
Zeline bangun sangat pagi sekali, ditatapnya wajah suminya itu sangat lucu dan seperti anak kecil saat tertidur seperti ini.
Mengemaskan sekali dengan mulut yang sedikit terbuka, suaminya ini kenapa sangat putih dia saja perempuan kalah sama suminya ini.
Dia marah tidak ya semalam soalnya dia ketiduran dan tak ingat bahwa kemarin kan malan pertama mereka. Apaka harus ya melakukan hal yang seperti fidio yang ditunjukan kak Asa itu.
Dari pada memikirkan itu lebih baik mandi saja lah. Segera Zeline bergegas kekamar mandi dia turun dari tempat tidur dengan perlahan-lahan agar tak membangunkan suaminya yang sedang tertidur.
Perlahan dibukannya seluruh pakaiannya, dia sangat kaget kenapa ini didadanya banyak sekali tanda merah, apa dia semalam makan yang manis-manis ya tapi engga deh sebelum tidur dia kan gamakan apa-apa.
Terus ini dari mana tanda merah ini, semut apa yang menggitnya kenapa dibagian dadanya saja.
Diceknya seluruh badannya oleh Zeline didepan cermin namun tak ada hanya didepan dadanya saja.
Nanti dia akan tanyakan kepada kak Asa dan meminta obatnya deh.
Tapi saat di tekan tak sakit sama sekali kulitnya itu , kenapa ya.
Segera dia menyelesaikan rutinitas paginya lalu segera memakai pakaianya.
Sebelum keluar kamar Zeline berdandan terlebih dahulu dan menghampiri Liam dan mencium pipinya.
Segera dia pergi kebawah untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya. Ini pertama kalinya dia akan memasak untuk suaminya drngan riang Zeline mengambil semua bahan-bahan yang akan dia gunakan.
Zeline hanya memasak nasi goreng spesial untuk suami tercintanya serta membuat kopi kesukaan suaminya pula.
Kan kalau difilm-film yang selalu Zeline tonton, laki-laki itu biasanya kalau bangun tidur minum kopi jadi Zeline juga harus membuatnya tanpa diminta terlebih dahulu oleh suaminya itu.
Selesai juga semoga saja enak nasi gorengnya dan pas dilidah suaminya, tapi saat dia tadi mencicipinya sudah kok sudah enak.
Segera di simpan disebuah nampan dan segera dibawa kedalam kamarnya dengan sangat hati.
Dengan perlahan dibukan pintu kamarnya itu tapi suaminya belum bangun juga masih setia terlelap sambil memeluk guling.
Padahal udah siang tapi kenapa kak Liam belum bangun juga, ditata terlebih dahulu sarapannya dimeja dekat balkon kamarnya yang memang sudah diasiapkan oleh kak Liam waktu itu.
Katanya untuk jaga-jaga kalau mereka akan melakukan diner kan enak tinggal dikamar saja agar lebih romantis katanya.
__ADS_1
Dan benar memang sangat berguna sekali, untuk hari ini Zeline ingin makan sepiring dengan suaminya pasti menyenangkan.
Kalau makan sepiring berdua seperti ini dihadapan ayah, ibu serta kak Asa pasti dia akan habis diledeki. Jadi cara amannya ya didalam kamar saja makannya.
Selesai juga menata semuanya tinggal membangunkan suaminya itu.
Sungguh masih ada rasa canggung saat dia menyebutkan kata suami di setiap ucapannya itu masih tak percaya sekarang dia sudah bersatu dengan kak Liam yang tadinya dia tak mau dengan kak Liam.
Dan yang akhirnya dia menerima semua kekurangan serta kelebihannya kak Liam dan mencintainya.
"Sayang bangun, ini sudah siang cepat sarapan dulu aku sudah memasak nasi goreng " sambil mengoyangkan bahu Liam.
Bukannya bangun Liam malah menarik pinggang sang istri dan memeluknya.
"Ayo sayang makan dulu cepat bangun ih kamu kebo banget sih "
"Aku marah sama kamu ah " ucap Liam dengan suara yang parau.
Marah memang dirinya salah apa coba "memang apa coba salahku kak " tanya Zeline.
"Kamu telah membiarkan burungku ini tak tidur aku kan jadi tersiksa sayang "
Liam lantas mengaruk kepalanya dengan frustasi kenapa ini istrinya sangat polos burung yang dia maksud bukan itu.
"Kakak kenapa garuk-garuk kepala, digigit semut ya kaya aku, liat ini kak " sambil membuka kancingna dan memperlihatkan tanda merah itu kearah suaminya.
Liam makin saja frustasi ini kenapa istrinya jadi sangat polos sekali coba, ingin sekali menjedotkan kepalanya eh jangan kan sayang.
"Dengar kan aku sayang yang aku maksud itu bukan hewan, bukan burung beneran tapi burung yang lain " jelas Liam
"Terus kalau bukan burung beneran burung apa coba kak, jangan buat aku pusing deh kak "
"Tau ah kakak kesel sama kamu, nanti juga kamu bakal tau apa yang dimaksud kakak " ucap Liam sambil pergi kekamar mandi dia sudah sangat frustasi kalau terus meladeni istrinya itu.
Zeline hanya mengangkat bahunya saja dan langsung mengancingkan kembali pakaiannya lalu mengambil pakaian santai suaminya.
Lebih baik kan dia duduk saja di balkon sambil menunggu kak Liam beres.
__ADS_1
Liam sudah selesai lantas segera memakai pakaiannya lalu pergi kearah Zeline dengan wajah yang cemberut.
"Suami aku kenapa ni kok cemberut terus " sambil menoel dagu suaminya.
"Emm engga papa aku sayang " namun wajahnya sama seperti tadi masih cemberut saja.
"Ih kakak gapapa tapi cemberut terus, yaudah sini aku suapi ya suamiku " Zeline lalu menyendok nasi gorengnya itu dan menyodorkan ke arah mulut Liam dan sesekali dia juga menyuapkan pada dirinya sendiri.
Nasi gorengnya sudah habis juga tapi kenapa suaminya itu cemberut terus tau ah nyebelin. Zeline lantas langsung saja keluar sambil menghentak-hentakan kakinya kesal dengan kak Liam yang dari tadi cemberut terus.
Zeline sangat kesal dia maunya tuh dipuji gimana masakannya enak atau engga, kurang apa, tapi kak Liam malah kaya gitu cemberut terus jadi kesel kan dia.
Kenapa coba suaminya itu ditanya baik-baik tapi malah seperti itu merajuk padanya. Dia kan ga tau kenapa kak Liam harusnya jelaskan.
Pasti nanti kalau dijelaskan dia tak akan kesal kan seperti ini.
Liam yang melihat istrinya keluar memelototkan matanya kenapa jadi istrinya yang marah.
Dia kan ingin dibujuk, dirayu lah malah ditinggalkan begitu saja coba.
Huff istrinya itu kenapa tak mengerti dengan kemauanya, yasudah lah mending aku mengerjakan tugasku saja.
Mengerjakan semua pekerjaan kantor serta pekerjaannya sebagai dosen.
Tapi kenapa Andre belum mengirim email satu pun padanya apa dia lupa, segera dia akan telfon tu anak tengil.
"Hallo Andre kok belum ada email, lo lupa ya ga kirim ke gue" ucap Liam saat sudah dijawab
"Het santai dong bro, yang baru malam pertama kenapa ni buru-buru banget pengen kerja aja "
"Tau ah,cepet kirim gue pengen kerja " ucap Liam dengan sewot.
"Gue tebak pasti lo gagal malam pertamakan ,ayo jujur aja " ucap Andre sambil tertawa terbahak-bahak.
"Lo mau gue apain Andre, mau gue bunuh dengan cepat atau perlahan " ancam Liam dengan sedikit candaan.
"Kagak dua-duanya gue belum nikah onyet, gue kirim sekarang deh daripada nyawa gue melayang "
__ADS_1
"Gue tunggu awas aja ga dikirim " lantas Liam segera mematikan telfonya
Disebrang sana Andre sangat dongkol sekali tiba-tiba telfonnya dimatikan segera saja dia kirim saja data-data itu ke email Liam.