Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Malah terjebak kan


__ADS_3

Liam menatap sang istri yang masih saja terdiam harus dihibur nih kalau seperti ini terus nanti di rumah juga akan seperti ini terus-menerus, Liam tiba-tiba saja memberhentikan laju mobilnya dan memarkirkannya di sebuah tempat Zeline yang bingung segera menatap suaminya.


"Kenapa maa berhenti "


Liam memegang wajah sang istri "sayang aku tau kamu lagi sedih, makannya aku bawa kamu kesini, ayo turun kita jalan jalan santai dulu ya hanya sebentar gak akan lama kok "


"Tapi Lucas gimana pasti dia tanya kita ke Bi Sari "


"Gak akan kita hanya sebentar sayang, ayo sekarang turun sayang "


Liam lebih dulu turun lalu membuka pintu mobil sebelah dan membantu sang istri turun.


Mereka berdua segera berjalan-jalan dan di sini juga masih ada beberapa orang yang juga sama jalan-jalan, mereka saling bercengrama.


"Kamu mau main apa sayang apa kamu mau beli balon, mau gak biasannya kan kamu suka balon "


"Mas masa sih aku beli balon. Aku bukan Lucas itu mending kita naik sepeda yuk, aku udah lama tuh gak naik sepeda kali-kali gitu mas kita main sepeda, ayo mas"


"Beneran kamu gak akan jatuh kan mas gak mau ah nanti kamu malah jatuh .Jangan yah naik yang lain aja ya sayang, yang lebih seru dari itu ya, yang lain ya "


"Gak mau mas mau naik itu aja, terus kita mau naik apa kalau gak naik sepeda di sini gak ada kendaraan lain. Masa kamu pakai mobil yang ada kita dimarahin sama orang-orang yang lagi jalan ini, udah yuk kita sewa aja sepeda"


"Ya udah deh demi kamu apapun akan aku lakukan. Ayo sekarang kita sewa sepedanya, ayo syaangku cintaku kita naik sepeda "


Mereka segera berjalan kearah tempat itu "berapa pak sewa 2 sepeda 100 ribu pak "


Liam langsung memberikan uangannya pada bapak itu, malahan Liam melebihinya "makasih pak "

__ADS_1


"Ya sama sama "


Zeline langsung mengambil sepedanya dan naik "ayo mas cepetan "


Zeline sudah jalam terlebih dahulu "sayang tungguin, kamu awas ya jangan kabur "


"Ayo kejar aku mas, masa sih gak bisa, kejar aku mas ayo mas "


Liam mempercepat sepedannya namun sang istri tiba tiba memberhentikam laju sepedannya "mas gimana kalau kita balapan "


"Ayo kita balapan aku hitung ya 1 2 3 "


Zeline langsung saja mengoes sepedanya sebelum Liam berbica mulai, dia tertawa tawa melihat sang suami yang tertinggal jauh dan Liam yang melihat istrinya kembali sennag sangat bahagia.


Akhirnya aku bisa membuatmu senang lagi bisa tertawa lagi seperti semula. Aku tidak akan pernah menyakitimu dan jika ada yang berani lagi memarahimu atau memakimu. Aku tidak akan segan-segan melakukan apapun untukmu.


Jadi kau percayakan hatimu dirimu padaku, aku akan menjagamu sampai maut memisahkan kita aku berjanji dan aku tak akan berkhianat sedikit pun.


Zeline segers memberhentikan sepedanya dan membawannya kepinggir dan duduk di sebuah kursi taman yang cantik dan Liam pun ikut duduk disana, peluh sudah bercucuran dikening Liam.


"Kamu cape ya mas, padahal baru sebentar lo "sambil mengelap peluh sang suami


"Aku gerah karena memakai jas seperti ini sayang, kalo aku memakai baju olahraga mungkin tidak akan saperti ini, nanti kapan-kapan kita main sepeda lagi nanti aku akan membelikannya untukmu dan untuk Lucas juga tentu saja untuk diriku pula, kita akan bermain-main nantinya bertiga bagaimana"


"Boleh Mas, pasti itu akan sangat menyenangkan sekali kita bermain-main bersama Lucas, kita olahraga sama-sama pasti menyenangkan. Apakah kita sudah saja Mas naik sepeda-sepedaannya ini juga sudah terlalu malam "


"Baiklah sayang aku akan mengantarkan kamu dulu kemobil, aku akan membeli minum untuk mu, kau tak apa tak usah ikut kau istirahat saja, lalu aku akan mengembalikan sepeda ini "

__ADS_1


"Apa kamu tidak akan kerepotan membawa dua sepeda sekaligus lebih baik aku antarkan dulu sepeda ini, setelah itu baru kau mengantarkanku ke mobil itu lebih baik Mas, dari pada kamu bolak-balik ambil sepeda dan takutnya sepedanya nanti malah hilang gimana kasihan kan bapak-bapaknya kalau sepedanya hilang begitu saja di sini"


"Ya udah deh aku ikutin ide kamu aja. Ya udah kita balikin dulu sepedanya padahal kalau hilang aku bisa ganti loh sayang menjadi 10 kali lipat aku kan banyak uang" sambil tersenyum


"Sombong amat mass "


Zeline langsung mengoes sepedanya di ikuti oleh sang suami dari belakang dan tak lama kemudian mereka sampai di tempat tadi lagi ditempat penyimpanan sepeda.


Setelah itu Liam langsung mengantarkan sang istri kedalam mobil " kamu kunci pintunya ya, aku mau ke depan ke sana dulu beli minuman dan yang lainnya, kalau ada yang mengetuk kaca kamu jangan membukanya diam saja di dalam ya"


"Iya mas "


Liam langsung menutup pintunya dan saat mendengar sang istri sudah menguncinya Liam langsung pergi dan berjalan ketempat yang dia inginkan.


Liam masuk dan setelah itu memilih beberapa minuman makanan, saat Liam keluar tiba tiba ada yang mencegatkannya seorang perempuan " bagi dong satu minuman nya ganteng "


Liam sama sekali tak mengubris dia terus berjalan, namun perempuan itu mengikutinya " bagi uang dong kau pasti orang kaya kan .Jangan gitu dong tiba-tiba aja pergi gak jawab gue kalau emang gak mau bagi minumnya ya bilang gak mau gue minta uang nih buat beli sendiri"


Liam masih saja tak mengubris, dia melihat dari ekor matanya kalau perempuan yang disampingnya ini membawa sebuah pisau.


Liam terus saja berjalan kesebuah bangunan yang pasti akan menyenangkan kalau untuk menghabisi orang seperti ini.


"Heh kenapa gak jawab-jawab apa sedari tadi lo tuli, apa lo bisu terus aja jalan ganteng-ganteng kok tuli kok bisu "


Perempuan itu terus saja mengikuti Liam dia tak tau kalau bahaya sedang mengancamnya, dia tak tau orang sedang dihadapi ini siapa.


Liam masuk kedalam gedung itu, dan perempuan itu pun masuk, didalamnya banyak cermin, dan membuat perempuan itu pusing, cermin itu bahkan membuat dirinya lupa pintu yang mana.

__ADS_1


"Kenapa kaca semua lalu laki-laki itu kemana. Kenapa dia tidak ada sama sekali disini, ya ampun pintu mana pintu. Apa tadi yang gue ikutin itu hantu tiba-tiba hilang masuk ke dalam ruangan ini dia ke mana "


Perempuan itu segera masuk dan menemukan lorong lorong juga yang penuh kaca, dimana aman ada kaca, perempuan itu langsung mengeluarkan pisaunya untuk jaga jaga.


__ADS_2