
Itu tangan Syifa yang sedang memegang tangan Andre, namun empunya masih memejamkan matanya, apa ini anak ngelidur. Dengan perlahan Andre menurunkan tangan Syifa dan menyimpannya diatas kepala Syifa.
Andre segera menutup matanya dengan tangannya dan untuk tangan yang satunya lagi sudah memegang salah satu gunung kembarnya Syifa. Lembut sekali dan kenyal, jadi gemas deh Andre.
Dengan berani Andre mendekatkan mulutnya kesalah satu gunung kembar Syifa, lalu memaikanya mengunakan mulutnya.
Andre memberikan tanda yang cukup banyak di daerah gunung kembar Syifa, dengan kaget Andre sadar, kenapa dia sampai bablas seperti ini meninggalkan tanda seperti ini bagaimana kalau ketahuan oleh Syifa bodoh.
Dilihatnya wajah Syifa oleh Andre ternyata masih nyenyak tidur, segera Andre memasangakan kembali branya dan tak lupa pakainnya merapihkannya kembali. Seperti semula, tapi tidak dengaan tandanya tak bisa dihilangkan sama sekali.
Sekarang Andre ngacir kembali kekamarnya, sungguh jantungnya sampai berdetak kencang seperti ini, dirinya seperti sudah mencuri sesuatu saja, tapi memang benar sih dirinya telah mencuri sesuatu dari Syifa.
Rasanya sangat memabukan dan tak bisa di ucapkan dengan gamblang, ini pertama untuknya dan ketagihan dirinya ini. Segera Andre membaringkan tubuhnya mengigat kembali bagaimana tadi dirinya saat tenggelam didalam kedua gunung kembarnya Syifa hangat dan empuk-empuk gimana gitu.
Tapi beneran kan kalau Syifa tadi tidur, takutnya Syifa hanya pura-pura tidur agar tak ketahuan olehnya semoga saja tidur ya teman-teman.
Setelah paman Andre pergi Syifa membuka kedua matanya, yatuhan apakah tadi bukan mimpikan. Paman Andre memainkan bakbaunya.
Segera Syifa membukannya dan benar saja banyak tanda disana, bercak merah seperti digigit semut kecil.
Sebenarnya saat paman Andre datang kekamarnya dirinya bangun dan saat tadi tangannya memegang tangan paman Andre juga dirinya memang sadar dan sengaja.
Namun membiarkan paman Andre melakukan apa yang dia inginkan. Sebenarnya dirinya tadi ingin mengelurkan suara saat paman Andre memainkan terus menerus *********** namun sekuat tenaga dirinya menahanya.
Rasanya geli-geli enak, hemm paman Andre akhirnya bisa tergoda juga dengan dirinya, sepertinya paman Andre sebentar lagi akan tergila-gila pada dirinya. Lihat saja tak lama lagi paman Andre menjadi miliknya.
Udah ah bobo lagi, rasanya ingin seperti tadi lagi, rasanya ah mantap. Untung saja paman Andre tak membuat tanda seperti yang dilakukan teman pacarnya yang memberikan tanda dileher.
__ADS_1
***
Liam segera melepaskan pelukan istrinya yang sudah tertidur pulas karena digempur olehnya habis-habisan sampai tak berdaya seperti ini.
Sebelum pergi Liam mencium kening istrinya cukup lama, lalu mengusap wajah istrinya, pergi mengambil pakaiannya dan berpindah kemeja kerjanya.
Ya dia segaja tak memisah ruangannya agar bisa selalu menemani istrinya malahan meja belajar istrinya ada di pinggirnya . Takut terjadi yang tidak dinginkan jadi lebih baik dikamar saja ruang kerjanya ini.
Liam segera membuka berkas-berkas dan tak lupa laptopnya, mengerjakan pekerjaannya yang sangat banyak yang sudah menumpuk seperti gunung.
Dirinya tak bisa tidur sama sekali, banyak sekali yang otaknya ini fikirnya, tentang mertuanya yang benci padanya, tentang bagaimana perasaan istrinya dan apakah dirinya harus memberitahu masalah ini pada ibunya.
Sungguh dirinya sangat pusing sekali,lebih baik menumpahkanya saja pada pekerjaan dari pada harus memikirkan itu semua lebih baik dikesampingkan dulu saja.
Biarkan nanti dirinya memikirkan bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini dan membuat semuanya menjadi baik-baik lagi seperti semula.
Zeline yang merasa kedingin segera membuka matanya namun tak ada suaminya kemana suaminya. Zeline mengedarkan pandangannya ternyata suaminya sedang bekerja padahal ini sudah malam kenapa malah jadi bekerja seperti ini.
Zeline menepuk bahu suaminya lalu duduk dipangkuan Liam "kenapa belum tidur mas " ucap Zeline sambil mengusap dagu Liam yang sudah mulai tumbuh janggut..
"Aku tak mengantuk sayang dan pekerjaanku ini sudah sangat menumpuk " jawab Liam.
"Tapi mas kamu harus banyak istirahat, aku tahu mas pasti mikirin kejadian tadi siangkan. Kamu jangan pendam sendiri ayo kita berjuang bareng-bareng mas kita hadapi bersama. Pastinya semuanya akan terasa ringan mas "
"Iya sayang tapi aku tak mau menambah beban kamu, aku tak mau kamu banyak fikiran biar aku saja yang menghadapinya"
"Kalau gitu kamu ga anggap aku mas, buat apa kita menikah kalau caranya begitu, kita tuh harus selalu berjuang sama-sama dalam hal apapun itu " ucap Zeline sambil cemberut kesal pada suaminya ini.
__ADS_1
"Iya iya maaf aku hanya tak ingin membuatmu khawatir sayang " ucap Liam sambil memeluk erat tubuh istrinya.
Namun kenapa seperti ada yang berbeda, segera Liam melepaskan pelukannya dan melihat istrinya dari ujung kepala sampai bawah mata kakinya, istrinya telanjang bulat. Liam yang melihatnya sampai mengaga.
"Kenapa mas " tanya Zeline binggung karena tatapan suaminya yang aneh, segera Zeline menutup mulut suaminya takutnya nanti ada nyamuk yang masuk.
"Emm engga sayang,engga ayo kita bobo " jawab Liam dengan gugup.
Segera Liam membereskan semua kertas-kertas yang berserakan dan memangku istrinya dengan masih mata yang fokus kepada kedua gunung kembar istrinya.
Dibaringkannya perlahan tubuh istirnya lalu diselimutinya hingga keatas dada, Liam tak mau melakukan penyatuan lagi untuk hari ini tapi besok bolehlah, kasihan pada istrinya pasti tadi juga masih cape. Jadi lebih baik tidur saja.
Liam segera membaringkan tubuhnya juga,memeluk tubuh istrinya yang telajang dan sesekali tangan nakalnya itu meremas benda kenyal yang selalu menantangnya.
Zeline hanya diam membiarkan suaminya melakukan apa yang dia mau, biarkan saja sudah sah ini tak akan ada yang marah ini kan dan tak akan dosa juga.
Perlahan Liam tertidur sambil mempererat kembali pelukannya pada istri kecilnya ini, mencari kehangatan.
Sedangkan dirumah Zeline, ayahnya sedang menangis mencurahkan rasa kecewanya pada menantunya yang dulu dia agung-agungkan sekarang malah membuatnya marah dan tak bisa memafkannya.
Kenapa tak dari awal Liam jujur, bahwa diri yang sesungguhnya adalah seorang pembunuh. Kenapa anaknya bisa secinta itu pada lelaki jahat seperti Liam.
Apakah dimata putrinya Liam itu adalah malaikatnya atau apa, sampai-sampai anak itu memilih laki-laki yang salah, yang bisa saja sewaktu-waktu membunuh anaknya itu.
Dulu saja sudah sampai menculik anaknya sampai mendapatkan trauma yang amat sangat dalam, sampai membuat anaknya enggan memiliki pasangan namun datang Abimanyu dia merubah semuanya tentang opini anaknya yang mengatakan semua laki-laki jahat.
Dia sudah senang ada Abi yang menjaga anaknya namun tuhan lebih menyayangi Abi dan mengambilnya terlebih dahulu. Sungguh dirinya tak menyangka pada akhirnya anaknya akan menikah dengan seorang pembunuh dan orang yang dulu menculik anaknya.
__ADS_1
Kalau saja Liam tak jujur padanya mungkin dirinya akan seperti ini saja, mengagap Liam adalah lelaki baik hati dan sangat menyayangi anaknya namun pada kenyataannya itu tak benar.
Dirinya sudah tertipu oleh kebaikan Liam serta kedua orang tuanya yang memang seolah-olah menerima keadaan anaknya. Sungguh dirinya tertipu dengan semua daya tarik yang dipunya oleh anak itu.