Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Ingin mengurus Lucas


__ADS_3

Sedangkan dikamar Zeline dan juga Jo masih mengobrol, ada sesuatu yang harus Zeline katakan pada Jo. Perihal tentang Kak Yan.


"Emang waktu pergi Riyan temuin kamu Line "


"Iya dia kerumah aku Jo, nanyain keberadaan kamu, mohon-mohon sama aku untuk memberi tahu dimana kamu berada "


"Hemm tapi sekarang dia tau, mamih aku yang kasih tau, katanya kasian liat Riyan mohon-mohon dan nangis didepan mamihku "


"Terus kamu udah ketemu sama dia belum Jo "


"Engga aku sama sekali gak mau ketemu sama dia biarin aja dia. Aku udah gak mau sama dia "


"Beneran kamu udah gak mau nih, udah bener bener nolak nih "


"Iya aku udah gak mau dan aku gak bisa maafin dia "


"Apa itu dari hati kamu yang paling dalem Jo, atau cuman karena kamu marah aja"


"Kenapa kamu tanya gitu, kamu gak percaya sama aku "


"Aku yakin kamu masih sayangkan sama ka Yan, keliatan kok dari mata kamu. Jika memang kamu masih sayang sama dia kenapa kamu gak balik aja. Perbaiki semuanya dari awal. Aku yakin kak Yan berubah "


"Iya tapi aku belum mau untuk memafkan dia, dia itu udah ngehancurin semuanya, harusnya kita menikah tapi dia udah hancurin semuanya dengan kedatangan teman yang dulu hampir menjadi pacarnya"


"Kamu harus lebih santai lagi ngehadapinnya, kamu sama kak Yan udah pacaran lama kan, jadi kalian pasti udah ngerti satu sama lain "


"Bukannya aku mau ngebela kak Yan, tapi sepertinya kak Yan memang bener bener cinta sama kamu, jangan sampai kamu nanti menyesal dengan keputusan mu ini, fikirkan kembali semua keputusan yang akan kamu ambil ya" lanjut Zeline.


"Gimana nanti aja Line, aku masih belum siap buat semua siatuasi yang harus aku hadapi"


"Kamu coba berdamai dengan masa lalu ya, aku pergi dulu mau lihat Lucas, pokoknya aku pengen yang terbaik buat kamu, buat sahabat aku. Aky bahagia sendirian"


Zeline segera keluar dari kamar mencari keberadaan anaknya Lucas. Namun sekarang kenapa sangat sepi. Tadi disini ramai sekali dan berisik.


Zeline lalu masuk kedalam kamar Lucas dan disini dia Lucas sedang tertidur dengan nyenyaknya.


Dengan perlahan-lahan Zeline mengahampiri Lucas berdiri didepan tempat tidurnya sambil menatapnya dan mengusap pipinya yang sangat lembut namun anaknya tiba-tiba bangun dan menangis.

__ADS_1


Zeline segera mengambilnya "sut sut sayang sini sama mamihnya, pasti kamu lapar ayo sekarang kita minum susu dulu "


Segera Zeline duduk dikursi goyang sambil menyusui anaknya. Yang sangat lahap menyedot air susunya ini. Zeline sampai geli.


"Kamu kaya papih aja kalau mimi tuh kuat banget "


"Siapa nih yang miminya kuat " tiba-tiba suaminya datang sampai mengagetkan Zeline.


"Kamu ini mas kagetin aja , ya kamu lah siapa lagi coba "


"Heheeh maaf sayang soalnya tadi cari kamu gak ada toh ada disini. Tapi sekarang gak bisa Lucas udah rebut mainan papih "


"Iya aku tuh kangen sama anak aku, makannya aku disini mumpung gak ada kakek neneknya kan, ist kamu mah gak mau berbagi deh sama Lucas. Lucas itu masih kecil loh dan anak kamu juga"


"Ya biarin dong sayang, aku kan gak bisa kalau gak main-main dulu sama dua gunung kembar mu "


"Huuh dasar mesum "


"Gak papa dong mesumnya kan sama istri sendiri " segera Liam memeluk istrinya dari belakang, mencium kening istrinya berkali-kali .


'Iya dong dia nyaman dipeluk sama mamihnya, sekarang juga ditambah dipeluk sama papihnya "


"Aduh, aduh kalau mau mesra mesraan jangan didekat anak " ucap ibunya Liam.


"Eh ibu, ngapain coba tiba-tiba muncul " tanya Liam yang kesal diganggu padahalkan lagi romantis-romantisnya.


"Ya ibu mau lihat cucu ibu lah, sini sayang biar sama ibu aja kalian istirahat gih " sambil mengambil Lucas dari gendongan Zeline.


"Tapi mah "


"Udah Line sama ibu aja, udah gih kalian istirahat ibu ngerti kok kalian cape "


Liam segera mengenggam tangan istrinya lalu membawa istrinya untuk segera masuk kamar, wajah Zeline sudah sangat sedih. Dirinya ini ingin selalu bersama anaknya terus. Kenapa sangat sulit sekali sih.


"Sayang jangan sedih dong "


"Aku cuman mau sama Lucas aku gak cape, aku pengen gendong dia "

__ADS_1


"Kamu sabar dulu, nanti juga ibu gak akan kaya gitu lagi, kamukan baru beres melahirkan jadi lebih baik kamu istirahat ya jangan banyak bergerak terus "


"Tapi mas gak gitu juga kali, biarin aku seharian aja sama Lucas, aku mau peluk dia tau gak sih mas, aku juga mau rawat dia "


Zeline seketika mengalirkan air matanya. Melepaskan tautan tangannya pada suaminya lalu pergi begitu saja kedalam kamar sendirian.


Liam menjadi binggung sekarang apa yang harus dilakukan, masa iya sekarang dirinya harus melarang ibunya itukan gak mungkin.


Lalu bagaimana juga dengan istrinya yang ingin sekali mengurus Lucas. Sulit jika harus memilih antara ibunya dan juga istrinya. Dua duanya sangat berarti untuknya.


Liam yang pusing segera masuk kekamar untuk menenangkan istrinya. Dan saat dibuka istrinya sedang berbaring sambil menitihkan air matanya.


Liam segera menbaringkan tubunya memeluk tubuh istrinya "sayang jangan menangis, nanti kita pelan-pelan ya kasih tau pada ibu kalau kamu juga mau urus Lucas sendirian. Tapi kamu harus sabar. Aku gak mau kalau kalian nanti malah jadi bertengkar "


Zeline sama sekali tak menjawabnya terus saja menangis, meluapkan semua kekesalannya dan juga kemarahannya pada iby mertuanya itu.


Dirinya tak masalah jika ibu mertuanya ingin mengurus Lucas juga, dia tau bahwa ibunya itu menyayangi Lucas, tapi beri sedikit waktu dirinya untuk bisa mengurus Lucas juga.


Lucas anak pertama dan dirinya ingin merasakan bagaimana menjadi seorang ibu yang baik untuk anaknya. Mengurus semua kebutuhan Lucas.


"Sayang jangan diam aja dong "


"Udah mas aku lagi mau istirahat "


Liam kembali mempererat pelukannya kepada istrinya menciumi tengkuh istrinya dan mengusap-ngusap tangannya juga.


"Aku akan membujuk ibu ya, kamu tenang dulu ya sayang, kamu jangan setres ya sayang, jangan sedih aku gak mau kamu seperti itu "


Zeline segera membalikan badannya dan menatap wajah suaminya "janji "


"Ya aku janji sayang, tenang saja aku akan membujuk para nenek dan kakek itu ya. Sekarabfvkamy tidur ya jangan banyak fikiran "


"Iya mas "


Zeline segera memeluk suaminya dan mendengelamkan kepalanya kedada bidang suaminya. Hangat sekali seperti biasanya tak ada yang berubah sedikit pun dari pelukan suaminya ini.


Liam pun membalas pelukan itu, lebih erat lagi dari yang diberikan istrinya padanya.

__ADS_1


__ADS_2