Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Ternyata sama gak ada perubahannya sama sekali


__ADS_3

Tora dan Airin sudah sampai, Tora hanya diam saja dan Airin segera memberikan sang anak pada suaminya. " hati-hati Airin ingat kata-kataku, jangan sampai kau terpengaruh oleh ibumu. Aku akan mengizinkanmu kembali bertemu dengan ibumu jika kau tidak terpengaruh olehnya sama sekali"


"Ya aku tak akan terpengaruh apa apa, kau tenang ya, aku pergi"


Airin segera turun dan masuk kedalam rumah, namun tak ada siapa siapa, Airin terus mencari keberadaan sang ibu yang ternyata sedang memasak "ibu "


Sang ibu segera mengalihkan pandangannya dan melihat kearah belakang sampai dirinya membelalakan matanya "Airin ini kamu kan, gak bohonh kan ibu gak lagi mimpikan"


"Ini beneran Airin bu, ibu gak salah ini Airin, Airin kesini temuin ibu "


Dengan senang sang ibu menghampiri sang putri dan memeluknya dengan sangat erat " gimana keadaan kamu di sana Sayang apa kamu baik-baik saja" sambil melepas pelukannya.

__ADS_1


Mata Ibu Airin tertuju pada perut Airin yang kempis "kamu udah ngelahirin nak. Terus sekarang mana anak kamu, kamu gak bawa dia, kamu gak bawa cucu Ibu, kenapa kamu datang sendiri dimana cucu ibu Duduk dulu duduk "


Airin memegang tangan ibunya dan tersenyum " Iya Airin sudah melahirkan dan anak Airin perempuan. ada kok dia sama Tora di mobil Tora gak mau masuk dia mau tunggu aja di situ didalam mobil"


Tiba tiba mata ibu Airin memelotot dan berubah menjadi sedih " apa kamu akan terus bertahan dengan suamimu itu. Ibu sudah tahu yang sebenarnya kalau kamu diculik oleh Tora, ibu sudah tahu semuanya dia sudah menceritakan semuanya. Kenapa kamu dari awal tidak menceritakannya kalau kamu memang diculik olehnya. Kenapa kamu mengarang cerita seperti itu, kalau ibu tahu gitu kamu tidak akan menikah dengannya"


"Tetap saja Bu mau cerita yang sebenarnya ataupun tidak aku sudah mengandung anaknya dan mau tidak mau aku pun harus menikah dengannya, jadi semua ini tak usah disesali bu semuanya sudah terjadi dan sekarang aku sudah mempunyai anak bersamanya dan ibu bertanya apakah aku akan terus bertahan dengannya, ya aku akan terus bertahan bersama Tora. Aku mempunyai anak bersamanya dan sifatnya juga sudah berubah bahkan sekarang sudah lebih baik, aku akan bertahan dengannya dan mungkin aku akan mulai mencintainya belajar untuk mencintainya"


"Kenapa Ibu belum berubah aku pikir dengan ibu yang tinggal lagi di sini ibu akan kembali lagi seperti Ibuku yang dulu, tapi nyatanya tidak Bu kenapa, kenapa ibu ingin sekali tinggal di rumah besar itu. Ibu tahu kan aku di sana juga bersama suamiku jika Ibu tidak membuat ulah mungkin semua ini tidak akan terjadi. Ibu masih di sana masih bersama aku bersama Tora bersama cucu ibu tapi karena kelakuan ibu sendiri akhirnya seperti ini kan"


"Ibu juga melakukan itu demi kamu. Ibu sudah bilang kan kalau kamu menjadi istri kedua pun Ibu tidak masalah, ini demi kebahagiaan kamu demi kebahagiaan anak kamu biar kamu tuh gak kayak gini nikah sama pengawal"

__ADS_1


"Dengar Bu udah jangan macam-macam sama Tuan Liam dia udah marah sama aku dan ancam-ancam aku, jadi ibu lebih baik jangan usik pernikahan mereka please Bu, aku gak mau jadi istri kedua dan sampai kapanpun aku akan terima suami aku meskipun dia seorang pengawal, aku akan menerimanya Bahkan aku senang hidup dengannya, semua yang aku mau dibutuhi oleh Tora dan anakku juga jadi tidak ada masalah. Aku menikah dengan siapapun asal aku bisa menerimanya dan dia juga bisa menerima aku dan memberikan apa yang aku mau aku hidup dengan dia pun sudah senang bu, semuanya sudah terpenuhi apa lagi aku tidak butuh harta yang banyak aku hanya butuh kasih sayang Bu itu saja"


"Kamu ini bodoh sekali ya semua orang itu butuh harta bukannya butuh kasih sayang saja. Ibu sudah bilang mungkin saja dia pura-pura sayang sama kamu dan pada akhirnya nanti dia akan berubah lagi seperti semula. Ibu yakin dia akan kembali lagi, jadi kamu datang ke sini apa akan membawa ibu lagi ke rumah besar itu. Ibu sudah tidak kuat tinggal di sini harus mencari makanan di hutan tidur di Alas yang dingin. Pokoknya Ibu pengen kembali lagi kesana "


"Aku ke sini mau tengok Ibu aku mau lihat keadaan ibu tapi ternyata ibu malah kayak gini. Aku mau lihat gimana keadaan ibu yang sebenarnya. Tapi kok ibu malah kayak gini ya pengen pulang ke sana. Ibu udah tahu kan Ibu gak bisa pulang ke sana dan ibu udah gak diterima lagi di sana. Jadi gak bisa Bu aku kira Ibu udah berubah, aku sama Tora punya uang buat Ibu buat beberapa bulan ibu tinggal di sini. Maaf kami gak bisa bawa Ibu ke sana lagi dan maaf juga aku gak bisa temenin Ibu karena aku harus ikut suami aku sekarang aku udah beda Bu, aku udah tanggung jawab suami aku kalau Ibu enggak kayak gitu Tora juga pasti akan bawa ibu, tapi Ibu yang udah buat masalah jadi kayak gini kan aku pulang ya bu"


Airin langsung pergi dari hadapan ibunya tanpa menunggu jawaban dari sang Ibu, ternyata ibunya sama saja tak ada perubahan sedikitpun, dirinya kira ibunya akan berubah dan tak akan seperti ini lagi.


Tapi nyatanya apa Ibunya tetap sama dan tak berubah sedikitpun. Kenapa Ibunya seperti ini kenap, padahal dirinya ingin sekali ibunya berubah menjadi yang baik tapi itu tidak terjadi ibunya malah seperti itu terus tak ada perubahan sedikit pun.


Ibu Airin segera membuka amplop itu dan membuangnya begitu saja "tuh kan hanya sedikit aku sudah bilang kan pada anak itu, kalau saja dia menikah dengan orang yang lebih kaya dia pasti akan memberi uang sekoper atau berapa gitu Ini tuh gak seberapa sebulan juga pasti abis nih uang Airin ini susah banget deh dibilangin"

__ADS_1


__ADS_2