Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Tak bisa berjanji


__ADS_3

Liam dengan wajah masamnya segera masuk kamar. Menatap istrinya yang masih terbaring. Liam segera menanggalkan pakainnya lalu pergi kekamar mandi untuk menenangkan fikirannya yang sudah amburadul karena membahas tentang Nina.


Pelayannya yang kurang ajar dan tak tau diri itu. Liam segera menguyur tubuhnya dan memejamkan kedua matanya merasakan air yang menetes kearah tubuhnya.


Zeline segera bangun lalu sama menanggalkan pakainya juga dan ikut masuk kedalam kamar mandi. Melihat suaminya yang sedang membelakanginya.


Lalu memeluknya dengan perlahan, Liam sampai kaget, namun saat mencium wangi tubuh istrinya tubuhnya menjadi releks kembali dan membiarkan istrinya memeluk dirinya dari belakang.


Hening tak ada pembicaraan sama sekali, Liam segera membalikan badannya "aku tau kamu tadi mengintip aku dan ibu saat berbicara ya kan sayang " tanya Liam, dia sudah tau istrinya itu tadi sudah bangun dan mengikutinya.


"Emm tidak mas, aku kan tidur " Liam dengan perlahan mendorong Zeline sampai pojok. Menatap mata istrinya dengan tajam. Lalu perpindah pada bibirnya. Sudah lama tak melakukan kegiatan yang panas-panas.


Liam segera meraup bibir istrinya dengan sedikit kasar. Lalu meremas gunung kembar istrinya. Zeline yang tersentak refleks mengalungkan kedua tangannya keleher istrinya.


Liam lalu menciumi leher istrinya dengan tangannya yang tak tinggal diam. Meraba kedaerah inti istrinya setelah merasa inti istrinya basah. Liam segera mengangkat salah satu kaki istrinya dan menyampirkannya dipinggangnya.


Dengan perlahn-lahan memasukan burungnya dan itu membuat Zeline mendesah.


***

__ADS_1


"Jujur sayang kamu pasti mendengarkan tentang apa yang aku bicarakn bersama ibu, jangan bohong"tanya Liam lagi yang sekarang sudah ada di tempat tidur bobo bersama istrinya.


"Iya aku mendengarnya semuanya mas, aku dulu saat mencium wanginya Nina didalam mobil aku menyangka kalian selingkuh mas "


"Tak ada sedikit pun dalam fikiranku untuk selingkuh dari kamu sayang. Sampai kapan pun aku tak ada fikiran untuk menyakitimu. Aku mencintai sekarang dan selamanya "


"Maaf aku fikirannya negatif sama kamu, karena aku gamau kehilangan kamu mas "


"Iya sayang, maaf aku juga udah ingkari janji sama kamu, aku bunuh orang lagi. Tapi aku punya alasan kenapa aku ngelakuin itu "


"Iya aku tau mas, tapi aku minta untuk kedepannya kamu jangan lakuin itu lagi, aku gak mau sampai kamu harus ngehilangin nyawa orang lain. Aku gamau mas "


"Kok gitu sih sayang "


"Aku gak bisa janji untuk satu hal ini sayang, aku takut mengingkarinya dan membuatmu kecewa. Kamu tenang saja aku membunuh orang karena ada sebuah alasannya. Aku melakukannya untuk menjaga keutuhan rumah tangga kita tak ada maksud lain. Aku tak mau kamu berfikir yang tidak-tidak tentangku sayang "


Zeline tak menjawabnya lagi, dia lantas langsung memeluk suaminya. Sudah pusing harus berkata apa lagi. Suaminya susah untuk digoyahkan dan untuk satu hal yang itu sangat sulit untuk dihilangkan.


Dirinya sadar, harus menerima suaminya apa adanya, kelebihan dan kekurangannya dirinya harus menerima semuanya. Jangan egois seperti ini. Semoga saja perlahan-lahan itu akan hilang dari diri suaminya

__ADS_1


***


Asa sekarang sedang ada diluar rumah. engan berlama-lama dikamar bersama Yuda, takut rasanya ini makin memuncak dan malah menggalkan semuanya.


"Kenapa dirimu ini Asa bisa oleng seperti ini. Bisa memendam rasa pada Yuda. Kau ini harusnya menjaga hatimu bukan seperti ini " rutuk Asa dengan kesal. Sambil memukul-mukul kepalanya.


"Sa kamu kenapa, kenapa mukul-mukul kepala kamu seperti itu " tiba-tiba Yuda sudaj ada di hadapan Asa.


Dengan wajah kagetnya Asa segera memberhentikan ulahnya "Emm gak kok aku gapapa Yud, aku cuman iseng aja "


"Jangan kaya gitu dong, gimana kalau nanti jadi pusing kepalanya coba. Ayo masuk Sa kerumah "


"Iya nanti ya Yud, aku lagi pengen cari udara seger aja "


"Emang kamu kenapa, apa ada masalah yang besar sampai kamu harus cari udara seger gini. Apa kamu ga suka jadi istri aku atau gimana Sa "


"Engga, aku ga punya masalah apa-apa kok Yud, cuman hanya ingin mencari udara segar saja. Gak ada apa-apa lagi kok Yud. Kamu kenapa ga istirahat coba Yud. Ini udah malem tau "


"Ya udah kalau kamu gak mau cerita, aku gak bisa tidur kalau kamunya gak ada. Ayolah teminin aku tidur Sa "

__ADS_1


"Yaudah yaudah ayo, manja banget sih suami aku ini " segera Asa bangkit dan mendorong kursi roda Yuda untuk segera masuk kedalam rumah.


__ADS_2