
Sekarang Zeline dan juga baby Lucas sudah boleh pulang. Liam sedang membereskan pakaian istrinya Zeline dan juga pakaiannya juga.
Zeline hanya diam sambil memangku anaknya. Lucas hanya tidur sama sekali tak menangis. Liam tak membiarkan istrinya bergerak sedikit pun, biarkan dirinya yang bekerja untuk yang satu ini.
Sedangkan dirumah Zeline sedang heboh menyiapkan kedatangan baby Lucas dan juga kedatangan orang tua mereka. Memasang balon balon cantik dan juga memasang balon huruf yang bertuliskan selamat datang kerumah baby Lucas.
Dirumah sangat heboh sekali, Andre memanfaatkan kesempatan itu dia mendakati Asa "Hai Sa "
"Ehh iya Andre ada apa "
"Kamu kemarin gak papakan "
"Emmm engga kok, aku gak papa, aku baik aja. Aku tuh cape makannya langsung keluar dari mobil, maaf ya kalau sikap aku kurang baik sama kamu "
"Oh iya gapapa, aku ngerti perjalanan kamu cukup jauh "
"Lagi apa ni anteng aja ngobrol berdua, Syifa gak di ajak ngobrol ni " Syifa segera nyempil di tengah-tengah mereka.
"Gabung Shif sini " ucap Asa sambil merangkul Syifa.
"Ngapain sih selalu ganggu aja tau kamu tuh, kasih paman waktu sendirian dong Syif" marah Andre.
"Kok gitu sih Andre gapapa, biar kita ngobrolnya sama-sama. Syifa juga gak ganggu kok"
"Hey diam-diam itu dateng Zeline sama Liamnya, posisi posisi " teriak ayah Liam.
Segera Andre berlari untuk segera mematikan lampu dan segera mereka juga siap di posisi masing-masing menunggu orang tua baru masuk.
Sedangkan diluar, Jo kesusahan untuk membawa kopernga yang besar ini. Dengan susah payah Jo mengeluarkannya.
"Kok ini rumah sepi banget ya, katanya hari ini Zeline pulang. Coba dulu deh masuk dulu "
Segera Jo mengusur kopernya dan mengetuk pintunya namun tidak terkunci dan terbuka sendiri "kenapa sangat gelap, apa sekarang rumah Zeline berubah menjadi rumah hantu ya " sambil mengusap tengkuknya karena tiba-tiba merinding.
Jo segera masuk dan sampai diruang tamu, tiba-tiba lampu menyala "selamat datang baby Lucas " teriak mereka dengan meriah sambil menaburkan pernah pernik.
"Ehh ini ada apa, hey hey " heboh Jo karena tiba-tiba diberi kejutan.
"Lah kok bukan baby Lucas " ucap Syifa.
__ADS_1
Asa segera menghampiri Jo dan memeluknya dengan erat "gimana kabar kamu Jo, udah lama kita gak ketemu"
"Aku baik kak, kakak gimana kabarnya. Maaf ya aku pergi gak pamitan sama kalian semua"
"Alhamdullilah baik Jo, gapapa kita semua disini ngerti kok "
"Siapa lagi itu paman " tanya Syisa jiwa ke ema-emaannya keluar.
"Pengan tau aja kamu nih yah "
"Jawab aja kali paman, apa susahnya sih "
"Itu sahabatnya kak Zeline, itu Jovanka "
"Tau banget ya kakak ini kalau sama perempuan " sambil cembet
"Tau lah, orang dia kemana mana ngekor Zeline, dimana ada Zeline pasti ada perempuan itu yang setia temenin Zeline, mereka itu sahabat yang tidak dipisahkan. Berpisah karena ada sesuatu masalah "
"Masalah apa tuh paman"
"Kepo ah " sambil pergi meninggalkan Syifa.
***
"Ayo sayang " ucap Liam sambil merangkul istrinya.
Segera mereka berdua berjalan keluar dan masuk kedalam mobil, selama perjalan Zeline tak henti-hentinya mentap anaknya dan Liam yang melihatnya sangat bahagia sekali, kebahagian datang bertubi-tubu pada mereka.
dirumah setelah puas dengan Jo, mereka menyusun kembali, mengelapkan lampu rumah dan menunggu di kegelapan hanya hening yang menemani mereka semua. Jangan sampai gagal kembali kejutan mereka ini.
Liam segera membantu istrinya untuk turun "Sayang kok rumah gelap banget ya, pada kemana ya para pelayan " tanya Zeline yang khawatir takut terjadi apa-apa dirumah mereka yang menimpa pelayan-pelayannya
"Entahlah aku juga gak tau sayang, semoga aja gak terjadi sesuatu ya. Ayo kita masuk sayang"
"Iya mas, jangan sampai pokoknya ya "
Segera mereka berdua masuk, sungguh hening rumah mereka ini, Liam segera merangkul istrinya dengan erat, takut ada apa-apa. Namun seketika lampu menyala semua dan menampakan orang-orang tersayang mereka.
"Selamat datang baby Lucas dan mamih papihnya yang ganteng dan cantik " serempal mereka berkata seperti itu sambil berteriak.
__ADS_1
"Wah makasih ya, kejutannya aku suka " ucap Zeline dengan heboh
"Iya dong, kita kan mau menyambut kepulangan cucu kita ini dan mamih papihnya" jawab ayang Zeline.
"Oh iya,, kita punya kejutan lagi buat mamihnya ni kali ini " ucap Asa dengan senang.
"Sini biar ibu yang gendong anak kamu " segera Zeline memberikan baby Lucas pada ibu mertuanya.
Liam segera menutup kedua mata istrinya, dia sudah tau apa yang mereka maksud dengan kejutan, ya sahabat istrinya yang pasti sudah datang kemari.
Jo segera keluar dari tempat persembunyian, berjalan dengan perlahan, belum juga sampai dihadapan sahabatnya. Jo sudah menitihkan air matanya. Baru kali ini mereka berpisah cukup lama seperti ini.
Liam segera melepaskan tangannya pada kedua matanya Zeline "jangan dibuka dulu ya sayang "
Zeline hanya mengangguk saja. Jo segera memegang tangan Zeline "kamu kangen gak sama aku Line "
Zeline yang tau itu suara siapa segera membuka keduan matanya, tak percaya kalau sahabatnya sekarang ada dihadapannya.
Zeline segera memegang pipi Jo"ini nyatakan, bukan hayalan aku aja "
"Nyatalah Line, ini aku ada disini "
Zeline segera memeluk Jo sambil menangis akhirnya bisa ketemu lagi "kamu kenapa pergi gak bilang sama aku, aku sedih tau gak ditinggalin kamu, kamu jahat tau gak Jo "
"Iya iya aku jahat, maaf ya bukan maksud aku mau tinggalin kamu, sekarang aku udah ada dihadapan kamu jadi kamu sekarang jangan nagis lagi. Masa udah punya anak masih suka nangis-nangis "
Zeline langsung memukul pungguh Jo "kamu ini, tetep aja aku udah punya bayi, aku tetep Zeline yang dulu. Yang cenggeng saat kamu tinggalin jauh, makannya jangan tinggalin aku lagi, demen banget kamu ya tinggalin aku "
"Hehehe iya iya tau, ya maaf, gak akan tinggalin lagi deh sekarang. Aku gak akan jauh-jauh lagi dari kamu ya "
Zeline segera melepaskan pelukannya lalu menatap mata Jo dan mengacungkan jari kelingkingnya "Janji "
"Iya aku janji Line " sambil menautkan jari kelingking mereka berdua.
Lalu mereka berdua kembali berpelukan dengan tawa yang bahagia. Memang sahabat adalah orang yang paling berarti dalam hidup kita.
Yang selalu ada untuk kita, jadi jangan pernah sia-siakan seorang sahabat yang peduli dan menyayangimu dan jangan sampai kau mengabaikannya. Jika sudah kehilangan kau akan sadar kalau dia adalah sahabat terbaikmu.
Mungkin mereka terlihat posesif padamu atau apalah, tapi ketahuilah dia sangat peduli padamu. Dia tak ingin sampai kau disakiti.
__ADS_1