
Asa hari ini sudah mulai masuk kembali dan baru saja dia masuk kedalam ruangannya dia sudah dipanggil oleh manegernya untuk keruanganya.
Asa segera masuk setelah mengetuk pintunya dan duduk dihadapan managernya.
"Iya pak maaf ada yang bisa saya bantu" tanya Asa dengan sopan.
"Asa kamu mulai sekarang, tak perlu kerumah sakit sampai Yuda sembuh, ayah Yuda menyewa mu untuk merawatnya sampai sembuh "
Dengan senyum yang lebar Asa segera mengiyakannya lantas meminta alamat rumah Yuda, lalu Asa pergi dari ruangan manegernya itu.
Yes tanpa harus dia mendekati Yuda ternyata dia sudah mendekatkan dirinya pada takdirnya sendiri.
Huh akan dia mulai aksinya ini lebih leluasa kan kalau begini langsung merawat mangsanya itu.
Segera Asa pergi ke alamat yang sudah diberikan manegernya ternyata rumah Yuda lumayan dekat dengan rumah bibinya.
Setelah sampai segera Asa membunyikan bel datang seorang perempuan tua.
"Eh neng mau ketemu siapa ya "
"Kenalkan saya Asa, suster yang akan merawat tuan Yuda " Asa segera memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah dan tak lupa senyum manisnya tak pernah tertinggal.
"Oh baik neng ayo masuk " ajak bibi.
Segera Asa mengekor dibelakang bi Inah, ternyata Yuda adalah orang kaya.
"Asa " panggil Yuda yang sedang makan
Merasa namanya dipanggil lantas asa mencari asal suara ternyata Yuda.
Segera Asa menghampiri Yuda dimeja makan dan tersenyum kearah Yuda.
"Kamu kemana aja Asa, kok kamu ga pernah angkat telfon aku lagi "
"Maafkan aku Yud, aku kemarin-kemarin sibuk dan tak sempat memegang hanphone " alibi Asa
"Baiklah aku kira kamu menjauhiku, tolong kamu jangan seperti itu ya Sa " minta Yuda sambil menatap Asa dengan penuh permohonan.
"Iya Yud, kamu udah makannya mending kita sekarang jalan-jalan Yu " ajak Asa
"Sudah Sa, ayo aku juga sudah sangat jenuh berada dirumah terus"
Segera Asa mendorong kursi roda Yuda dan pergi untuk berkeliling ditaman belakang rumah Yuda.
Tak ada pembicaraan lagi hanya sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
Asa sedang memikirkan bagaimana cara untuk meracuni Yuda dengan perlahan-lahan dan tak ada yang mengetahuinya kalau dia nanti yang meracuninya.
Banyak sekali yang harus Asa fikirkan dengan matang dia tak boleh gegabah, akan dia buka lagi buku yang sering dia baca tentang tanaman-tanaman yang bisa meracuni seseorang dengan perlahan-lahan.
Tadinya dia membuat rencana yang sangat licik untuk membawa Yuda kesuatu tempat lalu mencelakannya dengan cara mendorong kursi rodanya ini.
Tapi itu akan terlalu beresiko, nanti kalau ada yang melihat bagaimana, atau sidik jarinya tertinggal kan berabe bisa-bisa nanti dia dipenjara.
"Asa kamu kenapa ngelamun dari tadi aku panggil ngayaut-nyaut " tanya Yuda
"Eh engga Yud, ayo sekarang kita masuk ya " ajak Asa
"Ayo, kamu temenin aku untuk bakar masa lalu aku ya. Aku mau lupain semuanya "
"Iya ayo Yud "
Asa segera mendorong kursi roda itu menuju tempat yang diminta oleh Yuda ternyata kedalam kamarnya.
Yuda mengambil sebuah kardus dan meminta Asa untuk mendorongnya lagi ke depan rumahnya dan didepan rumahnya juga bi Inah sudah menyiapkan tong dari besi yang Yuda minta.
Asa binggung sekali apa yang akan dilakukan Yuda, kenapa tiba-tiba menyalakan api.
Dibukannya kardus-kardus itu dan Asa sangat kaget didalam sana foto adiknya Zeline dan itu sangat banyak.
"Maafkan aku Line, aku berjanji tak akan menganggumu lagi aku akan membiarkan kamu bahagia, maafkan semua kehilafan aku ini. Tunggy aku suatu saat aku akan meminta maaf sama kamu " ucap Yuda dalam hatinya sambil memejamkan kedua matanya.
Asa yang melihatnya sangat geram sekali, marahnya sudah tak bisa ditahan namun dia harus tenang " kenapa kamu membakar foto itu "
"Aku hanya ingin melupakan masalaluku dan melepaskannya "
"Memang dia siapa pacar kamu ? "
"Bukan dia adalah perempuan yang pernah aku ceritakan padamu, lihat lah Asa apa kata ku kalian sangat mirip kan " tunjuk Yuda.
"Iya dia mirip sekali "
"Apa kamu mempunyai hubungan darah dengan Zeline " tanya Yuda lagi dia sangat penasaran sekali.
"Tidak, kalau aku memang mempunyai hubungan darah dengan perempuan itu, mungkin sekarang aku sudah membunuhmu Yud, karena telah berani melakukan pelecehan pada sodaraku "ucap Asa berbohong pada Yuda agar misinya berhasil .
"Hemm, apa jika ada sodaramu yang diperlakukan seperti itu, kamu tega membunuh pelakunya " tanya Yuda yang membuat Asa makin membulatkan tekadnya.
"Ya tentu saja, aku tak akan terima sodaraku atau adikku diperlakukan seperti itu, aku akan membunuhnya meskipun nanti aku akan dipenjara sekali pun "
"Hemm begitu ya Asa, aku sangat bersyukur kamu tidak memiliki hubungan darah dengan Zeline, aku jadi tenang " ucap Yuda sambil tersenyum manis kearah Asa.
__ADS_1
Asa sekuat tenaga memberikan senyuman seperti biasanya dan tak menampakan emosinya sedikit pun.
Sabar Asa sabar akan ada saatnya kau menghabiskan nyawa laki-laki ini.
Yuda kembali fokus untuk membakar kembali semua foto Zeline dan foto kenangan mereka berdua.
Setelah selesai sungguh hatinya sudah lega, akan dia mulai hidup barunya ini tanpa bayangan-bayangan Zeline lagi.
Mungkin dia akan memulai dengan Asa hidup barunya ini, Asa perempuan baik, dewasa dan pintar juga.
"Ayo Sa" ajak Yuda
Dengan tenang Asa mendorong kursi roda Yuda kekamarnya dan saat sudah sampai didepan tempat tidur Asa segera membantu Yuda untuk naik keatas tempat tidurnya.
"Sekarang waktunya minum obat, agar kau cepat sembuh Yud" sambil mengasongkan obatnya serta air minumnya juga.
Yuda segera mengambilnya dan meminum satu persatu obatnya itu sampai habis.
"Kita kapan akan belajar jalan Asa " tanya Yuda dengan antusias.
"Nanti sore ya Yud, kita akan belajar jalan ya " sambil mengusap tangan Yuda.
Yuda hanya tersenyum lalu menidurkan dirinya itu, Asa hanya menunggu sambil menatap Yuda dengan penuh kebencian.
Dia tak suka melihat Yuda yang tanpa rasa bersalah sedikit pun pada adiknya, apa dia tak berfikir bagaimana trauma yang dialami oleh Zeline.
Tadi saja saat membakar foto Zeline tak ada sedikit pun rasa bersalah dia hanya ingin melupakan Zeline dan tak memikirkan bagaimana nasib Zeline.
Asa membuang nafasnya dengan kasar kenapa nasib adiknya itu tak beruntung harus bertemu dengan pria brengsek seperti Yuda ini.
***
Sedangkan dikantor Liam. Andre sedang melamun sambil memikirkan sodara Zeline, yang wajahnya sangat mirip dengan Zeline.
Dia manis dan ramah juga, sepanjang acara pasti tersenyum terus saat ada yang menyapanya dan kalau ada yang meminta tolong padanya pasti perempuan itu akan membantunya tak lupa dengan senyum yang tak pernah hilang dari bibir perempuan itu.
Apa dia harus, meminta no telfonya kepada Zeline ya. Dia ingin sekali berkenalan lebih dekat lagi. Mungkin saja kan dia adalah jodohnya yang sudah lama dicari olehnya.
Huff aku sudah cape melajang terus dan cape diledeki terus sama Liam karena dia jomblo terus.
Sekarang pasti Liam akan makin meledeknya karena dia sudah menikah kan.
Tapi kalau dia meminta nomer perempuan itu pada Zeline pasti Liam akan menggodanya lagi.
Aduh gimana ya cara dapatkan nomernya perempuan itu. Ah sudah lah akan dia datangi saja kerumah Zeline semoga saja perempuan itu tinggal dirumah Zeline
__ADS_1