Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Siraman


__ADS_3

Dekor dirumah Zeline sudah terpasang kemarin malam, tukang dekor sudah datang dan langsung mengerjakannya.


Hari ini hari pengajian dirumah Zeline, semua ibu-ibu pengajian sudah berkumpul dirumah Zeline, pengajian pun dimulai. Zeline beserta kedua orang tuanya duduk paling depan di atas panggung pelaminan.


Pengajian dimulai dengan sangat khusyu setelah selesai langsung dilangsungkan siraman.


Sebelum siraman Zeline sungkeman terlebih dahulu meminta restu kepada kedua orang tuanya. Mereka duduk diatas pelaminan dan Zeline duduk dibawah untuk meminta restu.


"Saat ini Zeline akan memasuki hidup baru ayah ibu, dalam pernikahan dengan Liam laki-laki pilahan Zeline sendiri. Zeline berharap ibu dan ayah merestui pernikahan Zeline dan kak Liam serta mendoakan kami agar pernikahan kami ini menjadi pernikahan yang sakinah. Mawadah dann waromah " ucap Zeline dengan air mata yang mengalir dari matanya itu sungguh dia masih tak percaya bahwa dia akan secepat ini meninggalkan kedua orang tuanya dan pergi ikut bersama suaminya kelak.


Zeline lantas memeluk ibunya, ibunya sama menangis haru anaknya sudah dewasa dan akan menjadi seorang istri


Setelah pelukan itu lepas Zeline membasuh kaki ibunya dengan air yang dipenuhi bunga lantas setelah selesai berpindah kekaki ayahnya dan melakukan hal yang sama membasuh kedua kaki ayahnya.


Ayahnya lantas memeluk anaknya itu sama dengan berderai air mata Zeline baru pertama kali melihat ayahnya menangis seperti ini.


"Ayah merestui atas niat Zeline untuk menjalankan hidup berumah tangga bersama laki-laki pilihan Zeline sendiri, kami izinkan dan restui jadilah istri yang baik untuk suamimu dan jadilah ibu yang baik pula kelak untuk anak-anak Zeline. Jadikanlah rumah tangga Zeline dan anak-anak sebagai ladang amal untuk meraih syurganya Allah SWT " ucap ayah Zeline sambil tak henti-hentinya menangis.


Lantas Zeline dan kedua orang tuanya berpelukan.


Setelah meminta restu kepada kedua orang tuanya Zeline segera menganti pakainnya dengan memakai atasan putih yang ditutupi oleh bunga melati serta diatas kepalanya juga dipasang bunga melati yang dibuat seperti bando serta bawahanya mengunakan rok dari samping.


Ayah dan ibu Zeline menjemput Zeline dan memapah Zeline ketempat siraman lantas segera mendudukan Zeline, dia sangat tegang dan degdegan.


Disebuah wadah besar sudah ada kembang 7 rupa berupa kelopak mawar putih dan merah,cempaka,kantil,kenanga,


melati, sedap malam dan melati gambir serta dua kelapa yang di ikat sebagian sabutnya menjadi satu dan dimasukkan kedalam air yang sudah ditaburi bunga tadi.


Di belakang mereka sudah di iringi oleh para sesepuh serta Asa yang membawa baki berisi seperangkat kain dan handuk.

__ADS_1


Lalu mereka berdoa dan ayah Zeline pertama yang mengguyur Zeline dengan air yang sudah di isi bunga tadi dan berisi dua butir kelapa hijau setelah ayahnya lantas disambung oleh ibunya sambil mendoakan yang terbaik untuk anaknya itu didalam hatinya. Lalu di lanjutkan kembali oleh keluarga Zeline dan terakhir oleh sesepuh.


Setelah bersih Zeline disuruh untuk meletakkan kedua tangannya di depan dada dengan sikap memohon doa dan juru paes menuangkan air kendi ketangan Zeline digunakan untuk berkumur dilakukan 3 kali berturut-turut.


­Selanjutnya juru paes mengguyurkan air kendi ke kepala Zeline sebanyak tiga kali pula.


­Kemudian yang terakhir air kendi dituangkan lagi untuk membersihkan wajah, telinga, leher, tangan dan kaki Zeline, Masing-masing dilakukan tiga kali pula sampai air kendi habis.


­Setelah kendi tersebut kosong sesepuh mengucapkan "sudah berakhir masa remajamu" sambil memecah kendi di depan Zeline dan disaksikan oleh orang tua dan para pinisepuh.


Setelah upacara tersebut berakhir Zeline diberikan kain tadi serta handuk disampirkan di bahu Zeline, lalu ayah Zelene memangku nya sampai kekamar Zeline itu dilakukan sebagai menghargai kasih sayang orang tua terus mengiringi anaknya Zeline sampai detik berikutnya menjelang baru dalam kehidupan sang anak.


Selesai acara pengajian dan siraman dan besok akan diadakan akad serta resepsinya.


Zeline sangat gelisah besok dia akan menyambut keluarga Liam bersama keluarganya dan untuk pertama kali juga Zeline akan bertemu kembali dengan Liam sang pujaan hati satu lagi menjadi istri Liam.


"Line kok melamun terus sih " tanya Asa saat sudah sampai di kamar Zeline


"Kemarin-kemarin aja pengen cepet-cepet kenapa sekarang malah jadi gugup nih " goda Asa


"Ih kakak kok gitu sih beneran kakak. Zeline gugup banget tau "


"Kalau nanti malam pertama gugup juga ga " makin menjadi-jadi saja Asa menggoda sodaranya itu.


"Ih tau ah kakak nyebelin "ucap Zeline sambil menarik selimbutnya itu sampai dengan kepalanya.


***


"Cie yang mau nikah ni besok " goda Andre

__ADS_1


"Eh Dre, lo kapan yusul " jawab Liam yang tak mempan dengan godaan Andre.


"Keterlaluan ya lo malah nanya itu sama gue "


"Lah kok marah, kan gue tanya baik-baik kali Andre"


"Iya gue tau, gue kan mau goda lo yang mau nikah, malah ga mempan sama sekali "


"Ya elah ga akan mempan, gue tau gue bakal nikah besok terus gue harus gimana emang Andre"


"Au ah kesel gue bicara sama es batu " Andre lalu pergi kedalam rumah tanpa mendengar jawaban Liam.


Liam yang melihat sahabatnya marah malah tertawa, dia sangat senang jika membuat Andre marah itu salah satu kegiatan yang menyenangkan untuknya.


Sebenernya dia sekarang sedang gugup untuk acara penikahannya besok namun dia tutupi masa seorang Liam gugup dan menanpakannya dengan jelas sungguh itu tak boleh sampai terjadi nanti harga dirinya turun dong mau ditaruh dimana wajahnya ini.


Sebentar lagi Zeline akan menjadi miliknya seutuhnya tak akan ada lagi yang bisa merebut Zeline darinya dan tak akan ada yang memisahkan mereka selain maut.


***


Dirumah sakit Yuda sekarang sudah membaik dan kemungkinan dua hari lagi dia sudah boleh pulang dan akan dilanjutkan dengan rawat jalan saja.


Untuk penyembuhan kakinya yang lumpuh agar bisa berjalan seperti sedia kala kembali.


Awalnya Yuda sangat terpukul dengan keadaannya yang tak bisa berjalan namun dengan bantuan serta semangat dari ayah serta suster Asa dia kembali punya tujuan hidup, semangat kembali untuk membuka lembaran baru.


Ayahnya sangat sabar sekali mengurusnya dia tak akan pernah mengecewakan kembali ayahnya itu, seharusnya dari awal memang seharusnya dia jangan sampai mengecewan ayahnya.


Namun karena ego serta keinginannya yang memang dari dulu selalu dikabulkan membuat Yuda menjadi yakin bisa mendapatkan Zeline dengan cara apapun.

__ADS_1


Dan ya hasilnya begini menjadi menyusahkan ayahnya yang sudah tua. Memang penyesalan datang diakhir ya mana mungkin kan penyesalan datang diawal.


Maaf bila ada kata-kata aku yang kurang pas saat menceritakan tentang siraman yang dilakukan sama Zeline


__ADS_2