Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menyiapkan segalanya


__ADS_3

"Apakah aku boleh mengusap perut mu Syifa "


"Tentu Kenapa tidak kau adalah ayahnya kenapa aku melarang kau untuk menyentuh perut ku, di sini ada anakmu Nabil"


Nabil segera memegang perut itu mengusapnya sambil menatap Syifa dengan senyum bahagia nya"tadi saat ke dokter Aku sangat senang mendengar bahwa anak kita baik-baik saja Syifa, lalu kita kapan akan pulang ke Indonesia"


"Bisa kita tidak membicarakan Indonesia dulu Nabil, aku ingin kita disini bahagia dulu berdua. Mungkin salah aku melakukan ini tapi entahlah aku ingin berdua dulu denganmu ,menghabiskan waktu berdua apakah boleh"


"Tentu boleh, tapi kenapa nanti juga kita akan menikah dan akan selalu berdua. Sama saja kan"


"Tidak aku ingin di sini, aku ingin menghabiskan waktuku denganmu di sini aku belum siap berbicara pada Mami dan Papi ,dan aku belum siap menerima kemarahan mereka"


" Baiklah aku akan menuruti nya, Apakah kau mau berbelanja sekarang maksudku membeli susu, membeli pakaian hamil untukmu dan juga membeli beberapa buah buahan untukmu, pasti kau nanti malam-malam makan lapar. Aku tadi sudah menonton sebuah video dan di sana mengatakan bahwa ibu hamil selalu lapar"


"Ayo, sambil jalan-jalan ya aku pun ingin berbelanja, tapi apakah tidak terlalu cepat kau mau belikan aku baju hamil sekarang"


"Tentu pasti perutmu nanti akan makin membesar, dan pakaianmu itu pasti tak akan muat lagi, nanti kalau kau memakai pakaian yang ini anakku akan pengap dan kau juga akan sakit nantinya"


" Baiklah aku akan menurutimu, Ayo kita berbelanja sekarang aku sudah tidak sabar"


Nabil segera menggandeng tangan Syifa dan keluar dari apartemennya, mereka segera memasuki mobil dan pergi ke minimarket terdekat di sini dan juga penjual pakaian terdekat pula.


Mereka berdua sudah sampai di minimarket terdekat mengambil troli dan Nabil mendorongnya, tangannya tak lepas menggandeng Tangan Syifa.


Nabil pertama mengambil buah-buahan sayuran dan beberapa telur dan juga beberapa mie untuknya, Lalu beralih pada susu ibu hamil "kau suka yang mana sayang yang rasa apa rasa strawberry atau rasa coklat "


" Aku ingin rasa strawberry saja deh Bian Kayaknya enak deh "


" Yaudah kita bayar sekarang dan kita akan mencari pakaian baru, "


Syifa hanya mengangguk dan mengikuti Nabil berjalan, Rasanya senang sekali saat melihat Nabil makin perhatian padanya. Mungkin kalau saja waktu itu dia sampai menggugurkan anak ini, dia tak tahu apa yang akan Nabil lakukan padanya akan semarah apa Nabil nanti padanya. Sungguh dirinya tak bisa membayangkan itu.


**


Sekarang mereka sudah selesai belanja bahkan pakaian Syifa pun sudah terbeli, mereka sekarang sedang membuka kunci apartemennya dan masuk ke dalam sana.


"Lelah banget aku ini Nabil, kaki aku lemes banget padahal kan jalannya cuma sebentar"


"Kau duduklah aku akan mengupas dulu apel dan beberapa buah lainnya, nanti aku kembali lagi dan aku akan memijat kakimu Tunggu aku sebentar ya "


Tak lama kemudian Nabil sudah kembali membawa buah-buahan itu dan juga membawa minyak zaitun untuk memijat kaki Syifa.


"Ini kau makan, rentangkan kakimu Syifa aku akan memijatnya "


"Apakah kau tak keberatan memijat kakiku Nabil"

__ADS_1


"Tentu aku tak keberatan, ayo rentangkan kakimu aku akan memijatnya"


Syifa dengan patuh segera melakukannya, dan memakan buah-buahan nya sambil memperhatikan Nabil yang memijat kaki nya dengan sangat lembut dan pelan pelan sekali. dirinya ini diperlukan seperti Ratu saja oleh Nabil.


"Kau mengapa menatapku seperti itu Syifa "


"Tidak aku hanya saja kagum denganmu, di umurmu yang semuda ini maksudku kau bisa menerima keadaan ku dan bertanggung jawab atas kesalahan mu. Meskipun aku tahu ini bukan kesalahanmu ini salahku yang ceroboh"


"Aku ini laki-laki, dan aku ini harus bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Aku tahu ini salahmu tapi aku tahu ini juga salahku karena aku menuruti kemauan mu jadi kau Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ini salah kita berdua oke"


"Baiklah Nabil, Aku juga merasa bersalah pada anak kita aku sudah berpikir akan menggugurkannya dan aku sudah datang ke tempat itu. Bagaimana kalau itu sampai terjadi dan aku sudah membuang anak ini maksudku membunuh anak ini, kalau saja kau telat 1 menit mungkin takkan selamat anak kita ini"


"Sudah kau jangan berfikir lagi tentang hal itu, Lupakan semua itu aku mengerti kalau waktu itu kau takut, aku tak bertanggung jawab kan, dan kau akan susah sendiri nyatanya apa aku akan bertanggung jawab, aku dari awal sudah bilang kalau aku akan tanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan. Aku tidak akan lari dari tanggung jawab dan aku tidak akan lari dari masalah "


"Iya aku salah menilaimu Nabil, Seharusnya aku percaya dari awal kalau kau akan bertanggung jawab pada ku, maafkan aku ya "


"Tentu aku akan selalu memaafkanmu, Sebesar apapun salahmu aku tidak akan bisa marah padamu"


Syifa hanya bisa tersenyum dengan jawaban yang diberikan oleh Nabil, memang dari dulu Nabil ini tak bisa lama-lama marah padanya. Semarah-marahnya Nabil pasti besoknya dia akan baik-baik saja, ataupun dalam beberapa jam ya akan kembali bertanya padanya dan seperti tak terjadi apa apa saja.


***


"Sekarang kau mandi dulu ya Syifa, aku sudah menyiapkan air hangat, aku pun sama akan mandi di kamarku. Nanti setelah beres aku akan kembali lagi ke sini.


Setelah Syifa pergi dan menutup pintunya Nabil pun pergi ke kamarnya untuk segera menyegarkan dirinya, sungguh hari ini melelahkan sekali tapi dirinya senang karena melakukannya dengan Syifa dan juga anaknya.


Tak lama kemudian Syifa sudah selesai dengan mandinya dan dirinya tersenyum saat melihat pakaian yang sudah disiapkan oleh Nabil.


"Seharusnya aku yang lakukan ini pada Nabil, bukan Nabil yang melakukannya pada ku sungguh terbalik" Syifa segera memakai pakaiannya dan tak lama kemudian pintunya diketuk.


"Syifa Apakah kau sudah selesai dan berpakaian"


"Sudah Nabil masuklah aku sudah siap "


Pintu pun terbuka dan menampilkan Nabil yang membawa beberapa buku ke dalam kamarnya, dan tak lupa juga membawa laptop.


"Aku di sini akan menemanimu segeralah tidur ya aku akan mengerjakan tugas ku dulu "


"Tapi apakah kau akan tidur bersama ku menemaniku, maksudku menemani anak kita"


"Tidak aku akan tidur di kamarku, tapi aku kan menunggumu sampai kau tidur"


"Tapi aku ingin tidur bersamamu apakah boleh "sambil menundukkan kepalanya.


Nabil tersenyum dan mengacak-acak rambut Syifa "tentu aku akan menemanimu tidur jadi kau tidurlah terlebih dahulu, nanti aku akan menyusulmu"

__ADS_1


"Baiklah terima kasih kau sudah mau menurutiku terus menerus"


"Kau ini berterima kasih terus, kau ini apa tak lelah mengatakan terima kasih terima kasih terus"


" Kenapa tidak kau sudah baik makanya aku berterima kasih padamu"


"Sudah sudah cepat kau tidur aku akan mengerjakan tugas ku disini, menemanimu aku takkan kemana-mana aku akan ada selalu di sampingmu"


Syifa mengangguk lalu segera tertidur dengan lelap, membiarkan Nabila mengerjakan tugasnya dengan fokus, namun tiba-tiba saja Syifa terbangun dan melihat Nabil yang sedang telungkup sambil mengetik tugasnya, dengan perlahan Syifa segera bangkit dan naik ke atas tubuh Nabil.


"Kau membuatku kaget saja Syifa, Kenapa kau bangun ada apa apa kau lapar atau kau ingin minum "


"Tidak aku hanya ingin melakukan ini, aku ingin memeluk mu dari belakang tapi seperti ini saja sudah cukup. Rasanya hangat sekali, cuaca hari ini sangat dingin ya Nabil "


"Aku akan menyalakan penghangat, kau tunggu sebentar ya"


"Tidak jangan, aku hanya ingin seperti ini, lebih hangat jika memelukmu. Apa kau sudah selesai mengerjakan tugasmu itu. Apakah banyak sekali"


" Tidak ini sudah selesai, aku sudah selesai mengerjakannya "Nabil segera menutup laptopnya dan membantu Syifa untuk segera turun dari tubuh.


"Baiklah jika kau sudah selesai, Apakah kau bisa memelukku . Memeluk anak kita agar dia juga hangat "


"Itu hanya akal-akalan mu saja Syifa, kau bilang saja kau yang ingin dipeluk bukan anak kita. Kau ini selalu saja membawa anak kita dalam hal apapun, kalau memang mau dipeluk ya bilang saja kalau kau yang mau dipeluk bukan anak kita"


" Ih aku beneran kok anak kita yang mau dipeluk bukan aku ,aku ini lagi dalam masa ngidam Nabil, jadi kau harus selalu menuruti nya "


"Masa sih aku nggak percaya tuh. Kamu dari dulu kan selalu pengen aku peluk, pasti ini kemauan ibunya bukan kemauan anaknya"


" Ya udah kalau kamu nggak percaya ya udah jangan percaya sama aku, ini emang beneran kok kemauan anak kamu bukan aku. mana mungkin sih aku langsung gini bilang sama kamu kalau aku pengen dipeluk "


" Iya deh iya deh, sini aku peluk kamu ayo tidur"


Syifa segera membalas pelukan dari Nabil dan tersenyum senang " Nabil Apakah kita akan selalu seperti ini, Apakah kau akan selalu memelukku dan menjadi pelindung ku seperti ini."


"Tentu aku akan selalu memelukmu, aku akan selalu menjadi Pelindungmu, aku takkan pernah meninggalkanmu dan jika nanti memang harus aku dulu yang pergi, aku akan selalu ada dihatimu Syifa, kau jangan khawatir aku akan selalu ada untukmu aku takkan pergi ke mana-mana. Aku akan ada selalu dalam dirimu dan juga dalam diri anak kita nanti "


"Dan bila aku tak ada kan ada anak kita yang bisa menjagamu, jadi kamu tak usah khawatir dan tak usah risau pula jika aku tak ada "


"Kenapa kau selalu mebahas itu, kenapa kau selalu membahas kalau kau akan pergi terlebih dahulu. Aku takkan pernah siap jika kau meninggalkanku Nabil. Jika kau pergi aku pun ikut pergi denganmu "


"Ya memang apalagi yang perlu dibahas , aku pasti akan pergi meninggalkanmu jika Tuhan sudah mengambil ku, jangan kau jangan ikut denganku nanti kalau pergi anak kita bersama siapa, sekarang Lebih baik kau tidur ya ,aku akan menemanimu aku takkan kemana-mana kau jangan takut aku akan menghilang dari hidupmu "


" Baiklah Nabil selali peluk aku ya jangan kau lepaskan"


Nabil mengangguk dan menciumi kepala kening Syifa dengan bertubi-tubi, lalu memeluknya dengan sangat erat mengusap punggungnya untuk bisa segera tidur.

__ADS_1


__ADS_2