
Liam segera menyelesaikan kesenangannya yang baru saja tertundan itu, dipotongnya kepala perempuan itu menggunakan pedangnya dengan sekali tebas kepala itu sudah tak ada ditempatnya.
Dan seperti biasa dibakarnya perempuan itu, sudah selesai semuanya Liam pergi kekamarnya dan melihat Zeline sudah tertidur kembali, lalu Liam pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang penuh dengan darah dan sangat lengket .
Sesudah selesai Liam tidur sambil memeluk Zelinenya, sebelum tidur diciumnya kening perempuan itu.
Pagi pun tiba Liam sudah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, Zeline duduk dengan tenang takut-takut dia akan disakiti lagi.
__ADS_1
Liam sudah selesai dengan sarapanya dan pamitan kepada Zeline untuk pergi ke kantor dan mengigatkan Zeline untuk tidak macam-macam dengannya. dengan mencoba kabur darinya. Zeline hanya mengangguk saja padahal dia sudah merencanakan untuk kabur dari rumah ini, dia takut kalau sewaktu waktu Liam akan melakukan hal yang tak di inginkan seperti kepada perempuan yang Zeline lihat kemarin.
Zeline seharian ini mencoba semua cara, Zeline mencoba mencongkel jendela dengan pisau tapi tak bisa pintu pun sama saja tidak bisa sudah semua cara yang Zeline lakukan, tapi tetap tak ada satupun yang berhasil, Zeline cape dia duduk dipintu utama dan tiba-tiba pintu itu terbuka, Zeline sangat takut tiba-tiba Liam pulang. Apa Liam tau kalau Zeline akan kabur. Buru-buru Zeline berdiri dan tanpa aba-aba Liam menarik Zeline ketempat eksekusinya itu.
Zeline yang dibawa keruangan itu sangat takut apa yang akan Liam lakukan kepadanya diruangan ini, Zeline ditalinya disebuah kursi.
Tapi apa yang Zeline fikirkan ternyata bukan itu, Liam tiba-tiba mengores pipinya, dan pindah ketelapak kakinya titusuknya kaki Zeline secara reflek Zeline berteriak, tapi tanpa belas kasihan Liam malah melakukan terus menerus menusuk dan mengoresnya secara asal ke kedua kakinya itu, lalu Liam pindah ketelapak tangan Zeline digoresnya kedua tanggannya itu dengan ditekannya pisau itu sangat dalam.
__ADS_1
Zeline hanya bisa menangis dan berteriak saja diperlakukan seperti itu oleh Liam, tiba-tiba Liam tersadar dan langsung membuang pisau yang ada ditanyanya dan tiba-tiba Liam memeluk Zeline sambil mengatakan kata maaf sampai berulang ulang, dibukanya tapi pengikat kaki dan tangan Zeline. dibawanya Zeline kekamarnya untuk di obati.
Saat di obati Liam tak henti-hentinya meminta maaf kepada Zeline namun naas Zeline yang sudah terlanjur takut kepada Liam hanya bisa menagis tampa menjawab satu katapun ucapan dari Liam.
" Maaf kan aku Zeline maaf aku sangat marah, saat melihat mu dari cctv yang kupasang kau sedang melakukan cara untuk pergi dari ku, dengan marah aku pulang ingin memberimu pelajaran, maafkan aku Zeline maaf tolong maafkan aku" ucap Liam yang menyesal dengan perlakuannya itu.
Namun Zeline hanya diam saja karna dia sudah terlanjut takut dengan Liam, perlahan Zeline beringsud menjauh dari Liam yang akan memeluknya, Liam yang melihat respon Zeline seperti itu pun akhirnya pergi meninggalkan kamarnya dan pergi entah kemana.
__ADS_1