Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Galau


__ADS_3

"Sayang aku pulang, sayang kamu dimana " teriak Liam sambil celingak cekinguk mencari istrinya.


Zeline yang mendengar suara sang suami segera dengan cepat menghampiri suaminya , Zeline langsung saja memeluknya dengan erat.


"Yaelah jangan mesra mesraan depan gue dong, panas ni hati panas, ac mati ya ni, sampai gue kepanasan gini nih" tegur Andre.


"Ya lo kenapa ikut gue sampai kerumah kaya gini, bukannya pulang, malah ngekor aja, gue bukan induk lo ya" balas Liam.


"Duduk dong duduk, gue kan mau tagih no Syifa sama kalain berdua , ya siapa juga yang mau jadi anak lo Liam, oga banget gue"


Mereka bertiga segera duduk dan Zeline masih saja memeluk suaminya.


"Bisa gak sih kalian nanti aja peluk pelukannya, mata gue lelah liat kalian yang selalu begini, selalu menebar kemersaan, ingatlah kalian kalau disini ada gue yang sedang kesepian"


"Gak bisa kak Andre, aku tuh kangen banget sama mas Liam, jadi aku gak mau lepas dari mas Liam, "


"Iya iya deh, gimana kalain aja deh pusing ah. Eh iya Line, Jo itu punya peliharaan apa aja sih, tadi katanya s anjing mati "


"Loh kok gak ngasih tau aku sih, s anjing mati kenapa kak "


"Ya kita juga gak tau, dia izin pulang jadi ada siapa aja Line, dirumahnya itu, ya peliharaaannya"


"Jadi Jo itu punya s anjing itu kucing, s monyet itu anjing, s tupai itu kelinci udah cuman segitu aja kak Andre, karena mamihnya gak ngebolehin Jo pelihara banyak binatang"


"Lah kok namanya bisi bikin pusing ya Line, kenapa jangan banyak Line padahal baguskan"


"Aku juga gak tau kak, ya nanti kalau banyak peliharannga jadi kebun binatang dong kak. Ada apa ya kak, apa kakak sekarang pindah haluan nih, jadi suka sama Jo ya, jangan lah kak Jo kan mau nikah kasian kak Yan, jangan hancurin pernihan mereka ya kak"


"Tenang Line, aku akan tetap mencintai Syifa, jadi aku tak mungkin berpaling, aku hanya ingin berteman saja dengan Jo, sekarang kalian diam ya akan aku telfon Syifa, kita lihat bagaimana reaksinya saat aku menelfonya kembali, dia itu percuma ganti ganti nomor pada akhirnya aku tau "


"Baiklah baik kami diam mendengarkan kalian berdua berbicara" ucap Zeline, Liam tak berbicara apa apa dia hanya diam menikmari pelukan hangat istrinya.


Pada deringan pertama sudah diangkat, Andre dengan senang membesarkan suaranya agar Liam dan juga Zeline bisa mendengarnya.


"Hallo " namun yang menjawab seorang laki laki


"Hallo " jawab Andre dengan suara lesu.


"Ada perlu apa lagi om sama pacar saya, kenapa masih berani hubungin pacar saya, emang ada urusan yang belum selesai ya"


"Siapa ini, saya mau bicara dengan Syifa"


"Saya Nabil, saya tau ini om Andre, om ada perlu apa pada Syifa pacar saya, kalau ada pembicaraan yang penting bicara dengan saya saja, nanti saya akan menyampaikannya pada Syifa, saya akan menyampaikannya tanpa melebih lebihkan, atau mengurang nguranginya, ayo katakan ada apa om"


"Oh kamu, saya mau bicara dengan Syifa bukan dengan pacar bohonganya jadi tolong berikan ponsel Syifa pada orangnya, saya tak berminat berbicara dengan kamu"


"Saya bukan pacar bohongannya memang pacarnya Syifa, kami sudah resmi berpacaran, jika sudah tak ada yang dibicarakan saya matikan, oh iya nanti tunggu undangan dari kami berdua, kami akan melaksanakan pesta di jakarta jadi tenang saja kami akan mengudang semuanya, jangan khawatir kami tak akan melupakan om"


Sambungan mati, Andre tak bisa berkata kata apa lagi, hanya menundukan kepalanya saja, jadi beneran mereka pacaran dan akan menikah, lalu bagaimana dengan cintanya. Andre segera bangkit dan pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Zeline dan juga Liam.


Liam segera menghembuskan nafasnya lalu mengelengkan kepalanya pada istrinya "sepertinya Syifa sudah sangat sakit hati dengan Andre "


"Ya mungkin mas, apa perlu aku telfon dia "


"Boleh sayang, coba kau tanya kebenarannya "


"Baiklah mas "


Zeline segera mengambil ponselnya dan untung sekarang yang mengangkat Syifa.


"Hallo kak "


"Hallo Syifa gimana kabarnya. Kapan kamu pulang kejakarta kakak udah kangen nih, gak ada yang temenin dirumah, biaranya kan kakak ada temen, tapi sekarang kakak cuman berdua sama Lucas ditambah sekaranh bi Sari jadi bertiga deh"


"Alhamdullilah aku baik, mungkin aku pulang saat akan menikah saja kak, karena aku kan harus membereskan sekolah ku disini"


"Menikah Syifa wah selamat kamu akan menikah dengan paman Andre mu ya, kakak sangat senang sekali akhirnya"


"Bukan kak, aku akan menikah dengan Nabil, dengan sahabatku bukan dengan Paman Andre, paman Andre adalah masa lalu ku sedangkan Nabil adalah masa depanku kak"


"Apakah kau sudah yakin. Apakah kau sudah melupakan paman Andre mu, apakah aku tak akan menyesal Syifa"


"Ya aku sudah yakin kak, mungkin jika bersama Nabil, aku tak akan sakit hati seperti bersama paman Andre, pasti cintaku akan dibalas oleh Nabil dan Nabil tak akan mungkin menyia nyiakan ku kak, aku yakin Nabil bisa membuat ku bahagai dan aku bisa melupakan paman Andre, sekarang aku sedang proses untuk melupakan paman Andre seutuhnya, aku memilih Nabil agar tak kembali merasakan sakit untuk yang kedua kalinya"

__ADS_1


"Baiklah jika itu sudah pilihan mu, kakak akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu, bagaimana dengan sekolah mu apakah baik baik saja dan tak ada halangan"


"Terimakasih kak sudah menghormati keputusanku, lancar kak aku suka sekolah disini, teman temannya juga baik baik, apa lagi ada Nabil yang selalu membantuku"


Namun tiba-tiba ada suara laki laki disebrang sana "sayang ayo cepat makan "


"Ya sebentar Nabil "


"Kak maaf ya, aku sudahi dulu, Nabil sudah memanggiku "


"Baiklah dah Syifa "


"Dah kak "


Pangilan sudah berakhir, Liam dan Zeline segera menyenderkan tubuhnya dan mendongakan kepalanya, dan diatas ada bi Sarah yang sedang menatap mereka dengan penuh kebencian.


"Ada apa bi " tanya Liam yang tau dengan tatapan itu


"Eh engga tuan, saya hanya lewat saja permisi " bi Sarah sudah pergi meninggalkan Mereka berdua, segera Liam mengajak Zeline untuk menemui anaknya yang ada dikamar bersama bi Sari.


**


"Siapa Syifa, kok banyak yang nelfon kamu, padahal nomor baru"


"Itu tadi kak Zeline mau tanya kabar aku Nabil, emang kenapa "


"Engga aku cuman nanya aja, aku mohon sama kamu kalau om om itu telfon lagi kamu gak usah angkat, tolak aja, kamu gak usah ganti ganti nomor lagi, karena percuma om om itu akan tau"


"Kenapa Nabil "


"Aku gak mau kamu jatuh kedalam pelukan laki laki itu, aku tau sekarang kau belum bisa sepenuhnya melupakan om om itu, aku takut kamu nantinya berubah fikiran dan meninggalkan aku dan lebih memilih om om itu lagi "


"Kamu kenapa berfikir begitu, aku tak akan mungkin kembali lagi pada paman Andre rasa sakit yang ditorehkan oleh paman Andre sangat besar, jadi aku tak akan semudah itu untuk kembali pada paman Andre, jadi kau bisa tenang. Ayo sekarang kita makan "


"Baiklah kalau begitu aku tenang "


**


Sedangkan Andre yang sedang galau segera membersihkan badanya, memakai pakaiannya dan pergi keluar dan masuk kedalam mobil, entah kemana tujuannya. Yang terpenting sekarang adalah bisa membuat hatinya tenang terlebih dahulu, itu sudah sangat cukup.


Andre segera turun dari dalam mobil dan berjalan kearah tempat duduk yang ada seorang perempuan itu. "maaf mba saya boleh duduk disini "


Perempuan itu segera menolehkan kepalanya dan alangkah kagetnya saat perempuan itu adalah Jo "Eh ternya Jojo, ngapain Jojo disini " sapa Andre sambil menonjok bahu Jo.


Jo yang kesakitan segera pengusapnya "apaan sih kakak, tiba tiba pukul pukul aku aja, nyebelin tau aku lagi galau nih kakak bisa biasa aku makan nih"


Andre segera duduk dan menatap Jo sambil menopang dagunya.


"Galau kenapa sih, masa sih orang kaya lo bis a galau, aneh aja ya liatnya"


"Ya bisalah ini buktinya galaukan, aku masih sedih banget tau gak kak Andre atas meninggalnya anjing, tadi pas nguburin aku sampai nangis gak kuat"


"S anjing mati kenapa sih Jo, kenapa bisa mati"


"Dia di gigit monyet, sekarang monyet lagi aku rehabilitas biar gak gigit gigit lagi "


"Pasti s monyet itu anjing loh kan si guk guk guk, lah kok kaya makai narkoba aja di rehabilitas sih "


"Kok tau sih kak, ya gak papa biar dianya baik dan pulih kembali dan gak ada korban lagi kak jaga jaga "


"Tau dong gue gitu, hebatkan "


"Yaudah nih selowatnya 2000 ya jangan banyak banyak "


Andre segera mengambilnya dan menyimpannya lumayan buat parkirkan.


"Kakak kenapa kesini juga " tanya Jo sambil menyusut ingusnya memakai pakainnya Andre..


"Gue galau, jorok ya lu Jojo, ini tuh pakaian baru gue kenapa lo kasih ingus yang tidak ada gunanya itu"


"Galau kenapa sih, kakak kan udah tua, apa sih yang digalauin sama orang tua, gak papa jorok yang penting udah punya pacar"


"Keterlaluan lu ya Jo. Bilang gue tua, gue masih muda ya dan masih perjaka. Gini gini gue gak nakal sampai ngehilangin perjaka gue, gue jaga keperjakaan gue buat Syifa tau gak loh "

__ADS_1


"Iya lah tau yang lagi tergila gila sama Syifa, dulu aja ditolak sana sini, sekarang udah jauh di kejar kejar kakak tuh aneh tau , dulu aja gak suka banget sama Syifa tapi sekarang malah sebaliknya"


"Ya makannya penyesalan datang di akhir, jadi sekarang gue udah kenapa karmanya Jojo, sakit ternyata ya, ini yang dirasain Syifa saat ngejar ngejar gue dan gue malah ngejar ngejar perempuan lain"


"Yang sabar kak, kita kan hanya mengikuti apa yang sudah ditakdirkan tuhan, sekarang kita hanya perlu mengikuti alur yang sudah dibuat oleh tuhan, kalau kakak memang benar benar pada Syifa kejar dan selalu lah berdoa pada tuhan kak, untuk meluluhkan kembali hatinya dan balik mencintai kakak "


Andre segera memegang kening Jo "lo minum obat apa sampai sebijak ini, kayanya ini bukan loh deh, karena setiap kata yang lo ucapin biasanya sampah"


Jo segera menepis tangan Andre "ih lagi serius nih bukan main main kenapa sih "


"Iya maaf maaf, kalau itu udah gue lakuin setiap hari, tapi pada akhirnya Syifa nikah sama sahabatnya sama Nabil "


"Udah nikah emang "


"Belum Jo, mereka mau nikah "


"Yaudah sebelum janur kuning melengkung kenapa gak rebut aja semangat dong kak " sambil mengangkat tangann Andre dan langsung menariknya pergi dari danau. Jo segera mengambil kunci mobil Andre dan masuk di kursi kemudi.


Sedangkan Andre masih diam mematung diluar mobilnya, Jo segera mengklaksonya. Andre yang sadar masuk dan duduk disamping Jo.


"Loh loh kok gue ada di kursi penumpang sih, sini gue yang nyetir, gue gak percaya lo bisa nyetir "


"Tenang gini gini gue hebat loh bisa nyetir, gue bukan cewe manja ya yang dianter jemput supir " brumm Jo segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.


"Pelan pelan Jo, gue masih pengen hidup, Jojo yang bener lo, gue belum nikah nih dan belum rasain gimana malam pertama itu"


"Sampai kita kak "


Andre segera keluar lalu melihat pemandangan yang sangat indah langit seperti dekat saja "Jo ini pemandangannya bagus baget"


"Ya dong Jo gitu yang bawanya, ayo kita naik kepuncaknya dan kakak bisa teriak sepuasnya disana, keluarin semua unek unek kakak "


"Ayo Jo " tanpa sadar Andre mengandeng Jo untuk naik bersama sama.


Akhirnya mereka sudah ada di puncak tertinggi, Jo masih ngos ngosan sedangkan Andre merentangkan tangan dan menikmati angin sejuk.


"Jo berdiri dong, masa segitu aja kalah sih "


"Cape tau kak, aku sampai gos gosan gini, biasanya aku kalau kesini digendong Riyan "


"Huh kaya anak kecil aja kamu Jo "


"Biarin. Kakak teriak sekarang, keluarkan semuanya disini kak "


"Baiklah Jo, akhhh Syifa aku mencintaimu, mencintaimu sampai kapan pun, aku akan menggagalkan pernikahan mu, tunggu aku sayang, aku akan menjemputmu memakai sepeda nanti " teriak Andre mengema.


Setelah hatinya cukup tenang, Andre segera duduk disamping Jo "Gimana kak, apa udah plong"


"Lumayan Jo, makasih ya, udah buat gue tenang dan happy lagi, beruntung deh nanti yang dapetin lo, lo bisa mencairkan suasana dan asik banget "


"Hehehe sama sama kak, pasti dong gue harus bikin orang disekitar gue itu happy terus, meskipun dengan hal hal kecil, gue tuh suka gak tenang kalau orang orang terdekat gue murung kak "


"Jadi lo anggap gue orang terdekat lo ? "


"Iya kak, kitakan udah kenal lama, apalagi sekarang kita parner kerja, kakak jugakan temennya Zeline berarti temennya aku juga"


"Seberapa penting sih bagi lo Zeline Jo, gue liat lo tuh sangat peduli banget sama dia "


"Dia adalah sahabat gue sekaligus adik gue, gue sayang sama dia melebihi diri gue sendiri, karena dia berarti banget buat hidup gue, gue bahkan bisa ninggalin orang tersayang gue kalau dia yang minta. Karena seorang sahabat bagi gue itu sangat penting, dan Zeline adalah salah satu sahabat gue yang paling berharga, susah lo cari sahabat itu kak, kadang banyak cuman yang manfaatin kita aja,"


"Iya bener ya Jo, sekarang tuh banyak sahabat yang cuman manfaatin kita aja jadi harus bener bener kalau pilih temen"


"Iya kak bener "


"Mau jagung bakar gak Jo, gue telaktir deh karena lo udah baik mau temenin gue "


"Mau dong kak "


"Yaudah ayo bangun "


Jo segera merentangkan kedua tangannya dan Andre yang peka segera membangunkan Jo, lalu menuju ke tempat bakar jagung.


Dan kebetulan sekali sudah ada yang matang. Andre mengambilnya dan memberikannya pada Jo, dan mengambil satunya lagi untuk dirinya.

__ADS_1


Hari ini Jo dan Andre yang sedang galau akhirnya kembali ceria, dengan sama sama saling menghibur.


__ADS_2