Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Jari siapa


__ADS_3

"Liam kenapa kalian berdua gak jalan jalan gitu sama temen temen kamu, kamu coba deh hibur Andre dan juga Syifa buat dia senang, Lucas biar sama ibu aja "


"Gak deh bu aku takutnya nanti Lucas rewel kasihan sama ibu kan "


"Gak apa-apa namanya juga anak kecil pasti rewel, ibu kan udah lama gak habisin waktu sama Lucas, tiba tiba aja nih cucu oma udah bisa jalan, udah mulai bisa bicara, ibu pengen ngabisin waktu bersama cucu ibu, kamu sama Zeline kali-kali jalan-jalan ajak temen temen kalian "


"Ini bu tehnya " ucap Zeline sambil menyimpan tehnya di meja.


"Nah Line mau kan kamu jalan jalan sama Liam, sama temen kalian biar Lucas sama ibu aja gimana kamu mau kan "


"Tapi ibu apa tidak keberatan menjaga Lucas "


"Tentu aja engga, Lucas cucu ibu kenapa ibu harus keberatan segerala, ibu senang bisa ikut andil dalam mengurus Lucas "


"Aku sih gimana mas Liam bu "


" Ya udah deh, kalau ibu maunya ibu Liam sama Zeline bakal jalan-jalan ya, kita jalan-jalan sama Andre sama Syifa, Jo dan juga Riyan ya" pasrah Liam, karena tak mungkin membantah ibunya ini.


"Gitu dong, kali-kali jalan-jalan sama sama, tenang aja Lucas ada Ibu ada Ayah ada bi Sari, kita semua ada di sini kan ada Tora juga yang jagain kita semua disini, jadi kamu gak usah khawatir atau pun risau, udah sekarang kamu beres-beres pakaian dan ajak temen-temen kalian buat pergi ya"


Zeline dan juga Liam mengangguk, pergi kekamar dan menyiapkan apa yang ibunya suruh


**


"Gimana apakah kalian udah siapa " ucap Liam


"Siapp dongg " teriak mereka serentak


Ya mereka akhirnya pergi 1 mobil dengan enam orang sekaligus, mereka sudah menyewa Villa dengan danau pemandangannya. Pasti akan sangat indah.


"Line aku seneng banget kamu ajak kita jalan jalan aku udah pusing tau dirumah gara gara mamih " ucap Jo


"Kenapa emang, tante disini sekarang apa dia pindah "


"Line tahu gak sih mamih minta cucu sama aku sama Riyan, kita berdua gak bisa kasih instan, pusing tau nggak sih aku sama Riyan tiap hari dimintain cucu. Emangnya bikin cucu itu pakai adonan kue apa sampai harus ditanya setiap hari dan aku harus punya jawabannya."


"Udah-udah, yang penting sekarang kita senang-senang dulu aja ya jangan mikirin itu nanti juga kalau udah dikasih sama Allah pasti gampang kok yang terpenting berdoa aja " jawab Liam


Jo segera mengangguk, lalu mereka semua selama perjalanan bernyayi bercanda, namun tidak dengan Syifa yang hanya diam saja, tak ikut mengobrol atau pun melakukan apa apa.


Hanya diam tak mau ikut ikutan, tapi dirinya harus ikut, karena ya suaminya ada disini, paman Andre ikut.


Akhirnya mereka sampai dan segera keluar " para perempuan kalian sana membakar kepiting ikan sosis dan yang lainnya kami para laki-laki akan main petasan "teriak Riyan


"Kalian ini seperti anak kecil saja, kenapa kami para perempuan harus menyajikan makanan sedangkan kalian bersenang-senang " jawab Jo


"Sudahlah kami ingin menghabiskan waktu sepertiga Iya maksudnya mengenang masa lalu saat kecil gitu. Kalian semua sana naik masak lah kami sudah menyiapkan semuanya kalian hanya tinggal membakarnya saja " Sekarang Andre yang berbicara.


Dan pada akhirnya para perempuan mengalah dan melakukan apa yang disuruh para lelaki.


"Syifa apakah kau baik baik saja " tanya Zeline yang khawatir karena dari tadi Syifa hanya diam saja tak banyak bicara atau mengatakan sesuatu.


"Aku baik baik saja kak, tak ada masalah "


"Jangan sungkan untuk bercerita pada kami Syifa, karena kami akan mendengarkannya " timpal Jo


"Iya kak Jo, aku hanya senang tak enak badan saja "


"Kenapa kau tak bilang biar kakak panggilkan kak Andre ya "


"Jangan kak Jo, aku baik baik saja biarkan dia bersenang senang kasian dia selalu mengurusku dirumah sedangkan aku belum bisa mengurusnya dengan baik, aku belum bisa dan mungkin tak akan bisa "


Jo dan Zeline saling pandang dan menghembuskan nafas kasarnya, berdoa semoga saja kak Andre dan Syifa akan menjadi keluarga bahagai seperti mereka.

__ADS_1


"Liam ayo nyalakan ayo " teriak Andre.


"Ini Andre ayo lemparkan "


Andre sengan cepat melemparkannya duar dan sekarang giliran Riyan juga sama melesat kesana kedalam air.


"Aku tak menyangka jika melakukan ini akan semenyenangka ini, sungguh rasannya aku sangat bahagai " teriak Riyan


" Riyan apakah kau saat dulu masih kecil tak pernah bermain ini, sampai kau senang seperti ini. Apakah kah kau waktu kecil main barbie-barbiean "tanya Andre dengan watadosnya.


"Ya bukan begitu Andre maksudku tuh sudah lama kan gak main kaya gini, udah lama banget mungkin berapa tahun yang lalu ya 25 tahun yang lalu ya main kaya gini deh. Aku juga udah lupa juy sih, masa iya aku main Barbie barbiean emang aku perempuan, kamu ini ya kalau bicara gak disaring dulu "


"Hahaha gak apa apa dong sekali kalikan bikin candaan yang gak lucu, ayo Liam nyalakan lagi "


Liam dengan senang hati segera menyalahkan nya tapi entah bodoh entah apa Andre tidak melempar nya, dia malah memegangnya terus-menerus, Liam yang melihat itu bersama Riyan segera berlari menjauh, karena dari tadi dia bilang lempar-lempar namun Andre cuman melihatnya saja.


Liam segera berlari kearah para perempuan "apa ada pelastik "


"Untuk apa mas " tanya Zeline yang binggung


"Itu untuk jari Andre sepertinya putus deh "


"What kenapa bisa " serentak teriak para perempuan.


"Dia memegang petasan menyala dan tak melemparnya, "


Tanpa menghiraukan Liam, para perempuan segera turun, Zeline tak lupa memegang Syifa yang sedang hamil takut terjadi apa apa.


"Ya ampun paman gak apa apa kan "


"Gak Syifa kamu tenang ya "


Syifa segera membantu memegang saputangan yang membuntal tangan Andre. Sedangkan yang lain sedang sibuk mencari jari Andre yang konon hilang karena petasan itu dan akhirnya ketemu oleh Riyan.


"Apakah kau yakin itu jariku "


"Tentu aku yakin, jari siapa lagi coba jika bukan jarimu "


"Sudah kita harus kerumah sakit sekarang " perintah Zeline.


Liam dan Riyan segera membantu Andre dan membantunya masuk kedalam mobil. Syifa segera masuk kedalam kemudi.


" Syifa apakah kau yakin akan menyetir biar paman Liam saja yang menyetir kau diam saja di sini ya bersama istri paman dan kak Jo "


"Engga aku yakin bisa paman, Syifa udah belajar kok tenang aja, paman seneng seneng aja ya di sini, biar aku yang bawa paman Andre ke rumah sakit"


"Ini jarinya jangan lupa " ucap Riyan memberikannya pada Andre.


Syifa segera menjalankan mobilnya baru juga mundur sudah hampir menabrak orang yany dibelakang, "Syifa apakah kau benar bisa " tanya Andre yang ketakutan.


"Aku yakin paman, paman hanya perlu rileks, aku akan bawa Paman dengan selamat ke rumah sakit ya tenang ya aku bisa paman "


"Awas Syifa didepan ada mobil " teriak Andre, Syifa segera membanting stir dan menjalankannya lagi dengan tenang.


"Apakah kau sudah punya sim Syifa "


"Sudah paman emangnya kenapa "


"Apakah kau membuat sim tembak "


"Ya sepertinya karena papih menyuruh seseorang untuk membuarnya."


"Pantes sajaaa "

__ADS_1


Andre selama perjalanan berdoa, tak ingin sampai terjadi apa apa pada dirinya dan juga Syifa serta anak mereka yang belum lahir ini.


**


"Semoga saja mereka tak apa-apa ya aku sangat khawatir melihat Shifa tadi menjalankan mobilnya ugal ugalan. Apakah dia benar-benar bisa menjalankan mobil " ucap Liam.


"Kita berdoa saja Liam, semoga mereka berdua baik-baik saja. tadi sangat kacau sekali, ada-ada aja tuh Andre tangan bisa meledak kayak gitu " jawab Riyan.


"Kalian sih main petasan kaya gitu, kalian kan udah dewasa, kenapa gak bantu kita masak aja sih lebih gampang malah cari cari masalah aja kan kalian jadinya. Yang tadinya mau happy happy malah kaya gini " marah Jo


Namun saat Jo akan melanjutkan bicarannya lagi ponselnya berdering ternyata itu telfon dari mamihnya, dengan cepat Jo memberikan ponselnya pada Riyan, lalu Riyan memberikannya pada Liam dan terakhir pada Zeline.


"Kenapa harus aku "


"Bantu kami Line, aku udah pusing di tanya tanya terus " ucap Jo sambil menyatukan tanngannya.


Zeline akhirnya mengangguk dan mengangkat telfonya "hallo tante "


"Hallo ini siapa, apa ini Zeline iya Zeline ini. Apa kabar gimana kabar kamu ,udah lama nih kita nggak ketemu kamu udah nikah jadi jarang main nih "


"Iya tante ini Zeline alhamdulilah baik tante, gimana kabarnya tante, gimana mau main tantenya kan jauh jarang pulang ke Indonesia juga, aku sama Jo sering kok main sering main ke mana-mana pokoknya kita nggak terpisahkan deh tante "


"Tante baik nak, ya syukur kalau kalian berdua baik baik, tante seneng deh, iya nih tante ya udah sering gak pulang ke indonesia, karena kan papihnya Jo juga kerjanya banyaknya di sana. Jonya mana Line"


"Jonya lagi buat anak tantex dia mau cepet cepet kasih Tante cucu "sudah bingung Zeline akan menjawab apa dan itu yang terpikir dari kepalanya , Jo dan Riyan yang mendengarnya sampai membelalakan kedua bola matanya.


"Bagus deh, bilangin ya sama mereka semangat "


"Iya siap tante " Zeline segera mengasongkan ponselnya


"Line kenapa bilang kayak gitu sih, kamu ngomongnya nih ada ada aja ya, bener bener ya "


"Jo kalau gak di kayak gituin mamih kamu akan terus nanya dan hanya itu yang terpikirkan dari kepala ku, udahlah nggak apa-apa yang penting kita happy dan mamih kamu nggak telepon lagi deh , kita tinggal tunggu kak Andre, kita tunggu kabar bahagia dari kak Andre semoga saja dia baik-baik aja ya "


Jo hanya mengangguk anggukan kepalanya dan Riyan malag mencolek dagu Jo dan mengedip ngedipkan matanya, entak kenapa mungkin cacingan.


**


Tangan Andre sudah diperban dan untuk jari tadi bukan jari Andre entah punya siapa punya dirinya masih ada.


"Syifa kamu tadi jalanin mobil hebat kamu belajar dari siapa, sampai bisa kebut kebut kayak gitu kaya pembalap. sampai-sampai jantung paman ingin copot untung aja kan masih ada sekarang"


"Hehehe papih yang ajarin paman tapi aku hebatkan "


"Iya kau hebat bisa menjalankannya dengan baik dan sampai kesini dengan selamat, hebat deh tapi gak apa apa kan sama dede bayi "


"Engga kok paman dia baik baik aja didalam sini gak ada hambatan sedikit pun "


Tiba tiba saja suster dantang, wajahnya sangat jutek sekali "apakah kita pernah ketemu " tanya Andre


"Tidak tuan, kita tak pernah bertemu "


"Masa sih, yang bener udah kali "


"Belum tuan, sebentar lagi dokter akan kesini, meluruskan jari anda kembali "


"Hah "


Datang juga dokter itu dan saat menatap Syida dokter itu sangat senang "Syifa kau ada disini, bersama siapa apakah kau kesini dengan ayahmu, ini ayahmu ya yang kenapa petasan jarinya " tanya dokter itu "


"Tidak Fajri, ini bukan ayahku, ayahku tak mungkin semuda ini "


"Baiklah maafkan aku, ku kifa ini ayahmu, lalu mana Nabil, bukannya kalian bersama kan, bukannya kalian sudah bertunangan dan akan menikah, aku menunggu undangan kalian berdua loh tapi sampai sekarang belum ada kami semua menunggunya Syifa "

__ADS_1


Tiba tiba saja suasana hati Syifa berubah, Syifa yang bingguh hanya diam tak bisa menjawab dan raut wajahnya sudah puvat sekali.


__ADS_2