Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
malah tidur


__ADS_3

Liam segera membujuk istrinya itu untuk segera istirahat biar besok saja membuka kado yang lainnya, Liam sudah tak sabar untuk melakukan malam pertamanya dengan sang istri.


"Ayo lah sayang sudah, ini sudah malam seperti tak ada waktu esok saja " rengek Liam.


"Tapi aku sangat penasaran kakak "


Liam tak memberi jawaban kepada istrinya itu langsung saja dia gendong Zeline dan membaringkannya diatas tempat tidur.


Ditatapnya kedua mata Zeline lalu di elusnya pipi Zeline sampai dengan lehernya.


Perlahan dikecupnya kening Zeline lalu beralih ke kedua mata Zeline.


Zeline dengan refleks memejamkan matanya lalu Liam beralih kehidung Zeline terakhir kebibirnya dikecupnya bibir itu.


Tangan Liam tak tinggal diam dibukanya satu persatu kancing kebaya Zeline namun saat akan sampai kancing terakhir Zeline memengang tanganya.


"Ada apa sayang " tanya Liam dengan frustasi.


"Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu kak " ucap Zeline dengan muka merahnya.


"Ayo mandi bersama ya " ajak Liam


"Ti-tidak kak, aku dulu yang mandi nanti kakak yah" tolak Zeline dengan halus sungguh kalau itu sampai terjadi dia akan sangat malu sekali.


"Tapi kan kita sudah sah sayang kenapa tidak mau "


"Bukan seperti itu kakak sayang biar cepat saja ya " rayu Zeline sambil membuat Liam agar duduk tak menindihnya seperti ini.


"Baiklah sayang beri aku satu kecupan disini " tunjuk Liam kearah bibirnya.


Dengan ragu Zeline mendekatkan bibirnya lalu mengecupnya sekilas lantas langsung berlari kekamar mandi meninggalkan Liam yang sedang tersenyum senang.


Zeline segera mengunci pintu dan langsung menyenderkan tubuhnya itu, jantungnya sudah berdebar-debar tak karuan apa kah mereka akan melakukan itu yang kemarin kak Asa tunjukan di handphonenya padanya hubungan suami istri.


Zeline malu nanti jika melakukan hubungan suami istri harus tak memakai sehelai pun pakaian didepan suami itu. Pasti nanti wajahnya akan sangat merah seperti kepeting rebus.


Segera Zeline membuka pakaiannya dan segera dia berendam dibathtup dia ingin merileks kan tubunya ini, sungguh hari ini sangat melelahkan namun itu adalah hari spesialnya dengan kak Liam dia sangat senang sekali.


Tak ada gangguan sama sekali untungnya tak seperti saat sebelum menikah ada saja masalahnya.


Semoga rumah tangganya ini tak akan ada masalah tapi pasti ada namun jangan sampai masalah yang besar.

__ADS_1


Setelah Zeline puas merendam dirinya dia segera bangkit dan membilas tubunya itu.


Saat akan keluar dari kamar mandi jantungnya sudah berdebar-debar kembali ya tuhan tolong aku.


Perlahan dibuka pintunya dan suaminya sedang duduk sambil mengahap kearah kamar mandi.


Saat melihat Zeline keluar dari kamar mandi Liam tiba-tiba tersenyum lalu bangkit dan mengampiri istrinya.


Liam lalu memutari tubuh Zeline dan memeluknya dari belakang, Liam dengan sengaja mengendus-gendus leher Zeline sesekali mengecupnya.


Zeline yang diperlakukan seperti itu tiba-tiba memejamkan kedua matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya.


"Tunggu aku mandi dulu ya sayang " ucap Liam didepan telinganya dan sebelum pergi Liam menggigit telingga Zeline dengan pelan.


Zeline tiba-tiba saja jadi merinding segera dia mengambil pakaian tidurnya tak lupa pakaian Liam yang ada dikoper dia mengeluarkan pakaian tidur suaminya dan menyimpannya di pinggir tempat tidur.


Setelah selesai memakai pakaiannya Zeline segera merebahkan dirinya ditempat tidur sambil menunggu suaminya dulu dia akan mengistirahatkan tubuhnya.


Perlahan matanya itu sangan berat dan tanpa Zeline sadari dia sudah terlelap.


Liam yang sudah keluar dari kamar mandi sambil bersiul senang sangat kaget melihat istrinya itu malah tidur dengan nyenyak.


Dihampirinya istrinya itu "sayang beneran kamu tidur, jangan gitu dong sayang kamu ga kasian emang sama burung aku yang udah siap tempur " rengek Liam dengan wajah memelasnya.


Dengan perasaan yang dongkol Liam pergi kearah pakaiannya sambil menghentak-hentakan kakinya kesal.


Setelah memakai pakaiannya Liam segera naik keatas tepat tidur dan sekali lagi menggoyangkan bahu istrinya itu siapa tau bangun kan.


Tapi malah makin nyenyak saja tidurnya itu, " gagal deh malam pertamanya padahal kan aku udah siapin berbagai gaya tau buat malam pertama kita, awas aja ya besok kamu ga akan bisa lari dari aku sayang " monolog Liam sambil memeluk istrinya itu dari belakang.


Tak lupa Liam mencium pipinya Zeline.


Sedangkan diluar kamar Zeline, Asa dan ibunya Zeline sedang menempel telinganya pada pintu Zeline.


Mereka berdua sangat penasaran dengan malam mertama Zeline dan Liam.


Tapi kenapa ya didalam sangat sunyi sekali "bi kenapa ga ada suara apa-apa " tanya Asa penasaran.


"Iya ya Asa, kenapa ya ga ada suara sama sekali apa mereka malam pertama dikamar mandi "


"Bibi ada-ada aja dingin dong bi kalau gitu "

__ADS_1


"Iya juga ya Asa "


Ayah Zeline yang akan turun kebawah melihat istrinya serta Asa ada didepan kamar Zeline dan Liam sambil menyenderkan kepala mereka kepintu, apa yang mereka lakukan coba.


Segera dihampirinya kedua wanita itu " apa yang kalian lakukan " ucap ayah Zeline sambil ikut-ikutan menempelkan telinganya juga ke pintu.


"Ih ayah ngagetan ibu aja tau, ngapain coba ikut-ikutan nempelin telinganya" bisik istrinya.


"Ya habisnya ibu sama Asa ngapain coba nempelin telinganya gitu dipintu, jadi ayah penasaran. Ada apa sih didalam perasaan ga ada suara apa-apa deh " jawab ayah Zeline panjang lebar.


"Tau ah ayah ganggu, ayo Asa kita nonton tv aja " sewot istrinya sambil menarik tangan Asa.


"Lah apa salah ku coba " ucap ayah Zeline sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Lalu melanjutkan niatknya yang awal tadi.


***


Liam masih saja tak bisa tidur sungguh dia sudah sangat kebelet tapi ini istinya malah nyenyak aja tidur ga keganggu sama sekali meskipun Liam terus saja mengecup pipinya yang cuby itu.


Liam sudah mencoba memejamkan kedua matanya ini tapi tak tidur-tidur malah terbayang bagaimama rasanya jika melakukan hubungan suami istri dengan istri cuby nya ini pasti akan menyenangkan sekali.


Seharusnya sekarang dia sudah banyir dengan keringat dan menikmati percintaan mereka, Liam punya ide.


Dengan sangat hati-tapi Liam membalikan tubuh istrinya agar terlentang.


Lalu Liam dengan perlahan membuka kancing baju Zeline dan alangkah kagetnya Liam istrinya itu tak memakai dalaman sama sekali.


Liam perlahan memegang salah satu gunung kembar istrinya itu sambil memejamkan kedua matanya itu lantas membukanya kembali dengan perlahan.


Dua gunung kembar itu sangat pas digenggaman tangannya tak besar dan tak kecil sangat pas.


Lalu Liam mencoba mencium salah satu gunung kembar Zeline saat dia akan melakukan sesuatu yang lebih dia urungkan lalu hanya menatapnya saja dengan kagum, baru pertama kali Liam melihat gunung kembar istrinya dan dia sangat suka karena meskipun badan istrinya ini kecil tapi gunung kembarnya ini lumayan besar dan memang pas saat digenggamannya sangat kenyal dan padat.


Lalu perpindah keatas gunung kembar istrinya itu dan memberikan tanda yang sagat banyak berjejer di dada istrinya itu. Liam ingin tahu bagaimana reaksi istrinya itu.


Namun istrinya itu tak terganggu sama sekali dengan apa yang dia lakukan malah anteng-anteng saja tidur.


Kalau misalnya ada apa-apa yang terjadi bagaimana dengan istrinya ini apa akan tetep tidur.


Setelah puas Liam segera mengancingkan kembali pakaian istrinya itu lalu memeluk istrinya dengan erat sambil tersenyum senang.

__ADS_1


"Tunggu aku sayang, aku akan menyusulmu kealam mimpi dan akan aku hukum kamu disama i love you sayangnya Liam " ucap Liam dan segera memejamkan matanya itu.


__ADS_2