
Gavin melihat semua mayat mayat yang ada di depannya dia lalu terduduk di tumpukan mayat itu dan tertidur di sana memeluk salah satu perempuan dan memainkan rambutnya yang panjang..
Lalu perutnya bersuara dan saat melihat daging yang dilumuri darah Gavin menariknya namun sangat sulit, Gavin memakan daging itu namun langsung mengigitnya dan mengunyahnya.
Dia mengangguk anggukan kepalanya dan memakan lahap daging itu, lalu setelah cukup kenyang Gavin duduk dan memangku salah satu perempuan.
"Ternyata tidak buruk memakan daging manusia sama saja atau mungkin karena aku kelaparan makanya seperti ini. Sudahlah tidak apa dari pada aku kelaparan kan lebih baik aku memakan mereka mubazir kan jadi lebih baik aku makan saja "
"Kau perempuan cantik kenapa bisa sampai ada di sini kenapa kau bisa tertangkap oleh Liam, apakah kau menggodanya sampai-sampai kau tertangkap olehnya .Kasihan sekali dirimu kenapa kau harus mati di tangannya . Padahal kalau kau selamat kau bisa menikah dan kau akan bahagia bersama suamimu , tapi ku malah mati mengenaskan di sini kasihan sekali ya nasibmu"
"Aku sebenarnya ingin kabur tapi sangat sulit sekali kau tahu aku takut Liam malah membunuhku seperti dia membunuh kalian semua, aku tak bisa kabur dari psikopat itu aku harus kabur saat dia sedang tak ada bersamaku, tapi bagaimana caranya pintunya saja dikunci seperti ini, aku tak bisa kabur ke mana-mana aku bingung harus melakukan apa
Gavin melihat salah satu orang itu masih memakai tas dengan cepat Gavin mengambil tas itu dan ternyata di dalamnya ada air minum dan beberapa makanan yang layak untuk dimakan, kalau tau gini dirinya tidak makan daging manusia seperti ini. Gavin segera mengambilnya dan mengumpatkannya di kolong tempat tidurnya, takutnya nanti malah ketemu sama Liam.
Gavin kembali tertidur dan memeluk perempuan yang tadi dipangku olehnya, seolah-olah perempuan itu hidup Gavin membelai wajahnya dan membersihkan darah yang ada di sekitar pipi bibir dan juga jidatnya.
"Kalau waktu itu kita bertemu mungkin kita sudah menjadi pasangan ya kau begitu cantik aku suka dengan dirimu tapi kau sudah tidak bernyawa ya"
Namun tiba-tiba saja perempuan itu mengedipkan kedua bola matanya. Gavin segera mengucek matanya namun benar perempuan itu mengedipkan matanya "Apakah kau masih hidup, apakah kau hidup aku tidak salah lihat kan " namun perempuan itu hanya tersenyum dan menatap Gavin saja.
__ADS_1
"Rasanya senang aku bisa melihatmu bisa mengedipkan matamu dan tersenyum meskipun kau tidak bisa berbicara. Aku senang akhirnya mempunyai teman seperti ini, jadi aku tidak terlalu kesepian dan takut kalau Liam datang, kau harus bersamaku ya tetap bersamaku kita akan hadapi berdua ya"
"Kau tahu kenapa aku bisa ada di sini ya karena kebodohanku sendiri mencintai istri seorang psikopat. Aku kira dia bukan psikopat dia hanya laki-laki biasa sepertiku, ternyata dia punya kelainan yang aneh membunuh seseorang, aku juga tidak menyangka tadi aku sampai syok dan kaget melihat dia membunuh teman-temanmu "
"Aku kaget sekali namun ternyata kau juga menjadi incarannya namun kenapa hanya kau saja yang bisa mengedipkan mata dan tersenyum padaku. Apakah sebenarnya aku hanya mimpi atau nyatanya kau tak bisa berkedip seperti ini"
"Aku memang bisa berbicara Gavin dan aku memang masih hidup . Bagaimana apakah kau senang ada teman sepertiku. Ayo kita berjuang untuk keluar bersama-sama di sini ya, kita berjuang untuk keluar dan bisa bebas dari orang itu dari laki-laki itu"
"Aku tidak bermimpi kan kau benar-benar sadar. Kau benar-benar hidup ya ampun ternyata luka besar di kepalamu tidak membuatmu mati ya, aku senang aku senang aku sangat bahagia melihatmu masih hidup seperti ini"
"Iya Ini kepala ku rasannya tak sakit kok hanya darahku saja yang terus keluar. Aku senang bisa bertemu denganmu laki-laki baik dan tak sombong"
"Tidak aku tidak mau makan aku baik-baik saja. Aku hanya ingin seperti ini saja aku tidak mau makan"
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan memaksamu untuk makan"
Gavin segera memeluk perempuan itu dengan sangat kuat dan saat dia melihat kembali perempuan itu matanya sudah melotot seperti semula, Gavin menguncang tubuhnya, namun eksperesi wajahnya tetap saja tak berubah kembali.
"Hey hey hey kenapa kau malah seperti ini lagi, kenapa kau tidak berbicara lagi padaku, bangunlah aku sudah senang kau bisa hidup kembali dan berbicara denganku"
__ADS_1
Namun perempuan itu tidak menjawab dia masih melotot dengan wajah kaget , Gavin langsung melepaskan pelukkannya dan naik ke atas tempat tidurnya.
Dia menatap perempuan itu sambil memegang kepalanya dan menjamak rambutnya, lalu menangis dengan tiba-tiba dan tertawa dengan tiba-tiba juga.
Pokoknya emosinya tidak stabil kadang-kadang dia tertawa kadang-kadang dia menangis, seperti itu tak berubah.
"Kau sudah menipuku perempuan kau sudah menipuku. Kenapa kau menipuku sialan kau tadi berbicara padaku, lalu sekarang kau malah sama sekali tidak berbicara denganku sialan sialan sialan sialan sialan kau sangat sialan aku tidak suka denganmu aku benci padamu"
Gavin segera menendang perempuan itu dan menendang mayat-mayat yang lainnya, lalu diam di pojokan sambil memeluk dirinya dan tertawa kembali.
Lalu raut wajahnya berubah dan tersenyum melihat ke atas ke bawah dan dia langsung terbaring menatap mayat-mayat itu dan tersenyum kembali.
Gavin kembali lagi ke tumpukan mayat-mayat itu dan tertidur lagi di sana "Ternyata lebih nyaman ya tidur di sini lebih empuk, kalian sungguh empuk dan darah-darah ini begitu segar rasanya, sampai sampai aku menyukaimu, daging-daging kalian pun rasanya enak."
"Ya lumayanlah aku akan memakannya lagi nanti. Terima kasih Liam kau sudah memberikan aku ini, aku senang aku senang aku senang Hahaha. aku sangat senang sekali kapan ya aku bisa keluar dari sini tapi sudah nyaman lah di sini aku senang sekali senang sekali hidup di sini"
Gavin kembali memegang tangan perempuan tadi dan melihat ada sebuah cincin ditangannya.
"Apakah kau sudah menikah tidak tidak seharusnya kau menikah denganku kembali"
__ADS_1
Gavin tertawa terbahak-bahak dan memeluk perempuan itu dengan erat tanpa memperdulikan tubuhnya yang sudah penuh dengan darah dan juga bau busuk dari mayat yang kemarin kemarin yang dimasukkan oleh Liam ke dalam sini untuk menemani Gavin.