
Setelah selesai menyisir rambut istrinya itu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
Segera Liam membuka pintu kamarnya ternyata kakaknya Zeline "ayo Liam makan malam dahulu sekalian ya Zelinenya"ucap Asa.
Liam hanya menganggukkan kepalanya lantas Asa segera undur diri dan segera turun kembali kebawah.
"Ada apa kak "
"Kata kakakmu katanya makan malam dulu sayang "
"Baiklah ayo suami " ajak Zeline dengan riangnya.
Zeline mengandeng tangan suaminya itu tak mau melepaskannya sama sekali.
"Cie pengantin baru gamau jauh-jauh ni " goda ibunya
"Ih apaan sih ibu " ucap Zeline dengan malu-malu
Mereka segera duduk dan Zeline mengambil kan makanan untuk suaminya itu.
Liam memakan setiap apa yang diambil oleh Zeline tak memilih apa saja yang dia makan biar lah istrinya itu mengambilnya sesuka hatinya saja.
Segera makan malam dilaksanakan dengan hening tak ada satupun yang berbicara.
Saat makan sesekali tangan Liam mengusap paha istrinya mengodanya sampai kedaerah perut istrinya lalu turun lagi kepaha.
Zeline yang kegelian langsung menangkap tangan suaminya dan menimpulakan sedikit suara.
"Ada apa na " tanya ayahnya yang kaget
"Tidak ayah, dibawah ada nyamuk nakal jadi Zeline harus menangkapnya " dengan meremas tangan suaminya yang nakal itu.
"Nyamuknya besar ga Line " tanya Asa
"Besar banget kak makannya aku tangkep nanti takut gigit yang lain lagi "
Mereka semua hanya tertawa dengan kelakuan Zeline mereka semua sudah tau apa yang dilakukan Liam pada Zeline namun hanya ingin mengoda anaknya saja.
Maklum mereka berdua kan pengantin baru jadi tak masalah bermesraan didepan mereka pun.
Lalu makan dilanjutkan kembali dengan tangan Liam yang sudah tak mengerayangi kembali paha istrinya.
Takut nanti ditangkap kembali lagi dan ketahuan kalau dia sedang nakal pada istrinya kan malu masa iya laki-laki sedingin dirinya itu tertangkap basah.
***
Rencananya besok mereka berdua akan pergi bulan madu kepulau orang tua Liam. Tempatnya memang cukup terpencil, Liam sengaja agar waktu berduanya tak diganggu oleh siapa-siapa.
__ADS_1
Tadinya Zeline akan menyiapkan pakaiannya namun ternyata ibu dan kak Asa sudah menyiapkanya tinggal yang kak Liam saja yang belum di dikemas.
Segera Zeline mengemas semua barang suaminya. Selesai juga tinggal istirahat sekarang.
"Sayang sini" ucap Liam sambil merentangkan tangannya sambil tiduran
Zeline segera menghampiri suaminya yang mulai manja ini dan memeluknya juga.
"Sayang jangan tinggalin aku ya " tiba-tiba saja Liam berucap seperti itu.
"Kok fikiran kakak gitu, aku gak akan pernah tinggalin kakak kok "jawab Zeline sambil mendongak kan kepalanya lalu dengan keberaniannya dia mengecup bibir Liam tanpa penyatuan.
"Ya aku cuman takut aja sayang, ayo kita buat perjanjian" jawab Liam
"Perjanjian gimana sih kakak "
"Pokoknya kamu harus janji sama suami mu ini apapun yang terjadi kamu ga akan tinggalin aku " dengan wajah yang memelas.
"Iya suamiku aku berjanji dalam keadaan apapun aku tak akan meninggalkan kamu, kamu pun harus janji sebaliknya kamu harus melakukan itu sayang " ucap Zeline sambil mengangkat jari kelingkingny.
"Ya aku janji sayang " ucap Liam sambil mengangkat jari kelingkingnya dan menautkannya dengan sang istri.
Lalu Zeline dengan tiba-tiba menciumi semua wajah Liam dengan sayang lalu berpindah pada bibir Liam dan mengecupnya dengan bertubi-tubi.
"Ternyata istri ku ini sudah nakal ya" lalu Liam menggelitiki pinggang Zeline.
Liam langsung berhenti lalu menindih tubuh istrinya itu, mengecup bibir istrinya, lalu perpindah memeluk leher istrinya dan menyesap leher itu sebentar lalu melepaskannya.
Zeline sudah memejamkan kedua matanya menikmati perlakuan suaminya sedikit sakit namun dia suka.
Liam terus saja menjilati leher istrinya lalu beralih membuka kancing pakaian Zeline seperti biasa tak memakai dalaman apa-apa.
Liam segera m****** pada salah satu gunung istrinya itu dan tangan satunya mengusap yang satunya lagi sambil sesekali memelintir p*********
Zeline dengan reflek menjambak rambut suaminya saat Zeline sedang menikmatinya tiba-tiba Liam menyudahinya dan mengancingi kembali pakaian istrinya itu.
"Sudah ya sayang ayo tidur, besok kita kan akan berangkat" ucap Liam sambil membenahi tidur mereka.
Zeline yang sedang enak-enaknya tiba-tiba saja berhenti hanya cemberut dan membelakangi suaminya itu dia kesal sekali.
Liam yang tau istrinya itu marah langsung memeluk istrinya itu dari belakang lalu menyesap telingga istrinya dan m*********** sambil mengigitnya secara perlahan dan meremas salah satu gunung istrinya dengan cukup keras.
"Ah kakak geli " ucap Zeline sambil mendesah.
"Makannya ayo tidur sayang " Liam segera membalikan tubuh istrinya untuk menghadapnya lalu mendekapnya dengan sangat erat.
Zeline segera memposisikan kepalanya untuk bersandar didada suaminya dan memeluknya juga.
__ADS_1
Lalu mereka berdua tertidur dengan nyenyak untuk menyambut hari esok.
***
Sekarang Zeline dan Liam sudah diperjalanan untuk pergi melaksanakan bulan madu mereka ke pulau milik keluarga suaminya itu.
Liam membawa mobilnya sendiri tak memakai supir karena ya memang Liam lebih nyaman begitu jadi leluasa saja.
Mereka tadi sudah berpamitan kepada kedua orang tuanya dan kepada kak Asa juga.
Selama perjalannan Zeline tak pernah berhenti tersenyum akhirnya mereka bisa bersenang-senang bersama suaminya.
"Sayang apa kau senang" tanya Liam sambil menggeggam tangan istrinya dam mengecupnya.
"Aku senang sekali kak, aku bahagia selagi dilakukan dengan kakak"
"Benarkah sayang "
"Iya kakak sayang kapan sih aku bohong sama kakak " ucap Zeline sambil mengecup pipi suaminya.
Zeline segera membuka jendela lalu melihat pemandangan yang sejuk banyak sekali pepohonan disini.
Pasti tempat yang akan mereka tuju banyak pepohonannya deh Zeline menjadi tak sabar ingin cepat-cepat sampai tujuan dan menjelajahi rumahnya nanti.
***
Dirumah kak Asa dengan bibinya itu sedang tersenyum terbahak-bahak membayangkan muka Zeline saat membuka kopernya nanti.
"Bi pasti kalau dia udah sampai dan mau ganti pakaian kaget deh saat buka kopernya, rasanya aku ingin kesana dan melihat ekspresi Zeline " masih dengan sisa tertawanya.
"Iya bibi juga rasanya ingin melihat ekspresi Zeline pasti nanti dia akan menelfon dan marah deh Asa "
"Iya bi pasti dia pasti ga akan mau memakainya tapi kan ga ada pilihan lain "
"Iya bener kita tunggu telfon dari Zeline "
"Siap bi "
"Asa kamu mau ga tinggal lagi disini bersama bibi dan paman seperti dulu "
"Emang kenapa bi "
"Ya biar bibi dan paman ga kesepian gitu nak, Zeline kan nanti ga tinggal disini jadi mau ya kamu tinggal disini sama bibi"
"Iya deh bi mau kan aku jadi deket ke rumah sakitnya"
"Makasih ya sayang" sambil memeluk Asa dengan sayang.
__ADS_1