Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Lebih banyak lagi yang masuk kesana


__ADS_3

Liam sekarang sudah ada di tempat Gavin dikurung sebelumnya dia sudah mengganti pakaian menggunakan kaos oblong dan juga celana pendek.


Dia masuk ke dalam sana dan melihat Gavin yang masih tertidur lalu Liam mempunyai ide yang sangat brilian sekali, Liam mengeluarkan cutternya dan perlahan menarik tangan Gavin.


Lalu menuliskan nama Gavin di tangan itu dengan menggunakan cutter, otomatis Gavin yang sedang tidur terbangun.


"Apa yang kau lakukan "


"Hanya ingin membangunkan mu saja aku takutnya kamu mati jadi aku coba mengoreskan sebuah cutter ke tanganmu ternyata kau bangun dan masih hidup"


Gavin ingin sekali menarik tangannya kedalam lagi, namun sulit sekali Liam memegangnya begitu erat, dan tanpa diduga duga Liam mengosok tangan itu, sampai sampai Gavin kesakitan dan berteriak histeris.


Namun Liam hanya tertawa saja menikmati teriakan Gavin yang merdu ditelingan, Liam setelah puas segera melepaskannya dan menatap Gavin yang langsung menarik tangannya.


"Ini baru saja pemanasan lo Vin, kau akan mendapatkan yang lebih lagi dari ini, aku jamin kau akan mendapatnya "


"Dasar kau gila, kau gila "


Namun Abian malah acuh saja dan melihat daging daging yang dirinya berikan ternyata belum habis dan sama sekali belum dimakan.


"Kenapa kau belum memakannya aku sudah bilang kan aku datang kemari lagi kau harus memakan makanan itu sampai habis. Tapi kenapa masih utuh ada apa denganmu.Apakah kau tidak menyukainya atau ini masih kurang mau lagi yang lebih segar yang lebih baru yang lebih fresh gitu"


"Aku tidak akan pernah sudi untuk memakan daging itu kau saja yang memakannya aku masih normal dan aku masih suka dengan daging-daging yang lainnya, aku tidak suka dengan daging manusia kau saja yang memakan aku tak sudi"


Liam langsung mematikan aliran listrik yang ada di jeruji besi itu, lalu mengambil selang air dan menyiramkannya kearah Gavin.


"Bagaimana mandi geratis apakah menyenangkan, pasti menyenangkan sekali ya, ini geratis lo, tanpa kau membayarnya "


"Hentikan ini dingin sekali tolong hentikan jagan seperti ini, tolong hentikan aku kedinginan dan tangan ku perih "


"Inilah akibatnya kau tidak menuruti ku, apa kata kata ku makan semua apa yang aku berikan, kenapa kau malah membiarkannya begitu saja. Aku sudah memberikan kau keringanan namun kau sama sekali tak memakannya aku susah payah menangkap mangsa itu dengan memotong motongnya tapi kau tidak menghargainya, aku bilang makan ya makan apakah kau ingin ibu dan adikmu ada di sini. Baiklah tunggu aku aku akan membawa mereka ke sini. Bagaimana dan memperlihatkan bagaimana membunuh keluargamu di hadapan matamu sendiri"


"Sudah kubilang jangan pernah melibatkan keluargaku, jangan melibatkan mereka, aku sudah bilang kan jangan kau jadikan mereka korban, cukup aku kenapa kau tak mengerti cukup aku saja jangan ada yang lain lagi cukup aku "


"Akan aku fikirkan "


Liam langsung memberhentikan selangnya dan kembali menyimpannya, lalu menatap Gavin sambil tersenyum.


"Aku masih penasaran kenapa kau suka pada istriku kau tahu kan dia sudah punya suami, lalu kau kenapa mengincar dia "


"Tak ada alasannya "


"Jawab yang benar aku tak suka jawaban seperti itu "


"Aku sudah bilang kan bebas kalau aku ini jatuh cinta pada siapa pun lalu kenapa kau melarangku kalau aku cinta pada istrimu ya sudah itu alasannya "


"Tak memuaskan sama sekali, bosan aku mendengar ocehan mu yang tak penting "


Liam langsung saja keluar dari dalam ruangan itu, dirinya ingin mencari angin saja, rasannya sangat gerah sekali, namun Liam melihan ada bayangan seseorang dengan cepat Liam segera masuk pada sebuah ruangan dan mengintip.

__ADS_1


"Ya ampun apakah aman kita masuk kedalam sini Gita"


"Ya aman lah semoga saja, kenapa kita bisa berpisah dengan teman teman kita yang lain, kenapa bisa sih kita kebisah Agnes" jawab temannya yang satu lagi


"Aku takutnya nanti ada seseorang yang tiba-tiba datang kemari dan membunuh kita., lihat saja tempatnya ini sangat kumuh dan di depan juga ada mobil derek, seperti di film-film psikopat yang ada di film itu loh"


Ih kamu jangan bilang kayak gitu dong aku makin takut nih. Kamu sih kerjaannya nonton film psikopat aja aku kan jadi takut, udah ah jangan bahas bahas yang kayak gitu, sekarang kita harus cari tempat yang paling aman "


Sedangkan Liam hanya diam saja menatap kedua perempuan itu yang terus saja berjalan masuk kedalam gedungnya, kita lihat apa yang akan 2 perempuan itu lakukan.


"Udah lah jangan terlalu jauh Git, aku takut ah "


"Ist udah diem aja kita kelantai dua jadi kita bisa awasin temen temen kita dan lihat mereka ada dimana "


"Hemm yaudah deh aku ikut aja kamu "


Saat mereka masuk kelantai dua mereka masuk keruangan Gavin, Gavin yang melihat ada orang langsung berteriak "heyy tolong aku tolonggg "


Dua perempuan itu yang mendengar sebuah teriakan segera mendekati Gavin "ini beneran kan manusia Agnes "


"Ya iyalah saya manusia. Tolong keluarkan saya tolong bantu saya, saya sedang dikurung sama psikopat. Tolong saya keluarkan saya dari sini tolong"


"Apa " teriak mereka kompak


"Shutt jangan berisik nanti dia kemari "


"Terus kita harus lakuin apa om kita harus buka pakai apa, ini harus ada kuncinya loh, kita harus cari di mana coba kuncinya om "


Mereka berdua mengangguk dan segera berpencar mencari kunci itu, namun tak ketemu, mereka segera duduk didekat jeruji itu.


"Gak ada om kuncinya, terus kita harus cari di mana lagi di sana di sini gak ada. Om sebenarnya tahu gak sih di mana kuncinya, kita udah pusing tau om cari kuncinya "


"Kalian ini cari di mana pun dong. Saya juga tidak tahu kalau saya tahu saya tidak menyuruh kalian untuk mencarinya cepat lepaskan saya, sebelum dia datang kemari apa kalian ingin dibunuh olehnya. Cepat kalian cari kuncinya jangan diam saja seperti itu tak ada gunanya sekali, untuk apa kalian masuk ke dalam gedung ini kalau kalian tidak bisa membantuku untuk keluar dari dalam sini cepat cepat cepat cari cari"


"Loh loh kok jadi marah-marah sih Om, kita ke sini tuh mau cari tempat tidur , kita ke pisah sama teman-teman kita jadi otomatis kita harus cari tempat buat berteduh lah, kenapa malah marah-marah sama kita, kita juga ke sini bukan mau nyelamatin om kok GR banget sih" jawab Gita


"Kalian ini ya salah tempat yang ada kalian akan mati di sini. Cepat bantu aku cari kunci itu dan aku akan membantu kalian keluar dari sini, kita kabur sama-sama kita pergi sama-sama oke cepat-cepat cari kunci itu"


Mereka berdua kembali bangkit dan akan mencari lagi, karena kasian dengan om om yang ada didalam sana basah dan kumal, sebenernya mereka berdua kurang percaya kalau ada psikopat, takutnya orang yang ada didalam sana adalah orang gila yang dikurung.


"Mending kita kabur aja Git ayo dari pada disini "


"Yaudah yu kaburrr " teriak Gita


"Ehh kalian mau kemana tolong saya dulu "


Baru juga mereka keluar Liam sudah ada didahapan kedua gadis itu dan Liam membawa kampak yang dirinya ambil dari dalam mobil dan mengenai kepala Agnes, Gita yang melihat itu langsung berteriak histeris.


Darah Agnes mengenai wajahnya, Gita malah berbalik dan diam dipojokan "berani beraninya kalian ingin melepaskan tawananku, "

__ADS_1


"Tidak tolong lepaskan saya, saya ke sini hanya ingin berteduh saja tak sengaja melihat om-om itu ada di dalam sana, dia mau minta tolong otomatis kami ingin menolongnya, tapi kami tidak mengeluarkannya tolong lepaskan saya, saya masih ingin hidup jangan bunuh saya tolong Om jangan bunuh saya"


"Kau masuk tidak permisi tidak izin saya pemiliknya enak saja saya tidak suka orang seperti itu" sambil mengusur kampaknya dan tanpa aba aba Liam langsung memengal kepalanya.


Sedangkan Gavin yang ada didalam jeruji besi itu hanya bisa diam dan syok dengan apa yang Liam lakukan , dengan mudahnya dia membunuh dua oranh perempuan sekaligus.


Liam langsung mengusur kedua mayat itu dan disimpan dekat dengan Gavin.


"Bagaimana apakah kau menikmati tontonan hari ini lebih menyenangkan ya dari pada yang kemarin-kemarin, apakah kau ingin aku memasukkan mereka berdua ke dalam sana, agar aku ada temannya dari pada temanmu hanya seorang kepala buntung ini tubuhnya biar lengkap kan"


Namun Gavin sama sekali tidak menjawab dia hanya melongok dan pikirannya kosong, melihat semua pembunuhan ini membuat pikirannya kacau dan rasa takutnya makin meningkat.


Memang dirinya laki-laki tapi tetap saja takut mana ada sih orang yang gak takut mau dibunuh, mana ada sih orang yang gak takut lihat pembunuhan di depan matanya yang ada shock sekali.


"Kenapa kau diam saja, berarti kau setuju ya, kalau aku memasukan keduanya kedalam sini, baiklah "


Liam langsung mengeluarkan kuncinya dan segera memasukan keduanya kedalam sana, lalu mengincinya kembali, Gavin sama sekali tak keluar dia hanya diam saja, sambil menatap Liam.


"Nah sekarang kau ada teman jadi kau tidak kesepian lagi kalau lapar aku kan sudah bilang makan saja mereka itu sebagai makanan kamu 1 bulan apakah cukup dua orang satu kepala, cukup kan tidak usah aku tambahin lagi dengan tubuh-tubuh yang lainnya, itu pasti akan merepotkan dan akan sulit untuk tidur "


Kembali tak menjawab, Liam langsung saja pergi dan akan mencari teman teman dari kedua perempuan ini, pasti masih berkeliaran disini, ya tidak mungkin kalau mereka sudah pergi pasti masih ada disini dan harus segera ditangkap, kalau tidak nanti akan ada yang melepaskan Gavin.


Liam masuk kedalam mobil dan segera mengedarai mobilnya dijalan yang jelek, namun itu tak membuat Liam menyerah.


Lalu dari kejauhan dia melihat ada seorang laki laki yang melambai lambaikan tangannya dengan beberapa temannya, laki laki itu menghalangi jalan Liam, dan tampa rasa bersalah Liam menabraknnya dan melindasnya dengan memaju mundurkam mobilnya.


Yang lain yang melihat itu segera berlari dan histeris melihat temannya dilindas seperti itu, Liam mengambil panagnya dan segera membidikannya kearah orang orang yang kabur, Liam membidik kakinya dan juga pungungnya yang dekat jantung.


Mereka semua tumbang namun ada yang kabur, dan dengan cepat Liam mengejarnya sambil menembakan plurunya dor dor dor " seru juga rasanya aku seperti melakukan permainan yang sangat menyenangkan membunuh mereka satu persatu"


Liam segera mengangkat satu persatu mayatnya dan memasukannya kedalam mobil dereknya, setelah selesai Liam membawa orang yang terlindas dan menaikannya kembali.


"Apakah mereka sudah habis tapi sepertinya aku harus berkeliling mencari kembali apakah masih ada yang berkemah di sini atau teman-teman dari mereka semua ada, jangan sampai ada yang tersisa satupun dari mereka semuanya harus mati di tanganku dan tak boleh ada yang hidup satupun"


Liam kembali menjalankam mobilnya dan segera mencari keberadaan yang lainnya, namun sudah dirinya kelilingi tak ada, sama sekali tak ada orang lagi berati sudag habis.


Liam segera berbalik kembali dan pulang kembali ke tempat gedunung tadi, Liam membawanya satu persatu kedalam genuh sampai naik turun, lalu setelah semuanya terkumpul, kembali Liam memasukan kedalam jeruji besi Gavin.


Gavin masih saja diam, dia tak berbicara atau pun melakukan apa apa, hanya seperti itu saja terus.


"Awas nanti setelah aku kembali lagi ke sini kau malah jadi bunuh diri kau anteng-anteng di sini ya bersama teman-temanmu .Aku sudah memberi kamu beberapa teman jadi kau tidak kesepian lagi dan tak akan kelaparan lagi, karena temanmu bisa dimakan Oke, aku akan pulang dulu dan nanti aku akan kembali lagi mengecek keadaan semoga kau bersenang senang bertemu dengan teman-temanmu dan bermain bersama mereka jangan lupa berkenalan "


"Aku tadi menemukan mereka di hutan dan aku juga kasihan kau sendirian melamun saja, tapi sekarang kau tidak akan sendirian lagi bahkan kau tidur tidak akan sendiri, tapi beramai-ramai dan itu pasti menyenangkan sekali, jangan melamun terus ya nanti kesambet, nanti kamu kesurupan udah kesurupan nanti kamu bunuh diri masa gak sayang nyawa kalau sampai bunuh diri "


Liam langsung saja pergi dari hadapaan Gavin, dirinya akan pulang, bahkan sekarang Liam mengunci gerbangnya agar gak ada yang bisa masuk kedalam gedung ini seperti dua perempuan tadi.


Sedangkan Gavin masih diam dan menatap semua mayak mayat itu, lalu dia menangis dan menendang mayat yang ada dihadapannya.


"Kenapa hidupku begini kenapa harus jadi begini, aku harus melihat mayat-mayat ini dan juga tidur bersama mereka, aku melihat pembunuhan itu di depan mataku apa yang seharusnya aku lakukan sekarang apa .Apakah aku harus diam saja dan lihat semua kekejaman yang dia melakukan aku tidak bisa kemana-mana aku tidak bisa pergi. Aku takut takutnya aku akan habis olehnya juga "

__ADS_1


Gavin makin memojokan tubunya dan memeluk kakinya dengan matanya yang terus sjaa fokus melihat kearah sana kearah mayat mayat itu, yang sangat menjijikan sekali, darah jeroan dan bau anyir dimana mana.


__ADS_2