
"Mas pagi ini aku tak melihat Tora apakah dia sakit tak seperti biasanya dia tak ada dan mengajak Lucas bermain "
"Oh iya benar biasanya Lucas sudah main beramaa Tora, aku nanti akan menanyakannya pada Hamzah, ya "
"Iya mas, ayo habiskan sarapannya dulu setelah itu kau cari keberadaan Tora, takutnya dia butuh bantuan tapi binggung harus meminta pada siapa "
"Iya sayangg ayo habiskan, ayo makan makan "
Setelah beres makan, Liam segera menghampiri kamar Tora dan Hamzah benar saja tak ada siapa siapa, disana tak ada Hamzah dan tak ada Tora, namun saat Liam menengok dia melihat ada Hamzah.
Liam dengan langkah besarnya segera pergi kearah Hamzah dan melambaikan tangannya untuk segera menghampirinya. Karena tau sendiri Liam tidak akan mau menghampiri Hamzah.
"Baik bos ada apa "
"Dimana Tora "
"Tora dari semalam malam tak ada tuan, saya juga tidak tau kemana dia, saat saya tanya dia mau kemana dia tak menjawab "
"Ditelfon bagaimana "
"Tidak diangkat "
"Cari dia, coba kau cari dia, aku ingin berbicara dengannya "
"Baik Tuan "
Baru juga Hamzah akan pergi dia malah melihat Tora yang berjalan kearah Liam.
"Maaf tuan anda mencari saya "
"Iya kamu kemana saja, dimana kamu semalam "
Hamzah yang tak ingin menganggu bos bosnya bicara segera berpamitan pergi dan meninggalkan Liam beserta Tora berdua saja.
"Saya dari rumah hutan tuan "
"Apa yang kau lakukan memangnya belum selesai "
"Sudah tuan "
"Lalu apa yang kau lakukan, apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dari ku, apa kau telah menyelamatkan Bulan "
"Tidak tuan tidak, sama sekali saya tak melepaskan Bulan saja sudah membunuhnya dan memetong motong badannya "
"Lalu apa yang kau sembunyikan dariku "
"Aku menyekap seseorang, dia seorang perempuan yang melihat aku sedang membuang mobil Bulan, makannya aku mengurungnya "
"Bunuh saja dia "
Setelah mengatakan itu Liam langsung masuk kedalam mobil diantar oleh Hamzah.
**
__ADS_1
Saat Liam baru datang Jovanka sudah menghadangnya "ada apa Jo "
"Bu Bulan tak ada kabar pak, sekarang kita akan mengecek tempatnya, jadi bagaimana pak dosen "
"Sudah kau pergi saja dulu sendiri dan cek semuanya lalu laporkan padaku, "
"Tapi bagaimana dengan bu Bulan pak, "
"Tak usah kau fikirkan, nanti juga pastinya akam diganti oleh yang lain "
"Pak dosen sudah tau "
"Iya aku sudah tau, bosnya sudah memberitahuku, kalau Bulan akan diganti jadi sekarang kau pergi dulu sendiri, sebelum gantinya Bulam kemari "
"Syukur deh pak dosen , aku gak terlalu suka kerja sama bu Bulan, "
"Iya aku tau, segeralah pergi "
"Siap pak dosen "
Liam segera masuk kedalam ruangannya dengan senyum puas, karena sudah bisa menyikirkan Bulan s pembawa sial dan pembawa masalah itu.
**
"Mamah sekarang Naura dianter sama mamah kan sekolahnya"
"Iya Naura ayo kita berangkat ya "
Milla dengan malas malasan mengandeng tangan anaknya "sebentar mah, Naura belum salam saya ayah, mamah juga salam ya "
"Yaudah deh, sebentar ya mah "
Milla segera masuk kedalam mobil dan menunggu anaknya yang sedang pamitan, baru juga beberapa menit Milla sudah merasa jenuh menunggu anaknya datang.
"Naura Naura cepat, kenapa lama sekali cepat "
"Iya mah ini Naura maaf lama ya mah, "
"Iya iya udah cepet naik "
Naura dengan semangat naik dan mobil segera melaju "mamah tau gak Naura seneng banget tau akhirnya Naura bisa dianter sama mamah sekolahnya, mamah akan setiap hari kan antar Naura sekolah dan jemput Naura juga "
"Iya setiap hari dianterin "
"Yey akhirnya mamah mau juga anterin aku sekolah, aku seneng banget, pokoknya hari ini aku seneng banget biasannya sama ayah sekarang sama mamah, jadi temen temen aku bisa tau mamah "
"Udah jangan berisik, kamu lebay banget sih, baru juga dianterin udah kaya apa aja, berisik mamah gak mau denger kamu bicara lagi, kalau sekali lagi kamu berisik mamah turun dan gak jadi anterin kamu "
"Yaudah Naura diem " Naura hanya bisa menundukan kepalanya sesekali menatap mamihnya, lalu melihat kembali menunduk.
**
"Hallo Nabil, sekarang Lucas bakal ada temen nih "
__ADS_1
"Iya bener kak nanti mereka main sama sama "
"Iya, ini yang dekor kamar siapa Syifa "
"Paman Andre kak, waktu aku dateng dia udah siapain ini sendirian, paman Andre itu penuh kejutan banget, "
"Wah wah hebat ya kak Andre bisa nyiapin semuanya sekejap, salut deh "
"Iya kak dia itu baik banget, entahlah aku harus berterimakasih gimana sama paman Andre yang udah selamatin hidup aku dan anak aku Nabil "
"Kak Andre cuman butuh satu, dia cuman butuh dicintai aja Syifa "
Syifa hanya mengangguk anggukan kepalanya lalu kembali menyusui amaknya yang tiba tiba saja menangis.
**
Milla sudah ada diluar kantor dan menunggu Andre keluar untuk makan siang, dan kebutulan sekali Andre datang, dengan cepat Milla berlari dan mengandeng tangan Andre.
"Andreee "
"Lepasin Milla kamu ini apa apaan sih, kan udah aku bilang jangan kaya gini"
"Apa sih Andre ini tuh udah biasa kali ah, kamu ini lebay banget deh, makan siang bareng yu "
"Gak bisa aku bisa makan sendiri, kamu makan aja sama ayah kamu, jangan sama aku, "
"Ist apaan sih cuman makan aja dipermasalahin, aku gak macem macem kok "
"Gak makan aja sendiri, aku mau sendiri dan gak mau ditemin siapa siapa termasuk kamu "
"Andre kamu makin kemari makin nyebelin ya, aku marah tau sama kamu "
"Aku alhamdullilah kamu marah dan gak deketin aku lagi, udahlah kamu fokus sama keluarga kamu, ayah kamu udah bilang kok semuanya kalau kamu masih sama suami kamu dan belum bercerai lebih baik kamu fokus sama mereka, dan aku pun sama fokus dengan anak istriku "
Muka Milla tiba tiba saja merah ayahnya ini keterlaluan "Ihh kamu percaya sama ayahku, engga kok aku udah cerai sama suamiku yang dulu apaan sih ayah itu suka mengada ngada kalau berbicara "
"Mill itu ayah kamu "
"Manaa " Milla langsuny mengalihkan pandangannya dan melepaskan gandengan tangan pada Andre.
Andre yang memiliki kesempatan segera berlari dan meninggalkan Milla sendirian.
"Mana Andre gak ada, kamu mah bohong aja sama aku "
Milla kembali mengalihkan pandangannya pada Andre mamun tak ada siapa siapa."Ihh nyebelin kenapa kamu tinggalin aku Andreee "
Milla segera masuk kedalam mobil "cepat antar aku ke mall "
"Tapi nyonya sekarang Nona Naura sudah pulang dari sekolah kita kesana dulu ya nyonya "
"Gak usah ke mall dulu aja dia pasti akan nunggu "
"Tapi nyonya kasian nona Naura "
__ADS_1
"Sudah saya bilang ke mall cepat atau saya akan pecat kamu "
"Jangan nyonya janyan baik baik "