
Liam yang melihat istrinya menangis menjadi khawatir segera Liam menepikan mobilnya dan mengusap kepala istrinya dengan sayang.
"Apa kamu ingin pulang lagi sayang, tak apa aku akan pergi sendiri " ucap Liam dengan terpaksa karena dia tak mau melihat istrinya ini terus menangis. Biarkan dirinya saja yang berkorban.
"Tidak mas aku akan ikut dengan mu, sekarang aku adalah milikmu seutuhnya dan aku harus selalu ada disamping suamiku dalam keadaan apapun " ucap Zeline sambil mengenggam tangan suaminya dengan erat.
Liam yang mendengarnya segera memeluk istrinya dengan erat menyalurkan rasa sayangnya dan rasa terimakasihnya karena istrinya masih mengiginkannya.
Setelah lama berpelukan Liam segera melepaskannya dan kembali menyetir sambil mengenggam tangan istrinya tak ingin melepaskannnya sedetik pun.
Zeline yang mengantuk tertidur dibahu suaminya terlalu lelah memikirkan tentang kejadian hari ini, yang seperti mimpi saja untuk dirinya ini. Baru saja dirinya bahagia sudah ada lagi cobaan yang baru.
Liam sudah sampai didepan rumahnya segera pelayan-pelayan dirumah itu membantunya untuk mengeluarkan barang-barang mereka.
Liam yang tak tega untuk membangunkan istrinya segera memangkunya membawanya kedalam kamar mereka yang sudah disiapkan ada dilantai dua dan membaringkannya dengan p?erlahan agar istrinya tak terbangun.
Barang-barangnya juga sudah dimasukan kedalam kamarnya padahal tanpa membawanya Liam sudah menyiapkan semua pakaian baru untuk istrinya bahkan semua kebutuhannya.
Liam duduk merenung apakah dia harus memberitahui masalahnya ini pada ibunya, tapi nanti ibunya akan khawatir dan membuat ibunya akan selalu kefikiran.
Huff Liam segera menghampiri istrinya dan mengusap-ngusap kepala istrinya menangis diatas kepala istirnya tanpa suara "maafkan aku sayang, maaf aku telah membuatmu terpisah dengan orang tuamu aku janji akan selalu menjagamu, menyayangimu sampai kapan pun sayang" sambil mencium kening istrinya.
Segera dihapusnya air matanya itu dan pergi ke balkon menikmati angin sore sambil menikmati sebatang rokok. Menerawang setiap kejadian dihidupnya.
__ADS_1
Namun handphonenya bergetar Liam lantas langsung mengambil handphonenya itu telfon dari ibunya. Liam hanya menatapnya saja lalu segera sadar dan mengangkat telfon dari ibunya.
"Hallo sayangnya ibu apa kau tidak apa-apa ibu sangat menghawatirkan mu " ya entah kenapa hatinya tiba-tiba tidak enak dan selalu memikirkan anak semata wayangnya itu.
"Hallo ibu sayang, Liam tak apa bu. Liam baik-baik saja disini " alibi Liam.
"Tapi hati ibu berkata lain sayang, kamu kalau ada apa-apa bilang pada ibu jangan memendamnya sendiri dengan sekuat tenaga ibu akan membantumu " ucap ibunya masih belum puas dengan jawab anaknya itu.
"Ya aku baik bu, ibu dan ayah bagaimana kabarnya maafkan anakmu ini jarang menghubungi ibu " ucap Liam tak mau membahas lebih dalam lagi masalahnya.
"Baiklah kalau memang kau belum siap bercerita pada ibu, ibu akan selalu ada untukmu sayang kapanmu kamu butuh ibu. Ibu akan selalu ada disampingmu. Ayah dan ibu baik nak, tak masalah ibu mengerti kamu sedang membuatkan ibu dan ayah cucu jadi tak masalah sayang kamu yang fokus jangan stres ya dan selalu jaga istrimu itu, ibu sangat menyayangi Zeline dia baik jangan kau sakiti dia ya na "
"Iya bu terimakasih selalu ada untuk anakmu ini yang tidak sempurna dan hanya laki laki sakit yang beruntung mendapatkan seorang bidadari yang mau hidup terkurung dengan diriku yang hina ini. Alhamdullilah kalau ibu dan ayah baik. Pasti aku akan selalu menjaga Zeline dengan segenap hati dan tenaga bu. Aku tak akan mungkin bisa menyakitinya bu " ucap Liam sambil meneteskan air matanya, Liam menangis bukan karena cenggeng karena dirinnya ini masih ada yang meyayanginya hati ibunya selalu tau kalau dirinya sedang ada masalah seperti ini.
"Tidak buk tidak ada yang mengatakannya, aku memanglah orang sakit bu yang seharunya aku ini ada dirumah sakit jiwa "
"Jangan berkata seperti itu sayang, ibu tak mau mendengar kau berkata seperti itu lagi. Kamu adalah anugrah dalam hidup ayah serta ibumu ini, kamu adalah segalanya untuk keluarga ini kamu sangat berarti sayang " ucap ibunya sambi terisak dia tau anaknya sekarang sedang menghadapi sesuatu yang berat.
"Terimakasih bu, terimakasih sudah mau menganggapku adalah bagian terpenting dalam hidup ayah dan ibu. Sekarang ibu segera istirahat dan jangan fikirkan Liam, Liam baik-baik saja nanti setelah Zeline lulus aku akan kembali kepada ibu " ucap Liam menyakinkan ibunya agar tak khawatir dengan dirinya ini.
"Itu sudah kewajiban ibumu sayang jadi jangan simpan rahasia apa-apa dari ibu mu ini, karena ibu akan tau apa yang sedang dirasakan oleh anak ibu ini, kau juga segera istirahat sayang ibu tahu kamu lelah jangan selalu memaksakan dirimu itu untuk menjadi kuat. Ibu tunggu kedatangan mu ibu sudah tak sabar untuk menunggu kepulanganmu nak "
Setelah mengatakan itu segera Ibu Liam mematikan telfonnya. Kembali lagi hening hanya suara angin yang menemaninya.
__ADS_1
Tanpa diketahui oleh Liam dari tadi istrinya sudah bangun dan berdiri tak jauh dibelakang suaminya mendengar semua ucapan yang suaminya lontarkan kepada ibunya.
Zeline yang mendengarnya dari tadi menangis tanpa suara sama sekali melihat suaminya yang sedang terpuruk, bahkan suaminya itu tak memberitahu ibunya kalau dirinya telah dihina oleh ayangnya.
Namun dirinya ini harus selalu terlihat baik-baik saja dan tak boleh membebani fikiran suaminya yang sudah banyak sekali bebanya. Diarinya harus dewasa tak bolej seperti anak kecil lagi.
Setiap kata-kata yang diucapkan suaminya pada ibunya sungguh menyayat hatinya, dia kembali menganggap dirinya orang sakit lagi. Padahal suaminya kan sekarang sudah ta membunuh lagi dan perlahan-perlahan pasti semua kebiasaan itu akan hilang.
Segera Zeline mengatur nafasnya menghapus air matanya perlahan menghampiri suminya dan memeluknya dari belakang.
Liam awalnya tegang saat ada yang memeluknya namun kembali tenang saat mengatahui bahwa itu istri tercintanya "kenapa kamu bangun sayang " ucap Liam tanpa membalikan badannya karena istrinya ini memeluknya sangar erat.
"Aku tak menemukan kamu disisiku jadi aku bangun sayang dan mencarimu ternyata ada disini "
"Hemm kau ini sayang, sejak kapan kamu bangun sayang " tanya Liam takut istrinya mendengar percakapannya bersama ibunya tadi.
"Baru saja sayang, ini rumah siapa sayang "
"Ini rumah kita sayang, hadiah dariku untukmu apa kau menyukainya " sambil memutarkan tubuhnya dan menatap istrinya.
"Suka sayang, terimakasih sayang " sambil mencium bibir suaminya.
Segera Liam memperdalam ciuman itu dan berubah menjadi nafsu yang sangat besar. Segera Liam membawa istrinya ketempat tidur langsung membuka satu persatu pakaian istrinya.
__ADS_1
Dan jadilah pembuatan anak dan hanya mereka saja yang tahu apa saja yang sedang mereka lakukan.