
Sedangkan dilain tempat, Yuda yang tadi terjatuh dilantai segera bangkit. Lalu mengusur kakinya untuk mencapai pintu yang memang sangat sukit dirinya gapai. Dengan sekuat tenaga Yuda mengusurnya. Agar cepat-cepat mengejar istrinya yang sudah pergi.
Setelah sampai, Yuda segera membuka pintu "Asa, jangan tinggalin aku Sa. Kembali Sa. Aku gak mau ditingalin lagi " teriak Yuda masih dengan mengusur kakinya.
"Ya ampun tuan ada apa kenapa tuan seperti ini, apa yang terjadi tuan " tanya bibi.
"Asa mana bi, Asa mana " bukannya menjawab Yuda malah menanyakan keberadaan Asa yang sudah menghilang.
"Non Asa baru aja pergi tuan dia bawa koper gede banget"
"Kejar bi, kejar Asa jangan biarkan dia pergi " teriak Yuda
"Tapi bagaimana dengan tuan "
"Jangan fikirkan saya, sekarang juga kejar Asa " bentak Yuda.
Bibi yang takut segera berlari dan mencari Asa yang sudah pergi, bibi segera berlari keluar dan ternyata tidak ada Asa sama sekali.
__ADS_1
Bibi segera masuk kembali lalu menghampiri tuannya yang sudah sangat gelisah. "Tuan non Asa sudah tidak ada " sambil ngos ngosan.
"Ahh sialan, kenapa kamu tinggalin aku Sa. Padahal kita bisa bicarain baik-baik gak kaya gini " teriak Yuda sambil memukul-mukul kakinya.
"Dasar kaki tak berguna. Kau ini hanya bisa menyusahkan saja. Tuhan kenapa kau tak cabut saja nyawa ku ini. Aku lelah bila harus begini terus " lanjut Yuda dengan air mata yang tiba-tiba mengalir.
"Ya alloh tuan jangan bicara seperti itu. Ayo bibi bantu untuk masuk kedalam kamar lagi. Jangan seperti ini tuan jangan dipukul terus kakinya. "
"Gak usah, bibi pergi aja. Aku bisa pergi kekamar sendiri. Aku gak perlu bibi bantu , kaki ini tuh gak berguna buat apa aku punga kaki kalau gak bisa jalan" bentak Yuda.
Bibi pun akhirnya pergi. Biar dia telfon saja bapak siapa tau bapak hari ini pulang kerumah. Dia takut terjadi apa-apa pada tuan muda. Sebenarnya ada masalah apa antara tuan muda dan Non Asa sampai-sampai non Asa pergi begitu saja membawa koper.
Pertama Zeline sekarang Asa, apa sebenarnya dosannya sehinga dirinya selalu ditinggalkan. Apa tak ada satu pun yang menyayanginya. Apa hidupnya akan seperti ini terus.
Setelah sedikit tenang Yuda segera mengusur kakinya itu untuk masuk kedalam kamar kembali. Percuma sekarang mengejar Asa sedangkan kakinya saja tak bisa di gerakan seperti ini.
Yuda dengan susah payah membuka pintunya. Lalu menutupnya dengan kencang. Dengan Tertatih-tatih Yuda naik ketempat tidurnya. Lalu mengusur kursi rodanya untuk dirinya duduki.
__ADS_1
Setelah ada dikursi roda, Yuda segera menjalankannya dan diam melihat keluar rumah. Siapa tau Asa kembali lagi. Siapa tau Asa tak marah lagi padanya.
**
Bibi yang baru sampai didalam kamarnya segera mengambil ponselnya lalu mencari no bapak untuk mengabarkan tentang keadaan tuan muda yang sangat memprihatinkan.
Untungnya pada panggilan pertama langsung diangkat.
'Hallo pak, maaf bibi menelfon, ini pak tuan muda lagi ada masalah "
'Hallo bi, masalah apa, Asa kemana bi "
"Nah itu masalahnya tuan, non Asa gak ada pergi bawa koper. Bibi juga gak tau mau pergi kemana. Waktu bibi masuk tuan muda udah dilantai ngejar non Asa"
"Ya allah cobaan apalagi yang engkau berikan pada anak hamba ini. Baiklah bi, saya sebentar lagi pulang. Tolong jaga dulu Yuda ya. Saya gak mau dia melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya."
"Iya siap tuan nanti saja diem di depan pintu kamar tuan muda. Soalnya saya masuk takutnya tuan muda ngamuk kaya tadi. Masuk kamar saja gak mau saya bantuin tuan "
__ADS_1
'Baik bi, sekarang saya pulang "
Setelah dimatikan telfonya. Bibi kembali tergesa-gesa untuk pergi kedepan kamar tuanya, takut terjadi hal-hal yang tak di inginkan.