
"Jo kau kalau makan jangan sambil menahan tawa seperti itu " tegur Zeline yang sama juga menahan tawa yang ingin sekali meledak.
"Iya iya Line habisnya lucu sih " jawab Jo sambil cengegesan.
Masih saja mereka ini, tadi sudah diam sekarang malah teringat kembali tentang kejadian yang baru saja terjadi. Sungguh lucu sekali melihat wajah Nina yang merah serta menahan malu.
Kasian sekali dirinya makan umpannya sendiri, yang membuat dirinya bulak balik kekamar mandi.Kalau saja tadi dirinya bersama Zeline yang minum udah abis tuh Nina di tangannya.
Liam hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan persahabat mereka. Kenapa dia tadi langsung memutuskan langsung memecat Nina, dia melihat semua kelakuan Nina dari cctv yang dia pasang disetiap sudutnya.
Dia tak bodoh dan tak mau sampai istrinya terluka jadi untuk jaga-jaga pasang saja disetiap sudu,t yang memang sangat berguna untuknya mengintai semua orang-orang disini takutnya mereka ingin jahatkan sudah ketahuan duluan.
Dan benar saja, Nina yang selalu ibunya agung-angungkan jahat licik sekali, ingin mengantikan posisi Zeline istrinya enak saja tak sudi dirinya bersanding dengan Nina. Sayangnya, cintanya hanya untuk istrinya selamanya tak akan pernah terganti.
Meskipun nanti tubuh Zeline akan berubah , tak akan terfikir sedikit pun untuk pergi darinya ataupun sampai selingkuh. Itu sangat mustahil untuknya yang sangat sangat mencintai Zeline sampai-sampai tak bisa diukur oleh apa-apa cintanya ini.
Jika Nina masih ngotot ada dirumahnya lihat saja apaa yang akan dia lakukan, pada perempuan itu. Bisa saja dia akan menjadi korban berikutnya yang akan dirinya hantarkan keneraka seperti yang sudah-sudah yang merayunya.
Janjinya tak akan diingkari lihat saja, akan seperti apa nanti Nina. Jika besok pagi sudah tak ada dan pulang berarti dia selamat. Masih diberikan hidup.
**
Asa yang mendengar handphonenya yang terus saja berdering segera bangkit dan mengambil handphonya yang ada dibawahnya mungkin saja terjatuh tersenggol olehnya.?
Asa yang kembali memejamkan kedua matanya segera mengangkat telfon itu "Hallo "
"Ya alloh gusti kamu kemana aja Sa, bibi dan paman khawatir "
__ADS_1
Asa yang sadar itu bibinya segera membelalakan kedua matanya kaget "Bibi "
"Iya Sa, kamu kemana kenapa ga pulang-pulang "
"Maafkan aku bi, maaf aku tak bisa menceritakannya sekarang namun suatu saat aku akan menceritakannya pada bibi perihal masalah ini "
"Ada masalah apa na, sampai kamu tak bisa pulang seperti ini. Terus sekarang apakah kau akan pulang kerumah "
"Nanti akan aku ceritakan. Maafkan aku bi hari ini aku tak bisa pulang kembali"
Setelah mengucapkan itu Asa segera mematikan hanphonenya sungguh dirinya tak tega pada bibinya ini. Pasti kalau bibi serta pamannya tahu kalau dirinya menikah dengan Yuda mereka akan kecewa padaku. Aku sungguh sangat binggung.
Nantu harus diceritakan dari mana dulu dirinya pada paman dan bibinya, apa mereka akan menerimanya dengan lapang dada atau malah menjadi membencinya nantinya.
"Kenapa kau tak menjelaskan saja pada keluargamu itu perihal pernikahan kita " tiba-tiba saja Yuda berbicara digelapan hanya terlihat kepulan asap saja.
"Aku pedulu, kata siapa aku menikahimu bukan karena cinta. Kau seorang peramal hah "
" Tak usah aku menjadi seorang peramal terlebih dahulu. Laki-laki seperti mu menang begitukan selalu mengiginkan kehendak yang diinginkannya tanpa memikirkan hati korbanya "
"Kau bukan korban, kau adalah istriku "
"Tapi aku tak sudi menjadi istrimu "
Asa segera membaringkan kembali tubuhnya tanpa mengiraukan Yuda yang sedang menatapnya dengan tajam dari kegelapan.
Dirinya tak mau kalau harus bertengkar terus menerus dengan Yuda, sudah lelah untuk hari ini. Beradu mulut dengan Yuda yang tak akan ada habisnya. Besok juga pasti akan dimulai lagi pertengkaran ini. Karena sampai kapan pun tak akan dirinya ini bisa akur dengan Yuda.
__ADS_1
Asa baru tahu juga, kalau Yuda seorang perokok. Baru hari ini dirinya melihat Yuda merokok, sungguh gak banget deh makin benci sajakan dirinya ini pada Yuda. Lebih baik kembali lagi tidur dari pada harus memikirkan laki-laki bejat itu tak ada gunanya.
Yuda segera mematikan rokoknya. Menyalakan kembali ac nya dengan perlahan Yuda membawa kursi rodanya kehadapan istrinya. Apakah kau sangat membenciku Sa. Sampai kau begitu kasar padaku dan tak mau tidur satu tempat tidur denganku. Malah tidur dikursi begini.
Aku hanya ingin memilikimu seutuhnya Sa, agar kau tak pergi nantinya seperti Zeline. Apakah aku salah melakukan itu. Memang aku awalnya karena kau sudah meracuniku dan kau harus terima akibatnya. Awalnya aku ingin balas dendam padamu.
Tapi saat tadi ijab kabul aku sadar Sa, kalau aku tak akan membalas kejahatan mu itu. Tapi aku akan mencintaimu. Mengembangkan cintaku yang sudah mulai tumbuh dihatiku.
Aku juga akan mencoba agar kau mencintaiku, perlahan akan aku buat kau mencintaiku. Seperti aku mencintaimu dengan tulus. Akan aku terima setiap kata-kata kotormu itu. Jika itu membuatmu bahagia aku akan siap diperlakukan seperti itu oleh dirimu.
Tapi aku selalu penasaran, kamu ada masalah apa dengan ku Sa, sampai kau membenciku seperti ini. Sampai tega ingin meracuniku, apa aku pernah melukai hatimu Sa. Rasanya tak masuk akal jika tanpa alasan yang jelas kamu seperti ini padaku.
Jika alasan itu masuk akal, aku akan terima semuanya kebencianmu padaku Sa. Aku akan pasrah tak akan melawanmu sedikit pun. Biarkan kebencian itu terbalaskan terlebih dahulu dan pada akhirnya kita berdua akan hidup bahagia seperti keinginanku dulu saat bersama Zeline namun sekarang aku ingin hidup bahagia denganmu.
Dengan susah payah Yuda mencondongkan tubuhnya lalu mencium kening istrinya cukup lama, lalu menguspap rambut Asa yang menghalangi wajah cantiknya. Setelah puas menatap wajah Asa segera Yuda pergi untuk menyusul istrinya.
Tanpa diketahui Yuda, Asa belum tertidur sama sekali, karena tak bisa tidur kembali, banyak sekali beban dalam fikirannya ini.
Dirinya merasakan kecupan itu, terasa hangat dan ada rasa yang aneh, rasa apa itu. Padahal sebuah kecupan tapi bisa membuatnya seperti tersengat listrik. Untuk pertama kalinnya dirinya dikecup oleh Yuda.
Tanpa menghindar atau merasa jijik sedikit pun, bahkan marah pun tak ada dalam dirinya ini. Hanya ketenangan yang dirinya rasakan setelah diberikan sebuah kecupan yang hangat.
Selamat Tahun Baru 2022, jangan lupakan masa lalu mu, belajarlah dari sana dan jadilah kuat untuk harapan dan masa depanmu. Harapan terbaikmu bersamamu. Jangan sia-siakan waktumu ya temen-temen. Tetap semangat, apapun yang terjadi harus tetap semangat dan jangan pantang menyerah. Harus rajin juga ya temen temen semuanyaaa ๐ค๐ค
Zeline, Liam, Abian,Inara,Arum dan Angga mengucapkan selamat tahun baru buat temen-temen yang sudah setia baca ceritanya kita makasih. Tanpa kalian kami bukan apa-apa.๐๐
Jangan pernah menyerah untuk menggapai cita-cita kalian, jika gagal teruslah berjuang. Aku yakin kalian pasti akan bisa mengapai setiap cita-cita yang diinginkan itu temen-temen semangatnya buat semuanya๐ค๐ค
__ADS_1