Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Makin lancang


__ADS_3

"Nih ibu bawa oleh oleh buat menantu ibu sama cucu omah, gimana suka gak, buka dong ayo ayo buka"


Zeline mengambilnya dan segera membuka hadiah dari sang mertua, pakaian dan juga berlian "wahh bu, aku suka bagus banget kalungnya makasih ya bu"


"Yey Lucas punya mainan baru "


"Buat Liam mana bu " tiba tiba saja Liam datang dan memeluk ibunya dengan erat.


"Emm apa ya buat anak ibu, ini ibu bawain banyak makanan buat kamu, ibu tau kamu ini gak pernah mau berhenti makan jadi ibu beliin makanan banyak, kalau barang ibu pusing mau beliin apa, kamu udah punya segalanya "


"Tau aja deh ibu, kalau Liam lagi suka ngemil, "


"Ya iyalah pasti ibu tau, siapa ibu ibu tadi, kenapa dia kaya tuan rumah ceramahin yang punya rumah, ibu gak suka, kalian berdua ini ya kalau nampung orang tuh liat liat jangan main iya iya aja, kalau ibu ada mungkin ibu gak akan izinin dan akan usir dia saat dia datang kesini ibu gak suka ah "


Liam melepaskan pelukannya dan menatap mata ibunya " bukannya Liam tiba-tiba aja masukin orang asing ke rumah, tapi itu mertuanya Tora, sekarang Tora lagi sakit Tora itu anak buah kepercayaan Liam, tangan kanan Liam gak mungkinlah Liam tiba-tiba aja gak bantu dia, sedangkan dia sekarang tinggal di rumah hutan bisa aja kan terjadi sesuatu, hanya dia aja laki-lakinya sendiri"


"Sejak kapan Tora menikah kenapa Ibu sampai tidak tahu dia menikah, kenapa tak ada undangan sama sekali "


"Aku saja tidak tahu dia kapan menikah. Katanya sih menikah Siri, dan aku juga tidak terlalu mengenal perempuan itu, yang aku tahu dia dan Tora bertemu di hutan itu dan entah bagaimana Tora bisa menikahinya dan menghamilinya begitu saja, dan ibu mertuanya itu entahlah sangat menyebalkan sekali. Kalau misalnya aku tidak membawa mereka berdua ya gimana Bu, Tora sudah punya tanggung jawab istrinya apa lagi sedang hamil kalau mau melahirkan bagaimana susah kan Bu "


"Kenapa juga tuh Tora gak bilang dia udah nikah, seharusnya dia tuh pilih-pilih kalau cari perempuan dan deketin dulu orang tuanya, gimana dulu orang tuanya udah kayak gini susah kan lebih baik kamu pisahin aja mereka, jangan serumah sama kalian berdua. Ibu gak mau nanti Ibu mertuanya itu malah jadi benalu di rumah tangga kalian, kita gak pernah tahu loh mereka itu orang asing, kamu aja gak terlalu kenal kan sama istri dan orang tuanya, jadi jangan macam-macam deh Ibu gak suka, di rumah itu bukan kamu aja Liam ada istri kamu anak kamu bi Sarii ada mereka semua, kamu jangan gegabah lah kalau dalam mengambil sesuatu "


"Iya Bu Liam tahu tapi masa iya Liam harus tiba-tiba aja nyuruh mereka pindah. Ayo Tora kita pindah ke papiliun belakang atau ke mana gitu, gak enak kan Bu aku udah bawa dia ke rumah ya udahlah urusan mertuanya urusan aku, Ibu tenang aja gak akan pernah ada yang terjadi sama rumah tangga aku , selagi aku masih hidup bu jadi ibu jangan khawatir ya, Ayah mana kok nggak kelihatan sih"


"Baiklah tapi kamu harus selalu Ingatkan Ibu mertuanya itu jangan pernah ikut campur tentang rumah tangga kamu. Ibu saja tidak ikut campur kan Ibu tidak mengatur atau melakukan apapun tentang keluarga kalian berdua. Dia itu orang asing dan tak pantas untuk ikut campur . Jika dia masih saja berceloteh dan ingin ikut campur seperti itu ibu yang akan menghadapinya, ayahmu tidur dia kecapean sepertinya, tadi di jalan juga katanya pusing gitu, dia langsung tidur Ibu tadinya mau kasih surprise sama kalian. Eh malah ngedenger ada yang lagi ngomong sama menantu ibu "


"Iya Bu iya nanti Ibu sering aja main ke rumah. Jangan diam di rumah ini terus kumpul bu, Ibu juga belum lihat kan anaknya Syifa sama Andre udah lahiran lho dia. "


"Ya ampun ibu sampai gak tahu, kamu juga gak telepon ibu kalau Syifa ngelahirin, ya udah deh ya besok ibu tengok Syifa, anaknya laki-laki atau perempuan itu Liam "


"Laki-laki ibu namanya Nabil "


"Nabil sama seperti ayahnya "


"Iya bu sama seperti ayah kandungnya, ibu ingat jangan menyinggung itu ya, aku tak mau nanti ada masalah ya bu "


"Iya tenang saja ibu tak akan membuat masalah, Lucas disini ya bersama omah ginap mau gak "

__ADS_1


Lucas yang sedang fokus dengan mainannya segera mengalihkan pandangannya dan menatap kedua orang tuanya, lalu menatap omahnya " baiklah aku akan menemani omah dan opah, mamih dan papih pulang saja sekalang sana sana pulang"


"Ohh jadi sekarang Lucas mengusir mamih sama papih " ucap Zeline sambil pura pura sedih


Lucas langsung memeluk mamihnya "tidak bukan begitu, mamih papih istilahat saja, Lucas disini saja "


Liam mengacak rambut anaknya dengan gemas "baiklah papih dan mamih akan pulang kalau Lucas maunya begitu "


Lucas langsung turun dari pangkuan mamihnya dan mengangguk, lalu fokus lagi memainkan mainannya, Liam segera membawa semua oleh oleh dari sang ibu.


"Kita pulang ya bu "


"Iya hati hati, meskipun rumah kita bersebelahan tapi tetap hati hati, ibu besok kerumah sekalian mau temuin bi Sari "


"Iya bu " ucap Zeline dan langsung pergi bersama sang suami, yang sudah mengandeng tangannya.


**


Jo yang baru pulang malah dikagetkan dengan Gavin yang duduk diruang tamu bersama suaminya.


"Gak biasannya malem malem kesini Gavin ada apa "


"Gavin lo itu laki-laki, jadi mending gak usah pergi deh sama perempuan-perempuan apa lagi lo lagi kejar-kejar Zeline, istri orang gue gak mau ya lo hancurin rumah tangga sahabat gue. Ke mana aja lo selama ini, kok gak kelihatan semenjak ulang tahun Zeline waktu itu yang tiba-tiba lo pergi dan oh ya apa lo yang udah gunting lampu itu buat celakain Zeline sama keluarganya"


"Gue lagi cari bukti pembunuhan Bulan sama Lia, gue yakin yang inisial L itu kayaknya suaminya Zelinr deh pengusaha berinisial L yang pergi sama Bulan, gue yakin pasti suami Zeline gue bisa ngungkapan itu dan bilang sama Zeline semuanya, kalau suaminya itu bukan suami bener dia tuh udah mulai selingkuh di belakangnya. Apaan sih gue gak ada ya celakain mereka satu keluarga apa lagi ada anak kecil , gue gak akan tega lakuin itu, gue masi punya hati ya. Itu Jo Lu lihat sendiri kan gue ada di belakang dan gak lakuin apa-apa. Kalau iya gue yang lakuin gue sekarang ngaku gue gak mungkin gak ngaku ya "


Jo menghembuskan nafasnya dan menatap Gavin lebih tajam, ingin melihat apa dia benar benar jujur dan tak melakukan hal itu, kekejihan itu.


"Lo jangan nyangkut pautin pak dosen deh sama kematian Bulan. Emang lo udah yakin kalau Bulan Lia mati, lo punya bukti dari mana kalau mereka berdua udah mati, pengusaha berinisial L itu bukan pak dosen aja tau, banyak dan gue yakin pak dosen enggak akan pernah mungkin ya nyakitin sahabat gue dan berselingkuh di belakang sahabat gue, jadi itu mustahil kalau pak dosen yang lakuin. "


"Iya juga sih lo gak ada sangkut pautnya sama kejadian lampu itu, karena gue udah tahu siapa orang yang ngelakuinnya cuman gue mau tanya lo aja. Lo bersekongkol gak sih sama orang itu," sambung Jo


"Ya gue gak ada bukti sama sekali, tapi kalau mereka gak mati ya ke mana gak mungkin kan mereka terus dikurung pasti ada salah satu dari mereka yang kabur, kalau misalnya dikurung tapi ini gak ada, gimana gue mau nemuin bukti semua bukti udah hilang lenyap begitu aja, sulit banget ya cari kebenaran buat mereka berdua, gue cuma mau buktiin aja sama Zeline kalau suaminya yang ngelakuin ini, gue yakin suaminya yang ngelakuin siapa lagi coba."


"Ya udah kalau lo gak dapat bukti apa-apa, lebih baik lo jangan cari-cari masalah deh sama suaminya Zeline, lebih baik lo hidup damai aja deh cari perempuan lain yang gak bersuami. Emang gak ada perempuan yang lo suka yang gak bersuami, udahlah mundur aja gue juga akan terus halangin lo untuk dapetin Zeline, gue gak akan biarin lo buat hancurin rumah tangannya "


"Gak ada, gue tertariknya sama istri orang gimana dong. Sudah sih kalau udah jatuh cinta gak bisa pilih pilih, kenapa sih kita malah bahas itu, gue kan kesini pengen ngobrol ngobrol kita udah lama gak ketemu loh, gue juga kan udah lama gak pergi ketempat lo kerja, makannya gue kesini kerumah lo, pengen ngobrol ngobrol "

__ADS_1


"Lo kan yang lebih dulu ngebahas tentang itu. Iya udah lama lo gak ke kantor, karena lo terlalu sibuk buat cari-cari bukti yang gak mungkin lo temuin. Jadi udah lo Mundur aja, besok kan kita ada meeting itu juga bakal ketemu kok besok. Sebenarnya ada apa sih, gak mungkin loh, seorang Gavin cuman mau main main aja kerumah gue, pasti ada sesuatu deh yang lo butuhkan dari gue"


"Iya deh kalau udah lama-lama gak ada bukti dan gue capek sendiri gue bakal berhenti kok cari bukti tentang si Bulan dan Lia, gue juga udah bingung mau cari di mana lagi, gue udah kesana ke sini kemari ah pokoknya udah gue acak acak deh di mana-mana, tapi gak ketemu, gue cuma pengen main aja kok gak ada maksud apa-apa dan gak ada alasan buat main sama temen sendiri kan. Apa lagi kan gue juga kenal sama suami lo kita ngobrol-ngobrol kecil lah"


Jo tak menjawab mengedikan bahunya dan menyandarkan badannya dikursi, " kayaknya lo kecapean ya Jo udah jalan-jalan gue pulang dulu deh.Gue pamit ya gue pulang aja deh, kasian lo kayaknya mau istirahat kan "


"Lo tau aja kalau gue cape, yaudah bay hati hati Vin, awas inget jangan ngejar ngejar istri orang lain, gak baik loh ah "


Hati hati Vin " ucap Riyan Pula


Gavin menganggukan kepalanya lalu segera pergi dari rumah Jo dan masuk kedalam mobil lalu menghilang begitu saja.


"Ayo sayang aku bantu kamu membawa barang-barangmu, pasti kamu capek sekali kan udah jalan-jalan belanja-belanja sama Zeline "


"Iya nih aku capek karena macet aja sih Yan, tapi nanti kamu mau gak pijitin aku mau ya, please ya ya "


"Pijit plus-plus sayang mau ya, biar enak dan panas banget "


"Ihh kamu nakal ya Yan, gimana kau aja deh " ucap Jo sambil tersenyum malu dan mendahului suaminya masuk kedalam kamar.


Riyan hanya tersenyum dengan tingkah sang istri yang masih malu malu sjaa, padahal pernikahn mereka berdua sudah lama tapi masih saja malu malu seperti itu.


**


Ibu Airin yang tak bisa tidur dia keluar dari kamar dan melihat rumah yang sepi, dia mengelilingi ruangan bahkan membuka semua ruangan, tak ada yang terlewat sedikit pun. Hanya lantai dua dan tiga saja yang tidak dia kelilingi.


"Ternyata bosnya Tora rumahnya besar banget ya, kenapa dulu Airin gal ketemu dulu sama bosnya Tora, mungkin hidupnya sekarang udah jaya dan aku pun akan menjadi bos, telat ya Airin pada anak aku itu cantik dan pantas jadi nyonya dari pada yang sekarang"


Kembali ibunya Airin mengelilingi rumah, membuka setiap ruangan dan membuka setiap lemari, tak henti hentinya dia berdecak kagum, saat akan masuk keruangan Liam yang ada dibawah tiba tiba ada yang mengentikan langkahnya.


"Ada perlu apa ibu masuk ke dalam ruangan tuan saya, ibu bukan keluarga dari rumah ini jadi ibu tidak boleh dengan leluasa membuka dan masuk ke ruangan sembarangan, ini adalah ruang kerja tuan saya dan tidak boleh ada yang memasukinya, selain dia dan Istrinya, kenapa ibu lancang ingin membukanya Ibu di sini cuman orang asing " ucap Hamzah yang memergoki


"Kau ini ya sama saja dengan pembantunya yang cerewet itu, terlalu mengagung-agungkan nyonyamu dan tuanmu itu, aku tidak sengaja tadi, aku hanya ingin berkeliling saja dan tak sengaja melihat ruangan ini, aku belum masuk kan jadi kau jangan marah marah, aku ini ibu mertuanya Tora orang kepercayaan tuan mu itu, aku bisa mengadukan semuanya, aku akan membuatmu dipecat dari sini, aku akan memberitahu pada Tora awas saja liat saja aku tak akan main main loh, saya ini tamu kamu harus hormat "


"Saya tahu ibu tamu tapi tak seharusnya juga kann ibu membuka setiap ruangan yang ada di rumah ini, untung saja ibu tidak naik lantai dua dan lantai 3 itu akan lebih membuat ibu tidak sopan lagi di sini, silahkan jika ibu ingin berbicara pada Tora saya tidak pernah takut karena saya benar dan Tora pun pasti akan memarahi ibu yang tidak sopan membuka setiap ruangan yang ada di rumah ini. Tora pasti akan memihak pada saya, bukan pada ibu yang tidak sopan seperti ini, jadi tolong jaga sikapmu ini di rumah orang lain bukan rumah ibu sendiri, jika ibu ingat leluasa lebih baik ibu pulang ke rumah ibu dan bukalah setiap ruangan yang ada di rumah Ibu dan tak akan ada yang memarahi ibu "


hamzah mengambil kunci di belakang celananya dan mengunci ruangan itu, lalu pergi begitu saja dan mengunci ruangan ruangan lainnya juga, yang ada di bawah bukannya dia jutek atau tak hormat dengan orang tua, tapi kan ini fasilitas bosnya rumah bosnya tidak boleh dibuka-buka seperti ini sembarangan. Bagaimana kalau ada barang yang hilang bisa-bisa kan nanti yang tidak bersalah malah disalahkan.

__ADS_1


"Kurang ajar laki-laki itu, sama saja dengan pembantunya yang songong itu, lihat saja kalau aku menjadi tuan rumah di sini aku akan memecat semua orang yang ada di sini dan mengganti dengan yang baru, yang lebih patuk padaku dan tidak melarangku melakukan apa pun "


Setelah puas menggerutu Ibu Airin segera berjalan ke arah kamarnya dan menutup pintunya dengan keras, dirinya sedang kesal dengan semua orang yang ada di sini, semua ini itu tidak boleh dipegang, tidak boleh dibuka tidak boleh disinggahi lalu dirinya harus diam terus di kamar gitu seperti patung dan tak melakukan apa-apa.


__ADS_2