
"Kenapa mamih gak diem aja disini sama kita, Andre gak keberatan sama sekali kok mih, mamih disini aja temenin Syifa ya "
"Gak, mamih mau pulang aja ke korea, mamih gak bisa disini terus mamih bakal terus keinget papihnya Syifa, mamih pulang aja kesana. Mamih minta kamu urus perusahan yang disini ya, mamih menyerahkannya sama kamu, mamih minta kamu jaga anak mamih baik baik ya, jangan sakati dia ya Andre "
"Baiklah kalau itu mau mamih, kita akan mengantar mamih kekorea ya, Andre janji akan menjaga Syifa dengan baik dan akan selalu mencintai Syifa dan anak yang ada diperut Syifa serta anak anak kami kelak, mamih tak usah khawatir aku akan selalu ada disamping Syifa "
"Tidak usah Andre, mamih pergi sendiri saja kalian dirumah saja ya, kau segeralah pergi kepada Liam dan bicarakan tentang hal ini. Jangan membuat Liam menunggumu untuk kerja kembali dikantornya "
"Baik mih Andre akan menemui Liam "
"Mamih disana sehat sehat ya, nanti Syifa bakal kesana ya temuin mamih, mamih sehat sehat ya jangan banyak fikiran, kalau ada apa apa bilang sama Syifa dan paman Andre "
"Iya nak,"
Mamih Syifa segera memeluk anaknya dan juga menantunya, perpisahan terakhir mereka dan entah kapan mereka akan bertemu kembali.
Semoga saja mamihnya akan kembali lagi dan berubah fikiran untuk tinggal bersama sama dengan mereka disini, semoga saja kan. Siapa yang tau.
**
"Ayo cepat kalian duduk ya, mamih sudah membuatkan kalian makanan sehat agar cepat hamil " perintah mamih Jo.
Jo dengan malas malasan segera duduk di susul oleh Riyan dan dudyk disamping sang istri.
"Mih harus sayuran begi terus dan ini apa minuman apa "
"Agar kamu sehat Jo, dan juga itu jamu untuk kesuburan kalian, agar nanti ****** yang masuk adalah yang paling super dan paling bagus, yang unggulan "
Jo dan Riyan hanya mengangguk memakan sarapan ini dengan malas malasan.
Saat mereka sudah selesai Jo akan pergi namun mamihnya mengasongkan dua jamu dihadapan wajah mereka "ayo minum "
"Mih apa seperti ini baunya " ucap Jo sambil mencium jamu itu
"Iya kan itu herbal, ayo minum Riyan Jo sayang ayo minum "
Jo segera menutup hidungnya dan segera meminumnya dengan mata tertutup.
Saat Jo akan memuntahkannya lagi, mamihnya langsung membekap mulutnya "jangan dimuntahkan Jo, jangan sayang"
Jo mengangguk dan mamihnya melepaskan bekapannya "mamih pahit sekali, aku tak suka dan aku tak mau minum lagi "
__ADS_1
"Tidak bisa sebelum kamu bisa hamil, kalian berdua harus minum jamu itu seterusnya tanpa ada bantahan sedikit pun oke "
"Tapi mihh "
"Sudah jangan berisik Jo, ini untuk kebaikan kalian berdua, ayo cepat masuk kamar lagi dan segeralah buat cucu untuk mamih "
Jo dan Riyan digandeng oleh mamihnya lalu memasukannya kedalam kamar, menguncinya dari luar dan beres.
"Sayang kita mau ngapain "
"Gak tau baby, main ular tangga yu "
"Dimana sayang "
"Ya di ponsel la, kita download dulu ya sebentar "
"Gimana udah sayangg "
"Udah baby, ayo kita main seharian oke, yang kalah mukanya dikasih bedak "
"Siap aku pasti menang Riyan pasti menang "
Mereka berdua segera memainkannya dengan senyum senang, bahkan tawa mereka sampai kedengeran keluar.
"Bi neneng kenapa mereka malah ketawa ketawa, emang lucu ya bikin anak, dulu bibi sama suami gimana "
"Lah iya, saya dulu gak gitu nyonya, gak ketaea ketiwi gitu yang ada malu malu nyonya, lah ini kenapa ya mereka berdua, tapi tadi nyonya benerkan kasih jamunya "
"Ya bener lag itu kan jamu dari kamu neneng, lalu aku harus kasih yang mana coba neneng "
"Ya takutnya salah gitu nyonya, kita sampai kapan akan menempelkan telinga seperti ini didepan pintunya tuan sana nona ath "
"Sampai mereka menjerit jerit "
"Lah emang kenapa sampai menjerit jerit "
"Ya keenakan lah neneng sureneng kamu ini ya suka lucu deh, kamu juga pasti gitu dulu"
"Tau ah bu saya mau kedapur dulu aja ah, gak mau disini "
Mamih Jo yang penasaran segera membuka pintu kamar anak anaknya dan saat melihat kelakuan mereka berdua sungguh tak habis fikir.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan hah, apa kalian ini malah main permainan seperti ini "
"Mamih ini masih siang dan tak mungkin membuat anak " jawab Riyan
"Iya benar mamih kami ingin menghabiskan waktu berdua, main permainan dan yany lainnya ayolah mamih " jawab Jo
"Sini ponselnya mamih sita "
"Tapi mihhh jangan Jo belum selesai "
"Tidak "
Mamih Jo pergi dengan membawa ponsel mereka berdua "lalu sekarang apa baby "
"Tenang Yan, aku masih punya yang lain lihatlah aku masih punya yang aslinya "
"Wah kau hebat ayo ayo kita maikan kan kembali sudah tak sabar aku ini "
Mereka berdua malah bermain kembali, menghiraukan mamihnya yang tadi sudah marah marah pada mereka berdua.
**
Andre dan Syifa sekarang sedang ada dirumah Liam, Liam dan juga Zeline sudah ada disana duduk berhadapan dengan Syifa dan juga Andre.
"Aku sungguh sangat minta maaf Liam, aku tak bisa menjadi asisten mu lagi, aku harus mengurus kantor papih disana sudah tak ada pemimpinya, apakah kau tak marah kan aku mengundurkan diri dengan tiba tiba, aku janji akan memberitahu orang yang baru saat dia masuk bagaimana "
"Kau tenang saja Andre tak usah risau, aku tak akan marah, aku tau kau pasti akan mengurus kantor papihnya Syifa dan kau tak usah memberikan pengajaran lagi pada asisten baru, karena aku akan mengangkat Jo menjadi asisten ku yang baru, dia sudah tau tugas tugasmu dan tak usah diajarkan kembali"
"Baiklah aku tenang kalau begitu, aku tenang tak meninggalkan pekerjaan nantinya, kalau dengan Jo aku tak akan canggung kalau dia bertanya, baik lah aku tak risau lagi "
"Iya Andre, kau disana menjadilah pemimpin yang jujur dan baik pada karyawan , tapi jangan terlalu baik bisa bisa mereka akan melunjak, dan ingat jangan terlalu baik pada karyawan perempuan bisa bisa dia malah memanfaatkan mu dan malah membuat dirimu terjebak dengan orang itu "
"Baiklah aku akan mendengarkan kata kata mu, kau sudah berpengalaman aku akan mendengarkan kata katamu "
"Ya baguslah, sekarang aku sudah punya istri dan harus menjaga perasaannya dan menjaga pandangan ya, jangan sia siakan istrimu "
"Iya iya yang udah rumah tangga lama ya, udah senior nih, gue junior lo Liam, jadi gue akan tetap mengikuti apa katamu senior"
"Hahaha kau bisa saja ya, dasar Andre kampret ya "
Mereka semua malah tertawa mendengar ucapan Liam, sedangkan Liam yang berbicara hanya diam dan merasa aneh.
__ADS_1