Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mencari Zeline


__ADS_3

Zeline saat dibawa kemobil meronta-ronta namun tenaganya tak sebanding dengan orang ini. Namun perlahan kesadaranya hilang karena obat bius yang ada di kain yang membekap Zeline.


Pelaku langsung menutup kedua mata Zeline dengan kain lain, takut-takut nanti ketahuan kan bisa gawat. Siapa tau nanti tanpa diduga-duga Zeline bangun lagi dan mengigat semua jalannya lalu kabur.


Pelaku membawa Zeline ketempat yang jauh perjalanannya sampai menghabiskan waktu 2 jam lamanya.


Setelah sampai penculik itu langsung membopong Zeline dan dibaringkan disebuah tempat tidur tak lupa kaki dan tanganya di ikat.


Penculik itu terus saja mengamati Zeline sambil tersenyum senang rencananya berhasil juga ternyata tanpa ada gangguan sedikit pun.


***


Liam tak bosa menunggu Zeline dengan setia berdiri di depan kelasnya sambil memainkan handphonenya.


Jo yang melihat dosenya ada disini binggung kenapa ada disini terus Zeline kemana, dihampirinya dosennya itu.


"Pak Zelinenya mana pak " tanya Jo langsung pada intinya.


Liam yang ditanya seperti itu sangan kaget bukannya tadi calon istrinya itu pamit untuk pergi ke kelas ya.


"Hah tadikan dia pergi kekelas Jo, memang Zeline tak masuk kekelas ya "


"Engga pak kirain aku Zeline masih diruangan bapak jadi aku tenang-tenang aja "


Liam bergegas pergi keruangan cctv dengan Jo yang mengekor dibelakangnya. Benarkan firasatnya yang dari tadi dia rasakan kalau saja dia tadi tak menuruti Zeline dan mengatarkannya kekelas pasti hal ini tak akan terjadi Liam kejolongan dengan orang itu.


Penjaga cctv saat melihat Liam masuk lalu memberi salam namun di acuhkan dan meminta pada penjaga itu untuk memutar cctv sekitar jam 13: 00 siang tadi.


Saat rekaman itu diputar benar saja Zeline ada yang membekapnya dari perawakannya itu laki-laki namun wajahnya tak terlihat sama sekali.


Jo yang ikut melihatnya kaget dia tau postur tubuh itu, iya ga salah lagi itu Yuda.


"Pak itu Yuda pak, saya tau banget sama postur tubuh Yuda " kata Jo dengan sedikit berteriak.


"Kamu ga salah lihat kan " jawab Liam menyakinkan lagi.


"Iya pak saya yakin itu Yuda "


Liam pun bergegas pergi mengendarai mobilnya kerumah Yuda dia akan mengecek kesana siapa tau Zeline dibawa kesana, Liam juga sudah menghubungi anak buahnya untuk membantu mencari Zeline.


Saat sudah sampai Liam segera membuka pagar rumah Yuda dan mengendor pintunya.

__ADS_1


Ayah Yuda yang mendengar ada yang mengedor pintunya lekas keluar dari rumahnya siapa ini ?


"Ada perlu apa tuan kerumah saya "


"Mana Yuda, saya mencari Yuda "


Ayah Yuda sangat bingung kan Yuda pergi kekampus lalu ada apa lelaki ini mencari Yuda sampai kerumah seperti ini apa Yuda berbuat ulah.


"Yuda masih dikampusnya " ucap ayah Yuda dengan yakin


"Tapi anda tidak tau kan bahwa anak anda menculik calon istri saya Zeline " tegas Liam .


"Tidak mungkin anak saja sampai menculiknya pasti anda salah orang " bela ayah Yuda


"Ada buktinya anda ingin melihatnya " jawab Liam tak mau kalah


"Sebentar saya akan cek dulu jps yang ada di mobil anak saya " ucap ayah Yuda sambil mengambil handphone untung saja dia tadi memasang jps terlebih dahulu.


Memang ini kali pertama anaknya itu menggunakan mobilnya tak biasanya, makannya dia langsung memasangkan jps takut nanti Yuda berbuat hal yang gegabah dan benar saja Yuda melakukan dasar anak kurang ajar lihat saja nanti awas.


Ayah Yuda memberikan handphonenya ke Liam dan melihat bahwa Yuda sudah tak ada di daerah sekitar kampusnya namun ada disebuah pegunungan yang sangat jauh dari pemukiman setempat.


Ayah Yuda pun sama pergi kesana untuk menghukum anaknya yang kurang ajar itu, sudah diberi tahu untuk tak melakukan hal yang bisa merugikan dirinya malah nekad menculik Zeline.


Anaknya ini sudah keterlaluan sekali cinta sudah membutakannya dan nekat sampai melakukan penculikan.


***


Yuda yang sedang menunggu Zeline sadar hanya melamun saja dia tadi sangat nekat sekali untuk meculik Zeline dia tak memikirkan konsekuensinya apa, yang penting bagi Yuda adalah Zeline ada disisinya.


Pasti dosenya itu tak akan tau dia membawa Zeline kemana dan tak akan mungkin bisa masuk kedalam sini dia sudah menyiapkan beberapa orang untuk menjaga di depan rumah.


Dia tidak rela sampai kalau nanti melihat Zeline menikah. Makannya dia lakukan saja rencananya yang sudah dia susun dengan matang pasti penyamarannya tadi tak akan ketahuan.


Yuda pun memutuskan untuk keluar dahulu dari kamar dia akan membuat makanan untuknya serta Zeline dia akan makan bersama-sama.


***


Orang tua Zeline sangat khawatir dengan anaknya itu sudah larut malam namum anaknya belum pulang di telfon sama sekali tak diangkat Liam juga sama tak bisa dihubungi sebenarnya kemana anaknya itu.


Ayah Zeline sampai mencari kekampusnya namun tak ada siapa-siapa kata satpam semua murid sudah pulang dari tadi, harus mencari kemana lagi keberadana Zeline.

__ADS_1


Ayah Zeline akan mencoba kembali menghubungi menantunya itu kembali saat sudah sampai dirumah sekarang dia sedang diperjalanan pulang kerumah.


Saat sampai kerumah istrinya itu sudah memberodongnya dengan berbagai pertanyaan . Namun dia tak menjawabnya.


Bergegas ayahnya Zeline menghubungi menantunya itu dan akhirnya diangkat juga.


"Hallo Assalamualaikum na, kamu kemana saja kenapa sangat sulit dihubungi apa Zeline bersamamu na "


"Walaikumsalam Ayah, maafkan Liam, Liam tak bisa menjaga Zeline dengan benar sekarang Liam sedang menuju tempat Zeline di culik " jujur Liam tak mau membohongi mertuanya itu.


"Apa, kenapa Zeline bisa diculik na " jawab ayah Zeline dengan frustasi, ibunya Zeline yang mendengar teriakan suaminya bahwa anaknya diculik langsung menutup mulutnya dan menangis kenapa ini terjadi pada anaknya lagi. fikiran ibu Zeline berputar kembali kemasa lalu saat anaknya di culik


"Ayah tenang ya dirumah biar Liam yang membereskan semuanya " ucap Liam menenangkan mertuanya itu.


"Bagaimana ayah bisa tenang na, anak ayah diculik, ayah akan melaporkannya kekantor polisi"


"Jangan ayah, biar Liam yang menyelesaikannya ayah percayakan pada Liam , ayah jaga ibu saja ya buat ibu tenang "


"Baik lah ayang serahkan semuanya padamu jika ada apa-apa segera hubungi ayah ya na "


Seteleh selesai menelfon menantunya dia langsung memeluk sang istri dengan tenang dan menenangkannya dia yakin bahwa Liam akan membawa anaknya kembali lagi dengan selamat.


"Siapa yah yang tega menculik anak kita, Zeline tak pernah mempunyai musuh kenapa kejadian yanh dahulu terulang lagi yah " ucap ibu Zeline masih dengan tangisnya


"Tenangkan dirimu bu, pasti Zeline akan selamat berfikir positif saja dan berdoa ya bu" jawab ayah Zeline menenangkan istrinya itu.


Tiba-Tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya itu, ibu Zeline cepat-cepat bergegas untuk membuka pintu dan saat pintu dibuka ternyata itu Jo bersama Riyan.


Jo lantas langsung memeluk ibunya Zeline sambil menangis meminta maaf karena tak bisa menjaga Zeline dengan baik.


Ayah Zeline meminta untuk mereka masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu.


"Jo sebenarnya ada apa ini, kenapa bisa sampai Zeline diculik na " tanya ibu Zeline sambil mengelus tangan Jo yang masih menangis.


"Tadi waktu istirahat Zeline bilang mau keruangan pak dosen, namun waktu jam istirahat habis Zeline belum kembali juga tan kekelas kirain aku Zeline masih ada diruangan pak dosen dan memutuskan untuk tak masuk kelas, ya aku berfikir positif saja tan kan mereka lagi mempersiapkan pernikahan pasti sibuk, namun saat pulang aku melihat pak dosen sedang menunggu diluar kelas dan saat aku tanya sedang menunggu Zeline " cerita Jo


"Lalu kamu tau siapa penculiknya na " tanya ayah Zeline


"Tau om, Yuda yang culik Zeline karna memang saat jam istirahat pula Yuda tak ada, awalnya aku tak mencurigainya namun saat melihat cctv Yuda yang menculik Zeline"


Kedua orang tua Zeline tak menyangka temanya sendiri yang menculik anaknya ini sebenarnya ada masalah apa Zeline dan Yuda sampai Yuda berani menculik Zeline.

__ADS_1


__ADS_2