Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Dalam jeruji


__ADS_3

"Ini tempat apa Liam gak salah ya bawa dia kesini "


"Engga emang gak salah, kata gue juga apa gue akan buat dia seperti hidup dineraka "


"Hah maksudnya apa, emang mau lo apaan sih "


"Lo juga bakal tau nanti gimana jadi dia "


"Yaudah ini gue yang harus angkat lagi "


"Iya lo angkat cepet keburu dia bangun "


Andre menganggukan kepalanya saja, langsung saja dia mengangkat tubuh Gavin masuk kedalam bagunan itu, bangunan yang dihutan itu.


"Liam lo kenapa tau tempat kayak gini. dari mana sih "


"Ini bangunan yang gue beli, "


"Oh kirain punya orang lain "


Setelah mereka masuk cukup lama dan banyak sekali ruangan ruangan, tibalah mereka disebuah ruangan yang luas dan ada juga jeruji besi paling pojok.


"Ini kemanain Liam "


"Masukin kedalam jetuji itu "


Dengan cepat Andre menidurkan Gavin di sebuah tempat tidur kecil, setelah Andre keluar dari dalam sana Liam langsung menguncinya dan mengemboknya juga.


"Lalu setelah ini mau apa Liam "


"Yaudah biarin aja dia disini "


"Lah "


"Kalau lo mau duluan ke mobil gak apa apa, ada yang harus gue lakuin dulu "


"Ok deh gue tunggu di mobil ya, cape nih badan dan kaki gue juga pegel pake hils dari tadi "


"Hemm yaudah sana tunggu aja, gue gak akan lama kok "


"Ok "

__ADS_1


Setelah Andre tak ada Lian mengeluarkan perempuan yang dirinya bunuh itu, yang tidak direncanakan itu. Liam megangkatnya membaringkannya lalu memotong tangannya dan setelah itu Liam kembali memasukan mayat perempuan itu kedalam pendinginan.


Setelah itu mengambil potongan tangan itu dan memasukannya kedalam jeruji itu dan membiarkannya begitu saja "itu makanan untuk mu satu minggu, atau mungkin hanya 2 hari selamat menikmati hidup mu yang baru, pasti kau akan menyukai hidup mu yang sekarang, aku yang akan mengendalikannya "


Liam segera pergi kemobilnya dan ternyata Andre sudah tertidur "sorry Dre gue libatin lo "


Mobil segera melaju meninggalkan bangunan itu, bangunan terpencil yang tak akan ada orang yang tahu tentang tempat itu, tak akan ada satu pun yang tau.


**


Gavin yang baru sadar memegang kepalanya dan melihat kesekitar gelap sekali, kenapa dirinya ada disini dan saat melihat ada tangan yang berdarah Gavin berteriak "akhh ini apa kenapa ada tangan buntung"


Gavin segera bangun dan saat memegang jeruji besi itu dirinya tersetrum "aww ruangan apa ini. dimana ini "


Gavin mengambil merogok saku celananya untuk mengambil ponselnya namun tak ada, "dimana ponsel ku kenapa tak ada, dimana aku, tadi aku sedang bertemu dengan Zeline, lalu kenapa aku bisa ada disini, aku dimana ini "


"Tolong tolong siapa saja tolong aku, tolong tolong aku apakah disini ada orang, tolonglah "


Namun tak ada jawaban hanya suara angin saja "Tolong tolong siapa saja tolong aku, tolong lepaskan aku tolong jangan seperti ini, Zeline kau jangan main main dengan ku, buka Zeline aku tak suka ya seperti ini "


Saat melihat tangan itu lagi Gavin melemparkannya jauh dari hadapanya, "sangat menjijikan kenapa harus ada sebuah tangan , ini apa sebenarnya apa, apa ini sebuah permainan, tapi aku tak mengikuti permainan, sial kenapa seperti ini "


"Tolong tolong siapa saja tolong aku, tolong keluarkan aku disini tolong ahhhh sial sial "


"Kenapa aku bisa ada disini, kenapa siapa yang melakukan ini padaku, aku belum siap mati, aku belum siap "


Gavin memojokan tubuhnya dan memegang kedua kakinya dengan mata yang selalu was was takut takut orang yang membawannya datang kemari.


***


"Andre bangun Dre kita udah sampai "


Andre langsuny bangun dan celingak celingkuk melihat sekitar, "hemm udah nyampe ya, nyampe mana ni Liam "


"Rumah lo lah, cepet turun "


"Hemm iya iya "


Andre langsung turun tanpa ingat kalau dirinya berpenampilan seperti perempuan, Andre mengetuk pintu "Syifa sayang tolong buka pintunya "


Tak lama kemudian pintu terbuka dan istrinya malah berteriak "akhh siapa ini "

__ADS_1


"Sayang kau kenapa, ini aku suami mu, kenapa kau berteriak seperti itu, lihat lihat aku suami mu, lihat lah sayang "


"Paman sebenarnya kau habis dari mana, kenapa pakaian mu seperti perempuan dan kau memakai wig dan kakimu kenapa pakai heels, apa kau sekarang berubah jadi perempuan kau ini kenapa paman"


Andre yang baru ingat segera melihat penampilannya ,"awas Liam aku akan membalasnya "


"Kenapa, kenapa membawa paman Liam apa dia juga memakai pakaian seperti paman, sebenarnya apa yang paman lakukan bersama paman Liam "


"Sayang masuk dulu ya malu takut ada yang liat "


"Yaudah ayo paman "


Syifa langsung menutup pintu dan segera menguncinya kembali, lalu masuk kedalam kamar mereka berdua.


"Ajo jelasin paman apa yang paman lakuin, jangan sampai aku berfikiran yang tidak tidak "


"Begini sayang aku dan Liam memainkan sebuah permainan dan yang kalah memakai pakaian perempuan seperti ini. Aku sampai lupa belum mengganti pakaian karena aku tadi ketiduran maaf ya sayang. Aku tadi sampai mengagetkan ku "


"Begitu ya paman aku kira paman melakukan seperti yang di film film itu "


"Ya gak mungkin dong sayang, masa iya paman melakukan itu, yaudah pamana ganti pakaian dulu ya sayang, kamu jangan ceritain sama siapa siapa ya paman kayak gini "


Syifa hanya tersenyum saja "sayangg "


"Iya paman bawel, udah sana paman pergi aja ganti pakaiannya"


**


Saat Liam akan masuk tiba tiba saja Hamzah mrmberhentikan langkahnya "tuan ada yang ingin saya bicarakan "


"Apa itu Hamzah "


"Sesuai apa yang tuan perintahkan untuk memasang cctv di dalam paviliun itu untuk mengawasi ibu mertuanya Tora, dia akan membuat sebuah rencana tuan, bagaimana apakah kita akan langsung berbicara padanya atau membiarkannya saja, yang saya dengar dia akan mencelakai nyonya besar "


"Kau hanya perlu dengarkan apa saja yang dia rencanakan, nanti kau berbicara padaku untuk masalah dia mau datang ke rumah Ibuku atau tidak itu urusanku, dia hanyalah seorang nenek-nenek kita bisa melakukan apa saja padanya. Jadi kau tidak usah khawatir aku akan membiarkan dia melakukan rencananya, biarkan saja , dan dia pasti akan terkejut dengan apa yang akan aku lakukan nanti, "


"Baik tuan laksanakan, saya akan mengawasinya, saya akan terus mengawasinya "


"Baiklah jangan sampai lengah dengan perempuan tua itu dan ya dengan istri Tora pun kau jangan lengah "


"Baik tuan "

__ADS_1


Liam langsung berjalan kedalam rumah, dia harus membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam kamarnya, sekarang dirinya tak boleh ceroboh, jangan sampai istrinya mencurigainya kembali.


__ADS_2