Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Didandani


__ADS_3

Sekarang dikediaman Zeline sedang sibuk, Zeline sudah mulai didandani pakaian pertama memakai kebaya putih dan untuk pager ayu serta pager bagusnya juga sama sedang didandani.


Ibu dan ayah Zeline sudah dindandani pertama dan sekarang sedang mengobrol dengan keluarga yang lain. Sambil menunggu Zeline selesai didandani.


Zeline sudah selesai di makeup dengan riasan yang sagat cantik memakai kebaya putih dan memakai siger pula tak lupa memakai ronce melati yang menjuntai ke samping leher Zeline serta kembang goyang dan kembang tanjung yang sudah terpasang dengan pas dan cantik.


Lalu dikening Zeline terdapat daun sirih berbentuk wajik yang dipercaya sebagai lambang penolak bala.


Lalu Asa dan Jo masuk menghampiri Zeline mereka pangling melihat Zeline, yang bisanya tak pernah dandan dan sekarang saat didandani sangat cantik dan mereka berdua tak menyangka yang dihadapannya sekarang adalah Zeline.


"Kamu cantik baget Line " puji kak Asa


"Iya tau Line aku sampai ga genalin kamu tau. Cantik banget " timpal Jo.


Zeline hanya tersenyum dan melihat wajahnya didepan kaca dia juga tak percaya sekarang yang berdiri disini adalah dirinya karena cantik sekali.


Tiba-tiba ibunya Zeline masuk dan memapah anaknya untuk duduk ditempat tidur.


Perlahan ibunya mengusap wajah anaknya itu dan tiba-tiba menangis melihat putrinya sudah akan menjadi seorang istri.


"Ibu kenapa menagis " tanya Zeline sambil mengusap air mata ibunya itu.


"Ibu sangat bahagia Line, akhirnya kamu bisa bahagia ibu akan selalu memdoakan untuk kebagaian mu, nanti saat kamu sudah menikah jangan lupakan ibu ya main kesini ya na, ingat kamu harus nurut sama suami kamu jangan membantah ucapanya, jika dia marah bujuk jangan kamu balas dengan kemarahan juga ya " nasehat ibunya.


"Iya bu mana mungkin Zeline lupain ibu, Zeline akan selalu jengukin ayah sama ibu, ayah dan ibu itu adalah orang yang paling berarti dalam hidup Zeline, kalau ga ada ibu dan ayah Zeline pun tak akan ada bu, jadi ibu jangan khawatir ya Zeline pasti akan selalu menyayangi ibu dan ayah kapan pun ibu dan ayah butuh Zeline jangan sungkan untuk hubungi Zeline bu " sambil meneteskan air matanya itu.


"Kamu jangan nangis na, nanti makeup kamu luntus sayang "


"Ibu mah aku gaboleh nagis ibu sendiri tadi nagis " ucap Zeline sambil tersenyum.


"Ada apa ni. Kok ayah ga diajak sih "


Ayahnya tiba-tiba sudah ada dihadapan mereka.

__ADS_1


"Engga ayah sini peluk " ucap Zeline sambil merentangkan tangannya.


Ibunya Zeline lantas segera bergabung dan berpelukan.


****


Dirumah Liam sama sibuknya yang paling heboh adalah ibu Liam dari tadi dia menata semua hantaran, keluarga Liam juga sudah ada dan di berikan satu persatu hantaran oleh ibunya Liam.


Liam juga sudah siap dengan jas berwarna putih serta peci warna putih juga.


"Sekarang gimana perasaanya bro " tanya Andre sambil merangkul Liam.


"Ya perasaannya seneng lah Andre sebentar lagi gue bisa hidup satu atap sama perempuan yang gue sayang, berbagi setiap suka dan duka bersama, lo cepetan deh cari pacar biar bisa ngerasain apa yang gue rasain "


"Tuh kan pasti akhirnya sama gue lagi, nanti gue cari pacar yang banyak " sewot Andre.


Liam tak membalas lagi apa yang dikatakan oleh Andre dia sedang tegang, sedang menghafal pula takut nanti saat akad dia lupa bagaimana coba.


Liam yang melihat ibunya yang sedang mondar-mandir lantas memegang tanganya, lalu ibunya itu berbalik kearah Liam sambil tersenyum.


"Tapi ini adalah yang pertama untuk mu na jadi ibu ingin semuanya tertata dengan rapi sayang "


"Iya Liam tau, apa ibu tak cape emang dari tadi mundar-mandir malahan dari kemari-kemarin ibu sibu terus"


"Tidak sayang, ibu tak cape apapun lelah, ibu sangat senang Liam, apa pun yang membuat dirimu senang akan ibu lakukan, ini adalah salah satu yang membuat mu senang dan ini pula yang ibu tunggu-tunggu sejak lama na "


"Terimakasih bu, ibu selalu ada untuk Liam, kalau tak ada ibu dan ayah mungkin sekarang Liam bukan apa-apa bu"


Ibunya kantas memeluk Liam dan mengusap punggungnya yang sedang menangis, dia malah ikut menangis saat anaknya itu pun menangis.


"Sudah kamu jangan nangis ini kan hari bahagia kamu, sekarang ayo kita pergi na "


Liam segera menghapus air matanya serta air mata ibunya dan mengikuti ibunya untuk naik kemobil dan pergi kerumah Zeline.

__ADS_1


Yang menyetir Andre dan ayah ibunya Liam duduk dikursi belang serta diikuti oleh keluarganya yang lain.


***


Yuda yang sudah mendapatkan no suster Asa sangat binggung dia telfon sekarang atau nanti ya, Tadi dia dengan berani meminta no handphone suster Asa pada suster yang mengantikan suster Asa untungnya suster itu tak bertanya apa-apa dan langsung memeberikannya no suster Asa.


Dari pada penasaran mending telfon aja kan, entah lah tak ada suster Asa, Yuda seperti merasa kehilangan saja.


Panggilan pertama tak diangkat, apa suster Asa sedang sibuk, coba deh sekali lagi, lama Yuda menunggu dan akhirnya diangkat.


"Hallo ini dengan siapa "


Yuda yang mendengar suara suster Asa tak langsung menjawab malah tersenyum-senyum sendiri.


"Hallo siapa ya kalau tak penting saya matikan saja ya" ucap Asa dia tadi binggung saat ada yang menelfonnya dan no yang tak ada dikontaknya awalnya dia memang sengaja tak mengangkatnya, namun takutnya penting ya jadi diangkat saja.


"Hallo suster Asa jangan dimatikan ini aku Yuda " jawab Yuda dengan cepat takut nanti dimatikan.


"Oh iya Yud ada apa ya " tanya Asa mau apa coba Yuda menelfonya


"Apa kah aku menganggu suster "


"Tidak Yud "


"Baiklah maafkan aku menelfon suster, suster kenapa tak masuk " basa basi Yuda padahal dia sudah tau bahwa suster Asa sedang menghadiri undangan sodaranya.


"Aku sedang ada diacara pernikahan sodara ku Yud, bagimana keadaan mu Yud"


"Oh baiklah suster, aku sekarang sudah baikan sus. kata dokter dua hari lagi aku sudah bisa pulang, katanya tinggal dirawat jalan saja sus, apakah aku boleh sering menghubungi suster tidak untuk yang aneh-aneh ko sus aku hanya ingin berteman saja dengan suster"


"Alhamdullilah Yud kalau seperti itu, iya tak apa simpan saja Yud aku tak akan marah Kok, ya sudah aku turup dulu ya Yud sampai jumpa "


"Baiklah sus, sampai jumpa"

__ADS_1


Setelah itu suster Asa segera mematikan handphonenya dari tadi Zeline dan Jo memperhatikan terus Asa yang sedang telfonan karena mendengar nama Yuda disebut.


Saat Asa melihat kembali kearah mereka segera mereka mengalihkan tatapnya.


__ADS_2