rumah pak dosen yang dihutan yang dulu pernah buat nyekap kamu, ya jalan situ aku inget kok, karena seharusnya kan jalan kita sama satu arah "


"Tapi aku gak percaya deh kalau pak dosen selingkuh dia itukan sayang banget sama kamu masa sih selingkuh gak deh gak mungkin "


"Jo kitakan gak pernah tau laki laki itu gimana, aku takut semua itu memang beneran dan mas Liam ninggalin aku sama Lucas "


"Apa kamu mau aku bantu buat selidiki semua itu, biar aku bantu gimana, mau gak "


"Gak usah Jo, aku tau kamu sibuk kerja biar aku aja nanti yang selidiki semuanya "


"Gak gak boleh aku akan temenin kamu ya, aku gak mau kamu sendirian "


"Ok deh nanti aku kabarin ya, kita datang kerumah itu berdua tapi jangan sampai ada yang tau, terus kamu gimana apa mau cuti dulu gitu "


"Iya nanti aku cuti buar temenin kamu, tenang aku banyak banget alesan buat pak dosen "


"Siap siap deh, mana sih Gavin lama banget ya "


"Iya dia kemana sih, namun tak lama kemudian Gavin datang dengan senyum manisnya.


"Ini makanan kalian sudah datang "


Zeline mengangguk dan mengambil makanannya, lalu melahapnya dengan malas.


Gavin langsung memegang tangan Zeline, namun Zeline langsung menepisnya.


"Maaf, apakah kau tak suka dengan makanan mu, kata Jo ini adalah makanan kesukaan mu "


"Suka kok, cuman aku lagi gak begitu lapar jadi ya gini "

__ADS_1


"Hemm begitu ya "


"Iya "


***


Syifa sedang disibukan dengan sang anak yang belajar merangkak, harus selalu berhati hati takut takut nanti terjatuh,


"Nabil sayang jangan jauh jauh, bunda akan memasak dulu "


Baby Nabil hanya menoleh saja lalu kembali merangkak kembali, bi Nia sedang dirinya suruh untuk membeli belanja bulanan, karena dirinya tak bisa pergi, lagi tak enak badan.


Syifa selama memasak tak fokus terus saja melihat kearah sang anak, yang bolak balik terus menerus, lalu Syifa melihat anaknya yang akan berdiri memegang meja kecil, Syifa yang panik segera berlari.


"Nabil kau ini membuat bunda kaget bagaimana kalau terjatuh meja ini sangat ringan dan tak akan bisa menopang badan mu yang gembul ini "


Syifa langsung duduk saja membawa main anaknya dia sampai melupakan sedang memasak. "anak bunda kenapa sangat nakal, jangan nakal oke "


"Ya ampun aku lupa sedang memasak "


Syifa berlari dan mematikan kompornya sudah gosong makananya dan sudah banyak asap.


"Ya allah kalau saja aku telat habis rumah ini ya ampun makananku habis gosong "


"Lalu aku harus makan apa, sudah lah tunggu bi Nia saja ah, dari pada aku harus memasak lagi dan membiarkan Nabil main sendirian "


Syifa kembali kearah sang anak dan memangkunya, membawanya kearah kamarnya.


**


Zeline yang masih mengobrol mengambil ponselnya ada telfon dari Bi Sari.


"Iya bi "


"Nyonya maaf ganggu waktunya, apa nyonya masih lama "


"Engga bi sebentar lagi saya pulang kok bi emang ada apa"


"Ini den Lucas dari tadi nangis pengen ketemu sama nyonya "


" Ya udah sekarang saya pulang bibi. Tolong tenangin dulu aja ya saya gak akan lama kok, "


"Iya nyonya "


Zeline memasukkan ponselnya dan bergegas membereskan semua barang-barangnya yang ada di depannya, "aku pulang duluan ya "


"Biar aku antar ya " minta Gavin


"Gaak usah Gavin aku bawa mobil sendiri kok dan aku bisa pulang sendiri"


Zeline langsung saya pergi, khawatir dengan anaknya ada apa ini, anaknya kenapa biasannya juga gak pernah rewel.


"Vin kayaknya kamu terlalu agresif di sama Zeline "


"Oh ya gak deh biasa aja aku cuman perhatiin biasa aja kaya temen"


"Iya tetep aja Zeline kan udah punya suami pasti dia jaga jarak sama laki-laki manapun dia kayaknya udah gak suka deh sama kamu, mungkin aja dia bisa nolak loh pertemanan kamu"


"Mana ada sih yang bisa nolak pertemanan dari Gavin gak mungkin dia menolak pertemanan aku tenang aja sebentar lagi juga dia mau jadi teman aku, jadi kamu mau aku antar pulang"


"Gak usah Gavin aku pulang sendiri aja "

__ADS_1


Jo pun segera pergi dari tempat itu, dirinya sungguh tak suka dengan Gavin yang seperti itu, jadi menyesalkan telah mengenalkan Zeline pada laki laki sepeti Gavin.


"Sepertinya menarik mendekati istri orang, jadi ini yang dirasakan Bulan saat mendekati suami orang lain aku mulai tertantang untuk mendekati istri dari Liam laki-laki tampan yang mungkin saja bisa aku rebut istrinya dari tangannya "


__ADS_2