Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Nabil Said Sankara


__ADS_3

Bu Bulan datang langsung duduk dikursinya " Ada apa sih Bulan pulang-pulang ngambek kayak gitu. Bukannya udah ketemu sama pujaan hati ya. Tapi kok kayaknya bad mood gitu apa ada sesuatu yang terjadi sampai-sampai buat kamu marah "


"Lia kamu harus tahu asistennya itu nyebelin banget dia itu mengambil semua kesempatan yang aku punya, saat aku akan menyuapi dia malau asistennya yang makan. Terus waktu aku minta dianterin pulang tadi ya asistennya pula yang nyerobot duduk di depan, saat aku ingin melakukan pembicaraan dia malah gedeen suara radio gila nggak tuh"


"Hahaha mungkin dia suka sama atasannya "


" Nggak dia nggak suka sama Liam, dia sahabatnya istrinya, jadi ngejaga banget suami sahabatnya, makanya kayak gitu. gue kesel banget tau liatnya, rasanya pengen gue jambak jambak tuh rambut perempuan , tapi gue jaga image ya di depan Liam mana ada gue cewek yang seanggun ini jambak jambak perempuan gak berguna kayak dia"


"Iya iya gue tahu lo itu Anggun banget ya Udahlah masih banyak kesempatan bukannya kata loh masih ada 6 bulan lagi ya, kenapa sekarang kok malah cemen kayak gini"


"Kamu tahu nggak sekarang yang megang proyek itu adalah asistennya dan gue nggak ada kesempatan lagi buat ketemu sama Liam, dia mau urus proyek yang lain dan kasihin proyek itu sama asistennya yang gila itu. Gimana gue mau deketin dia kalau caranya kayak gini"


"Ya udah deketin nya secara pribadi aja bukannya lo mau datang ke rumahnya, dan pengen tahu gimana wajah istrinya kan. Ya udah datang aja ke sana bukannya lo mau langsung ketemu "


" Iya masalahnya gue belum dapat alamatnya susah banget dapat alamat rumah dia tuh, masa iya aku harus Ikutin dia ke rumahnya nya sedangkan kerjaan aku tuh banyak banget tau sendiri kan Bos cerewet"


"Iya juga ya, Ya udahlah nanti ada saatnya lo bisa dapetin dia sekarang tenang aja dulu pasti dia akan datang kok ke proyeknya mana mungkin dia lepas gitu aja "


" Iya juga yah, udalah pusing urusin suami orang, tapi sayang kalau dilepaskan soalnya ganteng banget sih sampai gak rela lepasinnta "


**


"Eh kak Andre udah kesini "


"Mana Syifa Line "


"Dia lagi keair kak "


"Ya udah gih kamu pulang kasihan Lucas sendirian nanti kamu sini lagi ya Tolong jagain soalnya Kakak kan kerja"


" Ya udah kakak tenang aja pasti aku bantu kakak jagain Syifa, aku nggak papa nih nggak pamitan sama Syifa"


" Iya nggak apa-apa nanti aku bilangin sama Syifa, di luar Lucas Sama Tora udah nunggu tuh mereka jemput kamu ke sini tadi aku telepon Tora buat jemput kamu"


"Siap deh kak, aku pulang dadah "


Zeline pulang dan keluar Syifa dari dalam kamar mandi, Syifa kaget saat yang dia lihat adalah suaminya.


" Paman kapan kesini kok aku nggak tahu sih. Terus ka Zeline mana"


"Udah pulang tadi Tora udah jemput ke sini, paman suruh dia pulang kasihan kan Lucas "


"Terus kakak gimana, apakah kakak tidak apa apa gak kerja "


"Gak apa apa, paman disini nungguin kamu, Gimana masih sakit"


"Masih Paman aku pengen tengok lagi Dede bayi boleh nggak"


"Nanti lagi ya sayang "


"Terus kapan paman, "


"Nanti ya sebentar lagi "


"Pamana anak kita kan laki laki, apakah boleh aku memberinama anak kita Nabil "


"Wah bagus sekali, paman suka namannya paman tidak masalah, malahan suka banget kan Nabil ayahnya, utuk selalu mengigat Nabil jadi lebih baik kita beri nama Nabil untuk anak pertama kita "


"Terima kasih Paman aku sangat senang sekali aku kira Paman akan marah karena aku memberi nama Nabil untuk anak pertama kita"


"Tidak sayang aku tak akan marah lalu untuk kepanjangannya apa "


"Emm bagaimana kalau Nabil Said Sankara, apakah aku suka "


"Tentu kak aku suka apakah boleh sekarang kita melihat Nabil paman "


"Tentu ayo kita kesana "


Andre segera memangku istrinya mendudukannya dikursi roda dan mendorongnya untuk melihat Nabil.

__ADS_1


Syifa saat melihat anaknya dari jendela dia menangis, "paman kasian sekali Nabil, aku rasanya tak tega melihat dia, kalau saja aku tak terlalu menanggapi mba Mila mungkin semua ini tak akan terjadi paman "


Andre segera membalikan kursi rodannya mengusap air matanya dan mengecup keningnya " sayang kamu percaya kan Nabil anak kuat dia pasti akan baik-baik saja, dia pasti akan sehat kembali dia pasti akan seperti anak yang lainnya tumbuh dengan sehat dan akan sangat tampan seperti ayahnya seperti Nabil mu dia akan menjadi penjagamu juga nanti dan menjaga adik adiknya kelak "


Syifa hanya mengangguk dan memeluk suaminya dengan erat, rasannya tak tega melihat anaknya di pasangi selang selang yang banyak.


Dan di belakang tembok tak jauh dari arah mereka ada seseorang yang mengintip dan sedang menelfon atasannya.


"Hallo bos anak Syifa dan Nabil sudah lahir. Sepertinya dia prematur dan ada di sebuah ruangan yang terpisah dengan ibunya. Apakah kita perlu menculiknya hari ini atau menunggu dia lebih sehat lagi"


"Lebih baik tunggu saja dia, kasihan biarkan dia sembuh dulu dan tumbuh lebih besar nanti setelah dia baik-baik saja baru kau ambil anak itu, mungkin butuh beberapa minggu lagi anak itu sehat Jadi selalu awasi Syifa, karena dia tidak seperti keluarga Liam yang banyak penjaganya jadi lebih mudah jika ingin menculik anak Syifa dibandingkan menculik anak Liam"


" Baik Bos saya akan selalu menjaga dan mengawasi Syifa beserta keluarganya, benar apa katamu menculik anak Liam sangat sulit karena penjagaannya begitu ketat sekali bahkan untuk melihat ke arah rumahnya pun susah karena di depan pun banyak yang menjaga, rasanya kita akan sulit menculik Lucas dan membalaskan semua apa yang telah ayahnya lakukan pada teman-teman kita, serta bi Sarah"


"Benar sudahlah kita cari strategi bagaimana caranya untuk menculik anak Liam biar dia merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang sangat berarti untuk keluarganya, dan juga untuk Syifa ia harus kehilangan untuk kedua kalinya, dia sudah berani menghilangkan semua keluarga ku, jadi inilah balasannya dia harus membayar lebih dari ini sebenarnya, tapi sepertinya sudah cukup untuk menculik anaknya dia pasti akan sengsara hidup seperti mati nantinya "


" Baik bos saya tutup dulu takut nanti ada yang mendengar dan rahasia kita bocor semuanya saya tutup teleponnya"


Sambungan pun terputus, dan laki laki itu langsung melengos pergi meninggalkan tempat kejadian.


**


"Mamih bagaimana apakah dede bayinya sudah boleh pulang, Lucas ingin bermain dengan dia "


"Belum sayang, karena kan dede Nabil belum sembuh dia masih sakit dan masih kecil sayang jadi belum bisa untuk diajak main, tapi jika Lucas ingin bermain boleh saja tapi belum bisa dibawa bermain berlari seperti yang Lucas lakukan bersama paman Tora"


" Yah aku kira Dede bayinya sudah bisa belali, ternyata belum bisa ya mamih "


"Belum dong sayang kamu aja dulu kan belum bisa apa-apa, belum bisa jalan belum bisa bicara, sekarang kamu udah besar jadi udah bisa, kamu nanti tunggu 1 tahun 2 tahun lagi pasti kamu bisa main lari-larian sama Dede Nabil sekarang kamu ajak main aja dia pakai mainan seru pasti "


"Iya mihh iya , mamih aku pengen eskrim, aku pengen es krim "


"Tora berhenti dulu kita beli es krim dulu "


"Baik Nyonya "


"Baiklah , seperti biasa ya Tora "


"Siap nyonya "


"Sini sayang duduk "


Lucas dengan baiknya duduk dan memegang tangan mamihnya dengan erat, tak lama kemudia datang 2 es krim besar "wahh besar sekali sini paman sini "


"Ini tuan muda "


"Tora kenapa kau tak membelinya juga "


"Tidak nyonya saya sedang tidak mau "


Zeline hanya mengangguk angguk saja, dan Tora dia diam berdiri melihat kearah kanana kiri dan melihat kedepan takut nanti ada ancaman yang mengancam majikannya.


"Bagaimana enak tidak "


"Aku suka mamih dinggiinn"


"Tapi harus habis ya, tadi kan Lucas yang mau es krim "


"Iya mamih pasti habis kok, tenang saja ya "


"Iya iya sayang, mamih percaya "


Lucas hanya fokus memakan makanannya dan Tora melihat satu pria yang menatap terus menerus pada nyonyannya dan sepertinya sedang memotretnya.


Dengan cepat Tora berjalan kearah laki laki itu dan laki laki itu yang tak tau Tora akan mendekatinya tak bisa berlari kemana mana.


"Kemarikan ponsel mu "


"Apa kenapa kau siapa, apa berhak mu mengecek ponselku, tidak tidak aku tidak mau "

__ADS_1


"Kemarikan ponselmu, aku sudah berani mengambil potret istriku jadi kemarikan ponsel mu "


"Tidak mana ada "


"Kalau memang tidak mengambil foto nyonya saya maka kemarin ponsel anda dan saya akan mengeceknya "


Orang itu menggelengkan kepalanya, lalu saat Tora sedang lengah dia langsung berlari sekencang kencangnya dan Tora yang tidak mau melepaskan mangsanya dia ikut berlari mengejar laki-laki itu dan hap tertangkap Tora langsung menghajar laki-laki itu habis-habisan.


"Sudah sudah jangan menghajarku terus menerus sudah "


"Ya sudah kemarikan ponsel mu "


Laki laki itu langsung memberikannya pada Tora dan Tora melihat banyak sekalo Foto majikannya "apa maksud mu mengambil banyak foto majikan ku "


"Tidak ada maksud apa-apa, hanya aku suka dengan wajahnya yang cantik, Aku hanya ingin melukis wajahnya saja untuk ku, tidak untuk macam-macam tolong lepaskan saya saya tidak akan memotret nyonya anda lagi tolong lepaskan saya"


"Jujur untuk apa, siapa yang menyuruhku, atau aku tak akan pernah aku lepaskan "


"Aku sudah berkata Jujur, aku mengambil foto nyonya mu itu hanya untuk melukisnya, dia sangat sempurna dan itu sangat cocok untuk lukisanku makanya aku memotret beberapa foto dia, sungguh luar biasa sempurna, aku tak akan menggunakannya untuk apa-apa hanya untuk melukis saja, percaya padaku aku tidak macam-macam dan aku tidak akan melakukan apa-apa"


"Baiklah jika aku sampai melihat kau memotret majikan ku lagi kau akan tahu akibatnya, ini ponsel mu dan segeralah pergi dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran dan menghajar mu sampai mati "


Orang itu berlari terbirit birit dan Tora kembali lagi ketempat tadi dan melihat nyonya yang melabaikan tangan kalau dia sudah ada didalam mobil.


Tora berlari kecil dan masuk kedalam mobil "tadi kau mengejar siapa "


"Hanya orang iseng saja Nyonya dia memotret beberapa wajah Nyonya, katanya untuk karya lukisnya tapi saya tidak percaya kalau saya membiarkan ada salah satu fotonya di ponselnya , pasti Tuan akan marah pada saya jadi lebih baik saya menghapusnya dan mengancamnya untuk tidak melakukan hal itu lagi"


"Baiklah aku kira ada penjahat aku sampai kaget makannya aku langsung masuk ke dalam mobil takut takutnya nanti ada sesuatu yang terjadi"


"Tidak nyonya semuanya aman tapi lebih baik seperti itu saja Jika saya pergi mengejar seseorang saat sedang ada bersama Nyonya, lebih baik masuk ke dalam mobil dan mengunci pintu di dalam itu akan lebih aman dan saya akan lebih leluasa untuk mengejar orang itu"


"Baiklah Tora "


"Jadi sekarang kita akan kemana nyonya "


"Kita pulang saja, aku ingin beristirahat dulu "


"Baik nyonya "


Tora segera menjalankan mobilnya dan akan pulang kerumah mereka, dan Zeline dia sibuk menepuk nepuk pantat sang anak katanya ingin tidur, cape katanya makan es krim semangkuk besar.


Anaknya ini selalu ada ada saja, makan es krim saja cape, apalagi makan yang lain mungkin akan sangat cape.


Tiba tiba saja ponsel Zeline berdering dengan cepat Zeline mengangkatnya.


" Halo Mas Iya kenapa"


" Sayang Apa kamu masih di rumah sakit atau sudah di rumah"


" Aku sedang di perjalanan pulang ke rumah Mas, tadi Lucas ingin es krim dulu , jadi kita mampir dulu ke kedai. Ada apa mas aku sebentar lagi sampai. Apakah kau sudah ada di rumah"


"Belum Aku masih ada di luar bersama Jovanka sedang ada meeting nanti malam kita pergi makan malam yuk kamu bersiap dulu saja aku pulang kita langsung pergi ya "


"Terus Lucas gimana mas "


"Lucaa titip dulu aja sama ibu sama ayah pasti dia juga mau sama Omah sama Opah nya, kamu itu masih lama"


"Enggak mas sebentar lagi sampai kok ini lagi ada di depan perkomplekan"


" Ya udah nanti kamu sampai rumah istirahat dulu aja sebentar9 langsung siap-siap aku mau selesaiin meeting dulu ya, kamu tenang aja aku sama Jovanka kok enggak sama yang lain. Jadi kamu gak usah khawatir aku disini baik-baik dan gak bikin kamu berpikiran yang tidak-tidak"


"Iya Mas aku percaya kamu nggak akan pernah khianati aku, atau menyembunyikan sesuatu dari aku. Aku percaya sama kamu Mas sampai kapanpun aku percaya jadi kamu tenang aja aku nggak akan berpikiran yang aneh-aneh tentang kamu "


" Ya udah sayang kalau gitu aku Tenangkan, aku matiin dulu ya Dadah sayang sampai ketemu di rumah dandan yang cantik ya seperti biasanya"


"Iya mas dadah, semangat kerjannya mas, jangan cape cape ya mas "


Sambungan pun terputus berbarengan dengan sampainya mereka didepan rumah Zeline turun dan masuk kedalam rumah sedangkan Tora dia berjaga kembali seperti biasannya.

__ADS_1


__ADS_2