
Setelah melihat sahabatnya masuk kedalam mobil dan melajukannya, Zeline akan masuk namun tiba tiba ibunya Airin mnghampirinya.
"Sebentar nyonya sebentar "
"Iya kenapa "
"Apakah nyonya bisa meringankan hukuman saya, saya tak mau diikuti terus-menerus seperti ini saya bukan buronan. Saya tidak akan melakukan itu lagi saya khilaf .Saya sungguh tak akan mencuri saya hanya mencobanya itu saja nyonya"
"Aku tidak bisa mengambil keputan sebesar itu hanya suamiku saja yang boleh memutuskan, kau harus diikuti karena perbuatanmu itu sungguh fatal, meskipun kau hanya mencobanya tapi aku tidak pernah menyimpan perhiasan ku begitu saja di meja rias atau pun di nakas, aku selalu memasukkan kembali ke kotak perhiasan ku, jadi tidak mungkin aku teledor seperti itu "
"Tapi apakah kau tidak kasihan aku ini hanyalah seorang nenek-nenek saja aku tidak akan melakukannya kembali, aku tidak sengaja, sungguh kau menyimpan perhiasan itu dengan sembarangan dengan pintu yang terbuka makanya aku tidak tahu kalau itu kamar utama, aku hanya ingin melihat-lihat saja rumahmu begitu besar dan aku suka, aku hanya ingin melihat-lihat saja, aku tak sengaja masuk kamar itu sungguh aku sungguh minta maaf atas apa yang telah kulakukan"
"Mungkin aku bisa memaafkanmu tapi aku tidak akan bisa melupakannya, kau sudah melakukan dua kali percobaan seperti ini, mungkin aku tidak akan membeberkan nya tapi aku tahu apa yang kau lakukan saat hari ulang tahunku, sekarang aku diam karena aku menghormati Tora dia adalah anak buah suamiku makanya kami diam kami menghargai Tora bukan karena kami kasihan dengan dirimu jadi jangan macam-macam lagi di keluargaku ingat itu "
"Apa yang aku lakukan, apa yang aku lakukan di hari ulang tahun mu, aku sama sekali tidak melakukan apa-apa, nenek-nenek seperti aku ini bisa melakukan apa, aku ini cuman perempuan rentan dan tak punya uang tak punya apa-apa makanya kamu sekarang berbicara seenaknya padaku, menuduh yang tidak-tidak sungguh aku sakit hati sekali dengan apa yang kamu ucapkan padaku ini "
__ADS_1
"Kalau aku tidak mempunyai bukti mungkin aku tidak akan berbicara seperti ini, kau jangan terlalu banyak drama dan seolah-olah kau yang tersakiti padahal kau telah menyakiti orang lain. Troy bawa dia masuk ke Pavilion dan jangan sampai dia lolos kau harus terus mengawasinya, jangan tertipu dengan bujuk rayunya dia itu seperti ular berbisa dan bisa saja malahap mu kapan saja seperti buaya"
"Baik nyonya akan saya laksanakan, saya permisi dulu nyonya"
Troy segera memegang tangan ibu Airin dan membawanya kebelakang rumah, namun tatapannya tak lepas pada Zeline hanya acuh saja dan masuk kedalam rumah.
Setelah masuk kedalam paviliun dia melihat sang anak, dengan cepat mengambil obat mata dan meneteskannya pada kedua matanya "Airin Airin kau harus tau apa yang nyonya itu lakukan pada ibu, ibu sangat sakit hati dengan apa yang dia lakukan ibu sakit hati nak "
Airin mengalihkan pandangannya dan menatap kearah ibunya, berjalan dengan perlahan kearah ibunya.
"Ada apa ibu kenapa ibu menangis seperti ini. Apa yang terjadi bukannya ibu dari tadi jalan-jalan ya, bukannya Ibu tadi senang-senang saja ya melihat bunga-bunga di luar sana. Lalu kenapa tiba-tiba pulang-pulang ibu menangis ada masalah apa bu. Coba cerita sama Airin ada apa bu "
"Tapi masa sih nyonya Zeline seperti itu, gak mungkin deh bu, dia kan baik banget, gak mungkin lah dia kasar sama ibu, mungkin ibu salah denger atau ibu salah orang kali " .
"Engga emang itu, dia gak punya kembarang sayang, jadi gak mungkin dia yang marahin ibu bukan orang lain ,ibu yakin kamu gak boleh nilai orang dengan cepat, dia itu emang kayak gitu, kamu tau sendirikan waktu nuduh kamu selingkuh sama suaminya, dia kasar banget sama kamu, dia juga gitu tadi kata katanya malahn sambil nunjuk nunjuk ibu "
__ADS_1
"Siapa yang melihat kejadian itu bu, apa orang orang yang diluar melihat kejadiannya, melihat ibu dimarahi kenapa ibu tak minta tolong sama mereka saja, kenapa ibu diam saja harga diri ibu di injak injak "
Dalam hati ibu Airin terseyum senang, Akhirnya Airin bisa di kelabui juga, aku harus membuat Airin percaya dengan kata kataku, agar dia juga membenci perempuan sok cantik itu, pokoknya anak ku harus jadi nyonya dirumah ini, dia harus menguasai rumah ini dan semua harta yang dimiliki oleh Liam.
Aku harus bisa berekting yang bagus, dan membuat Airin bisa aku atur, aku harus melakukan itu, ya Airin harus bisa aku kendalikan agar aku tak melakukannya sendiri jadi nanti kalau disalahkan tidak hanya aku saja tapi bersama Airin pula.
Maafkan ibu melibatkan hal ini nak, tapi ini semua demi kebaikan mu nak, ingat ibu melakukan ini demi kebaikan mu, bukan untuk orang lain.
"Tidak mereka hanya diam saja, mana ada yang berani dengan atasanya mereka hanya diam melihat kearah ibu dan nyonya itu, ibu sakit hati nak, ibu di injak injak apa salah ibu sebenarnya, ibu hanya mencoba kalungnya saja, tapi dia menuduh nuduh yang lain pula, ibu tak terima nak "
"Ibu tenang saja Airin masih ada disini, Airin yang akan terus membela ibu, jadi ibu tenang saja ya, aku tak akan membiarkan harga diri ibuku di injak injak begitu saja oleh orang lain, pokoknya ibu kalau dia melakukan itu lagi ibu balas jangan diam saja, kita sama dimana tuhan hanya nasib saja yang berbeda "
"Ibu tak bisa melakukan itu, saat melihat nyonya ibu seperti melihat mu, jadi ibu tak bisa sayang, ibu tak bisa melakukan itu, ibu tak mungkin kembali memarihinya, yang ada ibu akan di marahi oleh suaminya "
"Ya sudah bu biar Airin saja nanti yang membalasnya ibu tenang saja, tak usah takut ada Airin yang akan selalu membalaskan rasa sakit ibu, Airin tidak akan diam saja "
__ADS_1
"Bagus nak, ibu suka dengan dirimu yang berani, ibu suka nak, pokoknya kamu harus selalu membela ibu mu ya, jangan sampai kau luluh dengan wajah lugunya "
"Iya bu aku tak akan luluh lagi "