
Ibu Zeline yang tadinya akan mengangkat telfon dari anaknya, dia sudah sangat merindukan anaknya itu namun suaminya malah merebut ponselnya dan mematikan telfon dari anaknya.
"Kenapa kamu matikan mas, itu dari Zeline anak kita "
"Hah kamu masih peduli dengan anak itu, dia sudah memilih jalan sendiri untuk apa kamu masih berhubungan dengan dia. Tak ada gunanya lebih baik kamu istirahat. Kamu sedang sakit "
"Jangan seperti itu yah, mau bagaimana pun Zeline anak kita, anak satu-satunya kenapa kamu sangat keras kepala "
"Dia memilih laki-laki itu, berarti dia juga sudah tak menganggap kita sebagai orang tuanya "
"Sudah, ponsel mu akan aku pegang, sekarang istirahat tak ada bantahan sama sekali cepat "
Ayang Zeline segera keluar dari kamar, bahkan sedikit membanting pintu kamar. Ibunya Zeline lalu menangis sejadi-jadinya mengigat anaknya.
Zeline anak satu-satunya anak yang paling dia sayangi. Kenapa ayahnya sangat keras kepala. Dirinya juga sakit karena memikirkan terus anaknya.
Kenapa seperti ini tuhan jalan hidupku, apa tak bisa dikembali seperti dahulu lagi. Agar kami semua bahagia.
**
Liam yang sudah selesai telfonan dengan Andre segera pergi kekamarnya. Dirinya membeli rumah didekat rumah ibunya. Karena setelah Zeline lulus dia akan memboyong istrinya itu kejakarta dan tinggal disana.
Memang berat untuk meninggalkan kota ini, tapi bagaimana perusahaannya tak mungkin ditinggalkan lama. Kasihan Andre pasti dia pengen mencari pasangan. Masa iya mau jadi pujangan lapuk.
Saat Liam membuka pintu kamarnya ternyata istrinya sudah tertidur dengan bekas air mata disekitar pipinya. Kenapa istrinya. Kenapa menangis. Liam segera mengusapnya lalu dengan tergesa-gesa segera masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan semuanya.
Setelah selesai Liam segera menghampiri istrinya dan memeluknya dengan erat, sebelumnya mengelus terlebih dahulu perut istrinya yang ada anak mereka didalamnya. Segera Liam menyusul istrinya tidur.
**
Tiba-tiba saja Zeline terbangun ditengah malam, perutnya sangat lapar sekali. Segera Zeline menguncang-nguncang tubuh suaminya. Tiba-tiba saja dirinya ingin makan mie ayam. Pasti enak sekali.
__ADS_1
"Mas bangun dong " teriak Zeline karena suaminya ga bangun-bangun.
Dengan kesal Zeline meraup burung suaminya dan meremasnya "Akhhh sakit " teriak Liam yang langsung terduduk dengan mata yang terbuka lebar.
"Mass aku lapar " ucap Zeline kembali sambil mengerak-gerakan kaki.
"Ya ampun sayang kenapa kamu tak membangunkan suamimu ini pelan-pelan" omel Liam
"Udah kali, tapi kamunya aja yang ga bangun-bangun "
"Iya iya maaf ya sayang, kamu mau apa "
"Aku mau mie ayam sayang "
Liam segera melihat ja sekarang sudah jam 1 malam mana ada yang jualan. "Sayang lihat ini sudah sangat malam "
"Tapi aku mau itu mas, mau itu "
"Gamau mas, yaudah aku aja yang pergi sendiri " Zeline segera bangkit dari duduknya.
"Jangan sayang, kamu disini saja. Aku beli sekarang ya sayang " Liam segera memakai jaketnya. Lalu mengecup dahulu kening istrinyam dan pergi mencari mie ayam keinginan istrinya dan jabang bayinya.
Zeline yang senang mie ayamnya akan segera tiba segera berbaring kembali, sambil sesekali memainkan ponselnya menunggu suaminya datang kembali.
"Sabar ya na, papih lagi beliin kita mie ayam " ucap Zeline sambil mengusap perutnya yang sudah buciy
Liam yang sesekali menguap, namun demi anak dan istrinya dirinya harus menemukan mie ayam yang di idam-idamkan istrinya.
Tapi sudah sangat sepi sekali, tak ada satu pun roda mie ayam bahkan ruko-ruko tak ada yang buka. Liam segera membuka ponselnya lalu mencari tempat mie ayam yang buka.
"Akhirnya ada yang masih buka " segera Liam melajukan mobilnya untuk segera pergi kesana.
__ADS_1
Liam segera masuk dan memesan satu porsi saja untuk istrinya tercinta.
"Ini mas, jadi 20 ribu " ucap mang mie ayam.
"Makasih mang, ini kembaliannya buat mang aja "
"Makasih loh mas " jawab mang mie ayamnya.
Setelah itu Liam segera pulang untuk memberikan makanan ini pada istrinya yang sedang kelaparan.
Sedangkan dirumah tiba-tiba Zeline ingin makan nasi goreng. Dengan malas-malasan Zeline turun kebawah dan membuat nasi goreng seadannya.
Karena tak mungkinkan kalau harus membangunkan pelayannya jam segini, hanya untuk membuatkannya nasi goreng, dirinya masih bisa membuatnya sendiri.
Aromanya sudah tercium wangi sekali. Zeline segera menuangkannya kedalam piring dan menyantapnya dengan lahap.
"Uh kenyangnya. Kalau nunggu mas Liam udah pingsan aku ini " ujar Zeline sambil membawa piring kotornya dan menyimpan di wastafel.
Segera Zeline naik kembali keatas untuk menuju kamarnya. Lalu membaringkan setengah badannya sambil menunggu suaminya pulang.
10 menit berlalu "ceklek" suara pintu terbuka. Itu Liam suaminya. "Sayang ini mie ayamnya " mengacungkan kantong pelastik beserta mangkoknya.
"Aku udah kenyang, sama mas aja mie ayamnya abisin "
"Kok gitu sih sayang, katanya tadi mau mie ayam, sekarang udah kenyang "
"Lama sih, udah makan aja sama kamu "
"Huuf ya ampun sayang kenapa begitu "
"Udah ah aku mau bobo lagi, besokan kulian mas " Zeline segera membaringkan tubuhnya sambil membelakangi suaminya.
__ADS_1
Liam segera menarik nafasnya, ingat dia istrinya tak boleh emosi. Wajar Zeline sedang hamil. Liam segera menuangkan mie ayamnya lalu menyantapnya sendirian. Padahal dia sudah cape-cape mencarinya tapi tak dimakan sedikit pun oleh istrinya ini.