
"Paman sini biar aku ganti dulu berbannya ya "
"Baiklah Syifa, pelan pelan ya "
"Iya paman baiklah yang tenang ya aku akan pelan pelan "
Dengan perlahan Syifa membukannya dan tersenyum pada Andre.
"Apakah kau sudah menerimaku menjadi suamiku Syifa "
"Bantu aku menjadi istri yang baik untuk paman ya, bantu aku paman "
"Iya paman akan membimbingmu menjadi istri yang baik kita belajar sama sama ya "
Syifa mengangguk dan menyudahi nya "sudah selesai paman"
"Perutmu sudah besar sekali ya, aku sudah tak sabar ingin menunggu kelahiran anak kita ini, apa boleh paman menganggap kalau ini bayi paman juga "
"Tentu paman aku akan senang jika paman menerima anak ini dan menyayanginya seperti anak paman "
"Tentu paman akan menyayangimu dan anak kita , sebentar ada yang menelfon "
"Hallo iya ini dengan Andre ini dengan siapa "
"Apa baiklah, aku akan pergi kesana terimakasih "
"Ada apa paman " tanya Syifa dengan panik
"Sudah ayo ikut aku dulu nanti juga kau tau "
Andre segera mengusur tangan Syifa dan masuk kedalam mobil, dengan terpaksa Andre menyetir meski sulit namun dirinya harus kesana, tanpa memberitahu Syifa sedikit pun nantinya takut terjadi apa apa kalau diberi tahu sekarang.
Andre segera keluar dengan masih memegang tangan istrinya "apa paman yang terjadi kenapa kau membawaku kerumah sakit "
Sama sekali Andre tak menjawab, terus saja mengandeng istrinya dan saat sudah sampai didalam kamar papihnya Syifa segera berlari dan memeluk papihnya.
"Papih kenapa kau tak berbicara padaku, kalau kesehatan mu makin memburuk, kenapa kau tak membolehkan aku kerumah sakit kenapa "
"Papih tidak mau membuatmu stres papih ingin kau bahagia terus menerus, papih minta kamu selalu ada di sisi Andre, dan tolong jangan sampai kalian berdua berpisah, selalu lah bersama ya nak, papih mungkin tak akan lama lagi disini "
"Papih jangan seperti itu, papih jangan tinggalin Syifa ya "
__ADS_1
"Andre kemari "
Dengan cepat Andre segera menghampiri mertuanya dan memegang tangannya.
"Tolong jaga Syifa dan juga anaknya kelas serta mamih, papih sangat bergantung pasa dirumu, tolong jaga mereka berdua ya, papih hanya bisa meminta tolong padamu saja "
Tiba tiba saja papih Syifa menutup bola matannya dan tittttt alat yang dipasang menandakan kalau papih Syifa sudah tidak ada.
"Papih papih "teriak Syifa dan mamihnya.
Sedangkan Andre sedang berlari keluar mencari dokter, dokter segera ikut berlari dan mengeceknya lalu mengelengkan kepalanya.
Tangis Syifa dan juga mamihnya tak bisa terbendung sama sekali, Andrw segera memeluk istrinya, mencoba menenangkannya, baru saja kehilangan satu orang sekarang ada lagi ya allah.
"Kenapa paman, kenapa orang yang aku sayangi selalu saja pergi meninggalkan aku kenapa pamaan "
"Shutt jangan berkata seperti itu sayangg, jangann ya tenang sayang aku ada disini "
**
"Mas ayo makan dulu cepat, ayah dan ibu sudah menunggu ayo mas "
"Tidak mau mas ayo cepat, kau selalu saja menunda makan aku akan menunggumu "
"Baiklah sayang, tapi sebentar Andre menelfon "
"Hallo kenapa Andre, ada perlu apa, apa tanganmu masih sakit apa perlu aku mengantarmu kerumah sakit "
"Tidak Liam, aku tidak sakit aku baik baik saja, apa kau mau membantuku untuk menyiapkan rumahku, maksudku memberikannya tikar dan mengeluarkan kursi dari dalam rumah"
"Memangnya ada apa Andre, kenapa apa yang terjadi "
"Papih Liam "
"Kenapa sama om "
"Papih udah gak ada Liam, kita sekarang sedang ada diperjalanan tolong bantu aku ya Liam tolong sekali "
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, baiklah aku akan membereskan rumahmu tunggu ya "
Liam segera mematikan ponselnya dan bergegas pergi keluar dari ruangannya.
__ADS_1
"Ada apa mas "
"Papih Syifa meninggal sayang, ayo bantu aku membereskan rumah Andre "
"Ya alloh "
Zeline mengikuti suaminya yang turun kebawah, tanpa menghampiri kedua orang tuannya, dia dan Zeline langsung pergi kerumah Andre dan membereska apa yang diperintahkan Andre.
Tak lama kemudian mobil ambulans datang dan jenazah segera diturunkan dimasukan kedalam rumah, Andre dibelang memapah istirnya yang tak henti hentinya menangis.
Tetanga pun yang sudah mengetahuinya segera berdatangan kekediman Andre dna juga Syifa untuk membacakan yasin.
Bahkan kedua orang tua Liam sudah ada disini, tadi Zeline sempat pulang dan memberi tahu tentang kematian ayah Syifa.
Andre segera membawa istrinya kedalam kamar, membantunya menganti pakaian, sedangkan Syifa hanya diam saja dengan air mata yang bercucuran.
"Paman kenapa kenapa harus seperti ini, kenapa paman aku tak bisa kehilangan lagi, kenapa tuhan tak mengambil aku saja paman kenapa harus ayahku juga yang diambil "
"Jangan berbicara seperti itu sayangg, kau harus kuat aku tau kau kuat jadi mari sekarang kita keluar dan membacakan yasin"
Syifa mengangguk dan mengikuti suaminya, lalu ikut bergabung dengan yang lainnya, bisik bisik ibu ibu melihat perut Syifa yang besar, padahal mereka baru tau kan Syifa dan Andre baru menikah.
"Bener ya kata bu Dian, kalau Syifa udah hamil, waktu itu kan pernah bu Dian gak sengaja bicara gitu didepan Andre sama Syifa, malah dimarahin kan sama Andre" bisik ibu Sukma
"Iya bener gak nyangka ya bisa hamil duluan gitu, anak itu akn polos banget, ternyata wajah polos gak menjamin kalau dia perempuan baik baik ya " jawab bu Sukima
"Iya makannya harus hati hati kita jaga anak, jaga pergaulannya jangaj sampai kaya Syifa malu lauin tau, untung aja anak ku laki laki "
"Heeh ya aduh aku jadi takut anak ku akn perempuan, jangan sampai nanti dia kenal lagi sama Syifa, nanti bisa bisa ikut ikutan kaya Syifa, mereka berduakan satu angkatan bu Sukma "
"Oalah, bener hati hati ah, jaga ya anaknya jangan sampai main sama Syifa nanti kaya dia juga lagi ah. amit amit ya "
Zeline yang memang duduk tak jauh dari mereka berdua segera mendekatkan dirinya lalu menoel bu Sukma dan juga bu Sukima. Mereka berdua segera mengalihkan pandangannya dan menatap Zeline.
"Ibu ibu, ini kan lagi berduka gak baik loh ngerumpi kaya gini, jangan omongin Syifa kaya gitu dong, kita kan gak tau kronologi awalnya gimana, jadi jangan langsung bicarain orang lain seperti itu gak baik. Ibu ibu kesini kan buat doain ayahnya Syifa bukan buat ngerumpi iya kan ibu ibu "
Bu Sukma dan juga bu Sukima hanya diam saja, Zeline segera pergi kembali kearah ibunya dan kembali fokus membaca yasin.
"Okit campur aja ya, mentang mentang mereka temenan dibela aia terus, sama aja yang Zeline sama Syifa mah " bisik bu Sukima
"Iya bener udah yu fokus nanti ditegur lagi ah "
__ADS_1