Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Selamat


__ADS_3

"Kenapa Sa, gelasnya kamu buang. Bukannya ini yang kamu mau. Kamu mau aku matikan Sa kenapa gak jadi " sambung Yuda.


Asa sangat kaget, kenapa Yuda tau. Apa Yuda mengentipnya.


"Aku tau semuanya Sa, kamu tadi digudangkan membutkan aku racun. Aku sudah tau dari gerak-gerik mu. Jika itu yang kamu mau aku siap . Jika aku mati membuatmu senang ayo lakukan Sa. Aku bersedia Asal kamu bahagia. Tapi apa salah aku sampai kamu mau lenyapin aku. Apa aku punya salah sama kamu Sa sebelumnya ? "


"Engga kamu gak punya salah sama aku Yud " dengan air matanya yang tiba-tiba saja menetes.


"Lalu apa salah aku sama kamu, sampai kamu mau bunuh aku kayak gini. Ini bukan pertama kalinya kan Sa "


"Salah kamu adalah telah melakukan penyulikan sama adik aku Yud, kamu hampir ngebunuh dia dan mau perkosa dia juga. Dimana hati nurani kamu. Apa kamu tega mau ngehancurin masa depan adik aku dengan keegoisan yang kamu buat. Apa kamu tau dia sampai gak bisa nerima dirinya lagi karena dia menganggap dirinya itu sudah sangat ternodai. Kamu egois Yud, egois " teriak Asa dengan marah


"Maksud kamu Zeline Sa "


"Iya dia Zeline adik aku "


"Jadi bener selama ini kecurigaan aku. Kalau kalian itu sodaraan. Kenapa kamu gak jujur dari awal "


"Kalau aku jujur, semua ini gak akan terjadi Yud. Aku marah sama kamu. Marah Yud. Karena berbuatan kamu yang sangat bajingan. Ambisiku sangat besar untuk melenyapkan mu Yud. Tapi entah kenapa saat moment itu datang aku gak bisa "

__ADS_1


"Iya aku salah, maaf maaf aku dulu gak bermaksud untuk menyakiti Zeline. Aku hanya ingin mendapatkannya. Mendapatkan cinta Zeline dan dia akan selalu ada disisiku. Lalu kenapa ragu ayo bunuh aku. Aku sudah pasrah mati ditangan orang yang sekarang sangat aku cintai ini sampai akhir hayatku "


"Hah cinta, kamu cinta sama aku karena muka aku aja yang samakan sama adikku " Asa segera bergegas pergi kelemari. Lalu mengemasi pakainnya dengan asal-asalan sambil menysut air matanya yang terus saja mengalir.


"Kamu mau kemana Sa. Jangan pergi aku sebagai suami mu melarang kamu pergi dari rumah "


Namun Asa terus saja memasukan pakainnya kedalam koper lalu mengusurnya. Yuda dengan susah payah turun dari tempat tidur bahkan sampai jatuh kelantai.


Namun Asa hanya menatapnya saja lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan sama sekali Yuda yang sedang kesulitan untuk mengejarnya.


**


Zeline sampai berpegangan keranjang dan mengatur nafasnya. "Mas udah gak kuat sakit " rengek Zeline.


"Yaudah sebentar ya, sekarang kembali lah keranjang sayang " setelah istrinya kembali ke ranjang Liam segera berlari untuk mencari dokter.


Tak lama Liam sudah kembali dengan dokter dan sustenya pula. Dokter segera mengeceknya "sudah mau melahirkan pak. Baik segera siapkan sus "


Liam segera menghampiri istrinya dan memegang tangannya "tenang ya sayang "

__ADS_1


Zeline hanya mengangguk dengan wajah yang sudah gelisah dan menahan sakit yang amat sangat.


"Pak istrinya peluk dari belakang ya " Liam tanpa banyak bicara segera duduk dibelakang istrinya jadi Zeline menyender pada suaminya.


"Baik bu ayo dorong bu, satu dua tiga dorong "


"Huff huff akhhhh "


"Tarik nafasnya bu "


"Tarik nafas sayang " ucap Liam sambil meniup-niup wajah Zeline dari belakang.


"Udah ini udah nafas mas, sakit mas sakit " sambil mencengkram tangan suaminya


"Ayo bu sidikit lagi dorong-dorong " dan lahirlah buah cinta mereka berdua, sehat tanpa cacat sedikit pun..


Zeline yang lemas langsung menyenderkan seluruh tubuhnya kearah suaminya. Liam hanya bisa memeluk istrinya sambil memeluk haru.


Lalu suster memberikan anak mereka dan menidurkannya didada Zeline. Liam dan Zeline saling menatap dan tak menyangka mereka berdua akhirnya berhasil mrmbuat anak mereka lahir kedunia.

__ADS_1


__ADS_2