
Liam sudah selesai makan dan istrinya masih saja memeluknya dari belakang sampai keluar rumah "Aku pergi dulu ya sayang kamu hati-hati di rumah kalau ada yang apa-apa telepon aku ya, pokoknya harus selalu ngabarin aku"
"Iya aku pasti baik-baik aja kok Mas kamu hati-hati ya di sana. Awas jangan genit"
"Iya nggak kan aku nggak akan pernah genit sama perempuan manapun sayang, kamu tahu kan di hati aku tuh cuman kamu aja. Ayo sekarang balik badan kamu, emang nggak mau pamitan sama aku ya "
Andre yang mendengarnya mendelikan matanya, Liam ini ya kalau mengoda istrinya selalu saja sepertu itu, ingin membuatnya panas saja, mereka ini selalu menganggap kalau dunia itu milik mereka saja.
Liam langsung membalikan badannya dan mencium kening istrinya "aku pergi ya nanti aku pulang siang oke, kita jalan jalan ya sayang "
__ADS_1
Zeline menganggukan kepalanya dan menyalimi tangan suaminya dan Liam segera pergi bersama Andre, Zeline segera melambaikan tangannya pada sang suami yang pergi, lalu saat dirinya melihat ke arah samping di sana ada Airin, Zeline hanya tersenyum kecil saja dan langsung masuk ke dalam rumah.
**
Riyan sudah terbangun mukanya sangat pucat sekali. Untung saja dia masih bisa terselamatkan Choki dan Lisa masih ada di sana bahkan ya di ruangan yang sama. Meskipun mereka tidak mau saling tegur sapa.
Choki mendekati Riyan dan menepuk bahunya " lo kenapa minum obat nyamuk. Ada apa sih kenapa harus lakuin itu, apa masalah lo begitu berat sampai sampai lakuin itu "
"Ya lo kenapa bisa selingkuhin Jovanka gitu aja, apa sih kekurangan istri lo sebenarnya sampai-sampai loh harus memilih Lisa perempuan ini, dulu emang Jo bisa maafin karena itu kesalahan gue, tapi sekarang beda lagi, semua beda lo selingkuh sama perempuan lain, dan perempuan mana pun tidak akan bisa memaafkan suaminya yang selingkuh, lo mikir aja deh kalau lo ada di posisi Jo juga sama gak akan maafin dia kan "
__ADS_1
"Sulit dijelaskan entahlah, sangat sulit dijelaskan dengan kata kata "
Lisa yang tidak mau mendengar perkataan mereka berdua segera keluar dari ruang inap Riyan sambil membanting pintu seperti biasa, setiap dirinya mendengar ada yang membicarakan Jovanka dan mengangung agungkannya dirinya sangat marah dan panas sekali.
"Ayo dia udah keluar tuh bicara sekarang, apa yang ingin lo bicarin sama gue, siapa tau gue bisa membantu mu, ya mungkin tak akan banyak namun siapa tau aku bisa membantumu "
"Bisakah kau membantuku untuk menelpon Jovanka untuk datang ke sini kau bujuk dia ya, dia pasti tidak akan mau bila aku yang meminta. Siapa tahu jika kau yang memintanya dia akan merasa khawatir dan kasihan denganku tolong ya kau telepon dia sekarang juga, aku sangat ingin ketemu dengannya, aku ingin berbicara dengan dia berdua dan secara baik baik "
"Akan aku coba tapi kalau tak bisa maaf aku tak bisa membatumu lagi, aku tak mau menganggunya, aku akan menghubunginya sekali "
__ADS_1
"Baiklah terimakasih tolong yah aku tak tau harus meminta bantuan pada siapa lagi "